Backpacker Ke Pulau Tidung

Jembatan Cinta di pagi hari

Jembatan Cinta di pagi hari

Selamat Siang Semangat Pagi..

Kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan saya menuju ke Pulau Tidung. Sedikit info Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Dari kepadatan kota Jakarta dan dengan segala masalahnya, ternyata Jakarta masih memiliki tempat wisata yang jauh dari asap, macet, dan sampah.

Langsung saja saya akan bercerita mengenai kronologis perjalanan kami menuju ke Pulau Tidung. :^_* Hari itu tepatnya tanggal 31 Maret 2012 yang lalu saya bersama tiga orang teman bertolak dari Bekasi Timur menuju Pulau Tidung menggunakan taksi Primajasa yang sudah  dipesan dari malam sebelumnya. Saya berangkat dari Bekasi pukul 05.00 setelah sholat subuh dan pukul 06.00 lebih kami sudah sampai di Dermaga Muara Angke Baru dengan argo taksi menunjukkan nilai Rp.127.000.

Penampakan Dermaga

Dermaga Muara Angke Baru

Meskipun dermaga ini baru diresmikan beberapa bulan yang lalu oleh Gubernur Jakarta, namun kondisi dermaga sangat mengenaskan. Bangunan tidak terawat dan kosong tanpa fasilitas apapun. Tidak ada mushola dan kamar mandi yang tidak bisa digunakan karena tidak ada air dan kondisinya yang sangat jorok. Tapi semoga sekarang kondisinya sudah lebih baik, aminn.. ^_^ Dan satu lagi bau khas ikan asin tercium sangat tajam, jadi saran saya gunakanlah masker.. hehe.. Sebenarnya ada juga dermaga Muara Angke Lama yang berada tidak jauh dari dermaga Muara Angke Baru. Di sana banyak terdapat kapal nelayan yang juga melayani keberangkatan ke Pulau Seribu.

Sambil menunggu loket di buka, kami berjalan-jalan disekitar dermaga. Loket di buka sekitar pukul 7, dan jumlah pengunjung pun sudah membludak.
Tas diletakkan bederet sebagai tanda nomor antrian.. 😀

Tas diletakkan bederet sebagai tanda nomor antrian beli tiket.. :D

Tas diletakkan bederet sebagai tanda nomor antrian beli tiket..

Pemandangan sekitar dermaga

Pemandangan sekitar dermaga

Pemandangan sekitar dermaga

Kapal menuju Pulau Seribu

Setelah mendapatkan tiket dengan harga Rp. 32.000 kami pun menunggu lagi untuk mendapatkan giliran naik kapal. Ada satu kapal Lumba-lumba dan beberapa kapal Kerapu yang berangkat hari itu. Kapal kerapu ukurannya kecil dan hanya memuat 15 orang. Sedangkan kapal Lumba-Lumba yang ukuranya lebih besar memuat sekitar 25 orang. Kami sendiri memilih menaiki kapal Lumba-lumba yang terlihat lebih nyaman karena ukuran kapalnya yang lebih besar. Di dalam kapal Lumba-Lumba ini dilengkapi dengan fasilitas toilet, tv dan full music. Penumpang juga diberi makanan ringan dan minuman cuma-cuma.

Pukul 08.00 lebih kapal baru beranjak meninggalkan dermaga. Perjalanan dari Muara Angke menuju Tidung menghabiskan waktu sekitar 2.5 jam. Selain di pulau Tidung ada beberapa penumpang yang turun di pulau-pulau lain. Pulau Tidung merupakan tempat pemberhentian terakhir.

Nonton film Si Pitung di dalam kapal

Nonton film Si Pitung di dalam kapal hihi

Sekitar pukul 10.30 kami tiba di dermaga Pulau Tidung. Dan di sana kami sudah ditunggu oleh Pak Haji Mid yang memiliki penginapan ‘Lima Bersaudara’. Setelah bertemu dengan Pak Haji Mid, kami langsung diantar menuju penginapan yang letaknya sekitar 300 meter dari dermaga. Di depan penginapan sudah disediakan sepeda yang yg akan kami gunakan untuk berkeliling di Pulau Tidung. Harga sewa sepeda adalah 15ribu per sepeda selama 2 hari 1 mlm kami disana.

Penginapan Pak Haji sangat nyaman, dilengkapi dengan 3 tempat tidur full AC, TV, dispenser lengkap dengan air mineralnya, dan juga meja rias yang sangat diperlukan oleh wanita untuk dandan hahaha.. Di belakang penginapan terdapat saung untuk bersantai sambil memandang lautan yg tak terlihat batasnya. Benar-benar bisa membuat fikiran menjadi fresh dan melupakan sejenak rutinitas kerja yang kadang membosankan.

