Makan Sayur dan Buah Agar Sehat Sampai Tua

Makan Sayur dan Buah Agar Sehat Sampai Tua

Saya lahir dan menghabiskan masa kecil di pelosok Sumatera sebagai seorang anak petani buah-buahan. Bapak saya menanam beraneka ragam buah-buahan, seperti jeruk, rambutan, mangga, jambu batu, jambu air, duku, nanas, sawo, papaya, dan lain-lain di kebun. Sampai sekarang pohon buah-buahan itu sebagian besar masih ada dan bisa dinikmati anak cucu. Ibu saya juga rajin bercocok tanam sayuran dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di sekitar rumah seperti kunyit, kencur, jahe, temulawak, lengkuas, dan lain-lain. Jadi sejak kecil saya sudah terbiasa makan buah dan sayuran dari kebun sendiri. Hampir semua buah-buahan dan sayuran saya suka. Selain itu, Ibu juga sering membuat minuman dari tanaman obat, seperti beras kencur, jahe, dan kunyit asam. Sehingga sekarang saya tidak takut dengan rasa asam maupun pahit sekalipun.

Kebun Paprika

Memetik Paprika

Saat dewasa dan tinggal di kota besar saya merasa heran. Ternyata tidak sedikit teman-teman saya yang tidak doyan makan sayur dan buah. Sementara saya selalu merasa ada yang kurang jika tidak makan sayur atau buah dua hari saja. Dan setelah saya tanya ternyata mereka tidak terbiasa makan sayur dan buah sejak kecil. Kebanyakan orang tua mereka adalah orang tua yang sibuk, sehingga jarang memasak sayuran sendiri. Mereka terbiasa makan makanan frozen yang tinggal goreng saat ingin dimakan, seperti sosis, nugget, dan ayam.

Bukan hanya itu saja, saya juga miris melihat teman-teman saya yang memiliki anak kecil dan sering sekali sakit-sakitan. Terkena hujan atau angin sedikit saja langsung demam, batuk, dan pilek. Dugaan saya mungkin karena banyak diantaranya karena anak-anak tidak mendapat ASI yang cukup, dan diperparah dengan jajanan berpengawet, kurangnya asupan gizi dari sayur mayur juga buah-buahan. Padahal kedua jenis pangan alami tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak pada masa pertumbuhan. Anak-anak sekarang juga terlalu banyak diberi minum susu formula yang manis, sehingga mereka menjadi takut dengan rasa asam buah-buahan atau rasa pahit dari sayuran. Ini sangat memprihatinkan sekali jika terus dibiarkan.

Orang tua harus memiliki kesadaran pentingnya memberikan asupan buah dan sayuran pada anak-anak sejak kecil. Karena buah dan sayuran menawarkan banyak manfaat. Kandungan vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya sangat diperlukan oleh tubuh. Vitamin, mineral, serat, energi, antioksidan, dan air yang terkandung dalam sayur dan buah sangat diperlukan oleh tubuh. Selain dapat melindungi dari penyakit-penyakit berbahaya, juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Jadi, sudah seharusnya mulai sekarang setiap orangtua memberikan contoh dan membiasakan anak makan buah dan sayur sejak dini. Karena kurang mengkonsumsi buah dan sayur akan merugikan orang tua dan diri anak sendiri. Selain bisa kekurangan vitamin dan mineral, anak yang kurang makan buah dan sayur juga lebih berisiko menderita penyakit tertentu saat dewasa. Bahkan penyakit kanker juga bisa diakibatkan karena kurang mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.

Sayuran Buah Organik

Sayuran Buah Organik

Saya sering menyarankan teman-teman saya untuk menanam sayur-sayuran sendiri di rumah agar keluarga dapat menikmati sayur-sayuram segar tanpa pestisida dari kebun sendiri. Tapi kebanyakan mereka beralasan tidak ada lahan dan tidak ada waktu untuk merawatnya. Hingga pada awal tahun 2015 yang lalu saya mulai tertarik pada dunia hidroponik untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan untuk bercocok tanam di kota. Hidroponik adalah salah satu cara bercocok tanam yang dapat menjawab permasalahan saya dan permasalahan beberapa orang yang ingin berkebun di lahan yang sempit di perkotaan. Orang biasa menyebutnya dengan urban farming. Pengertian sederhana Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman (Wikipedia, 2014). Sistem bercocok tanam ini sangat mudah. Karena medianya menggunkan air maka kita tidak perlu lahan yang luas. Dan peralatannya pun dapat menggunakan botol-botol bekas di sekitar kita.

Hidroponik

Hidroponik

Sejak setahun yang lalu saya mulai belajar cara bercocok tanam ini melalui berbagai grup di facebook dan mengikuti seminar juga pelatihan hidroponik. Setelah saya praktekkan sendiri ternyata memang mudah dan tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selain itu sekarang bibit-bibit sayuran Cap Panah Merah juga semakin mudah di dapat karena telah tersedia di minimarket dan swalayan terdekat. Banyak jenis bibit sayuran Cap Panah Merah yang bisa dengan mudah kita dapatkan, seperti bibit bayam, pakchoy, caisim, kangkung, paria, tomat, kacang panjang, ketimun, dan lain-lain.

