Tips Bangun Pagi Untuk Anak Usia Sekolah

Tips Bangun Pagi Untuk Anak Usia Sekolah

Processed with VSCO with a6 preset

Tidur yang berkualitas adalah aktifitas yang sangat penting bagi anak, terutama bagi anak usia sekolah. Tidur malam bukan hanya sekedar waktu untuk mengistirahatkan badan, lebih dari itu tidur nyenyak mempunyai banyak manfaat untuk perkembangan fungsi-fungsi kognitif, menjaga kesehatan, menjaga suasana hati, dan merangsang pertumbuhan.  Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh pada prestasi belajarnya di sekolah. Sebaliknya kurang tidur pada anak dapat berakibat buruk bagi si kecil, misalnya anak menjadi hiperaktif, kelelahan, juga terlambat dan tidak bersemangat pergi ke sekolah.

Anak usia sekolah 7-12 tahun membutuhkan waktu tidur malam 8-9 jam. Bila tidur malam anak tidak mencapai jumlah tersebut, maka anak akan sulit bangun di pagi hari dan rewel pada siang hari. Saya mempunyai tips agar anak dapat tidur dengan nyenyak pada malam hari, segar bugar saat bangun pada pagi hari. Dan yang terpenting anak tidak terlambat ke sekolah.

  1. Belajar, mengerjakan PR, dan mempersiapkan peralatan sekolah setelah makan malam sekitar pukul 07.00 malam. Hal ini berfungsi agar anak merasa tenang saat tidur karena semua tugas dan keperluan sekolah telah dipersiapkan.
  2. Minum segelas susu hangat sebelum tidur sekitar pukul 08.00 malam. Beberapa ahli gizi mengatakan susu mengandung asam amino tryptophan yang dapat membuat anak cepat tidur dengan nyenyak. Pilihlah susu yang rendah gula agar anak terhindar dari risiko obesitas, karies gigi, juga diabetes. Dancow FortiGro merupakan salah satu susu yang mengandung banyak nutrisi namun rendah gula.
  3. Mencuci wajah, tangan, kaki, mengganti baju, dan mengosok gigi sebelum tidur. Hal ini merupakan salah satu aktifitas yang dapat mempengaruhi kenyamanan tidur dan baik untuk kesehatan.
  4. Tutup pintu kamar, pasang selimut, dan matikan lampu kamar. Tidur dalam keadaan gelap baik untuk kesehatan, memberikan perasaan nyaman, dan rileks. Dengan begitu tubuh dan fikiran dapat sepenuhnya tidur dengan berkualitas.
  5. Nyanyikan lagu-lagu lembut sebelum tidur. Ibu menyanyikan lagu untuk si buah hati sebelum tidur akan menambah kenyamanan anak. Selain itu kita dapat pula memutar musik klasik yang menenangkan hingga anak tertidur.
  6. Bangunkan anak pada pukul 05.30 pagi, lalu berikan segelas air putih hangat. Ini akan baik untuk memperlancar buang air besar, mengeluarkan racun, dan banyak lagi manfaat lainnya.
  7. Setelah bangun segera mandi agar badan lebih segar. Lalu memakai seragam sekolah, sarapan secukupnya, dan tidak lupa minum susu untuk memberikan tenaga agar anak bersemangat ke sekolah.

Itulah kurang lebih tips tidur nyenyak dan tidak terlambat ke sekolah untuk si buah hati menurut saya. Kualitas tidar anak adalah tanggung jawab orang tua. Semoga bermanfaat.

Advertisements
Ketika Akhirnya Berdiri di Puncak Padar

Ketika Akhirnya Berdiri di Puncak Padar

Tahun 2018 masih bingung mau traveling kemana? Jangan bingung-bingung. Saat ini sudah banyak situs yang menyediakan artikel seputar travel dan wisata. Tapi ingat, agar tidak kecewa setelah jauh-jauh traveling ke tempat impian dan ternyata tidak sesuai dengan harapan atau menghadapi banyak permasalahan, maka pastikan untuk membaca artikel tentang travel dan tempat wisata yang terpercaya dan ter-update. Jangan lupa pula untuk mengumpulkan banyak informasi dan tips-tips sebelum menuju tempat yang kita impikan. Saya sendiri biasanya sebelum traveling selalu mengumpulkan informasi tentang cuaca atau iklim tempat tujuan, transportasi lokal, tempat-tempat yang keren, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, juga informasi tentang kuliner yang harus dicoba. Semakin banyak informasi yang dikumpulkan maka akan semakin banyak aktivitas pilihan yang bisa kita lakukan selama traveling.

Akhir tahun kemarin saya kembali mengunjungi destinasi impian banyak orang, yaitu Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya tahun 2014 saya sudah pernah traveling kesini, namun karena waktu itu kurang persiapan akhirnya saya merasa tidak maksimal mengeksplorasi tempat tersebut. Saat itu saya fikir cuaca akan panas selama live on board sehingga saya tidak membawa jaket dan saya juga lupa membawa obat-obatan. Tapi ternyata udara sangat dingin dan akhirnya saya pun masuk angin. Meskipun ini adalah penyakit yang dianggap sepele, tapi cukup mengganggu kenikmatan traveling. Dan karena saat itu kondisi saya kurang fit makanya selama 3 hari 2 malam saya hanya mengunjungi tiga tempat, yaitu Pulau Rinca, Pink Beach, dan Pulau Komodo.