Foto bersama Bpk. Haji Mid

Foto bersama Bpk. Haji Mid

Pemandangan belakang penginapan

Pemandangan belakang penginapan

Pemandangan belakang penginapan

Pemandangan belakang penginapan

Setelah beristirahat sejenak, kami pun mulai bersepeda ria menyusuri jalan menuju pantai dan Jembatan Cinta. Nikmat sekali bersepeda ditemani semilir angin yang berhembus dari pantai sepanjang jalan. Yang saya rasakan waktu itu agak sulit menemukan tempat makan di sana, ada beberapa rumah makan tapi sudah gulung tikar tampaknya. Agar tidak kelaparan seperti yang saya alami sebaiknya pesan penginapan sepaket dengan makan. Ada beberapa penjual gorengan di pinggir jalan, namun rasanya jauh dari kata enak. Akhirnya ketika hampir sampai di Jembatan Cinta kami menemukan satu rumah makan padang. Saya pun makan dengan lauk ayam sayur seharga 8000 rupiah, meskipun rasanya tidak seenak rumah makan padang Simpang Paris di Bandung tapi lumayan daripada tidak samasekali. Di belakang rumah makan padang ini merupakan tempat tepat bagi yang ingin ber-camping. Tempatnya sejuk langsung menghadapa pantai yang bisa dijadikan tempat untuk bermain poli pantai dan banyak pepohonan yang bisa dijadikan tempat ayunan, selain itu juga ada beberapa saung untuk bersantai.

Mari camping di sini

Mari camping di sini

Perjalanan dari Penginapan menuju Jembatan Cinta memakan waktu sekitar 15 – 20 menit. Setelah memarkirkan sepeda dengan biaya 2000 rupiah kami langsung berjalan menyusuri jembatan menuju Pulau Tidung Kecil. Jembatan yang terbuat dari kayu memang agak sedikit mengerikan, karena sudah banyak bagian kayu yang lapuk dan berlubang. Tapi Tidak perlu khawatir, karena sebagian jembatan telah mulai direnovasi menggunakn semen. Cuaca sangat panas, tapi tidak terasa karna kita bisa menikmati pemandangan ikan-ikan kecil yang ada di bawah jembatan. Ingin rasanya turun dan menangkap ikan-ikan itu, tapi sayang banyak bulu babi 😀

Sebelum tiba di Tidung saya sempat bertekat setengah bulat untuk menguji nyali dengan terjun dari jembatan cinta seperti yang banyak saya lihat di foto-foto orang lain, tapi ohh ternyata jembatan itu sangat tinggi dan saya sungguh tidak punya nyali. hahaha hiksss.. Dan memang tidak banyak orang yang berani melakukannya. 😀

Welcome

Welcome

Tandai sepedamu agar tidak tertukar

Tandai sepedamu agar tidak tertukar

Menuju Tidung Kecil

Menuju Tidung Kecil

Lanjut jalan lagi

Lanjut jalan lagi

banana boat

banana boat

sejauh mata memandang

sejauh mata memandang

boleh dicoba nih

boleh dicoba nih

Sore harinya setelah kembali dari Pulau Tidung Kecil kami langsung menuju bagian barat pulau untuk mengejar sunset. Meskipun bagian barat pulau ini tidak seramai bagian timur dan cenderung dipenuhi dengan pohon dan semak belukar, tapi tidak perlu khawatir tersesat karena jalan setapak jelas terlihat. Jika kita terus mengayuh sepeda ke arah barat, setelah melewati semak belukar, kita akan menemukan lapangan sepak bola, gedung sekolah, dan saung-saung di pinggir pantai yang bisa kita gunakan untuk bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Di tempat ini lah banyak orang asing yang bermain sepak bola bersama anak-anak kecil penduduk setempat.

Sunset

Sunset

Sunset

Sunset

Menikmati sunset

Menikmati sunset

Malam hari kami sudah kelelahan, jadi kita tidak melakukan aktifitas apa-apa selain tidur.. Padahal saya sangat ingin memancing ikan di jembatan cinta. Malam hari kami hanya makan nasi goreng, padahal saya berharap menemukan rumah makan yang menyediakan udang atau cumi bakar, hehehe..

Pagi setelah sholat subuh saya langsung menu Jembatan Cinta lagi untuk mengejar Sunrise.. Pukul 05.00 pagi di sana sudah ada beberapa orang yang siap dengan cameranya untuk mengabadikan sang Sunrise..  Yukk hunting photo lagi sebelum pulang.. 😀

Sunrise

Sunrise

IMG_1393

Pukul 09.30 kami sudah siap-siap berkemas untuk meninggalkan Pulau Tidung.. Dan tepat jam 10.00 kapal Lumba-Lumba sudah siap membawa kami pulang. Karena merasa belum puas dengan wisata kali ini, saya berencana untuk kembali lagi ke Pulau ini suatu saat nanti… 😀

Rincian Biaya:
Taxi : Rp. 127.000 = @ Rp. 31.750
Kapal PP : Rp. 64.000
Penginapan : Rp. 400.000 = @ Rp. 100.000
Sewa Sepeda : Rp. 15.000
Makan 3x : Rp. 35.000
DLL : Rp. 20.000
Total Biaya per orang (tanpa biaya dr muara angke ke rumah masing) sekitar : Rp. 265.750

No. HP Bpk. Haji Mid.  : 0858 8874 2129

Advertisements