Simplicity is Beauty

Simplicity is Beauty

God I'm Lonely

God I’m Lonely

Image  —  Posted: October 26, 2012 in My Photo Album, Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

In Memorial of Teh Siti

Posted: November 11, 2014 in My Diary
Tags: , , , , ,

Teh Siti…

Aku mengenalmu sekitar tujuh tahun yang lalu. Ya, tahun 2007 bulan Desember ketika aku jadi karyawan baru di PT. Fuji Spring Indonesia. Meskipun saat aku masuk Fuji Spring, dirimu sedang proses keluar dari perusahaan Jepang di kawasan KIIC karawang itu. Aku mengenalmu sebagai pribadi yang baik, murah senyum, dan tidak pernah memperlihatkan wajah yang suram. Dan saat itu, saat pertama kita bertemu kau belum memakai jilbab, rambut masih dicat warna pirang.

@kampung Daun

@kampung Daun

Meskipun kita tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama, tapi kita masih sering main bersama, karena kau berteman baik dengan Mba Ozy teman sekamarku. Rumahmu yang tidak jauh dari kosan kami membuat kita tidak putus silaturahmi. Kau bahkan sering menginap di kosan saat akhir pekan. Kita bercerita hingga larut malam, dan kau selalu mengulang-ulang cerita yang sama setiap kali bertemu. Kita makan dan karaoke di Ramayana Karawang, kita bercerita tentang peluang usaha rumahan, kita bercerita sambil menikmati mangga yang kita petik langsung dari pohon di depan kamar kosan. Aku rindu saat-saat itu. Meskipun usia kita terpaut jauh, tapi kita berteman seperti tanpa ada jarak usia. Dan saat-saat setelah keluar dari Fuji Spring itulah, saat masalah berat sedang menghampirimu, kau memutuskan untuk memakai jilbab dan hidup lebih dekat denga Sang Maha.

@Lisung

@Lisung

Tahun berganti, Tahun 2009.

Tidak lama setelah Mba Ozy memutuskan keluar dari Fuji Spring aku pun ikut keluar, lalu memutuskan mengadu nasib di kota Bekasi. Dan silaturrahmi kita tetap tidak terputus. Kau beberapa kali mengunjungiku di Bekasi. Hanya sekedar untuk berbagi cerita. Kau juga bahkan pernah mengantarku interview ke Lembaga Bahasa yang menyebalkan itu di Kampung Melayu. Setelah itu kita berdiri lama menunggu bus arah Tanjung Priuk yang tak kunjung datang. Akhirnya setelah hampir satu jam berdiri, seorang tukang ojeg yang merasa kasihan menghampiri dan menyarankan kita untuk naik angkot saja karena bus yang kita tunggu memang jarang ada. Berkat kebaikan tukang ojeg dan supir angkot akhirnya kita bisa menemui Mba Ozy yang sedang menunggu Ayahnya di Rumah Sakit.

Tahun berganti, Tahun 2010.

Aku memutuskan kembali ke Bandung, kembali mengadu nasib di kota sejuk yang telah aku tinggali lebih dari 10 tahun ini. Dan pertemanan kita tidak berubah. Kau juga masih rajin menginformasikan kontak Mba Ozy yang sering kali menghilang. Kau masih sering menelponku berjam-jam menceritakan hal yang sama. Ya, hal yang sama yang telah aku dengar berulang-ulang kali sejak di Karawang. Tapi kali ini kau juga menambahkan cerita baru. Cerita seseorang yang tak kunjung meminangmu, dan kamu hampir lelah menunggu. Tapi aku tidak pernah lelah mendengar ceritamu, meskipun itu adalah cerita yang sama. Meskipun kau menelponku hingga larut malam saat orang lain telah dibuai mimpi.

@Lisung

@Lisung

Saat aku di Bandung, dua kali kau bersama lelaki yang kau ceritakan itu mengunjungiku. Kita berkeliling Bandung menikmati udara segar di Kampung Daun, kita juga menikmati kuliner malam di Dago Atas. Dia lelaki yang kau ceritakan itu, lelaki yang akhirnya meminangmu tahun lalu terlihat sangat melindungimu. Aku terkesan saat lelakimu rela kembali ke mobil hanya untuk mengambil jaket karena udara di Lisung sangat dingin. Aku merasa hidupmu sangat sempurna, membuatku sedikit merasa iri. Kau benar-benar seperti Cinderella modern, ya dan aku yakin semua wanita ingin sepertimu.