Dermaga Labuan Bajo

Belajar dari kesalahan traveling sebelumnya, saya banyak mengumpulkan informasi terutama tentang kondisi cuaca dan tempat-tempat yang wajib di-eksplore selain ketiga tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Traveling kemarin saya pergi dengan hati senang. Kenapa? Karena, jika dulu saya hanya pergi berdua, kemarin saya pergi berempat dengan sahabat-sahabat dekat sehingga suasana lebih ramai dan menyenangkan. Persiapan juga lebih matang. Ketakutan mabuk laut dan tidak nafsu makan seperti dulu selama live on board sama sekali tidak terjadi. Banyak hal yang dulu tidak berani saya lakukan, kemarin justru jadi hal yang senang saya lakukan. Salah satunya adalah duduk di ujung kapal selama kapal berlayar.

 

Hari itu setibanya di Labuan Bajo kita langsung berlayar dan tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Kelor. Di Pulau Kelor terdapat sebuah bukit kecil, tapi cukup curam. Tidak mudah memang untuk sampai di puncaknya, dan kita pun harus berhenti beberapa kali untuk mengambil nafas. Apalagi tidak ada yang bisa dijadikan pegangan selain bebatuan yang kita jadikan sebagai pijakan juga. Tapi setelah sampai di atas bisa dilihat sendiri bagaimana indahnya pemandangan di bawah sana. Semakin syahdu oleh angin sepoi-sepoi yang berhembus di atas bukit pulau ini. Saat berada di puncak dengan lukisan alam seindah ini rasanya tidak ingin turun cepat-cepat, apalagi untuk menuruni bukit ini butuh tenaga lebih ekstra lagi. Karena kita benar-benar harus kuat menapakkan kaki pada batu pijakan sambil menahan beban tubuh dan bukan beban hidup. Hehe. Bahkan salah satu teman saya harus dipegangi oleh dua orang saat menuruni bukit ini. Kegiatan di tempat ini bukan hanya trekking ke atas bukit. Di tempat ini kita juga bisa melakukan aktivitas snorkeling. Kemarin setelah turun dari bukit saya memilih duduk santai di bawah pohon, setelah itu pindah duduk santai di atas pohon yang tumbuh di pinggir pantai sementara teman yang lain memilih snorkeling.

Setelah dari Pulau Kelor kita lanjut berlayar menuju Pulau Kalong. Tepat saat matahari mulai terbenam kita tiba di sana.  Dan sore yang indah itu saya ditemani kopi dan pisang goreng. Dengan udara yang semakin dingin kita memilih duduk-duduk di bagian atap kapal sambil menyaksikan ribuan bahkan mungkin jutaan kalong yang beterbangan di atas kepala dan di bawah langit yang berubah jingga. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya jika jumlah kalongnya sebayak itu dan sebesar-besar itu. Ini sungguh menakjubkan sekali. Dan malam itu kita bermalam di atas kapal di Pulau Kalong lengkap dengan sajian makan malam yang jika mengingatnya rasanya ingin kembali lagi dan lagi kesana.

 

Keesokan harinya kapal kembali berlayar menuju Pulau Padar. Ini pulau yang paling sangat ingin saya datangi. Karena keeksotisan pemandangannya membuat saya jatuh cinta berkali-kali meski awalnya hanya melihat di foto. Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo. Letaknya berada di antara Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Untuk menikmati panorama yang seindah ini harus trekking dengan medan yang tidak sulit namun cukup panjang dan melelahkan. Dan pagi itu setelah subuh kita berlayar menuju Pulau Padar ditemani ikan-ikan Lumba-Lumba yang menari-nari tidak jauh dari kapal. Bisa dibayangkan bagaiman kerennya pagi itu! Lalu sekitar jam 07.00 pagi kita tiba di Pulau Padar dan langsung trekking ditemani matahari pagi tanah Flores yang sungguh luar biasa semangatnya. Apalagi saat itu suhu udara sedang tinggi, yaitu berkisar 36°C, membuat perjuangan untuk sampai ke puncak ini bukanlah perkara mudah. Tidak ada pohon rindang, jadi duduk dibalik bongkahan batu besar adalah cara paling nyaman untuk sejenak menghindari ganasnya sinar matahari. Tapi demi bisa mengabadikan momen dan membayar rasa penasaran, akhirnya dengan berat badan saya langkahkan kaki dengan penuh semangat. Meskipun harus berhenti berkali-kali saat menemukan lokasi yang strategis. Iya, berhenti di lokasi strategis untuk duduk, minum, dan selfie seperti ini.  Cekrek.. Cekrek.. Upload!

 

Puas rasanya akhirnya bisa berdiri di bukit Pulau Padar dengan pemandangan panorama “TIGA DANAU” di laut Flores yang fenomenal. Selain ke Pulau Kelor, Pulau Kalong, dan Pulau Padar, saya juga mengunjugi Pulau Komodo, Pulau Kanawa, Pink Beach, Goa Batu Cermin. Dan ini adalah salah satu traveling yang paling seru, keren, menyenangkan, berkesan, tak terlupakan, dan entah dengan kata apa lagi yang sepadan dengan perasaan puas saya pada traveling kali itu.

