Kita semua bisa menjadi reporter yang bisa membantu orang lain dgn postingan di sosial media.
“The Most Inspiring Social Media Reporter” adalah hasil karya dengan jumlah voting tertinggi pada setiap kategori.
Dan buat yang berhasil menjadi “The Most Inspiring Social Media Reporter” berhak mendapatkan hadiah menjelajahi Asia! :D Semoga mimpi kali ini pun menjadi nyata.
Voting hasil karyaku sudah bisa dimulai dari hari inii lho!!
Periode voting adalah : 22 Okt – 10 Nov 2014.
Teman bantu aku  untuk mewujudkan mimpiku dengan memberikan VOTE.
Voting bisa dilakukan dengan cara, yaitu :
Buat voters kamu yang paling aktif, berhak mendapatkan hadiah Gadget keren dari !

IMG_30401 Screenshot 2014-10-23 12.25.522 Screenshot 2014-10-23 12.23.50 Screenshot 2014-10-23 12.24.22

Vote via online bisa dilakukan di http://telkomsel.com/youreverydaydiscoveries

Dunia Rahmi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua yang telah memberikan VOTE nya.

Simplicity is Beauty

Simplicity is Beauty

God I'm Lonely

God I’m Lonely

Image  —  Posted: October 26, 2012 in My Photo Album, Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

Lampu Hias Aromatherapy

Posted: October 28, 2014 in Uncategorized

Originally posted on Langit Rimba:

LAMPU HIAS AROMATHERAPY ESSENSIAL OIL

LAMPU HIAS AROMATHERAPY adalah hasil kreatifitas anak negeri (yogyakarta), kerajinan berbahan baku limbah kaca dan batu alam yang menghasilkan sebuah produk unik dan multifungsi.
Lampu hias Aromatherapy yang bisa digunakan sebagai tungku/burner untuk terapi dengan menggunakan essential oil lebih simpel, efisien, dan awetProduk Lampu Aromaterapi dilengkapi saklar Dimer (saklar putar), lampu 20watt bisa dikecilkan sampai 5watt sesuai kebutuhan.

IMG_20141005_111402

Manfaat :
Merangsang untuk cepat ngantuk
Membantu memperbaiki kesehatan/relaksasi
Membantu memperbaiki mood
Mengusir nyamuk
Menyegarkan dan menenangkan

Fungsi :
Sebagai tungku aromatherapy
Sebagai lampu hias dan lampu tidur
Pengharum ruangan
Dll

Spesifikasi :
Terbuat dari batu alam dan kaca
Ukuran +/- 12x12x22cm
Berat +/- 1,5kg
Lampu hologen 220v/20watt
Cawan kaca

Cara pemakaian :
1. Colokkan kabel ke colokan listrik
2. Nyalakan tombol saaklar dan atur terangnya sesuai keinginan
3 Beri 1 sendok air ke dalam cawan tungku. Tetes kan esensial oil 3-5 tetes (bisa tahan…

View original 32 more words

Ada beberapa newbie yang masih bingung untuk memulai membuat tulisan baru di wordpress. Kali ini saya akan menjelaskan cara membuat tulisan atau baru untuk pemula.

Pertama-tama tentu saja kita masuk ke akun kita. Setelah log in maka akan muncul tampilan seperti berikut:

Pos baru u/ newbie

Pos baru u/ newbie

Setelah itu klik tombol “Situs-situsku” seperti yang ditunjukkan dengan tanda panah pada gambar di atas. Setelah tombol tersebut diklik maka tampilannya akan menjadi seperti ini:

Wordpress newbie

WordPress newbie

Setelah itu klik pada akun kita seperti yang ditunjukkan tanda panah merah pada gambar di atas. Setelah itu kita langsung akan dibawa pada halaman muka blog kita. Pada halaman tersebut paling tidak dua tombol “Pos Baru” yang bisa kita temukan seperti pada gambar berikut dan pilihlah salah satu saja:

Pos Baru WordPress

Pos Baru WordPress

Setelah kita klik tombol “Pos Baru” maka kita langsung dibawa pada halaman tempat kita akan menuliskan pos baru. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menulis pos baru, untuk lebih jelasnya akan saya uraikan berdasarkan gambar berikut:

Pos Baru WordPress

Pos Baru WordPress

  1. Pada kolom paling atas tuliskan judul pos yang akan kita buat, contohnya “Kontak Kami”. Dan area yang saya tandai dengan garis biru adalah tempat kita menulikan pos baru. Bukan hanya tulisan, pada kolom tersebut kita juga bisa menyisipkan link, gampar, dan video.
  2. Tombol “Tambahkan Media” adalah untuk menyisipkan gambar atau video pada pos yang sedang dibuat.
  3. Setelah selesai menulis, selanjutnya klik tombol “TAG & KATEGORI”
  4. Pada kolom “TAG” isikan keyword atau kata kunci yang menggambarkan isi blog kita. TAG ini menurut saya sangat penting karena akan mempengaruhi search engine untuk menemukan tulisan kita.
  5. Setelah itu tambahkan kategori baru pada kolom tersebut. Jika tulisan yang kita buat merupakan sub kategori maka pilih kategori yang sudah ada, lalu tambahkan kategori baru. Misalnya, tulisan ini saya buat sebagai sub categori dari “LAMPU”, lalu saya tambahkan kategori baru sesuai judul (boleh berbeda dengan judul) yaitu “Kontak Kita”
  6. Sebelum tulisan dipublikasikan sebaiknya kita lihat dulu apakah sudah sesuai keinginan atau belum. Untuk hal itu kita klik tombol “Pratampil”
  7. Jika tulisan belum selesai dan akan kita lanjutkan dilain waktu maka tulisan bisa kita simpan dulu dalam bentuk draft dengan meng-klik tombol “Simpan”. Nah untuk membuka draft ini lagi di lain waktu kita masuk dulu ke “Dasbor”, lalu “Pos” dan pilih “Semua pos”. Setelah itu arahkan kursor ke draft dan pilih “Edit”
  8. Setelah tulisan dirasa siap untuk diluncurkan maka langsung saja klik tombol “Terbitkan…”

Nah bagaimana, mudah bukan? Dan hasil akhirnya akan menjadi seperti ini:

Hasil Akhir

Hasil Akhir

Berikut akan saya jelaskan cara membuat Category dan Sub Category di WordPress

Langkah Pertama : Tentu saja log in ke akun wordpress kamu.

Langkah ke dua : Masuk ke dasbor seperti gambar berikut :

Dasbor / Dashboard

Dasbor / Dashboard

Dashbor bisa dibilang adalah otak dari blog kita, karena di sini adalah tempat kita mengatur hampir seluruh tampilan dan isi blog. Mulai dari membuat category, menu, thema, setting tampilan, dan lain-lain.

Langkah ke tiga : Klik tombol Pos – lalu pilih Kategori

Categories / kategori

Categories / kategori

 

Langkah ke empat : Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan di langkah ke empat ini

  1. Pertama tuliskan kategori yang diinginkan di kolom “Nama“. Saya contohkan di sini kita akan membuat kategori baru dengan nama “LAMPU”
  2. Setelah itu klik tombol “Tambah Kategori Baru”
  3. Setelah itu kategori baru yang kita tulis akan muncul di bagian yang saya tunjukkan dengan angka tiga.
Kategori Baru

Kategori Baru

Nah kita telah berhasil membuat kategori baru, mudah bukan? Dan selanjutnya adalah membuat Sub Kategori.
Untuk membuat Sub Kategori ini langkah-langkahnya sama dengan langkah ke empat di atas, hanya ada sedikit penambahan. Yaitu jika sebelumnya kolom “Parent” dikosongkan, maka untuk membuat sub kategori ini kolom “Parent” tersebut kita isi dengan Kategori yang kita jadikan induk dari Sub Kategori yang akan kita buat. Saya contohkan di sini misalnya kita akan membuat sub kategori dengan nama “Kontak Kami” yang merupakan sub kategori dari kategori “LAMPU”. Langkahnya bisa dilihat dari gambar berikut:

Sub Category

Sub Category

Keterangan dari gambar di atas adalah:

  1. Pada kolom “Nama” ketikkan sub kategori yang ingin kita buat, misalnya “Kontak Kita”
  2. Pada kolom “Parent” akan muncul pilihan-pilihan kategori yang pernah kita buat. Dan contohnya kita akan pilih kategori “LAMPU” yang telah kita buat sebelumnya.
  3. Jangan lupa klik tombol “Tambah Kategori Baru”
  4. & 5 Setelah sukses maka di samping akan terlihat sub kategori “Kontak Kita” berada di bawah kategori “LAMPU” dengan lambang strip (-) yang menunjukkan bahwa “Kontak Kita” merupakan sub kategori dari kategori “LAMPU”

Adakalanya kita telah membuat suatu kategori, tapi dikemudian hari kita ingin merubah atau memindahkan kategori tersebut menjadi sub kategori. Caranya sangat lah mudah. Misalnya, dulu saya pernah membuat tulisan dengan kategori “Lampu Aromatherapy”, nah saat ini kategori tersebut ingin saya jadikan sub kategori dari “LAMPU”.

Pertama-tama kita masuk ke “dasbor” dan pilih “pos” lalu pilih “kategori” seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah itu akan tampak daftar kategori yang pernah kita buat.  Lalu arahkan kursor ke kategori “Lampu Aromatherapy”. Lalu di situ akan muncul beberapa pilihan, nah kita langsung saja klik “sunting” sperti pada gambar berikut:

Sunting / Edit kategori

Sunting / Edit kategori

Setelah kita klik “sunting” atau edit, selanjutnya akan tampak pada gambar di bawah ini. Dan pada pilihan “Parent” langsung saja  kita pilih kategori “LAMPU” yang akan kita jadikan induk kategori. Jangan lupa klik tombol “perbarui” sebagai tanda persetujuan.

Edit Category

Edit Category

Setelah selesai semua, kita bisa lihat hasilnya akhirnya dari semua yang telah dipraktikkan di atas.

Hasil Akhir

Hasil Akhir

Joy Bromo

22 September 2012

Sejak tahun 1998 saya sudah menginjakkan kaki di Bumi Parahyangan Bandung, tapi baru kali ini bisa mengunjungi Situ Patenggang. Situ Patenggang (atau sering juga disebut Situ Patengan) merupakan sebuah danau cantik yang terletak di daerah Ciwidey, Jawa Barat.  Kawasan wisata ini berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Patuha. Karena posisinya yang tinggi, kita akan merasakan udara yang dingin dan segar saat mengunjungi danau ini. Hamparan kebun teh yang membentang sepanjang perjalanan menuju situ ini juga semakin menambah keasrian kawasan wisata Situ Patenggang. Lokasi danau ini juga terletak tidak jauh dari kawasan wisata Kawah Putih. Jadi, jika anda mengunjungi Kawah Putih jangan lupa untuk mampir juga ke Situ Patenggang. Hanya dibutuhkan waktu sekitar limabelas sampai duapuluh menit dari Kawah Putih menuju danau ini dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Kebun Teh Ciwidey

Kebun Teh Ciwidey

Selain hamparan kebun teh yang nyaman dipandang mata, Situ Patenggang juga memiliki daya tarik lain yaitu keberadaan Batu Cinta. Sebuah lokasi yang berada di tengah danau dengan sebuah batu besar yang menjadi penandanya. Batu inilah yang disebut dengan Batu Cinta. Batu Cinta berasal dari sebuah legenda masyarakat Jawa Barat. Konon di tempat inilah Ki Santang dan Dewi Rengganis, sepasang kekasih yang harus melewati perjalanan sulit dalam percintaan mereka akhirnya bertemu kembali di tempat ini setelah sebelumnya terpisah. Air yang mengisi danau ini menurut mitos masyarakat Patengan berasal dari deraian air mata kedua manusia tersebut.

Pukul 13.00 saya sudah tiba di Pintu Gerbang Kawah Putih. Meskipun saya sudah pernah mengunjungi Kawah Putih sebelumnya, tapi mengunjungi tempat sesejuk ini tidak akan pernah membosankan. Ada yang berubah dengan kondisi Kawah Putih hari itu, yaitu disebabkan kemarau yang berkepanjangan air kawah pun menjadi surut, dan bau belerang pun sangat tajam tercium. Namun hal ini tidak mengurangi jumlah penggunjung dan juga tidak mengurangi keindahannya.

