Ketika Akhirnya Berdiri di Puncak Padar

Tahun 2018 masih bingung mau traveling kemana? Jangan bingung-bingung. Saat ini sudah banyak situs yang menyediakan artikel seputar travel dan wisata. Tapi ingat, agar tidak kecewa setelah jauh-jauh traveling ke tempat impian dan ternyata tidak sesuai dengan harapan atau menghadapi banyak permasalahan, maka pastikan untuk membaca artikel tentang travel dan tempat wisata yang terpercaya dan ter-update. Jangan lupa pula untuk mengumpulkan banyak informasi dan tips-tips sebelum menuju tempat yang kita impikan. Saya sendiri biasanya sebelum traveling selalu mengumpulkan informasi tentang cuaca atau iklim tempat tujuan, transportasi lokal, tempat-tempat yang keren, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, juga informasi tentang kuliner yang harus dicoba. Semakin banyak informasi yang dikumpulkan maka akan semakin banyak aktivitas pilihan yang bisa kita lakukan selama traveling.

Akhir tahun kemarin saya kembali mengunjungi destinasi impian banyak orang, yaitu Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya tahun 2014 saya sudah pernah traveling kesini, namun karena waktu itu kurang persiapan akhirnya saya merasa tidak maksimal mengeksplorasi tempat tersebut. Saat itu saya fikir cuaca akan panas selama live on board sehingga saya tidak membawa jaket dan saya juga lupa membawa obat-obatan. Tapi ternyata udara sangat dingin dan akhirnya saya pun masuk angin. Meskipun ini adalah penyakit yang dianggap sepele, tapi cukup mengganggu kenikmatan traveling. Dan karena saat itu kondisi saya kurang fit makanya selama 3 hari 2 malam saya hanya mengunjungi tiga tempat, yaitu Pulau Rinca, Pink Beach, dan Pulau Komodo.

Dermaga Labuan Bajo

Belajar dari kesalahan traveling sebelumnya, saya banyak mengumpulkan informasi terutama tentang kondisi cuaca dan tempat-tempat yang wajib di-eksplore selain ketiga tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Traveling kemarin saya pergi dengan hati senang. Kenapa? Karena, jika dulu saya hanya pergi berdua, kemarin saya pergi berempat dengan sahabat-sahabat dekat sehingga suasana lebih ramai dan menyenangkan. Persiapan juga lebih matang. Ketakutan mabuk laut dan tidak nafsu makan seperti dulu selama live on board sama sekali tidak terjadi. Banyak hal yang dulu tidak berani saya lakukan, kemarin justru jadi hal yang senang saya lakukan. Salah satunya adalah duduk di ujung kapal selama kapal berlayar.

 

Hari itu setibanya di Labuan Bajo kita langsung berlayar dan tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Kelor. Di Pulau Kelor terdapat sebuah bukit kecil, tapi cukup curam. Tidak mudah memang untuk sampai di puncaknya, dan kita pun harus berhenti beberapa kali untuk mengambil nafas. Apalagi tidak ada yang bisa dijadikan pegangan selain bebatuan yang kita jadikan sebagai pijakan juga. Tapi setelah sampai di atas bisa dilihat sendiri bagaimana indahnya pemandangan di bawah sana. Semakin syahdu oleh angin sepoi-sepoi yang berhembus di atas bukit pulau ini. Saat berada di puncak dengan lukisan alam seindah ini rasanya tidak ingin turun cepat-cepat, apalagi untuk menuruni bukit ini butuh tenaga lebih ekstra lagi. Karena kita benar-benar harus kuat menapakkan kaki pada batu pijakan sambil menahan beban tubuh dan bukan beban hidup. Hehe. Bahkan salah satu teman saya harus dipegangi oleh dua orang saat menuruni bukit ini. Kegiatan di tempat ini bukan hanya trekking ke atas bukit. Di tempat ini kita juga bisa melakukan aktivitas snorkeling. Kemarin setelah turun dari bukit saya memilih duduk santai di bawah pohon, setelah itu pindah duduk santai di atas pohon yang tumbuh di pinggir pantai sementara teman yang lain memilih snorkeling.

Setelah dari Pulau Kelor kita lanjut berlayar menuju Pulau Kalong. Tepat saat matahari mulai terbenam kita tiba di sana.  Dan sore yang indah itu saya ditemani kopi dan pisang goreng. Dengan udara yang semakin dingin kita memilih duduk-duduk di bagian atap kapal sambil menyaksikan ribuan bahkan mungkin jutaan kalong yang beterbangan di atas kepala dan di bawah langit yang berubah jingga. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya jika jumlah kalongnya sebayak itu dan sebesar-besar itu. Ini sungguh menakjubkan sekali. Dan malam itu kita bermalam di atas kapal di Pulau Kalong lengkap dengan sajian makan malam yang jika mengingatnya rasanya ingin kembali lagi dan lagi kesana.