 

Setiap tahun saya selalu punya resolusi destinasi baru yang ingin saya jelajahi. Dan Alhamdulilah banyak yang sudah terwujud. Itulah mengapa saya senang mengabadikan resolusi di dalam tulisan, karena yakin alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya. Dan tahun ini destinasi wisata yang masuk dalam resolusi saya adalah Jepang. Alasannya adalah karena saya bisa berbahasa Jepang. Ini serius. Meskipun kuliah di jurusan Bahasa Jepang tapi dulu saya tidak begitu tertarik pergi ke Jepang, karena lebih ingin pergi ke Italia. Sekarang saya ingin ke Jepang, ada banyak alasan, antara lain ingin mengeksplore kuliner dan tempat-tempat wisata warisan dunia di kota Nikko, Jepang. Keinginan itu tercipta setelah saya sering berkomunikasi dengan teman dunia maya yang merupakan orang Jepang dan tinggal di Nikko.

Resolusi 2018 Dunia Rahmi

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan keinginan adalah seperti yang saya tulis di awal, yaitu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Ada salah satu artikel yang sesuai dengan informasi yang saya cari, yaitu tentang Tips Traveling ke Jepang untuk Pemula: ”12 Hal yang perlu Anda Ketahui Sebelum Traveling ke Jepang untuk Pertama Kali” Informasi seperti ini sangat penting, apalagi untuk traveling ke luar negeri pertama kali yang secara bahasa, budaya, dan kebiasaannya jauh berbeda dengan negeri sendiri. Agar traveling dapat berjalan baik dan meninggalkan kesan yang menyenangkan maka banyak-banyak lah membaca berbagai informasi tentang destinasi yang akan kita tuju. Dan jika masih bingung ingin traveling kemana, maka rajin-rajin lah mencari informasi destinasi wisata yang sedang naik daun atau yang sesuai keinginan. Dan semua informasi itu bisa didapat di situs Liputan6.com, yaitu sebuah situs yang menyajikan beraneka ragam informasi pilihan bagi para penggunanya, dengan slogan: Aktual, Tajam, dan Terpercaya.

Happy Traveling and enjoy every journey!

 

Karena Ibuku Galak

Karena Ibuku Galak

InShot_20171217_222617578

Aku dan Ibuku

Ibuku galak. Bukan hanya menurut saya, tapi juga menurut teman-teman dan bahkan juga menurut bapak saya. Mengapa Ibuku bisa sampai menyandang predikat Ibu Galak? Setidaknya ada dua alasan. Yang pertama, ibu-ibu lain di kampung saya waktu itu  sebagian besar tentu akan membiarkan anaknya bermain setelah pulang sekolah. Tapi Ibuku tidak. Sebagai anak kecil, saya juga ingin bermain karet, congklak, atau bermain petak umpet bersama teman-teman. Tapi setiap pulang sekolah yang saya lakukan adalah memperlihatkan buku catatan pelajaran, ganti baju, sholat, makan, mengerjakan PR, dan lalu membaca kembali buku catatan pelajaran. Jika ketahuan keluar rumah, maka Ibu akan langsung mencari dan memanggil saya untuk pulang dengan nada marah. Saya bukannya tidak boleh bermain sama sekali, boleh saja bermain, tapi sore hari saat semua tugas dan tanggung jawab sudah dikerjakan. Meskipun Ibu terkenal galak dan sering melarang bermain, tapi banyak momen dimana Ibu menemani saya bermain. Saya masih ingat beberapa kali ibu menghampiri dan lalu membantu saya saat sedang membuat rumah-rumahan dari kayu-kayu kecil dengan daun-daun pisang sebagai atapnya. Ibu juga sering membantu saya membuatkan tungku kecil dari batu bata saat saya bermain masak-masakan.

Yang kedua, mengapa Ibuku terkenal galak adalah karena Ibu tidak suka mengulangi perintah dua kali. Setiap anak telah diberi tanggung jawab masing-masing. Misalnya kakak saya bertugas menyapu halaman, sedang saya bertugas mencuci piring. Dan itu memang harus dikerjakan. Jika tidak, Ibu akan mengerjakannya sendiri, lalu diam. Dan ini yang lebih menakutkan, saat Ibu marah dalam diam. Saya bisa tidak ditegur beberapa hari, dan ini membuat saya jadi serba salah.

Ya begitulah Ibuku. Dan setiap ibu mempunyai keunikan sendiri dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak sesuai yang diinginkannya. Begitu pula dengan Ibuku yang selalu menanamkan kemandirian, disiplin, dan bertanggung jawab. Ibu mengajarkan dengan memberi contoh banyak hal sejak saya kecil. Sehingga saya memiliki cukup banyak keahlian. Saya telah terbiasa mencuci sepeda, sepatu, tas, dan juga menyetrika seragam sekolah sendiri sejak kelas tiga SD. Saya juga mahir menjahit dengan tangan baju yang robek. Saya juga bisa membuat berbagai macam kerajinan tangan seperti bunga dari pita-pita, juga membuat hiasan dinding dari benang wol. Dan tahukah kamu kalau saya juga telah pandai bercocok tanam sejak kecil? Sejak kecil saya suka bercocok tanam, baik bunga maupun sayuran. Ibu membelikan saya bibit sayuran dan juga polybag untuk saya belajar bercocok tanam. Ibu juga membantu memasukkan tanah dalam polybag. Hasil panen tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi sebagian juga dijual pada tetangga. Dan itu menyenangkan sekali.

