Pengalaman Awal Mengenal Hidroponik

Sejak Desember 2014 yang lalu saya mulai tertarik pada dunia hidroponik. Sudah lama saya mendengar istilah ‘hidroponik’, tapi tidak pernah benar-benar tahu bagaimana prakteknya. Sejak kecil saya menyukai kegiatan bercocok tanam terutama jenis sayuran dan berbagai macam jenis bunga. Namun ketika tinggal di kota besar hal itu sulit dilakukan karena terbatasnya lahan. Tidak ada sejengkal tanahpun di sekitar tempat tinggal saya. Semua telah tertutup semen dan kramik. Tidak ada tanah yang bisa digali untuk bercocok tanam. Bahkan untuk sekedar menanam bungapun harus membeli tanah dari pedagang bibit tanaman.

Caisin Hidroponik ©duniarahmi

Caisin Hidroponik ©duniarahmi

Hidroponik adalah salah satu cara bercocok tanam yang dapat menjawab permasalahan saya dan permasalahan beberapa orang yang ingin berkebun di lahan yang sempit di perkotaan. Orang biasa menyebutnya dengan urban farming. Pengertian sederhana Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman (Wikipedia, 2014). Masih banyak orang yang belum mengetahui tentang hidroponik. Saya pernah mencoba mencari buku yang membahas tetang hidroponik di berbagai toko buku, tapi tidak banyak yang saya temukan. Kalaupun ada, harganya cukup mahal dengan penjelasan yang sulit dimengerti oleh pemula. Membaca begitu banyak teori cukup memusingkan, jadi lebih baik langsung dimulai saja.😀 Tidak perlu berfikir yang terlalu sulit seperti dalam teori, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan. Dan tidak perlu repot membeli berbagai bahan dan peralatan. Saya memanfaatkan barang-barang yang ada disekitar. Ada banyak system dalam hidroponik, antara lain Wick (sumbu), Apung, NFT (Nutrient Film Technic), DB (Dutchbucket), DFT (Deep Flow Technique), dan Fertigasi. Dan yang paling mudah untuk skala rumahan dan pemula adalah system Wick dan system Apung. Sebagai permulaan kedua system ini lah yang saya pakai karena paling sederhana dan mudah membuatnya.

Hidroponik - Wick System (Sistem Sumbu)

Hidroponik – Wick System (Sistem Sumbu)

Pada prinsipnya system wick (sumbu) adalah menggunakan sumbu untuk membantu mengalirkan air nutrisi ke akar tanaman yang masih kecil. Setelah dewasa akar akan mencapai air nutrisi dengan sendirinya. Sedang system apung adalah membiarkan akar tanaman langsung menyentuh air. Seperti kebanyakan orang, saya juga menggunakan botol air mineral untuk memulai percobaan system wick ini. Bahan-bahan yang saya siapkan adalah:

  1. Botol air mineral ukuran berapapun (600ml atau 1500 ml)
  2. Plastik hitam
  3. Kain flannel untuk sumbu
  4. Selotip
  5. Gunting
  6. Paku atau besi untuk membuat lubang pada botol
  7. Besi atau paku
  8. Lilin untuk memanaskan paku atau besi
©duniarahmi

©duniarahmi

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Bagi botol air mineral menjadi dua bagian

Bagi botol menjadi 2 bagian.

2. Lubangi tutup botol dengan besi atau paku yang dipanaskan dengan lilin. Lubang tersebut  kegunaannya adalah untuk memasukkan sumbu. Dan lubangi bagian atas botol untuk jalan keluarnya akar.

IMG_20150125_133916

3. Masukkan sumbu/kain flannel pada lubang yang telah dibuat.

IMG_20150125_134106

4. Lapisi bagian botol dengan plastik hitam, atau bisa juga dengan dicat. Tujuannya adalah agar air tidak berlumut. Karena jika botol dibiarkan bening, maka sinar matahari yang mengenai air akan menimbulkan lumut.

IMG_20150125_134855

Selesai. Botol siap digunakan sebagai pot hidroponik. Bagaian bawah botol diisi dengan air nutrisi, sedangkan bagian atas diisi dengan sekam atau media tanam lainnya.

IMG_20150125_134343 IMG_20141229_080203

Note: catatan ini hanya berbagi pengalaman pribadi, mungkin ada ketidaksamaan dengan teori atau cara yang seharusnya.

One thought on “Pengalaman Awal Mengenal Hidroponik

  1. Pingback: Hidroponik – Percobaan Pertama | Dunia Rahmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s