 

Keesokan harinya kapal kembali berlayar menuju Pulau Padar. Ini pulau yang paling sangat ingin saya datangi. Karena keeksotisan pemandangannya membuat saya jatuh cinta berkali-kali meski awalnya hanya melihat di foto. Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo. Letaknya berada di antara Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Untuk menikmati panorama yang seindah ini harus trekking dengan medan yang tidak sulit namun cukup panjang dan melelahkan. Dan pagi itu setelah subuh kita berlayar menuju Pulau Padar ditemani ikan-ikan Lumba-Lumba yang menari-nari tidak jauh dari kapal. Bisa dibayangkan bagaiman kerennya pagi itu! Lalu sekitar jam 07.00 pagi kita tiba di Pulau Padar dan langsung trekking ditemani matahari pagi tanah Flores yang sungguh luar biasa semangatnya. Apalagi saat itu suhu udara sedang tinggi, yaitu berkisar 36°C, membuat perjuangan untuk sampai ke puncak ini bukanlah perkara mudah. Tidak ada pohon rindang, jadi duduk dibalik bongkahan batu besar adalah cara paling nyaman untuk sejenak menghindari ganasnya sinar matahari. Tapi demi bisa mengabadikan momen dan membayar rasa penasaran, akhirnya dengan berat badan saya langkahkan kaki dengan penuh semangat. Meskipun harus berhenti berkali-kali saat menemukan lokasi yang strategis. Iya, berhenti di lokasi strategis untuk duduk, minum, dan selfie seperti ini.  Cekrek.. Cekrek.. Upload!

 

Puas rasanya akhirnya bisa berdiri di bukit Pulau Padar dengan pemandangan panorama “TIGA DANAU” di laut Flores yang fenomenal. Selain ke Pulau Kelor, Pulau Kalong, dan Pulau Padar, saya juga mengunjugi Pulau Komodo, Pulau Kanawa, Pink Beach, Goa Batu Cermin. Dan ini adalah salah satu traveling yang paling seru, keren, menyenangkan, berkesan, tak terlupakan, dan entah dengan kata apa lagi yang sepadan dengan perasaan puas saya pada traveling kali itu.

 

Setiap tahun saya selalu punya resolusi destinasi baru yang ingin saya jelajahi. Dan Alhamdulilah banyak yang sudah terwujud. Itulah mengapa saya senang mengabadikan resolusi di dalam tulisan, karena yakin alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya. Dan tahun ini destinasi wisata yang masuk dalam resolusi saya adalah Jepang. Alasannya adalah karena saya bisa berbahasa Jepang. Ini serius. Meskipun kuliah di jurusan Bahasa Jepang tapi dulu saya tidak begitu tertarik pergi ke Jepang, karena lebih ingin pergi ke Italia. Sekarang saya ingin ke Jepang, ada banyak alasan, antara lain ingin mengeksplore kuliner dan tempat-tempat wisata warisan dunia di kota Nikko, Jepang. Keinginan itu tercipta setelah saya sering berkomunikasi dengan teman dunia maya yang merupakan orang Jepang dan tinggal di Nikko.

Resolusi 2018 Dunia Rahmi

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan keinginan adalah seperti yang saya tulis di awal, yaitu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Ada salah satu artikel yang sesuai dengan informasi yang saya cari, yaitu tentang Tips Traveling ke Jepang untuk Pemula: ”12 Hal yang perlu Anda Ketahui Sebelum Traveling ke Jepang untuk Pertama Kali” Informasi seperti ini sangat penting, apalagi untuk traveling ke luar negeri pertama kali yang secara bahasa, budaya, dan kebiasaannya jauh berbeda dengan negeri sendiri. Agar traveling dapat berjalan baik dan meninggalkan kesan yang menyenangkan maka banyak-banyak lah membaca berbagai informasi tentang destinasi yang akan kita tuju. Dan jika masih bingung ingin traveling kemana, maka rajin-rajin lah mencari informasi destinasi wisata yang sedang naik daun atau yang sesuai keinginan. Dan semua informasi itu bisa didapat di situs Liputan6.com, yaitu sebuah situs yang menyajikan beraneka ragam informasi pilihan bagi para penggunanya, dengan slogan: Aktual, Tajam, dan Terpercaya.

Happy Traveling and enjoy every journey!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s