Processed with VSCO with f2 preset

Saat berkunjung dan belajar Ecofarming di Kampung Tabrik, Cianjur bersama team blogger

Dan saya sangat bersyukur, karena Ibu Galak, saya bisa berlibur ke berbagai daerah di Indonesia tanpa harus mengeluarkan uang. Satu hal lagi cara Ibu mendidik yang sangat inspiratif. Saat saya kecil Ibu lebih suka membelikan buku atau majalah dongeng. Ibu juga membelikan buku untuk saya menulis diary. Ibu ingin anak-anaknya senang membaca buku dan juga gemar menulis. Katanya tidak ada warisan dari orang tua untuk anaknya yang lebih berharga daripada Kegemaran Membaca Buku. Dan saya bersyukur dia adalah Ibu Galakku. Berkat kegemaran membaca, sayapun akhirnya mempunyai bakat menulis dan telah beberapa kali memenangkan lomba menulis yang berhadiah liburan. Memang benar dengan membaca kita akan mengenal dunia, akan tahu banyak hal, menguasai banyak kata, luwes dan fasih dalam bertutur kata. Dengan banyak membaca, kita akan tahu banyak cerita dari orang-orang yang bahkan kita belum pernah bertemu, juga akan tahu tempat-tempat yang bahkan belum pernah kita datangi. Dan lalu dengan kegemaran menulis maka dunia akan mengenal kita. Kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan seluruh manusia di belahan dunia manapun. Dan mereka yang belum pernah bertemu pun dapat mengenal kita lewat tulisan.

 

Terima kasih Ibu, telah mengajarkan banyak hal. You’re my greatest inspiration and role model.

 

Mereka Tanya Kapan Kawin

Mereka Tanya Kapan Kawin

 

duniarahmi

duniarahmi – I am not afraid of to being alone

“Kapan kawin?”

Itu lah pertanyaan yang beberapa tahun terakhir ini sering saya dengar, tepatnya ketika memasuki usia yang seharusnya menikah –menurut standar orang lain-. Awalnya saya tidak merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Toh saya masih merasa nyaman dengan status belum menikah. Dan lagi pula masih banyak hal-hal yang masih ingin saya lakukan di usia saya saat ini. Bukan mengejar karir, bukan pula soal mengejar dunia, tapi mengejar sesuatu yang membuat hati saya mencapai pucak bahagia.

Dulu, saat masih kuliah saya memiliki rencana ingin menikah saat usia 26 tahun. Namun semua orang tahu manusia hanya dapat berencana, Tuhan yang menentukan. Ketika selesai kuliah, saya langsung bekerja di sebuah perusahaan asing. Sejak saat itu kehidupan saya hanya fokus untuk bekerja bekerja dan bekerja demi membantu biaya sekolah kuliah adik-adik saya. Selain itu saya juga mulai menggandrungi hobi backpacker/traveling yang memang pernah jadi impian saya saat kecil. Sehingga saat hari libur saya gunakan untuk backpacker-an bersama teman-teman komunitas Backpacker Indonesia.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya sosial media, saya dapat kembali bertemu dengan teman-teman saat sekolah dan saat masih berada di Sumatera dulu. Tentu saja saya merasa senang dapat berkomunikasi lagi dengan teman-teman lama. Bahkan kami sedikit banyak dapat saling melihat kehidupan masing-masing melalui berbagai sosial. Hal yang awalnya saya syukuri ini akhirnya malah membuat saya jengah. Pertanyaan “Kapan kawin?” semakin sering terdengar. Ada yang hanya sekedar bertanya, namun banyak juga yang berujung dengan ceramah panjang lebar. Ada yang menasehati dengan baik dan penuh empati, namun lebih banyak yang menghakimi. Dan yang paling membuat saya kesal adalah tuduhan bahwa saya belum menikah karena terlalu pilih-pilih dan mengejar kesempurnaan. Dan semua ini pada akhirnya membuat saya lebih sering menghindari acara-acara reuni dan tidak banyak berinteraksi lagi dengan teman-teman lama baik melalui dunia nyata maupun grup di sosial media. Saya lebih suka bertemu dengan orang-orang baru yang tidak pernah memusingkan soal kehidupan pribadi dan pilihan hidup.

Awalnya memang pertanyaan “Kapan kawin?” saya jawab dengan santai.

Ini beberapa contoh pertanyaan yang sering saya dengar,

“Kapan akan menikah?”

Saya akan jawab, “Besok kalau tidak hujan.” Atau “Tahun depan, ditunggu saja.”

“Kapan nikah? Mau nunggu apa lagi? Usia sudah semakin bertambah, semakin banyak saingan yang muda-muda.”

Saya jawab, “Sabar. Saya saja yang menjalani sabar, kenapa kamu yang hanya tinggal nonton tidak sabar.”

“Kapan nikah? Apa mau sendiri terus? Nanti kalau tidak punya anak siapa yang akan mengurus kamu saat tua.”

Dan saya akan jawab, “jadi kamu punya anak hanya berharap ada yang megurus saat tua? Nih, tetangga saya, punya anak empat dan semuanya meninggal saat muda, dan akhirnya orang tuanya hidup sebatang kara saat tua. Banyak juga orang tua yang terlantar karena anaknya tidak mau mengurusnya. Masalah tua ada yang mengurus atau tidak, itu sudah jalan hidup yang tertulis.

Dan banyak cara bertanya yang kadang membuat saya marah. Biasanya pertanyaan ini muncul dari orang-orang yang sebenarnya tidak bahagia dalam pernikahannya. Biasanya mereka akan bertanya begini,

“Kapan nikah? Nikah tuh enak lho, orang bilang surganya dunia. Kalau tidur jadi hangat karena punya selimut berjari (awalnya saya tidak mengerti ungkapan ini). Dan Bla..bla..bla..”