Kawah Putih saat kemarau

Sekitar pukul 16.45 kami pun meninggalkan kawasan Kawah Putih dan meluncur menuju Situ Patenggang. Karena hari sudah semakin gelap saya pun tidak sempat banyak berhenti untuk mengabadikan keindahan pemandangan kebun teh yang membentang sepanjang perjalanan menuju Situ Patenggang. Padahal kabut sore itu menambah indahnya perbukitan kebun teh. Saya juga tidak sempat menikmati nikmatnya mie rebus dan buah strawberry yang banyak dijajakan di sepanjang menuju Situ Patenggang. Mie instan yang rasanya selalu lebih nikmat dari biasanya.

Kebun Teh Ciwidey

Kebun Teh Ciwidey

Sekitar pukul 17.00 kami sudah tiba di pintu gerbang Situ Patenggang. Kabut semakin tebal turun seiring kepergian matahari. Setelah membayar biaya masuk sebesar Rp.4000 perorang dan biaya sepeda motor Rp.6000 per unit sepeda motor, kami pun langsung mencari tempat parkir yang nyaman. Yang tidak boleh dilewatkan adalah mencicipi gorengan, mie rebus, atau siomay di sekitar danau karena rasanya sangat enak. Bukan karena ada resep spesial, tapi karena udara yang dingin membuat perut cepat lapar dan makanan apapun rasanya menjadi duakali lipat lebih enak. Dan menyantap makanan hangat di tengah cuaca berkabut itu rasanya sperti menemukan oase di gurun pasir.

Awalnya kami tidak akan menyebrang ke Batu Cinta, karena hari mulai gelap dan kabut sangat tebal sore itu. Tapi karena rasa penasaran akhirnya kami pun memutuskan untuk menyebrang menuju Batu Cinta. Untuk mencapai Batu Cinta ini kita bisa menyewa kapal dengan biaya sekitar Rp.100.000 yang dapat memuat sekitar 14 orang. Cukup menegangkan menurut saya, karena kapal ini tidak menggunakan mesin tapi dengan dayung kayu biasa. Jika penumpang terlalu banyak bergerak maka kapal akan oleng. Meskipun menurut teman saya hal itu tidak akan membuat kapal terbalik namun tetap saja saya sangat tegang. Waktu penyebrangan sekitar limabelas menit saja, tapi rasanya seperti satu tahun. Seru sih, tapi super menegangkan (pendapat pribadi)!

Situ Patengang

Situ Patengang

Situ Patengang

Situ Patengang

Ready to Go!

Sampai di Batu Cinta langsung disambut oleh batu-batu besar yang entah dari mana asalnya. Kondisi batu-batu di sana penuh dengan coretan dan debu menutupi hampir semua permukaan batu. Semua terlihat kering dan berdebu akibat kemarau yang berkepanjangan. Matahari telah kembali ke peraduan, membuat keindahan batu cinta tak bisa terlihat jelas. Sejauh mata memandang hanya lah kabut. Keindahan danau pun sulit dinikmati, membuat saya bingung hendak melakukan apa di sana selain foto-foto dengan latar yang juga tak jelas terlihat. Ada beberapa saung tapi telah dipenuhi oleh muda mudi yang mungkin percaya akan mitos bahwa pasangan yang berkunjung ke batu itu, cinta mereka akan abadi.

Batu Cinta

Batu Cinta

Perhatikan photo di bawah ini:

Dia yang bikin masalah

Sesuai rencana sebelum azan magrib kembali menaiki kapal dan meninggalkan Batu Cinta. Tapi gara-gara Si Anne yang sibuk eksis sana sini sampai tidak sadar Blackberry-nya jatuh (saat blackberry masih jadi barang mewah), kita semua jadi sibuk mencari keberadaan si Blackberry hingga hari semakin gelap. Dan parahnya dia baru menyadarai BB-nya tidak ada setelah kapal sudah mulai berlayar meninggalkan tepian. Akhirya kapal memutar haluan lagi dan beberapa pasukan diturunkan untuk mencari si BB. Alhamdulillah ternyata proses pencarian tidak lama, karena BB terjatuh di sekitaran tempat terakhir kita berfoto-foto. Dan kita kembali lagi berlayar dengan cuaca yang sudah sangat gelap, gelapnya mengalahkan kabut asap kebakaran hutan di sumatera. Tidak ada lampu atau cahaya apapun, jarak pandang sangat pendek karena selain hari sudah gelap, kawasan danau juga diliputi kabut tebal. Entah bagaimana juru kapal tersebut bisa khatam jalan pulang, padahal keadaan sangat gelap sekali. bahkan air danau pun nyaris tak terlihat. Saya jadi ngeri sendiri karena terbayang kisah-kisah hantu di danau yang ada di buku-buku cerita Goosebumps yang dulu sering saya baca semasa SMP.

Sampai di pelataran parkir suasana sudah sangat sepi, bahkan petugas parkir sudah masuk rumah. Setelah membayar biaya parkir kami langsung melaju menuju penginapan yang ada di taman unyil. Tidak ada seorangpun yang mandi malam itu, airnya sangat dingin nyaris seperti air es. Acara malam hari dilanjutkan dengan masak mie rebus dan bakar jagung. I’m gonna miss that moment. 

Penginapan Ciwidey

DuniaRahmi

Minggu tanggal 30 April 2012 yang lalu saya saya berkesempatan untuk mengunjungi Kawah Putih setelah 10 tahun lebih tinggal di Bandung. Sifat manusia memang terkadang begitu, terlalu melihat keindahan yang jauh di sebrang sehingga lupa keindahan yang ada di dekatnya. Mungkin istilah rumput tetangga terlihat lebih subur juga cocok untuk menegaskan fenomena ini. Sebenarnya keinginan menyapa Ciwidei bukannya tidak ada, tapi mungkin ibarat ketemu jodoh akan indah pada waktunya. Dan sekarang lah waktunya, motor bebek matic keluaran thn 2007 ini siap menemani menuju salah satu ikon wisata kota Bandung. Setelah mengisi bensin full tank, kami pun siap meluncur menuju Ciwidey dimulai dengan menyusuri Jalan Kopo yang sangat padat penduduknya dan penuh dengan pabrik-pabrik yang dibangun tanpa kawasan.

Sebenarnya perjalanan hari ini tanpa rencana, pukul 11.00 siang saya baru meluncur dari kota Bandung. Ini sungguh bukan waktu yang ideal, menjelang siang begini sudah dapat dipastikan jalanan akan macet parah. Beruntung sekali meski sudah siang matahari masih enggan mengeluarkan seluruh kekuatannya. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Jln. Kopo hingga Kab. Soreang yang jaraknya sekitar 17 KM. Lalu dilanjutkan lagi dengan perjalanan panjang menyusuri Kab. Soreang hingga Ciwidey yang jaraknya sekitar 20 KM. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit hilang setelah memasuki kawasan ciwidey yang sejuk dipenuhi dengan pemandangan hamparan kebun sayur dan strawberry di sisi kiri dan kanan jalan. Saya sempat berhenti di pasar Ciwidey karena tergoda dengan gulai ayam di warung makan padang dan buah anggur yang dijual di mobil-mobil bak terbuka.

Setelah tiba di depan gerbang kawasan Kawah Putih saya sempat istirahat sejenak untuk meluruskan kaki dan sekedar menghirup udara segar. Pohon-pohon besar yang berdiri tegak menambah keangkuhan kawasan ini. Udara dingin membuat rasa mie instan yang dijual sepasang kakek dan nenek di pinggir perkebunan teh pun rasanya nikmat berkali-kali lipat dari biasanya. Banyak penjaja makanan di sekitar gerbang Kawah Putih ini pun sayang untuk diabaikan. Dan memang sebaiknya makan dulu sebelum naik ke area kawah putih, karena di sana tidak ada yang menjual makanan, lagi pula tidak diperbolehkan makan di sekitar kawah karena dapat menggangu kesehatan.