@Lisung

@Lisung

Di awal-awal kehamilanmu kau sering mengeluh tak bisa makan. Aku menyarankanmu banyak hal agar kuat saat hamil tapi kau tetap bilang tidak bisa. Kau juga mengeluhkan beberapa hal yang mengganggu mu, dan aku menyarankanmu agar kau tidak mengeluh, agar bayi dalam perutmu tetap sehat. Aku memintamu agar selalu bersyukur karena hidupmu yang jauh lebih sempurna dari orang lain, ya semakin sempurna dengan adanya mahluk kecil dalam rahimmu. Itulah pembicaraan terakhir kita di BBM, tanggal 27 Oktober 2014, dua hari sebelum kau kembali masuk rumah sakit. Sejak awal hamil hingga akhir hidupmu kau telah akrab dengan rumah sakit.

Hari senin 3 November 2014 pukul 10:25 malam aku mendengar beritamu dari Silfa. Kau sudah tak sadarkan diri setelah operasi caesar padahal usia kandunganmu baru tujuh bulan. Mereka bilang kau terus mengalami kontraksi dan tekanan darahmu tinggi hingga diputuskan untuk operasi. Setelah itu kau tertidur, dokter bilang kemungkinan mu sadar hanya 5%. Sejak hari itu aku menunggumu update status di BB, setiap hari aku bertanya bagaimana kabarmu. Hingga akhirnya aku mendengar berita dari Ubun malam ini tanggal 8 November 2014, Allah telah menyempurnakan kebahagiaanmu dengan memberikan tempat yang indah di sisi-Nya. Istirahat lah Teh Siti, di sana duniamu aku yakin akan jauh lebih indah. Murid-murid TK yang pernah kau ajar dan anak-anak yatim yang selalu kau santuni, anak yang kau lahirkan, pasti akan menuntunmu ke Surga-Nya. InsyaAllah..

Selamat Jalan Teh, We Love You and will always Miss You..

Pernah suatu ketika saya merasa lelah saat harus mengurus sendiri rencana perjalanan ala backpacker bersama teman-teman. Meskipun ala backpacker, tapi menurut saya tetap saja harus ada sedikit perencanaan dan mengantongi informasi tentang daerah tujuan yang hendak dikunjungi. Perencanaa itu perlu agar waktu berpetualang yang singkat dan budget yang minim tidak menjadi sia-sia tanpa kegiatan yang jelas. Setiap hendak bepergian informasi yang saya butuhkan antara lain kegiatan apa saja yang akan dilakukan, tempat mana saja yang akan dikunjungi, bagaimana transportasi menuju daerah tujuan, dan kebutuhan khusus apa yang kira-kira akan dibutuhkan, dan semua hal itu saya yang bertanggung jawab mengurusnya. Teman-teman saya hanya tinggal duduk manis dan mengikuti apa saja yang saya lakukan. Beberapa kali saya melontarkan keinginan, “Gantian dunk yang jadi TL jalan-jalannya. Aku juga kan pengen liburan tinggal duduk manis.” Kali lain saya juga pernah menyampaikan angan-angan saya pada teman saya, “Pengen deh sesekali liburan mewah, pakai topi gede terus duduk manis di atas yacht sambil minum jus jeruk dingin berpose ala artis-artis gitu.” Kedengarannya sih berlebihan sekali ya.

