Dunia Rahmi

Posted: March 26, 2015 in My Photo Album

IMG_20150218_142149

Basreng adalah jajanan ringan yang terbuat dari bakso yang diiris tipis kemudian digoreng, jadilah keripik bakso goreng. Rasanya bagaimana? Jangan ditanya lagi, rasanya nikmat dan sekali makan susah berhenti. Basreng ini cocok juga sebagai campuran makan makanan berkuah seperti mie instan, soto, sop, atau makanan apapun sesuai selera. Saya menyediakan basreng buatan rumah tangga yang Insyaallah terjamin kebersihan dan kehalalannya. Untuk soal rasa boleh diadu dengan basreng bermerk. Sementara ini hanya ada 2 rasa, yaitu original dan pedas. Untuk tingkat kepedasan bisa diatur sendiri karena bumbu dibungkus terpisah. Basreng kemasan 250 gram harga Rp. 20.000 Tidak ada minimal pembelian, dan bisa beli kiloan. Ada harga khusus untuk pembelian minimal 4 bgks atau 1 kg. Email  : duniarahmi@yahoo.com  BBM   : 523682B2 WA     : 0888 211 4662 SMS  : 081321180289

Basreng - Kripik Bakso Goreng

Basreng – Kripik Bakso Goreng

Cocok untuk campuran makan

Cocok untuk campuran makan

Cocok untuk cemilan

Cocok untuk cemilan

SAWARNA. Ya, daerah tujuan wisata yang terletak di daerah Lebak Provinsi Banten ini kian hari kian bertambah jumlah pengunjungnya. Pengunjung sebagian besar datang dari berbagai daerah di Jawa barat, terutama Bandung, Bogor, Bekasi, juga dari luar Jawa Barat yaitu Jakarta dan sekitarnya. Saya sendiri telah dua kali mengunjungi tempat ini. Oktober 2013 pertamakali saya mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kendaraan umum. Akhir tahun, tepatnya tanggal 26 Desember 2014 yang lalu saya kembali mengunjungi Sawarna. Hal itu bukan tanpa alasan. Saya kembali ke Sawarna karena tidak kuat menahan rindu pada ombak dan pasir putihnya. Juga rasa penasaran dengan sawah-sawah, gua-gua, dan jembatan gantung yang dulu belum sempat saya datangi. Begitu banyak spot wisata di sana yang tidak akan cukup waktu satu atau dua hari untuk melihatnya dari dekat.

Ombak Lagoon Pari

Ombak Lagoon Pari

Satu tahun berlalu dan Sawarna telah berubah banyak. Banyak sekali. Dulu saya datang tanpa booking penginapan terlebih dahulu, tapi saya bisa mendapatkan penginapan berupa saung besar hanya dengan membayar 350ribu rupiah saja untuk 3 hari 2 malam. Masih banyak penginapan kosong saat itu meskipun di akhir pekan. Tapi, kemarin sulit sekali menemukan penginapan yang kosong. Bahkan banyak yang akhirnya tidur di warung-warung yang terletak di sekitar pantai Ciatir. Dan setelah mencari diberbagai tempat akhirnya saya mendapatkan kamar kosong yang tinggal satu-satunya dengan biaya 600rb untuk 2 malam. Naik hampir 50% dari tahun sebelumya.

Perbedaan pada Sawarna juga terlihat dari jumlah pengunjung yang luar biasa banyak. Dulu, benar-benar tidak ada satu orang pengunjungpun ketika saya bermain ombak di Pantai Lagoon Pari dan Karang Taraje. Benar-benar hanya saya bertiga dengan teman saya, dan satu orang guide. Tapi kemarin, Banyak sekali pengunjung. Bukan hanya itu, di tempat itu dulu hanya ada satu warung kopi milik seorang nenek dan suaminya. Sekarang, Lagoon Pari telah penuh dengan warung-warung kecil, bahkan sudah dibangun toilet di area tersebut.

IMG_20141227_105212

On the top of Karang Taraje

Akhir tahun kemarin akhirnya saya mengunjungi tempat-tempat yang dulu belum sempat saya kunjungi. Ternyata jalan menuju gua cukup jauh, namun terasa indah dengan pemandangan sawah-sawah dan juga sungai yang mengalir disepanjang jalan. Dan jempatan gantung yang saya kira hanya ada satu ternyata ada banyak jumlahnya. Kunjungan ke Sawarna akhir tahun kemarin memberikan banyak cerita berbeda dan menempuh track-track baru yang lebih menantang dari tahun sebelumnya.

IMG-20141227-WA004 IMG-20141227-WA005

Desa kecil dengan sejuta pesona ini memang layak untuk dikunjungi saat libur tiba. Fenomena jalan-jalan ke pantai dan wisata alam kian banyak peminatnya beberapa tahun terakhir ini. Apalagi sekarang demam pamer photo saat berwisata semakin mempunyai banyak caranya. Orang-orang saat ini gemar memajang photo jalan-jalan di profil BB, Path, FB, Twitter, juga Instagram. Kadang kala membuat orang lain juga ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut saat libur. Mencari-cari tempat wisata yang indah sekarang tidak lah lagi sulit. Banyak informasi bertebaran di internet. Bahkan sekarang ada sebuah aplikasi di smartphone yang memudahkan kita untuk mencari tempat-tempat wisata secara mudah dan praktis. Aplikasi tersebut bernama ‘WisataLokal’ yang berslogan “Bhinneka Itu Indah”. Fitur yang dimiliki aplikasi ini antara lain adalah Point of Interest (dibagi tiap kota, propinsi, taman nasional, pulau), Photo, Maps, Artikel, Rating & Review, Membagikan ke social media, dan Favorit POI. Kunjungi  http://www.wisatalokal.net untuk tahu lebih banyak.

WisataLokal-thumb

Dengan aplikasi tersebut kita bisa dengan mudah menemukan tempat wisata sesuai dengan provinsi dan daerahnya. Jadi kita tidak perlu bingung dan galau lagi akan kemana saat libur tiba. Cukup download aplikasinya di smartphone, lalu jelajahi fitur-fiturnya. Untuk pengguna Android bisa download di sini dan untuk pengguna Windows Phone di sini. Setelah itu coba gunakan fitur pencariaan tempat wisata lokal yang ada di Indonesia. Dalam aplikasi Wisata Lokal ini tempat-tempat wisata mula-mula dikelompokkan berdasarkan provinsinya, lalu kabupaten dan ruang lingkup yang lebih kecil lagi. Misalnya coba tentukan akan berlibur kemana kita akhir pekan ini, apakah akan berlibur di dalam kota, kota terdekat, luar kota, atau bahkan lintas pulau. Misalnya saja kita putuskan untuk berlibur di kota yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung yaitu Banten. Lalu pilih salah satu daerah yang ada di Provinsi Banten. Kali ini kita pilih daerah Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Dan bisa kita lihat ada beberapa tempat wisata di Kabupaten Lebak yang bisa kita kunjungi, dan Sawarna adalah salah satunya. Setelah itu coba klik pilihan Sawarna dan di sana akan kita temukan penjelasan singkat tetang Sawarna juga photo-photonya. Jadi bisa kita lihat juga seperti apa keindahan tempat wisata yang akan kita kunjungi tersebut.

shot_2015-03-17_17-14-58shot_2015-03-17_17-12-51

shot_2015-03-17_17-15-53 shot_2015-03-17_17-18-31

Dengan berbagai fitur yang disediakan oleh aplikasi ini tentunya membuat kita lebih mudah mendapatkan informasi tempat wisata yang ingin kita kunjungi, dan mempermidah kita menentukan tempat wisata yang akan kita pilih. Nah, setelah kita mengunjungi tempat wisata yang kita pilih jangan lupa untuk memberikan review dan berbagi pengalaman di aplikasi Wisata Lokal tersebut. Jangan lupa pula untuk meng-upload photo-photo hasil jepretan kita agar orang lain pun bisa melihat keindahan tempat yang pernah kita kunjungi. Bukankan berbagi itu indah? ;) Cara menulis review dan upload photo di aplikasi ini sangat mudah, tapi jika masih merasa bingung detil caranya bisa dilihat di sini.

