Pulau Komodo – Saat Ucapan Menjadi Nyata

Pernah suatu ketika saya merasa lelah saat harus mengurus sendiri rencana perjalanan ala backpacker bersama teman-teman. Meskipun ala backpacker, tapi menurut saya tetap saja harus ada sedikit perencanaan dan mengantongi informasi tentang daerah tujuan yang hendak dikunjungi. Perencanaa itu perlu agar waktu berpetualang yang singkat dan budget yang minim tidak menjadi sia-sia tanpa kegiatan yang jelas. Setiap hendak bepergian informasi yang saya butuhkan antara lain kegiatan apa saja yang akan dilakukan, tempat mana saja yang akan dikunjungi, bagaimana transportasi menuju daerah tujuan, dan kebutuhan khusus apa yang kira-kira akan dibutuhkan, dan semua hal itu saya yang bertanggung jawab mengurusnya. Teman-teman saya hanya tinggal duduk manis dan mengikuti apa saja yang saya lakukan. Beberapa kali saya melontarkan keinginan, “Gantian dunk yang jadi TL jalan-jalannya. Aku juga kan pengen liburan tinggal duduk manis.” Kali lain saya juga pernah menyampaikan angan-angan saya pada teman saya, “Pengen deh sesekali liburan mewah, pakai topi gede terus duduk manis di atas yacht sambil minum jus jeruk dingin berpose ala artis-artis gitu.” Kedengarannya sih berlebihan sekali ya.

Nenek moyang teman saya pernah bilang kalau ucapan adalah doa. Saya rasa kadang-kadang ada benarnya. Ya seperti yang saya alami, ya saya bilang ada benarnya karena kali ini saya yang mengalami😀. Ketika ucapan-ucapan saya yang meluncur begitu saja seperti panah Arjuna pada akhirnya terwujud. Suatu sore saya mendapat kabar kalau teman saya mendapat hadiah jelajah nusantara dari salah satu pusat perbelanjaan dan mengajak saya untuk perjalanan gratis ini.. Dan yang lebih meluluhlantakkan hati ini adalah saya bisa memilih sendiri waktunya dan memilih salah satu daerah tujuan yang telah ditetapkan.. Pilihan destinasi yang ditawarkan adalah Jogja, Bromo, Belitung, Manado, Derawan, dan Labuan Bajo – Pulau Komodo. Wow ternyata begini rasanya menang undian, deg-degan dan sering senyum-senyum sendiri setiap waktu.😀

Komodo Island

towards to Komodo Island

Saya langsung searching untuk mengecek destinasi mana yang paling mahal, mumpung gratis jadi harus pilih daerah tujuan dengan biaya akomodasi yang paling mahal. Meski gratis tapi tetep ngga mau rugi haha. Awalnya saya ngebet pengen ke Derawan, dengan alasan Derawan adalah The Second Raja Ampat dan biaya transportasi ke sana juga masih tergolong mahal. Tapi setelah difikir-fikir ke Derawan memakan waktu perjalanan yang cukup lama, harus beberapa kali ganti kendaraan. Akhirnya demi menghemat waktu perjalanan, diputuskan lah untuk memilih destinasi Labuan Bajo – Pulau Komodo.

towards to Komodo Island

towards to Komodo Island

Saya sudah banyak membaca tentang Labuan Bajo dan sudah paham betul transportasi menuju ke sana. Tapi saya masih fakir informasi tentang Pulau Komodo. Bila menyebut nama Flores yang langsung ada di benak saya adalah Pink Beach dan Labuan Bajo dengan segala keindahannya. Pink Beach lah yang paling ingin saya kunjungi. Saya fikir Pulau Komodo tidak jauh berbeda dengan taman nasional lainnya, hanya saja memiliki kelebihan karena dihuni binatang purba Komodo. Ternyata prasangka saya salah besar! Bumi Flores memang luar biasa. Sekitar tiga jam berlayar dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo setiap jengkalnya alam memanjakan saya dengan pemandangan yang tidak biasa. “Awesome” kalau orang bule bilang. Dan saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan keindahannya. Langit biru muda, air laut biru tua, lumba-lumba, perbukitan gurun savana di sepanjang perjalanan, kapal wisata yang lalu lalang semuany menakjubkan.

Komodo Island

Komodo Island

Dan perjalanan kali ini saya benar-benar merasakan nikmatnya jalan-jalan mewah, jadi ketagihan😀. Terbang dengan Garuda Indonesia yang fasilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Pesawat yang jarang saya lirik karena harganya yang diluar jangkauan ini akhirnya yang mengantarkan saya pulang pergi dari Jakarta hingga Labuan Bajo. Sejak mendarat di bandara Labuan Bajo hingga ketika hendak kembali lagi ke Jakarta semua ada yang melayani. Pak Martin dengan papan namanya seperti di film-film telah menunggu saya di depan bandara. Dan saya tidak pernah menjingjing tas saya sendiri, bahkan membuka pintu mobil pun dilakukan oleh pihak travel agent Garuda Indonesia Holiday. Empat kru kapal melayani kami dengan baik. Makanan selalu memenuhi meja, meskipun dimasak oleh laki-laki tapi nikmatnya harus mendapat pengakuan. Pisang goreng dan secangkir teh manis juga selalu tersedia di meja. Alam semesta pun mendukung dengan langitnya yang manghadirkan pelangi, bintang-bintang, dan full moon yang luar biasa malam itu. Jika selama ini saya selalu mencari penginapan dengan harga termurah, bahkan kadang-kadang tidur di teras masjid, tapi hari ini saya menikmati fasilitas hotel bintang empat dengan free alias gratis! Dan living on board yang konon mahal juga bisa saya nikmati dengan free free free.. Wow! I feel like a rich girl for 3 nights! That day was an absolutely gorgeous day in my life!

Towards to Labuan Bajo

Towards to Labuan Bajo

Itu lah salah satu mimpi saya yang menjadi nyata tanpa kerja dan usaha sama sekali untuk mewujudkannya. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak terjadi, maka terjadilah! Sejak saat itu saya berhati-hati saat berucap. Saya berusaha sebisa mungkin mengucapkan kata-kata yang baik ‘ingat ucapan adalah doa meski kadang diucapkan dengan tidak serius😀’‘, agar jika malaikat lewat saat kita berucap maka perkataan baik itulah yang Tuhan jadikan nyata.

Happy dreaming!

La Prima Hotel

La Prima Hotel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s