Nenek moyang teman saya pernah bilang kalau ucapan adalah doa. Saya rasa kadang-kadang ada benarnya. Ya seperti yang saya alami, ya saya bilang ada benarnya karena kali ini saya yang mengalami :D. Ketika ucapan-ucapan saya yang meluncur begitu saja seperti panah Arjuna pada akhirnya terwujud. Suatu sore saya mendapat kabar kalau teman saya mendapat hadiah jelajah nusantara dari salah satu pusat perbelanjaan dan mengajak saya untuk perjalanan gratis ini.. Dan yang lebih meluluhlantakkan hati ini adalah saya bisa memilih sendiri waktunya dan memilih salah satu daerah tujuan yang telah ditetapkan.. Pilihan destinasi yang ditawarkan adalah Jogja, Bromo, Belitung, Manado, Derawan, dan Labuan Bajo – Pulau Komodo. Wow ternyata begini rasanya menang undian, deg-degan dan sering senyum-senyum sendiri setiap waktu. :D

Komodo Island

towards to Komodo Island

Saya langsung searching untuk mengecek destinasi mana yang paling mahal, mumpung gratis jadi harus pilih daerah tujuan dengan biaya akomodasi yang paling mahal. Meski gratis tapi tetep ngga mau rugi haha. Awalnya saya ngebet pengen ke Derawan, dengan alasan Derawan adalah The Second Raja Ampat dan biaya transportasi ke sana juga masih tergolong mahal. Tapi setelah difikir-fikir ke Derawan memakan waktu perjalanan yang cukup lama, harus beberapa kali ganti kendaraan. Akhirnya demi menghemat waktu perjalanan, diputuskan lah untuk memilih destinasi Labuan Bajo – Pulau Komodo.

towards to Komodo Island

towards to Komodo Island

Saya sudah banyak membaca tentang Labuan Bajo dan sudah paham betul transportasi menuju ke sana. Tapi saya masih fakir informasi tentang Pulau Komodo. Bila menyebut nama Flores yang langsung ada di benak saya adalah Pink Beach dan Labuan Bajo dengan segala keindahannya. Pink Beach lah yang paling ingin saya kunjungi. Saya fikir Pulau Komodo tidak jauh berbeda dengan taman nasional lainnya, hanya saja memiliki kelebihan karena dihuni binatang purba Komodo. Ternyata prasangka saya salah besar! Bumi Flores memang luar biasa. Sekitar tiga jam berlayar dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo setiap jengkalnya alam memanjakan saya dengan pemandangan yang tidak biasa. “Awesome” kalau orang bule bilang. Dan saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan keindahannya. Langit biru muda, air laut biru tua, lumba-lumba, perbukitan gurun savana di sepanjang perjalanan, kapal wisata yang lalu lalang semuany menakjubkan.

Komodo Island

Komodo Island

Dan perjalanan kali ini saya benar-benar merasakan nikmatnya jalan-jalan mewah, jadi ketagihan :D. Terbang dengan Garuda Indonesia yang fasilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Pesawat yang jarang saya lirik karena harganya yang diluar jangkauan ini akhirnya yang mengantarkan saya pulang pergi dari Jakarta hingga Labuan Bajo. Sejak mendarat di bandara Labuan Bajo hingga ketika hendak kembali lagi ke Jakarta semua ada yang melayani. Pak Martin dengan papan namanya seperti di film-film telah menunggu saya di depan bandara. Dan saya tidak pernah menjingjing tas saya sendiri, bahkan membuka pintu mobil pun dilakukan oleh pihak travel agent Garuda Indonesia Holiday. Empat kru kapal melayani kami dengan baik. Makanan selalu memenuhi meja, meskipun dimasak oleh laki-laki tapi nikmatnya harus mendapat pengakuan. Pisang goreng dan secangkir teh manis juga selalu tersedia di meja. Alam semesta pun mendukung dengan langitnya yang manghadirkan pelangi, bintang-bintang, dan full moon yang luar biasa malam itu. Jika selama ini saya selalu mencari penginapan dengan harga termurah, bahkan kadang-kadang tidur di teras masjid, tapi hari ini saya menikmati fasilitas hotel bintang empat dengan free alias gratis! Dan living on board yang konon mahal juga bisa saya nikmati dengan free free free.. Wow! I feel like a rich girl for 3 nights! That day was an absolutely gorgeous day in my life!