Screenshot_2015-03-25-13-58-49 Screenshot_2015-03-25-14-10-03

Aplikasi Wisata Lokal ini juga memuat berbagai macam artikel tentang tempat-tempat wisata dan informasi lain yang akan memberikan kita pengetahuan baru, bahkan dapat memberikan inspirasi. Tips-tips ketika mengunjungi suatu tempat juga bisa kita temukan di sini. Aplikasi ini semakin memudahkan kita mengenal wisata lokal Indonesia, mengenal kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bukan hanya wisata alam saja, tapi wisata ilmu pengetahuan seperti museum, makam pahlawan, candi-candi, tempat ibadah ternama juga bisa kita temukan di sini. Jadi, silahkan coba dan rasakan manfaatnya.

shot_2015-03-17_17-21-15

Contoh artikel di Aplikasi WisataLokal

Mengenal wisata lokal sendiri adalah baik. Memilih berwisata di negeri sendiri adalah lebih utama. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian, keindahan, dan kebersihan lingkungan tempat wisata kita. Tetap buang sampah pada tempatnya!

Kebun kecilku ©duniarahmi

Kebun kecilku ©duniarahmi

Dengan ilmu hidroponik seadanya yang saya temukan di internet setelah browsing dari berbagai blog, akhirnya saya mulai mencoba menanam kangkung.

Pertama-tama yang perlu dan yang paling utama untuk disiapkan adalah:

  1. Benih tanaman
  2. Media tanam seperti rockwool, hidroton, cocopeat, dan sekam bakar. Saya menggunakan media tanam yang mudah ditemukan yaitu sekam biasa (tidak dibakar). Tapi sebaiknya gunakan sekam bakar.
  3. Wadah untuk menabur benih.

Setelah semua kebutuhan dasar tersedia, maka selanjutnya adalah pembenihan. Pertama-tama benih direndam sekitar 1-2 jam, tujuannya agar benih cepat mengeluarkan akar atau berkecambah. Setelah itu benih yang tenggelam saya pisahkan, karena benih yang terapung menandakan kualitasnya kurang bagus.

Lalu wadah pembenihan yang sudah disiapkan diisi dengan sekam secukupnya atau tinggi sekitar 4-5cm. Selanjutnya benih ditebar di atas sekam yang telah dibasahi dengan air, tapi jangan sampai menggenang. Menurut yang saya baca sebaiknya tebarkan kembali sekam di atas benih yang sudah disebar setebal kira-kira 0.5-1 cm agar benih tertutup sekam. Lalu wadah tersebut saya tutup dan saya simpan di tempat yang teduh. Setiap hari saya mengecek benih yang sudah ditebar tersebut untuk memastikan sekam atau media tanam tetap lembab dan tidak kekeringan. Dan setelah benih berkecambah saya pindahkan ke luar agar terkena sinar matahari pagi. Setelah menjelang siang pindahkan kembali ke tempat yang teduh. Jangan lupa terus menjaga kelembapan sekam agar tanaman tidak kekeringan dan layu.

Bibit Kangkung

Bibit Kangkung

Setelah bibit mulai agak besar atau paling tidak memiliki 4 daun sejati maka bibit tersebut siap dipindahkan ke dalam pot. Tapi dalam percobaan awal ini karena terlalu excited saya sudah memindahkan bibit ke dalam pot padahal baru memiliki 2 helai daun :D Pada percobaan pertama ini saya menggunakan dua system, yaitu wick dan apung. Yang perlu disiapkan adalah:

  1. Pot. Cara pembuatan pot pernah saya bahas di sini
  2. Nutrisi ABmix khusus sayur daun. Campur nutrisi dengan air, perbandingannya adalah 5:5:1 (5ml larutan A : 5ml larutan B : 1 liter air)
  3. Sekam untuk media pelengkap system wick (sumbu)
  4. Busa pelengkap untuk system apung
Nutrisi ABmix padat.

Nutrisi ABmix padat.

Caranya sangatlah mudah, isi botol bagian bawah yang telah dilapisi plastik hitam dengan air yang telah dicampur dengan nutrisi. Isi sampai skitar 1 cm dibawah pangkal sumbu, dan jangan terlalu penuh. Lalu bagian atas botol yang telah dipasang sumbu diisi dengan sekam. Setelah itu pindahkan bibit ke dalam sekam dengan hati2. Untuk bibit kangkung saya isi 6-8 batang dalam satu pot.