Dan saat pernyataan seperti ini muncul, saya biasanya akan jawab, “Saya tidak seperti kamu, hidup hanya mengurusi soal selangkangan.” Dan mereka pun diam.

Suka-atau tidak suka, saya hidup di negara yang mayoritas penduduknya masih menganggap belum menikah saat kepala tiga itu hal yang memalukan bahkan mnyedihkan. Bahkan banyak stereotipe yang berkembang yang mengatakan perawan tua memiliki masalah psiklogis, mudah marah, jika menjadi guru ia akan menjadi guru yang killer, dan mereka akan selalu merasa dengki. Bahkan Ayu Utami dalam bukunya yang berjudul ‘Si Parasit Lajang’ mengatakan wanita yang belum menikah itu ibarat Parasit Lajang yang numpang di rumah orang tua, seharian bekerja, malam tidur, tanpa berfikir untuk masak atau mengurus taman.

Sebenarnya bagi saya hidup itu mengalir saja, yang penting bahagia. Dan hidup bahagia memiliki banyak cara, bukan hanya dengan menikah. Namun pertanyaan-pertanyaan “Kapan kawin?” yang terkadang melukai perasaan. Pertanyaan itu yang kadang memaksa saya untuk menyadari dan memikirkan sesuatu yang awalnya wajar-wajar saja. Meskipun saya juga masih berharap suatu saat nanti Tuhan akan mempertemukan dengan orang yang membuat saya merasa nyaman dan menjalani hidup bersama hingga mati. Namun saya tidak ingin memaksakan diri menikah hanya karena tidak sanggup lagi mendengar pertanyaan “Kapan kawin?”

Jadi, jangan tanya lagi kapan saya kawin! Bukankah lebih mulia mendoakan dalam hati dari pada bertanya sekedar basi-basi tapi sangat melukai.

DSC_5433

duniarahmi – LEARNING TO DANCE IN THE RAIN

Ini Tentang Tanjung Aan dan Batu Payung, Lombok

Ini Tentang Tanjung Aan dan Batu Payung, Lombok

20161104_152214-01

Perjalanan saya ke Lombok pada tanggal 4 – 6 November 2016 ini adalah dalam acara ‘Buka Insto Let’s Go’ Goes To LOMBOK bersama MY TRIP MY ADVENTURE.

 

Lombok, sebuah pulau yang termasuk ke dalam provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas dari Sumbawa di sebelah timur. Lombok merupakan daerah tujuan wisata yang sudah dikenal secara internasional karena mempunyai banyak tempat wisata yang menganggumkan dan bervariatif. Mulai dari gunung, laut, danau, air terjun, taman, wisata budaya, kuliner, dan lain-lain semua ada di sini. Salah satu destinasi wisata yang mengagumkan saya adalah pantai Tanjung Aan, yaitu salah satu tempat diadakannya ritual masyarakat Lombok Bau Nyale yang dilakukan berdasarkan legenda Putri Mandalika.

Saat tiba di Lombok International Airport yang terletak di Tanak Awu, Lombok Tengah, tepatnya di sebelah tenggara Kota Mataram ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat kita akan langsung disuguhi beberapa booth wisata Lombok untuk berfoto. Jelas terlihat Lombok mulai berbenah mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi wisata yang banyak diminati wisatawan seperti Bali. Meskipun ada beberapa celetukan yang saya dengar dari masyarakat NTB sendiri yang mengatakan NTB adalah kependekan dari “Nasib Tergantung Bali.” Karena untuk saat ini sebagaimana yang banyak orang ketahui memang beberapa wisatawan yang berkunjung ke Lombok adalah wisatawan yang sekedar singgah saat berkunjung ke Bali. Dengan kata lain Lombok masih menjadi pilihan ke dua setelah Bali. Namun dengan kerja keras dari pemerintah dan masyarakat kita berharap kedepannya NTB menjadi “Next Time Better.”

 

Pantai Tanjung Aan

Pantai ini terletak di pulau Lombok bagian tengah, yaitu sekitar 75 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 3 Kilometer dari Pantai Kuta Lombok. Jalan menuju pantai ini masih kurang layak, ditambah lagi dengan petunjuk jalan yang masih minim. Padahal pantai ini sangat indah dan masih terjaga kealamiannya. Hanya ada beberapa pengunjung dan penjual kain tenun saat saya tiba di pantai ini. Jika akses menuju Pantai Tanjung Aan diperbaiki pasti akan banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Yang unik dari pantai Tanjung Aan adalah pasirnya yang berbeda dan baru pertama saya temui. Pasir di sini tidak lembut seperti tepung, namun bulat-bulat seperti merica. Ada sensasi tersendiri saat menginjakkan kaki di pasir pantai ini. Bahkan karena keunikannya ini beberapa anak kecil mejual pasir ini dalam botol mineral seharga 5000 rupiah.