Towards to Labuan Bajo

Towards to Labuan Bajo

Itu lah salah satu mimpi saya yang menjadi nyata tanpa kerja dan usaha sama sekali untuk mewujudkannya. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak terjadi, maka terjadilah! Sejak saat itu saya berhati-hati saat berucap. Saya berusaha sebisa mungkin mengucapkan kata-kata yang baik ‘ingat ucapan adalah doa meski kadang diucapkan dengan tidak serius :D’‘, agar jika malaikat lewat saat kita berucap maka perkataan baik itulah yang Tuhan jadikan nyata.

Happy dreaming!

La Prima Hotel

La Prima Hotel

Lampu Hias Aromatherapy

Posted: October 28, 2014 in Uncategorized

Ada beberapa newbie yang masih bingung untuk memulai membuat tulisan baru di wordpress. Kali ini saya akan menjelaskan cara membuat tulisan atau baru untuk pemula.

Pertama-tama tentu saja kita masuk ke akun kita. Setelah log in maka akan muncul tampilan seperti berikut:

Pos baru u/ newbie

Pos baru u/ newbie

Setelah itu klik tombol “Situs-situsku” seperti yang ditunjukkan dengan tanda panah pada gambar di atas. Setelah tombol tersebut diklik maka tampilannya akan menjadi seperti ini:

Wordpress newbie

WordPress newbie

Setelah itu klik pada akun kita seperti yang ditunjukkan tanda panah merah pada gambar di atas. Setelah itu kita langsung akan dibawa pada halaman muka blog kita. Pada halaman tersebut paling tidak dua tombol “Pos Baru” yang bisa kita temukan seperti pada gambar berikut dan pilihlah salah satu saja:

Pos Baru WordPress

Pos Baru WordPress

Setelah kita klik tombol “Pos Baru” maka kita langsung dibawa pada halaman tempat kita akan menuliskan pos baru. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menulis pos baru, untuk lebih jelasnya akan saya uraikan berdasarkan gambar berikut:

Pos Baru WordPress

Pos Baru WordPress

  1. Pada kolom paling atas tuliskan judul pos yang akan kita buat, contohnya “Kontak Kami”. Dan area yang saya tandai dengan garis biru adalah tempat kita menulikan pos baru. Bukan hanya tulisan, pada kolom tersebut kita juga bisa menyisipkan link, gampar, dan video.
  2. Tombol “Tambahkan Media” adalah untuk menyisipkan gambar atau video pada pos yang sedang dibuat.
  3. Setelah selesai menulis, selanjutnya klik tombol “TAG & KATEGORI”
  4. Pada kolom “TAG” isikan keyword atau kata kunci yang menggambarkan isi blog kita. TAG ini menurut saya sangat penting karena akan mempengaruhi search engine untuk menemukan tulisan kita.
  5. Setelah itu tambahkan kategori baru pada kolom tersebut. Jika tulisan yang kita buat merupakan sub kategori maka pilih kategori yang sudah ada, lalu tambahkan kategori baru. Misalnya, tulisan ini saya buat sebagai sub categori dari “LAMPU”, lalu saya tambahkan kategori baru sesuai judul (boleh berbeda dengan judul) yaitu “Kontak Kita”
  6. Sebelum tulisan dipublikasikan sebaiknya kita lihat dulu apakah sudah sesuai keinginan atau belum. Untuk hal itu kita klik tombol “Pratampil”
  7. Jika tulisan belum selesai dan akan kita lanjutkan dilain waktu maka tulisan bisa kita simpan dulu dalam bentuk draft dengan meng-klik tombol “Simpan”. Nah untuk membuka draft ini lagi di lain waktu kita masuk dulu ke “Dasbor”, lalu “Pos” dan pilih “Semua pos”. Setelah itu arahkan kursor ke draft dan pilih “Edit”
  8. Setelah tulisan dirasa siap untuk diluncurkan maka langsung saja klik tombol “Terbitkan…”

Nah bagaimana, mudah bukan? Dan hasil akhirnya akan menjadi seperti ini:

Hasil Akhir

Hasil Akhir

Berikut akan saya jelaskan cara membuat Category dan Sub Category di WordPress

Langkah Pertama : Tentu saja log in ke akun wordpress kamu.

Langkah ke dua : Masuk ke dasbor seperti gambar berikut :

Dasbor / Dashboard

Dasbor / Dashboard

Dashbor bisa dibilang adalah otak dari blog kita, karena di sini adalah tempat kita mengatur hampir seluruh tampilan dan isi blog. Mulai dari membuat category, menu, thema, setting tampilan, dan lain-lain.