29 des cats2

Pada awal pemindahan ke pot, kangkung yang saya tanam lambat sekali pertumbuhannya. Bahkan hingga dua minggu daun tidak juga bertambah. Dan bisa dilihat pada hari ke-22 kangkung masih belum berkembang dengan baik. Ternyata hal ini disebabkan karena kekurangan sinar matahari. Selain itu saya terlalu banyak mengisi sekam, ini menyebabkan akar jauh dari sumbu yang berakibat akar kurang menerima nutrisi. Setelah sekam saya kurangi dan saya tanam ulang, lalu saya pindah ke tempat yang cukup mendapat sinar matahari, alhamdulillah pertumbuhannya semakin baik.

Siap dipanen

Siap dipanen

Tanaman kangkung ini sayang jika dipanen dengan cara dicabut, jadi saya potong saja bagian atas agar kelak tumbuh tunas baru. Jadi paling tidak bisa memanennya lebih dari satu kali. ada yang bilang maksimal tiga kali, karena jika lebih maka kangkung akan mengandung zat purin berlebih.

Tumbuh tunas baru setelah dipanen.

Tumbuh tunas baru setelah dipanen.

Untuk system apung banyak yang tidak sempat saya abadikan, penyebabnya adalah selalu lupa membawa kamera :D. Sebenarnya system apung jauh lebih mudah diaplikasikan pada tanaman sayuran. Tidak perlu repot membuat lubang pada pot dan memberi sumbu, tidak perlu pula media tanam seperti sekam dll. Cukup menyediakan busa seperti busa untuk cuci piring. Caranya adalah dengan menjepit beberapa batang kangkung dengan busa, lalu letakkan dilubang botol air mineral sehingga akar langsung menyentuh air tanpa perantara sumbu. Pada prisipnya busa digunakan sebagai penahan tanaman, dan karena sifatnya yang lentur busa dapat mengikuti pertumbuhan tanaman. Jika masih bingung bisa dilihat pada gambar berikut:

System Apung.

System Apung.

Ini adalah percobaan pertama saya, meskipun masih belum maksimal tapi cukup memuaskan. Ada beberapa kesalahan atau kekurangtepatan pada percobaan pertama ini sehingga hasilnya masih kurang maksimal. Kesalahan yang ada pada percobaan pertama ini antara lain :

  1. Kurang sinar matahari pada awal pembibitan.
  2. Menggunakan sekam biasa, padahal sebaiknya menggunakan sekam bakar
  3. Terlalu penuh mengisi sekam sehingga akar jauh dari sumbu

Begitulah percobaan pertama saya, bagaimana apakah anda ingin memulai juga?

Sejak Desember 2014 yang lalu saya mulai tertarik pada dunia hidroponik. Sudah lama saya mendengar istilah ‘hidroponik’, tapi tidak pernah benar-benar tahu bagaimana prakteknya. Sejak kecil saya menyukai kegiatan bercocok tanam terutama jenis sayuran dan berbagai macam jenis bunga. Namun ketika tinggal di kota besar hal itu sulit dilakukan karena terbatasnya lahan. Tidak ada sejengkal tanahpun di sekitar tempat tinggal saya. Semua telah tertutup semen dan kramik. Tidak ada tanah yang bisa digali untuk bercocok tanam. Bahkan untuk sekedar menanam bungapun harus membeli tanah dari pedagang bibit tanaman.

Caisin Hidroponik ©duniarahmi

Caisin Hidroponik ©duniarahmi

Hidroponik adalah salah satu cara bercocok tanam yang dapat menjawab permasalahan saya dan permasalahan beberapa orang yang ingin berkebun di lahan yang sempit di perkotaan. Orang biasa menyebutnya dengan urban farming. Pengertian sederhana Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman (Wikipedia, 2014). Masih banyak orang yang belum mengetahui tentang hidroponik. Saya pernah mencoba mencari buku yang membahas tetang hidroponik di berbagai toko buku, tapi tidak banyak yang saya temukan. Kalaupun ada, harganya cukup mahal dengan penjelasan yang sulit dimengerti oleh pemula. Membaca begitu banyak teori cukup memusingkan, jadi lebih baik langsung dimulai saja. :D Tidak perlu berfikir yang terlalu sulit seperti dalam teori, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan. Dan tidak perlu repot membeli berbagai bahan dan peralatan. Saya memanfaatkan barang-barang yang ada disekitar. Ada banyak system dalam hidroponik, antara lain Wick (sumbu), Apung, NFT (Nutrient Film Technic), DB (Dutchbucket), DFT (Deep Flow Technique), dan Fertigasi. Dan yang paling mudah untuk skala rumahan dan pemula adalah system Wick dan system Apung. Sebagai permulaan kedua system ini lah yang saya pakai karena paling sederhana dan mudah membuatnya.

Hidroponik - Wick System (Sistem Sumbu)

Hidroponik – Wick System (Sistem Sumbu)

Pada prinsipnya system wick (sumbu) adalah menggunakan sumbu untuk membantu mengalirkan air nutrisi ke akar tanaman yang masih kecil. Setelah dewasa akar akan mencapai air nutrisi dengan sendirinya. Sedang system apung adalah membiarkan akar tanaman langsung menyentuh air. Seperti kebanyakan orang, saya juga menggunakan botol air mineral untuk memulai percobaan system wick ini. Bahan-bahan yang saya siapkan adalah:

  1. Botol air mineral ukuran berapapun (600ml atau 1500 ml)
  2. Plastik hitam
  3. Kain flannel untuk sumbu
  4. Selotip
  5. Gunting
  6. Paku atau besi untuk membuat lubang pada botol
  7. Besi atau paku
  8. Lilin untuk memanaskan paku atau besi
©duniarahmi

©duniarahmi

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Bagi botol air mineral menjadi dua bagian

Bagi botol menjadi 2 bagian.

2. Lubangi tutup botol dengan besi atau paku yang dipanaskan dengan lilin. Lubang tersebut  kegunaannya adalah untuk memasukkan sumbu. Dan lubangi bagian atas botol untuk jalan keluarnya akar.

IMG_20150125_133916

3. Masukkan sumbu/kain flannel pada lubang yang telah dibuat.

IMG_20150125_134106

4. Lapisi bagian botol dengan plastik hitam, atau bisa juga dengan dicat. Tujuannya adalah agar air tidak berlumut. Karena jika botol dibiarkan bening, maka sinar matahari yang mengenai air akan menimbulkan lumut.

IMG_20150125_134855

Selesai. Botol siap digunakan sebagai pot hidroponik. Bagaian bawah botol diisi dengan air nutrisi, sedangkan bagian atas diisi dengan sekam atau media tanam lainnya.

IMG_20150125_134343 IMG_20141229_080203

Note: catatan ini hanya berbagi pengalaman pribadi, mungkin ada ketidaksamaan dengan teori atau cara yang seharusnya.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini fenomena backpacker di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kemunculan biro travel ala backpacker di situs-situs jejaring sosial maupun situs semacam http://www.kaskus.co.id, juga kemunculan forum-forum backpacker seperti www.backpackerindonesia.com, www.trackpacking.com, www.indobackpacker.com dan masih banyak lagi yang lain. Saat ini banyak pula bermunculan acara televisi yang menampilkan perjalanan ke tempat-tempat yang menyajikan pemandangan alam menakjubkan yang selama ini tidak banyak diketahui orang.

Backpacker menurut Wikipedia bahasa Indonesia berasal dari kata tas ransel (backpack) untuk bepergian. Backpack merupakan istilah bahasa Inggris yang artinya tas yang digendong di belakang. Wisata beransel (bahasa Inggris: backpacking) adalah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang-barang yang memberatkan atau membawa koper. Adapun barang bawaan hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya, dan perlengkapan lain yang dianggap perlu. Biasanya orang yang melakukan perjalanan seperti ini adalah dari kalangan berusia muda, tidak perlu tidur di hotel tetapi cukup di suatu tempat yang dapat dijadikan untuk beristirahat atau tidur. Perjalanan seperti ini dilakukan di dalam negeri ataupun di luar negeri. Nah, forum-forum yang dibentuk oleh para backpacker inilah yang sekarang banyak diminati oleh orang-orang yang menyebut dirinya pecinta alam, penikmat keindahan dan lain-lain.

Kehadiran para backpacker ini menurut saya cukup banyak memberi dampak, baik dampak positif maupun negatif terutama pada lingkungan. Dampak positifnya antara lain adalah meningkatnya pembangunan, perekonomian masyarakat di sekitar daerah wisata, tumbuhnya rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap wisata lokal, membantu mempromosikan wisata yang belum banyak diketahui orang, dan peningkatan hubungan antar pribadi dari berbagai daerah yang berbeda suku dan agama. Karena para backpacker ini tidak sedikit pula yang melakukan aktifitas bersama-sama dengan orang lain dari berbagai daerah melalui forum-forum backpacker atau pecinta alam.

Sedangkan dampak negatif dari peningkatan jumlah pecinta jalan-jalan ini juga cukup banyak. Salah satunya yang akan saya bahas adalah dampak pada kerusakan lingkungan, terutama kawasan pantai dan gunung. Karena icon suatu keindahan yang paling banyak dicari adalah pantai dan juga lereng dan puncak gunung. Para backpacker ini biasanya senang mendaki gunung, mencari dan mendatangi tempat-tempat yang tersembunyi atau yang dikenal dengan istilah hidden paradise.

Salah satu pantai di Sumatera Barat

Salah satu pantai di Sumatera Barat

Salah satu contoh hidden paradise yang saat ini sedang popular adalah Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang. Dan saya pun pernah mendatangi tempat ini karena tergiur dengan keindahan alamnya. Pulau Sempu ini sebenarnya merupakan kawasan cagar alam, yaitu kawasan suaka alam yang karena alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem tertentu yang perlu di lindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Seharusnya kawasan ini tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang dan tidak boleh dijadikan tempat wisata, karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan Cagar Alam. Tapi pada kenyataannya petugas Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu sering meloloskan/mengijinkan pelancong untuk memasuki kawasan, meskipun tanpa simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Sehingga tempat ini sekarang lebih mirip sebagai tempat wisata, dan bukan lagi sebagai cagar alam. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi Pulau Sempu setiap harinya setelah mendengar dan membaca dari berbagai media. Kehadiran orang-orang ini ikut menyumbang sampah-sampah yang sekarang mulai terlihat dibeberapa sudut Pulau Sempu. Sisa-sisa bungkus makanan, botol air mineral, puntung rokok, dan sampah lain yang dibuang begitu saja oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Pulau Sempu - Jawa Timur

Pulau Sempu – Jawa Timur

Contoh lain adalah kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet pada Sabtu dini hari, 25 Agustus 2012 yang diduga berasal dari sisa api unggun pendaki. Kondisi hutan di Indonesia kian merana saja. Tahun ini kebakaran tidak hanya terjadi akibat kemarau panjang, tapi juga karena kecerobohan manusia. Hampir semua kasus kebakaran hutan atau sebesar 99% terjadi akibat aktivitas manusia. Kegiatan manusia seperti merokok, buka kebun, dan pendakian gunung menjadi penyebab awal kebakaran hutan. Pada Tahun 1984 Gunung Slamet ini juga pernah terbakar dan penyebab kebakaran saat itu diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh para pendaki hingga menyulut pohon-pohon maupun ilalang yang mengering. Coba bayangkan berapa kerugian akibat kebakaran hutan tersebut? Berapa banyak pohon yang hangus terbakar? Berapa banyak binatang yang mati? Kerugian yang pasti adalah rusaknya ekosistem alam, dan ini lah yang sulit untuk dikembalikan seperti semula.            Itulah salah satu contoh kecil dampak yang terjadi pada lingkungan kita akibat kegiatan manusia yang mengatasnamakan backpacker dan pecinta alam. Dampak-dampak negatif tersebut dapat diminimalisir dan dihilangkan jika saja setiap orang mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa memiliki alam yang sudah diciptakan Tuhan dengan segala keindahannya. Selayaknya keindahan itu tidak hanya dinikmati sesaat, tapi juga harus terus dijaga agar keindahannya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Sekumpulan pecinta alam setidaknya jangan hanya bangga telah mendatangi banyak tempat, telah menaklukan berapa gunung, tapi banggalah jika telah dapat memberikan sumbangsih yang positif terhadap tempat-tempat yang didatangi tersebut. Nikmatilah keindahan ciptaan Tuhan ini, namun jangan lupa pula untuk menjaganya.