Di tanjung Aan ini juga terdapat sebuah bukit kecil yang merupakan spot favorit wisatawan untuk berfoto. Indah sekali menikmati pantai dan hamparan laut dari atas bukit tersebut. Angin yang bertiup cukup kencang juga menambah eksotis tempat ini. Di bukit ini saya memilih duduk bersantai di atas rumput sambil menikmati pemadangan kapal yang lalu lalang menuju pantai Batu Payung. Lalu berjalan ke sebelah kanan dan wow langsung disuguhi pemandangan pantai yang landai dengan hamparan pasir putih. Type pantai seperti ini sangat cocok untuk anak-anak bermain air. Dan ada sebuah ayunan di pinggir pantai seperti yang terdapat di Gili Trawangan. Jadi tidak salah jika mengajak keluarga untuk bermain di pantai ini.

 Processed with VSCO with c1 preset

 

Pantai Batu Payung

 

Setelah turun dari bukit, saya memutuskan menyebrang ke pantai Batu Payung menggunakan kapal dengan tarif Rp. 50.000 perorang. Harga yang cukup mahal menurut saya. Karena jarak menuju pantai tersebut tidaklah terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Mengunjungi pantai Batu Payung adalah untuk memenuhi rasa penasaran saya dengan pantai yang terkenal karena pernah dijadikan lokasi syuting iklan sebuah produk rokok. Pantai ini memiliki ciri khusus yaitu batu karang yang menjulang tinggi.

Processed with VSCO with c1 preset

DuniaRahmi Goes To Lombok

Awalnya saya mengira pantai di pulau kecil ini memiliki hamparan pasir putih yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati sinar matahari. Namun ternyata pantai ini dipenuhi batu-batu besar, karang, dan dinding-dinding perbukitan. Perlu ekstra hati-hati saat turun dari kapal, karena batu karang dipenuhi lumut yang licin. Di kawasan pantai ini banyak anak-anak kecil dan para penjual kelapa muda yang menawarkan jasa photo dan membatu mengarahkan gaya untuk mendapatkan photo yang unik.

Berbicara soal anak-anak yang menawarkan jasa photo di Pantai Batu Payung. Jadi, saat tiba di pantai ini saya langsung disambut oleh anak-anak kecil usia sekolah dasar yang menawarkan jasa photo dengan cukup membayar minimal 5000 rupiah. Anak-anak ini sudah terlatih mempergunakan berbagai macam kamera handphone dan ahli dalam mengarahkan gaya untuk mendapatkan gaya photo yang unik. Katanya mereka sebelumnya sering dimintai tolong oleh para wisatawan asing, dan para wisatawan itu juga mengajarkan bagaimana cara mengambil photo yang bagus. Ini memang menguntungkan buat para solo traveller yang ingin difoto.

Processed with VSCO with c1 preset

Berjalan sedikit ke arah lokasi batu payung yang menjulang tinggi saya langsung disambut  pemuda dan bapak-bapak yang menawarkan kelapa muda. Saya sebenarnya agak sedikit merasa terganggu dengan anak-anak dan para pendagang di tanjung Aan maupun di Pantai Batu Payung. Karena mereka terus mengikuti dan cenderung memaksa dalam menawarkan jasa maupun dagangannya. Inilah menurut saya yang mesti sedikit diperbaiki di dunia pariwsata beberapa lokasi di Lombok. Berikan fasilitas pada para pedagang dan berikan rasa nyaman pada wisatawan. Untuk menjadi destinasi wisata yang banyak diminati pengunjung bukan hanya soal keindahan alam saja, tapi juga didukung oleh keramahtamahan penduduk lokal yang menjunjung tinggi nilai budaya daerah dan bangsa Indonesia. Dengan kerja keras dari pemerintah dan penduduk maka saya rasa pariwisata Lombok dapat lebih maju lagi seperti Bali. Keberhasilan suatu daerah wisata adalah yang membuat pengunjung selalu ingin kembali lagi, bahkan tidak ingin hanya sekedar singgah namun ingin menetap di sana. Semoga kisah ini bisa menginspirasi.  Maju pariwisata Indonesia.

 

Redwin Sorbolene Moisturiser Menjaga Kulit Tetap Sehat Saat & Setelah Traveling

Redwin Sorbolene Moisturiser Menjaga Kulit Tetap Sehat Saat & Setelah Traveling

 

Traveling buat saya bukan hanya sekedar gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan. Saya begitu sangat mencintai kegiatan ini. Karena dengan traveling saya mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman baru. Saya suka menjelajahi pantai, gunung, hutan lindung yang masih alami, dan wisata kota yang memiliki banyak peninggalan sejarah. Menurut beberapa ahli, traveling baik untuk kesehatan fikiran, tubuh, dan jiwa. Saya setuju dengan pendapat tersebut. Traveling secara tidak langsung membuat saya berolahraga dengan berjalan kiloan meter menyusuri pantai, hutan, maupun perkotaan. Traveling juga meningkatkan mood, menurunkan stres, membangun ketahanan otak, dan meningkatkan kualitas istirahat. Jadi selain menyenangkan, traveling juga mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan jiwa dan raga.