Langkah ke tiga : Klik tombol Pos – lalu pilih Kategori

Categories / kategori

Categories / kategori

 

Langkah ke empat : Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan di langkah ke empat ini

  1. Pertama tuliskan kategori yang diinginkan di kolom “Nama“. Saya contohkan di sini kita akan membuat kategori baru dengan nama “LAMPU”
  2. Setelah itu klik tombol “Tambah Kategori Baru”
  3. Setelah itu kategori baru yang kita tulis akan muncul di bagian yang saya tunjukkan dengan angka tiga.
Kategori Baru

Kategori Baru

Nah kita telah berhasil membuat kategori baru, mudah bukan? Dan selanjutnya adalah membuat Sub Kategori.
Untuk membuat Sub Kategori ini langkah-langkahnya sama dengan langkah ke empat di atas, hanya ada sedikit penambahan. Yaitu jika sebelumnya kolom “Parent” dikosongkan, maka untuk membuat sub kategori ini kolom “Parent” tersebut kita isi dengan Kategori yang kita jadikan induk dari Sub Kategori yang akan kita buat. Saya contohkan di sini misalnya kita akan membuat sub kategori dengan nama “Kontak Kami” yang merupakan sub kategori dari kategori “LAMPU”. Langkahnya bisa dilihat dari gambar berikut:

Sub Category

Sub Category

Keterangan dari gambar di atas adalah:

  1. Pada kolom “Nama” ketikkan sub kategori yang ingin kita buat, misalnya “Kontak Kita”
  2. Pada kolom “Parent” akan muncul pilihan-pilihan kategori yang pernah kita buat. Dan contohnya kita akan pilih kategori “LAMPU” yang telah kita buat sebelumnya.
  3. Jangan lupa klik tombol “Tambah Kategori Baru”
  4. & 5 Setelah sukses maka di samping akan terlihat sub kategori “Kontak Kita” berada di bawah kategori “LAMPU” dengan lambang strip (-) yang menunjukkan bahwa “Kontak Kita” merupakan sub kategori dari kategori “LAMPU”

Adakalanya kita telah membuat suatu kategori, tapi dikemudian hari kita ingin merubah atau memindahkan kategori tersebut menjadi sub kategori. Caranya sangat lah mudah. Misalnya, dulu saya pernah membuat tulisan dengan kategori “Lampu Aromatherapy”, nah saat ini kategori tersebut ingin saya jadikan sub kategori dari “LAMPU”.

Pertama-tama kita masuk ke “dasbor” dan pilih “pos” lalu pilih “kategori” seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah itu akan tampak daftar kategori yang pernah kita buat.  Lalu arahkan kursor ke kategori “Lampu Aromatherapy”. Lalu di situ akan muncul beberapa pilihan, nah kita langsung saja klik “sunting” sperti pada gambar berikut:

Sunting / Edit kategori

Sunting / Edit kategori

Setelah kita klik “sunting” atau edit, selanjutnya akan tampak pada gambar di bawah ini. Dan pada pilihan “Parent” langsung saja  kita pilih kategori “LAMPU” yang akan kita jadikan induk kategori. Jangan lupa klik tombol “perbarui” sebagai tanda persetujuan.

Edit Category

Edit Category

Setelah selesai semua, kita bisa lihat hasilnya akhirnya dari semua yang telah dipraktikkan di atas.

Hasil Akhir

Hasil Akhir

Kita semua bisa menjadi reporter yang bisa membantu orang lain dgn postingan di sosial media.
“The Most Inspiring Social Media Reporter” adalah hasil karya dengan jumlah voting tertinggi pada setiap kategori.
Dan buat yang berhasil menjadi “The Most Inspiring Social Media Reporter” berhak mendapatkan hadiah menjelajahi Asia! :D Semoga mimpi kali ini pun menjadi nyata.
Voting hasil karyaku sudah bisa dimulai dari hari inii lho!!
Periode voting adalah : 22 Okt – 10 Nov 2014.
Teman bantu aku  untuk mewujudkan mimpiku dengan memberikan VOTE.
Voting bisa dilakukan dengan cara, yaitu :
Buat voters kamu yang paling aktif, berhak mendapatkan hadiah Gadget keren dari !