Sekarang Tempat wisata ini telah dikelola dengan baik, jika dulu setiap orang bebas membawa kendaraan ke atas, maka sekarang kendaraan roda dua dan bus pariwisata dilarang karena seringnya terjadi kecelakaan atau mogok karena jalan yang terlalu menanjak. Motor diparkir rapi di dekat pembelian tiket hanya dengan membayar biaya lima ribu rupiah saja. lalu untuk menuju kawasan kawah pengunjung dapat menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh pihak pengurus yang menurut saya memang lebih nyaman dan aman, cukup membayar biaya duapuluh lima ribu rupiah untuk pulang pergi. Sedang kan yang membawa kendaraan pribadi tetap boleh membawa masuk kendaraannya dengan harga tiket Rp. 150.000 per unit mobil ditambah tiket masuk Rp. 15.000 per orang.

Angkutan Kawah Putih

Perjalanan dari depan gerbang hingga area kawah hanya memakan waktu sekitar limabelas sampai duapuluh menit. Dan ternyata betul jalan menuju Kawah Putih ini cukup berkelok-kelok penuh dengan tanjakan dan turunan, semakin ekstrim karena jalan yang terbilang sempit ditambah jurang-jurang di sisi jalan. Namun kabar baiknya jika dulu teman-teman selalu menolak saat diajak berkunjung ke Kawah Putih karena jalan yang rusak parah, sekarang jalan sudah seluruhnya diaspal halus.

Menuju Kawah Putih

Saung Kecapi Kawah Putih

Tangga Menuju Area Kawah

Untuk mengunjungi kawah ini pastikan membawa masker karena bau belerang cukup menyengat.  Dan jangan lupa pula untuk membawa payung atau jas hujan karena cuaca yang mudah berubah dari panas lalu mendadak hujan lalu panas lagi. Tapi tidak masalah jika lupa, karena di sekitar kawah banyak penjual masker dan banyak pula yang menyewakan payung.  Di area kawah juga terdapat mushola dan toilet, jadi tidak perlu khawatir.. ;)

Kawah Putih

Kawah Putih

Bukit di kawasan Kawah Putih

Tebing Kawah Putih

Banyak bagian dari kawah putih yang belum sempat saya jamah kemarin, karena waktu yang sudah terlalu sore dan hujan turun cukup deras sore itu.

“Keindahan alam akan semakin terlihat nyata jika kita mampu melihatnya dengan mati hati”

Labuan Bajo merupakan ibu kota dari Kabupaten Manggarai Barat yang terletak di ujung barat Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelabuhan kecil Labuan Bajo merupakan salah satu pintu gerbang menuju Pulau Komodo habitat asli reptilia komodo (Varanus komodoensis).

8 Agustus 2014, perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 07.00 pagi. Dan rasanya masih seperti mimpi hari itu pukul 14.00 akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Penerbangan dengan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Denpasar lalu Labuan Bajo meskipun memakan waktu cukup lama namun tidak terasa membosankan. Fasilitas dan pelayanan maskapai kebanggaan Indonesia ini cukup sebanding dengan harganya, dan kali ini saya menikmati ini semua dengan GRATIS :D Selama penerbangan Jakarta – Denpasar saya memilih menonton acaranya Ramon Y. Tungka dan Tim 100 Hari Keliling Indonesia, sesekali bermain game dan sesekali memandang keindahan panorama alam Indonesia yang samar terlihat dari ketinggian. Pemandangan alam yang terlihat dari ketinggian terbang pesawat khususnya selama penerbangan dari Denpasar menuju Labuan Bajo luar biasa indah, pulau-pulau dan laut terlihat cukup jelas. Benar-benar pemandangan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan penerbangan menuju Sumatera yang lebih sering tak terlihat apa-apa selain awan putih yang tentu saja tak kalah indahnya.

Pemandangan Denpasar - Labuan Bajo

Pemandangan Denpasar – Labuan Bajo

Bandara Labuan Bajo

Bandara Labuan Bajo

Ini kali pertama saya mengunjungi kepulauan Nusa Tenggara, dan sekaligus pertamakali merasa terasing di negeri sendiri. Karena sejak di pesawat hingga di Bandara Labuan Bajo jarang sekali saya temui wisatawan lokal, sekitar 80% lebih adalah wisatawan asing. Bahkan penumpang pesawat Garuda dari Denpasar ke Labuan Bajo yang datang sebagai wisatawan lokal hanya saya dan teman saya saja, dua keluarga penduduk lokal Labuan Bajo, dan sisanya wisatawan asing. Ini merupakan pemandangan baru buat saya, berwisata di negeri sendiri namun didominasi wisatawan asing. Dan semua ini tentu saja disebabkan biaya perjalanan yang sangat mahal.

Perjalanan kali ini terasa luar biasa istimewa, karena kegiatan jelajah nusantara ke Labuan Bajo – Pulau Komodo ini dibiayai oleh Carrefour dan seluruh kegiatan telah diatur oleh Garuda Indonesia Holiday. Setelah tiba di Bandara Labuan Bajo yang masih dalam proses renovasi kami langsung dijemput oleh pihak Garuda Indonesia Holiday yaitu Bapak Martin yang bertugas sebagai guide, dan kami langsung diantar menuju tempat penyewaan alat snorkeling. Setelah menikmati Labuan Bajo dari atas, kami lalu menuju pelabuhan untuk langsung menaiki kapal menuju Pulau Komodo. Proses menaiki kapal ini cukup dramatis, yang pertama ketika akan menaiki kapal saya dibuat agak deg-degan luar biasa. Bayangkan saja saya hanya berdua dengan teman saya yang juga perempuan, dan kami harus naik kapal dan juga bermalam di kapal bersama lima laki-laki kru kapal dan guide penduduk asli Flores. Kesan pertama sangat menyeramkan melihat wajah mereka terutama sang kapten kapal, tidak ada kesan ramah ditambah faktor bahasa yang tidak saya mengerti. Dan ternyata kesan pertama memang tak selalu benar, mereka para kru kapal sangat ramah dan baik, sang kapten ternyata seorang yang berwajah Rambo tapi berhati Rinto. Hal dramatis ke dua adalah kami harus turun dari atas pelabuhan menuju kapal dengan mnggunakan tangga yang hampir berdiri tegak 180° dan kondisi kapal yang terus bergoyang dihempas ombak. Ini cukup mengerikan meski tak sedramatis hal yang pertama. :D

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Bersama Kru Kapal

Bersama Kru Kapal

Suasana pelabuhan juga sedang dalam proses renovasi. Menurut informasi dermaga angkutan barang seperti peti kemas dan lain-lain akan dipindahkan ke tempat lain, jadi Labuan Bajo akan digunakan untuk angkutan penumpang atau wisatawan saja. Kota Labuan Bajo tidak seramai yang saya banyangkan, benar-benar hanya sebuah kota kecil. Saya fikir daerah ini ramai seperti tempat wisata pada umumnya yang dipenuhi pedagang oleh-oleh dan makanan khas. Ternyata sangat sulit menemukan toko yang menjual oleh-oleh di sini, pasar lebih didominasi oleh tempat penyewaan alat snorkeling atau diving dan toko-toko kelontong seperti pasar tradisional pada umumnya. Pada malam hari penjual makanan pun tidak terlalu banyak, hanya ada beberapa penjual bakso, nasi goreng, rumah makan padang, dan penjual gorengan. Setiap suduk kota banyak tukang ojeg yang siap mengantar kita kemana saja dengan biaya terjangkau.

Kota Labuan Bajo

Kota Labuan Bajo

Setelah kembali dari Pulau Komodo kami menginap di hotel La Prima Labuan Bajo, dan fasilitas menginap di hotel pun kami nikmati secara gratis. Hotel ini terletak cukup jauh dari Pelabuhan dan pasar, dan pada malam hari suasana sangat sunyi ditambah belum banyaknya lampu penerang jalan. Meskipun kecewa tidak bisa menikmati matahari tenggelam dari Labuan Bajo yang terkenal indah, tapi saya cukup terhibur dengan pemandangan yang tampak dari jendela hotel tempat kami menginap. Liburan gratis dan mewah ini memberikan banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru buat saya. Dan membuat saya ingin kembali lagi ke bumi NTT untuk mengunjungi Sumba yang konon keindahannya juga sangat menakjubkan. *dream and pray*

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

“Simpan mimpimu dalam hati, genggamlah dengan erat, dan biarkan Tuhan yang mewujudkannya untukmu©duniarahmi