Menyapa Kawah Putih yang Terlupakan

Minggu tanggal 30 April 2012 yang lalu saya saya berkesempatan untuk mengunjungi Kawah Putih setelah 10 tahun lebih tinggal di Bandung. Sifat manusia memang terkadang begitu, terlalu melihat keindahan yang jauh di sebrang sehingga lupa keindahan yang ada di dekatnya. Mungkin istilah rumput tetangga terlihat lebih subur juga cocok untuk menegaskan fenomena ini. Sebenarnya keinginan menyapa Ciwidei bukannya tidak ada, tapi mungkin ibarat ketemu jodoh akan indah pada waktunya. Dan sekarang lah waktunya, motor bebek matic keluaran thn 2007 ini siap menemani menuju salah satu ikon wisata kota Bandung. Setelah mengisi bensin full tank, kami pun siap meluncur menuju Ciwidey dimulai dengan menyusuri Jalan Kopo yang sangat padat penduduknya dan penuh dengan pabrik-pabrik yang dibangun tanpa kawasan.

Sebenarnya perjalanan hari ini tanpa rencana, pukul 11.00 siang saya baru meluncur dari kota Bandung. Ini sungguh bukan waktu yang ideal, menjelang siang begini sudah dapat dipastikan jalanan akan macet parah. Beruntung sekali meski sudah siang matahari masih enggan mengeluarkan seluruh kekuatannya. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Jln. Kopo hingga Kab. Soreang yang jaraknya sekitar 17 KM. Lalu dilanjutkan lagi dengan perjalanan panjang menyusuri Kab. Soreang hingga Ciwidey yang jaraknya sekitar 20 KM. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit hilang setelah memasuki kawasan ciwidey yang sejuk dipenuhi dengan pemandangan hamparan kebun sayur dan strawberry di sisi kiri dan kanan jalan. Saya sempat berhenti di pasar Ciwidey karena tergoda dengan gulai ayam di warung makan padang dan buah anggur yang dijual di mobil-mobil bak terbuka.

Setelah tiba di depan gerbang kawasan Kawah Putih saya sempat istirahat sejenak untuk meluruskan kaki dan sekedar menghirup udara segar. Pohon-pohon besar yang berdiri tegak menambah keangkuhan kawasan ini. Udara dingin membuat rasa mie instan yang dijual sepasang kakek dan nenek di pinggir perkebunan teh pun rasanya nikmat berkali-kali lipat dari biasanya. Banyak penjaja makanan di sekitar gerbang Kawah Putih ini pun sayang untuk diabaikan. Dan memang sebaiknya makan dulu sebelum naik ke area kawah putih, karena di sana tidak ada yang menjual makanan, lagi pula tidak diperbolehkan makan di sekitar kawah karena dapat menggangu kesehatan.

Sekarang Tempat wisata ini telah dikelola dengan baik, jika dulu setiap orang bebas membawa kendaraan ke atas, maka sekarang kendaraan roda dua dan bus pariwisata dilarang karena seringnya terjadi kecelakaan atau mogok karena jalan yang terlalu menanjak. Motor diparkir rapi di dekat pembelian tiket hanya dengan membayar biaya lima ribu rupiah saja. lalu untuk menuju kawasan kawah pengunjung dapat menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh pihak pengurus yang menurut saya memang lebih nyaman dan aman, cukup membayar biaya duapuluh lima ribu rupiah untuk pulang pergi. Sedang kan yang membawa kendaraan pribadi tetap boleh membawa masuk kendaraannya dengan harga tiket Rp. 150.000 per unit mobil ditambah tiket masuk Rp. 15.000 per orang.

Angkutan Kawah Putih

Perjalanan dari depan gerbang hingga area kawah hanya memakan waktu sekitar limabelas sampai duapuluh menit. Dan ternyata betul jalan menuju Kawah Putih ini cukup berkelok-kelok penuh dengan tanjakan dan turunan, semakin ekstrim karena jalan yang terbilang sempit ditambah jurang-jurang di sisi jalan. Namun kabar baiknya jika dulu teman-teman selalu menolak saat diajak berkunjung ke Kawah Putih karena jalan yang rusak parah, sekarang jalan sudah seluruhnya diaspal halus.

Menuju Kawah Putih

Saung Kecapi Kawah Putih

Tangga Menuju Area Kawah

Untuk mengunjungi kawah ini pastikan membawa masker karena bau belerang cukup menyengat.Β  Dan jangan lupa pula untuk membawa payung atau jas hujan karena cuaca yang mudah berubah dari panas lalu mendadak hujan lalu panas lagi. Tapi tidak masalah jika lupa, karena di sekitar kawah banyak penjual masker dan banyak pula yang menyewakan payung.Β  Di area kawah juga terdapat mushola dan toilet, jadi tidak perlu khawatir..πŸ˜‰

Kawah Putih

Kawah Putih

Bukit di kawasan Kawah Putih

Tebing Kawah Putih

Banyak bagian dari kawah putih yang belum sempat saya jamah kemarin, karena waktu yang sudah terlalu sore dan hujan turun cukup deras sore itu.

“Keindahan alam akan semakin terlihat nyata jika kita mampu melihatnya dengan mata hati”

9 thoughts on “Menyapa Kawah Putih yang Terlupakan

  1. Iya betul, lebih baik bawa payung atau topi karena sering gerimis. don’t forget to use mask to avoid sulfur gas. Di sekitar kawasan kawah ini banyak kebun teh, jadi tempatnya sejuk. cocok untuk refreshing. wish you could visit this place soon… Btw thanks milin for for visit my blog :))

  2. ohh kawasan kawah putih ialah area sulfur,gerimis mungkin selalu berlaku akibat wap sulfur yg panas gugur menjadi air gerimis.hmm kalau begitu mesti pakai topi atau payung kerana sulfur yg tinggi tidak sesuai untuk kulit. Anyway Thanks for the tips,wish visit there one fine day.

  3. Pingback: Trip Situ Patenggang, Bandung « Dunia Rahmi

    • Iya Mas, makanya mending mobilnya diparkir aja di pintu masuk, trz ke atasnya naik angkutan yg disediain dr sana, jatuhnya jd lebih murah..πŸ˜‰
      Tp enak Mas, skrg tempatnya rapi dan bersih, soalnya baru direnovasi..πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s