Salah satu pantai di Pulau Tidung - Kepulauan Seribu

Salah satu pantai di Pulau Tidung – Kepulauan Seribu

Cara pemesanan yang paling mudah adalah dengan mengirimkan email atau sms dengan menyebutkan kode/nama barang, jumlah pesanan, dan jangan lupa mencantumkan nama juga alamat pengiriman. Setelah itu tunggu konfirmasi ketersedian stock barang yang anda pesan. Jika semua pesanan tersedia maka kami akan mengirim pesanan anda setelah kami menerima pembayaran dari Anda. Ada harga khusus untuk pembelian minimal 5 pcs dengan model campur.

Email :  venus_izakulee@yahoo.com
WA     :  0888 211 4662
BB     :  523682B2 / 28CE6E6F
Queenaya  Bahan Siffon Harga 65.000

Queenaya
Bahan Siffon
Harga 65.000

Polka Double Bahan Siffon Harga Rp. 55.000

Polka Double
Bahan Siffon
Harga Rp. 55.000

Mila Bahan Siffon Harga Rp. 55.000

Mila
Bahan Siffon
Harga Rp. 55.000

Sofia Polka Bahan Spandek Sutra Harga Rp. 50.000

Sofia Polka
Bahan Spandek Sutra
Harga Rp. 50.000

Syria Zahwa Bahan Siffon  Harga Rp. 65.000

Syria Zahwa
Bahan Siffon
Harga Rp. 65.000

Syar'i Lily Bahan Spandek Sutra Harga Rp. 65.000

Syar’i Lily
Bahan Spandek Sutra
Harga Rp. 65.000

Syar'i Lily Mini Bahan Spandek Sutra Harga Rp. 45.000

Syar’i Lily Mini
Bahan Spandek Sutra
Harga Rp. 45.000

Fiori Bahan Siffon Harga Rp.55.000

Fiori
Bahan Siffon
Harga Rp.55.000

Syar'i Naura Renda Bahan Jersey Harga Rp. 62.000

Syar’i Naura Renda
Bahan Jersey
Harga Rp. 62.000

Jumbo Syar'i Aliya Bahan Jersey Harga Rp. 75.000

Jumbo Syar’i Aliya
Bahan Jersey
Harga Rp. 75.000

Bergo Rempel Bahan Jersey Harga Bahan biasa Rp. 50.000 Harga Bahan Super Rp. 65.000

Bergo Rempel
Bahan Spandek Sutra
Harga Bahan biasa Rp. 50.000
Harga Bahan Super Rp. 65.000

Bergo Bilqis Bahan Jersey Harga Rp. 65.000

Bergo Bilqis
Bahan Spandek Sutra
Harga Rp. 65.000

Syar'i Renda Bahan Spandek Harga Rp. 60.000

Syar’i Renda
Bahan Spandek
Harga Rp. 60.000

Syar'i Pet Chiffon Bahan Chiffon Harga Rp. 65.000

Syar’i Pet Chiffon
Bahan Chiffon
Harga Rp. 65.000

Bergo Bilqis Bahan Jersey Harga Rp. 65.000

Bergo Bilqis
Bahan Spandek Sutra
Harga Rp. 65.000

Aqila Flow Bahan Spandek Harga Rp. 50.000

Aqila Flow
Bahan Spandek
Harga Rp. 50.000

Sofie Syar'i Bahan Chiffon Harga Rp. 60.000

Sofie Syar’i
Bahan Chiffon
Harga Rp. 60.000

Chiffon Pet Mini Bahan Chiffon Harga Rp. 52.000

Chiffon Pet Mini
Bahan Chiffon
Harga Rp. 52.000

Rumana Salur Bahan Jersey Harga Rp. 48.000

Rumana Salur
Bahan Jersey
Harga Rp. 48.000

Rumana Flower Serut Bahan  Harga

Rumana Flower Serut
Bahan
Harga