Jika saya butuh traveling untuk keseimbangan dan kesehatan jiwa raga, maka kulit juga butuh nutrisi agar sehat juga indah dipandang. Namun yang jadi masalah, saat traveling saya dan banyak traveler lain sering malas bahkan lupa merawat kulit karena terlalu exicted menjelajahi tempat baru. Itulah salah satu penyebab kulit saya terlihat lebih hitam dan kusam setelah pulang dari berlibur. Mengapa kulit bisa kusam setelah traveling/liburan? Banyak sekali faktor penyebabnya. Salah satunya yaitu saat traveling tentu saja kita akan banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Kulit terpapar sinar matahari yang menyengat secara langsung. Penyebab lain yaitu perubahan cuaca yang ekstrim dari satu tempat ke tempat lain, polusi udara dari asap kendaraan, juga debu dan kotoran yang bersatu dengan keringat saat dalam perjalanan. Tapi rasanya repot sekali harus membawa perlengkapan dan melakukan semua ritual perawatan kulit saat sedang asyik menjelajah tempat baru. Belum lagi jika harus berlibur dengan si kecil. Semakin banyak perlengapan perawatan kulit yang harus dibawa. Meskipun terkadang saya sadar liburan bukan berarti libur untuk merawat kulit. Karena merawat kulit bukan hanya demi menjaga kecantikan, tapi juga demi kesehatan kulit yang akan berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

duniarahmi - traveling

Dulu saya sering membanyangkan jika saja ada produk yang multiguna dan bisa digunakan untuk seluruh anggota keluarga termasuk si kecil. Hingga sekitar satu bulan terakhir ini saya mulai mengenal dan menggunakan Redwin Sorbolene Moisturiser yang sesuai dengan yang saya impikan. Yaitu pelembab sorbolene yang sangat efektif untuk seluruh tubuh dan diperkaya dengan kandungan Vitamin E, 10% Glycerine dan Sorbitol. Konon katanya produk ini sangat terkenal dan No. 1 di Australia. Bahkan banyak dermatologis Australia yang menyarankan produk ini untuk perawatan kulit yang sangat kering, kasar, bersisik, sensitif, dan berbagai permasalahan kulit lainnya. Produk yang mempunyai tagline Nothing but goodness for sensitive skin ini diformulasikan tanpa pewarna, wewangian, parabens (bahan pengawet), sehingga sangat aman untuk semua jenis kulit, termasuk kulit yang sangat sensitif dan kulit halus bayi yang baru lahir. Awalnya saya merasa ragu untuk mencoba produk ini karena harganya yang sedikit lebih mahal dibanding pelembab lain yang biasa saya pakai. Selain itu juga produk ini tidak wangi seperti kebanyakan produk sejenisnya, yang menawarkan berbagai macam aroma wewangian dan iming-iming memutihkan kulit. Tapi untuk alasan keparaktisan  saat dibawa traveling dan untuk kesehatan kulit yang merupakan aset setiap orang, terutama wanita maka ini menjadi tidak masalah. Demi merawat dan mengembalikan kulit kering & kusam saat atau setelah traveling saya putuskan untuk mencoba produk ini. Sepertinya saya terpengaruh dengan ungkapan Try Redwin for your self, Your skin will thank you everyday.”

 

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa saya mantap memilih Redwin Sorbolene Moisturiser, yaitu:

Recommended

Recommended

  1. Produk ini tidak memberikan iming-iming memutihkan kulit dalam 7 hari, tapi menawarkan manfaat untuk menutrisi, melindungi, mempertahankan kelembutan kulit, juga mengatasi dan mencegah masalah-masalah kulit kering.
  2. Dapat digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit yang sangat sensitif sekalipun.
  3. Dapat digunakan oleh semua anggota keluarga baik laki-laki maupun perempuan juga aman untuk bayi yang baru berumur 0 tahun.
  4. Praktis dibawa saat traveling atau bepergian. Produk ini multiguna (akan dijabarkan kemudian), jadi tidak perlu membawa banyak produk perawatan kulit meskipun berlibur bersama si kecil.
  5. Yang terpenting juga produk ini telah mengantongi sertifikat HALAL dari Australian Federation of Islamic Council.

 

judul1

DuniaRahmi Goes To Lombok

DuniaRahmi Goes To Lombok

Awal bulan yang lalu kulit saya terasa sangat kering, hitam, kusam, dan bersisik setelah pulang berlibur dari Lombok. Cuaca di Lombok, terutama Gili Trawangan sangatlah panas. Pantas saja banyak orang yang bilang Gili Trawangan punya tiga matahari, yaitu Sunrise, Sunset, dan Sunblock. Karena terlalu excited snorkeling dan mandi matahari saya sampai tidak perduli dengan kondisi kulit. Setelah pulang saya baru menyadari kondisi kulit saya benar-benar kusam. Tentu saja ini membuat saya tidak nyaman saat bertemu dengan teman-teman, karena terlihat saya seperti tidak merawat diri. Hingga akhirnya saya bertemu dengan Redwin Sorbolene Moisturiser.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal saya menggunakan pelembab ini hampir setiap hari setelah mandi ketika kondisi kulit masih lembab. Saya juga menggunakannya sebelum dan setelah beraktifitas di luar ruangan yang memungkinkan terkena paparan sinar matahari. Caranya sedikit saja dioleskan pada kulit seluruh tubuh, maka pelembab ini akan langsung menyerap dengan cepat tanpa meninggalkan residu lengket. Saya lebih sering menggunakan moisturiser ini pada pangkal lengan hingga jari-jari tangan dan bagian pangkal paha hingga jari-jari kaki. Karena bagian dari tubuh ini yang saya rasa relatif kering dan bersisik. Hasilnya bisa dilihat, setelah beberapa kali pemakaian kulit saya menjadi lebih halus, lembut, dan lembab. Senang sekali rasanya dan rasa percaya diripun kembali lagi. Sekarang tidak perlu lagi khawatir dan takut traveling di tempat yang panas atau banyak polusi sekalipun, karena saya punya Redwin Sorbolene Moisturiser yang memberikan perlindungan maksimal untuk berbagai permasalahan kulit yang bisa timbul saat atau setelah setelah traveling.