Tahun 2019 ini saya bertekad untuk kembali serius mengajak teman-teman di perkotaan untuk mulai menanam sayuran sendiri di rumah secara hidroponik. Karena ini akan banyak sekali manfaatnya. Setidaknya kita bisa memenuhi kebutuhan sayuran sehat untuk keluarga sendiri. Kita juga dapat mengenalkan bercocok tanam sejak dini pada anak-anak. Selain itu lingkungan rumah juga menjadi lebih hijau, dan botol-botol bekas dapat dipergunakan secara bijak yang secara tidak langsung kita turut mengurangi jumlah sampah botol plastik.

2019-01-18 22_03_16-super indo supermarket (@infosuperindo) • instagram photos and videos

IG @infosuperindo

#cappanahmerah #gobion2018 #generasimakansayurdanbuah

Advertisements
Tim Backpacker Garis Keras

Tim Backpacker Garis Keras

Ruang Tunggu Terminal 3 Soeta

Ruang Tunggu Terminal 3 Bandara Soeta

Setiap orang punya gaya traveling yang berbeda-beda sesuai dengan kepribadiannya. Begitupun dengan saya yang telah mencintai hobby ini sejak remaja. Untuk soal traveling saya lebih suka ala backpacker dengan segala sesuatu saya kerjakan sendiri dari awal. Biasanya ketika hendak memutuskan traveling ke suatu tempat maka langkah yang pertama saya lakukan adalah mencari travelmates. Saya tipe orang yang anti solo traveling. Prinsip saya adalah “Traveling is awesome. But, traveling with friends is more awesome”.

Meskipun anti solo traveling bukan berarti saya suka traveling dengan banyak teman. Saya lebih nyaman traveling dengan satu sampai tiga teman saja dan tidak lebih. Nah, setelah menemukan teman, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi tentang transportasi dan akomodasi. Untuk tempat tujuan yang membutuhkan tiket pesawat atau kereta maka saya bisa hunting berhari-hari untuk menemukan harga tiket yang termurah. Dan biasanya saya booking tiket maksimal dua minggu sebelum keberangkatan. Setelah tiket di tangan itu tandanya 98% rencana perjalanan siap dieksekusi.

Setelah itu langkah selanjutnya adalah mencari tempat penginapan yang recommended berdasarkan review di blog atau aplikasi booking penginapan. Penginapan saya booking minimal seminggu sebelum hari keberangkatan. Tapi untuk beberapa tempat yang banyak pilihan penginapannya saya lebih memilih untuk mencari penginapan saat telah sampai di tempat tujuan. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi tentang trasnportasi selama di tempat tujuan. Dan untuk soal ini saya memilih untuk menyewa kendaraan roda dua agar lebih bebas saat mengeksplore tempat tujuan.

Luwansa Beach Resort Labuan Bajo

Luwansa Beach Resort Labuan Bajo

Setalah booking tiket, peginapan, dan sepeda motor beres, maka langkah selanjutnya adalah membuat itinerary. Saya mengumpulkan informasi tempat-tempat yang akan dikunjungi, rute perjalanan, suhu udara, dan lain-lain. Meskipun terkadang apa yang dilakukan saat di tempat tujuan tidak selalu sesuai dengan itinerary, tapi bagi saya itinerary itu penting agar tidak bingung apa yang akan dilakukan disana. Setelah itinerary dibuat maka saatnya membuat daftar barang bawaan. Ini juga hal penting yang tidak pernah saya lewatkan. Karena saya tidak suka ribet dan tidak suka membawa banyak barang saat bepergian. Makan daftar barang bawaan akan saya buat dengan rincian pakaian yang akan dipakai saat berangkat hingga pulang. Lalu pakaian-pakaian itu akan saya pisahkan dan masukkan ke dalam plastik klip sesuai harinya, misalnya pakaian hari pertama, kedua, dan seterusnya.

Selanjutnya list peralatan mandi dan skin care. Sabun cair, sampho, dan hand body saya masukkan dalam botol-botol kecil sekitar 10 hingga 20 ml saja. Dan selanjutnya perintilan yang lain seperti charger, powerbank, buku, jas hujan, tumbler, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Dengan menulis daftar rincian saya benar-benar hanya akan membawa barang-barang yang memang saya butuhkan saat traveling. Setelah itu masukkan barang dalam kantong-kantong terpisah sesuai dengan jenisnya sebelum dimasukkan ke dalam ransel.

My Travel Essentials - DuniaRahmi

My Travel Essentials

Dengan mempersiapkan segala sesuatu sendiri sebelum traveling itu membuat saya lebih benar-merasa mengenal, dan memiliki kenangan dan ikatan bathin dengan tempat yang saya kunjungi. Saya pernah mencoba traveling bersama rombongan sekitar 20 orang yang diadakan oleh travel agent, dan setelah kembali pulang saya merasa traveling itu seperti hanya dalam mimpi dan tidak benar-benar saya lakukan. Dan sejak saat itulah saya lebih memilih untuk traveling secara mandiri dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri.