Mereka Bilang, Aku Tidak Cantik..

Aku berkaca lebih lama pagi ini.

Aku memperhatikan lekat-lekat bayangan wajahku di cermin. tidak ada yang special memang. Hidungku minimalis, mataku agak sipit, bibir kering, noda bekas jerawat dimana-mana. Tidak ada mata yang berwarna coklat jernih atau kulit kuning langsat. Biasa saja, nyaris semua terlihat kusam. Lebih jauh aku memperhatikan bentuk badanku. pendek, kurus, kulit hitam, badan tidak berbentuk, terlebih lagi sangat tidak fotogenic. Mungkin ini lah yang membuatmu tidak pernah ingin menyimpan photoku, tidak pernah memajang photoku, tidak pernah mencetak photoku, dan tidak pernah berfoto dekat-dekat denganku, terlebih lagi menolak berfoto berdua saja denganku.

Apakah bersamaku begitu sangat memalukan? Apakah memajang photoku bersamamu dapat melukai harga dirimu? Begitu sangat tidak berhargakah gambar wajahku? Sebegitu buruk rupakah aku? Jika tidak ingin merasa harga dirimu turun karna berfoto dengan wajahku, setidaknya berfotolah bersamaku dengan memunggungi lensa kamera. Jika photo bersama punggungku pun membuatmu terhina di depan teman-temanmu, lalu kenapa masih bersamaku? Aku ini peliharaan seperti apa untukmu? Apakah memeliharaku hanya seperti memelihara monyet? Jadi benar, mereka bilang aku monyet?

Makin lama aku berkaca makin aku bertanya. Apa kategori cantik? Siapa yang pertama kali membuat standar tentang kecantikan? Apakah wanita tinggi semampai, berkulit putih, berhidung mancung, berambut indah, dan bertumbuh langsing itu cantik? Apa ia masih akan cantik kalau ternyata ia tunarungu? Semua orang mengenal kata cantik karena sejarah mencatatkannya seperti itu. Apa yang pendek, berkulit hitam, berbadan gemuk, dan berambut keriting tidak cantik? Padahal ia seorang ilmuwan yang berprestasi. Kadang hidup ini terlalu tidak adil. Meskipun memang harus diakui bahwa orang yang dengan tampang yang menarik lebih menyenangkan untuk dilihat lebih lama. Tidak cepat bosan, dirindukan kehadirannya, bangga bisa berteman akrab dengannya, merasa bertambah tinggi derajatnya bisa berfoto dengan ‘orang cantik’. .

Tapi, apa itu cantik? Sementara aku punya dua tangan dan dua kaki, aku punya 10 jari tangan dan 10 jari kaki. Aku punya dua lubang hidung, dua telinga, dua mata, sepasang bibir, kaki dan tangan. Fungsi tubuhku bekerja normal. Perempuan manapun sama pasti ingin terlihat baik untuk belahan jiwanya. Akan berpenampilan sedemikian rupa agar pasangannya bangga berjalan bersamanya, berfoto dengannya, dan memperlihatkan pada teman-temannya. ‘Kamu cantik’ dua kata itu saja sudah bisa melambungkan perasaan perempuan. Tapi buat aku, tidak perlu ada kata seperti itu, tapi cukuplah untuk tidak mengatakan aku jelek. Toh akupun tidak pernah mau tau dengan penampilan atau fisik orang lain. cantik, ganteng, semuanya sama saja. dibuat dari tanah, kembali ke tanah..

 

Aku hanya ingin kamu tau, bukanlah kesalahanku jika aku tidak secantik Diana atau Shanty. Seandainya aku bisa memilih, aku juga akan memilih untuk secantik Dian Sastro. Tidak apa-apa kamu menganggap aku sebagai monyet peliharaanmu, tapi setidaknya jangan mengatakan di depan mukaku, jika kamu lebih bangga, lebih merasa terhormat, lebih merasa berkelas, jika memasang photo yang menunjukkan kedekatanmu dengan wanita-wanita cantik pilihanmu. I am just an ordinary people..

Aku ingin sepenuhnya mensyukuri apa yang Tuhan berikan untukku. Aku berusaha melihat ke bawah setiapkali ada yang mengatakan aku monyet, kamu juga pasti tau banyak yang tidak seberuntung aku secara fisik. Aku punya fisik yang sempurna dan lengkap, lalu apa yang harus aku tangisi sementara ada orang lain yang harus merangkak karena tak memiliki sepasang kaki, ada orang lain yang harus meraba karena tak memiliki mata yang mampu melihat. Ini lah aku.. Tak mengapa orang lain bahkan kamu mengatakan aku monyet, asal jangan mengatakan bersama orang ‘CANTIK’ lebih bisa membuatmu terhormat, sementara monyet inilah yang selalu ada disampingmu.. Jika bersamaku begitu memalukan, maka lepaskan aku. Dan sekali aku terlepas, aku tidak akan kembali lagi. Karena aku ini monyet liar..

 

By: Yank Tersisih

5 thoughts on “Mereka Bilang, Aku Tidak Cantik..

    • Terima kasih supportnya Regina.. Ya sangat tidak nyaman dengan orang yang selalu mengomentasri fisik orang lain dan membuat sendiri standar “cantik atau jelek”. Have a great holiday..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s