IMG_30401 Screenshot 2014-10-23 12.25.522 Screenshot 2014-10-23 12.23.50 Screenshot 2014-10-23 12.24.22

Vote via online bisa dilakukan di http://telkomsel.com/youreverydaydiscoveries

Dunia Rahmi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua yang telah memberikan VOTE nya.

Joy Bromo

22 September 2012

Sejak tahun 1998 saya sudah menginjakkan kaki di Bumi Parahyangan Bandung, tapi baru kali ini bisa mengunjungi Situ Patenggang. Situ Patenggang (atau sering juga disebut Situ Patengan) merupakan sebuah danau cantik yang terletak di daerah Ciwidey, Jawa Barat.  Kawasan wisata ini berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Patuha. Karena posisinya yang tinggi, kita akan merasakan udara yang dingin dan segar saat mengunjungi danau ini. Hamparan kebun teh yang membentang sepanjang perjalanan menuju situ ini juga semakin menambah keasrian kawasan wisata Situ Patenggang. Lokasi danau ini juga terletak tidak jauh dari kawasan wisata Kawah Putih. Jadi, jika anda mengunjungi Kawah Putih jangan lupa untuk mampir juga ke Situ Patenggang. Hanya dibutuhkan waktu sekitar limabelas sampai duapuluh menit dari Kawah Putih menuju danau ini dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Kebun Teh Ciwidey

Kebun Teh Ciwidey

Selain hamparan kebun teh yang nyaman dipandang mata, Situ Patenggang juga memiliki daya tarik lain yaitu keberadaan Batu Cinta. Sebuah lokasi yang berada di tengah danau dengan sebuah batu besar yang menjadi penandanya. Batu inilah yang disebut dengan Batu Cinta. Batu Cinta berasal dari sebuah legenda masyarakat Jawa Barat. Konon di tempat inilah Ki Santang dan Dewi Rengganis, sepasang kekasih yang harus melewati perjalanan sulit dalam percintaan mereka akhirnya bertemu kembali di tempat ini setelah sebelumnya terpisah. Air yang mengisi danau ini menurut mitos masyarakat Patengan berasal dari deraian air mata kedua manusia tersebut.

Pukul 13.00 saya sudah tiba di Pintu Gerbang Kawah Putih. Meskipun saya sudah pernah mengunjungi Kawah Putih sebelumnya, tapi mengunjungi tempat sesejuk ini tidak akan pernah membosankan. Ada yang berubah dengan kondisi Kawah Putih hari itu, yaitu disebabkan kemarau yang berkepanjangan air kawah pun menjadi surut, dan bau belerang pun sangat tajam tercium. Namun hal ini tidak mengurangi jumlah penggunjung dan juga tidak mengurangi keindahannya.

Kawah Putih saat kemarau

Sekitar pukul 16.45 kami pun meninggalkan kawasan Kawah Putih dan meluncur menuju Situ Patenggang. Karena hari sudah semakin gelap saya pun tidak sempat banyak berhenti untuk mengabadikan keindahan pemandangan kebun teh yang membentang sepanjang perjalanan menuju Situ Patenggang. Padahal kabut sore itu menambah indahnya perbukitan kebun teh. Saya juga tidak sempat menikmati nikmatnya mie rebus dan buah strawberry yang banyak dijajakan di sepanjang menuju Situ Patenggang. Mie instan yang rasanya selalu lebih nikmat dari biasanya.

Kebun Teh Ciwidey

Kebun Teh Ciwidey

Sekitar pukul 17.00 kami sudah tiba di pintu gerbang Situ Patenggang. Kabut semakin tebal turun seiring kepergian matahari. Setelah membayar biaya masuk sebesar Rp.4000 perorang dan biaya sepeda motor Rp.6000 per unit sepeda motor, kami pun langsung mencari tempat parkir yang nyaman. Yang tidak boleh dilewatkan adalah mencicipi gorengan, mie rebus, atau siomay di sekitar danau karena rasanya sangat enak. Bukan karena ada resep spesial, tapi karena udara yang dingin membuat perut cepat lapar dan makanan apapun rasanya menjadi duakali lipat lebih enak. Dan menyantap makanan hangat di tengah cuaca berkabut itu rasanya sperti menemukan oase di gurun pasir.

Awalnya kami tidak akan menyebrang ke Batu Cinta, karena hari mulai gelap dan kabut sangat tebal sore itu. Tapi karena rasa penasaran akhirnya kami pun memutuskan untuk menyebrang menuju Batu Cinta. Untuk mencapai Batu Cinta ini kita bisa menyewa kapal dengan biaya sekitar Rp.100.000 yang dapat memuat sekitar 14 orang. Cukup menegangkan menurut saya, karena kapal ini tidak menggunakan mesin tapi dengan dayung kayu biasa. Jika penumpang terlalu banyak bergerak maka kapal akan oleng. Meskipun menurut teman saya hal itu tidak akan membuat kapal terbalik namun tetap saja saya sangat tegang. Waktu penyebrangan sekitar limabelas menit saja, tapi rasanya seperti satu tahun. Seru sih, tapi super menegangkan (pendapat pribadi)!

Situ Patengang

Situ Patengang

Situ Patengang

Situ Patengang

Ready to Go!

Sampai di Batu Cinta langsung disambut oleh batu-batu besar yang entah dari mana asalnya. Kondisi batu-batu di sana penuh dengan coretan dan debu menutupi hampir semua permukaan batu. Semua terlihat kering dan berdebu akibat kemarau yang berkepanjangan. Matahari telah kembali ke peraduan, membuat keindahan batu cinta tak bisa terlihat jelas. Sejauh mata memandang hanya lah kabut. Keindahan danau pun sulit dinikmati, membuat saya bingung hendak melakukan apa di sana selain foto-foto dengan latar yang juga tak jelas terlihat. Ada beberapa saung tapi telah dipenuhi oleh muda mudi yang mungkin percaya akan mitos bahwa pasangan yang berkunjung ke batu itu, cinta mereka akan abadi.

Batu Cinta

Batu Cinta

Perhatikan photo di bawah ini:

Dia yang bikin masalah

Sesuai rencana sebelum azan magrib kembali menaiki kapal dan meninggalkan Batu Cinta. Tapi gara-gara Si Anne yang sibuk eksis sana sini sampai tidak sadar Blackberry-nya jatuh (saat blackberry masih jadi barang mewah), kita semua jadi sibuk mencari keberadaan si Blackberry hingga hari semakin gelap. Dan parahnya dia baru menyadarai BB-nya tidak ada setelah kapal sudah mulai berlayar meninggalkan tepian. Akhirya kapal memutar haluan lagi dan beberapa pasukan diturunkan untuk mencari si BB. Alhamdulillah ternyata proses pencarian tidak lama, karena BB terjatuh di sekitaran tempat terakhir kita berfoto-foto. Dan kita kembali lagi berlayar dengan cuaca yang sudah sangat gelap, gelapnya mengalahkan kabut asap kebakaran hutan di sumatera. Tidak ada lampu atau cahaya apapun, jarak pandang sangat pendek karena selain hari sudah gelap, kawasan danau juga diliputi kabut tebal. Entah bagaimana juru kapal tersebut bisa khatam jalan pulang, padahal keadaan sangat gelap sekali. bahkan air danau pun nyaris tak terlihat. Saya jadi ngeri sendiri karena terbayang kisah-kisah hantu di danau yang ada di buku-buku cerita Goosebumps yang dulu sering saya baca semasa SMP.

Sampai di pelataran parkir suasana sudah sangat sepi, bahkan petugas parkir sudah masuk rumah. Setelah membayar biaya parkir kami langsung melaju menuju penginapan yang ada di taman unyil. Tidak ada seorangpun yang mandi malam itu, airnya sangat dingin nyaris seperti air es. Acara malam hari dilanjutkan dengan masak mie rebus dan bakar jagung. I’m gonna miss that moment. 

Penginapan Ciwidey

DuniaRahmi