Saya semakin jatuh cinta dengan produk ini karena selain untuk untuk mengatasi berbagai permasalah kulit kering yang saya alami, moisturiser ini juga bisa digunakan untuk membersihkan makeup dan sebagai shaving cream saat akan mencukur bulu kaki atau ketiak. Cara yang biasa saya lakukan ketika akan membersihkan makeup adalah dengan mengoleskan sedikit Redwin pada bagian wajah sambil dipijit secara berlahan. Setelah itu usap wajah dengan kain lembut yang telah dibasahi dengan air hangat lalu basuh dengan air hangat. Mudah bukan? Dan makeup pun bersih dengan sempurna. Benar-benar fantastic multi-purpose product. Saat traveling jadi tidak perlu bawa banyak perlengkapan, cukup bawa satu untuk semua. Informasi lebih detilnya tentang produk tersebut akan saya jelaskan di bawah ini.

Me & Redwin

Me & Redwin

judul2222

Kandungan Redwin Sorbolene Moisturiser antara lain:

Water (aqua), Glycerin, Sorbitol, Stearic Acid, Mineral Oil, Cetearyl Alcohol, Triticum Vulgare (Wheat) Germ Oil, Tetrasodium EDTA, PPG-2 Methyl Ether, Triethanolamine, Imidazolidinyl Urea, Chloroacetamide, p-Chloro-m-Cresol, Sodium Benzoate, Linalool.

Redwin Sorbolene Moisturiser dapat digunakan juga untuk:

  • Cocok untuk working hands. Pelembab ini efektif untuk melembutkan kulit tangan yang kering atau pecah-pecah akibat banyak melakukan aktifitas. Tangan yang terlalu banyak beraktifitas kadang menjadi retak-retak dan mengeras/kapalan. Gunakan pelembab ini agar telapak tangan tetap halus meski banyak beraktifitas.
  • Membantu mengatasi beberapa masalah pada kulit bayi seperti ruam popok, ruam kulit bayi, dan kulit bayi yang kemerahan. Beberapa bayi memiliki kulit yang sangat sensitif. Pengunaan sabun dan krim yang mengandung detergen, pewarna, pewangi, dan parabens dapat menyebabkan alergi/iritasi. Redwin Sorbolene Moisturiser tanpa kandungan zat-zat aditif keras ini merupakan pilihan tepat untuk menjaga kelembutan dan kehalusan kulit bayi. Sangat aman dan sehat digunakan pada kulit bayi mulai dari usia 0 tahun.
  • Pelembab ini juga dapat digunakan sebagai cream saat akan mencukur bulu kaki dan bulu ketiak khususnya untuk kulit yang sensitif, dan bulu-bulu di wajah seperti jenggot dan kumis.
  • Makeup Removel. Ini kelebihan lain dari Redwin, yaitu dapat membersihkan makeup dengan mudah. Caranya cukup dengan mengoleskan sedikit Redwin pada bagian wajah sambil dipijit secara berlahan. Setelah itu usap wajah dengan kain lembut yang telah dibasahi dengan air hangat lalu basuh dengan air hangat jika perlu.
Multipurpose Benefits

Multipurpose Benefits

Redwin Sorbolene Moisturiser diformulasikan untuk:

  • Melembabkan dan mempertahankan kelembutan kulit dan melindungi kulit.
  • Mengatasi dan mencegah masalah-masalah kulit kering, kasar, dan bersisik.
  • Meningkatkan elastisitas kulit untuk kulit yang lebih kenyal.
  • Vitamin E dari minyak biji gandum sebagai anti-oxidant untuk melawan radikal bebas, mencegah penuaan dini dan meremajakan kulit yang rusak akibat masalah kulit kering.
  • Dapat dipakai oleh segala usia termasuk bayi yang baru lahir, dan untuk semua jenis kulit termasuk kulit yang paling sensitif sekalipun.

Jenis dan kisaran harga Produk:

Redwin Sorbolene Moisturiser Restoring with vitamin E tersedia dalam

  • Botol Tube 100g – Harga ± Rp. 70.000,-
  • Botol Pompa 500ml – Harga ± Rp. 105.000,-

Redwin Sorbolene Moisturiser dapat ditemukan di:

Produk ini sudah dapat dinikmati oleh semua orang yang mendambakan kulit sehat dengan cara membeli di merchants baik offline maupun online.

Merchants Offline & Online

Merchants Offline & Online

Dulu saya harus menunggu waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan kulit yang kering dan kusam setelah traveling, terutama saat kembali dari pantai. Tapi sekarang tidak lagi, karena ada Redwin Sorbolene Moisturiser yang siap menjaga kulit saya saat dan setelah traveling.  Jadi, Anda juga tidak perlu berfikir dua kali untuk mempercayakan kesehatan kulit Anda dan keluarga pada produk ini. Langsung dapatkan produknya dan gunakan setiap hari untuk perlindungan kulit yang maksimal. Untuk di daerah yang belum ada merchants Redwin tidak perlu khawatir, karena produknya bisa dibeli secara online. Tunggu apa lagi? Cintai kulit kita dan keluarga kita dari sekarang dengan memberikan Redwin Sorbolene Moisturiser yang terbukti sehat dan aman. Saya sudah membuktikannya, sekarang giliran kamu! 🙂