Memacu Adrenaline di Jawa – Bali

Memacu Adrenaline di Jawa – Bali

Beberapa waktu yang lalu perusahaan Toyota mengeluarkan Toyota New Rush dengan tampilan yang lebih sporty dan dinamis juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang lebih canggih. Dan yang paling penting adalah hadirnya fitur dual SRS airbag untuk menunjang keselamatan yang ada pada semua tipe New Rush. Toyota Rush juga memiliki ground clearance tinggi yang siap menerjang jalan berlubang dan jalan yang tergenang air bahkan banjir. Kelebihan lain memiliki mobil Toyota adalah suku cadang atau sparepartnya yang mudah didapat karena tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Seandainya saja saya bisa memilih pasti saya akan memilih New Rush berwarna Maroon Mica. Sudah pasti semua mata akan tertuju pada si merah yang gagah ini. Spesifikasi New Rush lebih lengkap bisa dilihat langsung di http://www.toyota.astra.co.id/product/new-rush/#eksterior

Toyota New Rush

Toyota New Rush

Melihat Toyota New Rush membangkitkan lagi keinginan saya untuk berpetualang menjelajahi bukit, gunung, dan laut yang ada di Pulau Jawa hingga Bali. Sejak dulu di kepala saya sudah ada rencana-rencana menjelajahi pulau-pulau menggunakan roda empat selama dua minggu. Dalam bayangan saya sudah tergambar jelas indahnya menjelajahi jalan yang bermil-mil pjaraknya ini dengan menggunakan mobil SUV atau Sport Utility Vehicle. Sepeda gunung, tenda, dan alat masak camping adalah barang yang pasti akan saya bawa saat berpetualang. Tidak perlu cari penginapan dan tidak perlu mencari penjual makanan, semua perlengkapan kebutuhan selama perjalanan sudah tersedia dalam bagasi mobil. Saat istirahat di perjalanan tinggal mendirikan tenda lalu nyalakan kompor dan kita siap memasak untuk makan malam.

Petualangan kali ini saya akan mengambil jalur selatan dimulai dari kota Bandung menuju Ciamis. Di Ciamis kita akan mampir dulu ke Green Canyon yang berada di Kecamatan Cijulang untuk uji nyali dengan melakukan body rafting. Jalan menuju Cijulang ini masih banyak yang rusak parah dan belum diperbaiki. Setelah bermain air lalu kita akan bermalam di Pantai Pangandaran sambil menikmati seafood yang dibeli langsung dari nelayan.

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menyusuri Majenang (Jawa Tengah) lalu singgah di Yogyakarta sekedar untuk berwisata kuliner di kota kelahiran orang tua saya ini. Perjalanan lalu dilanjutkan menuju Pasuruan Jawa Timur dan kita akan memacu adrenaline dengan memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Banyak tempat yang akan dikunjungi di kawasan ini, mulai dari Penanjakan, Kawah Bromo, Lautan Pasir (Pasir berbisik), dan Savanna (bukit teletubbies).

Wedus gembel

Kawasan Bromo Tengger Semeru

Setelah bermalam di Bromo perjalanan dilanjutkan lagi menyusuri kota-kota di Jawa Timur dan berhenti di destinasi selanjutnya yaitu Banyuwangi. Sebenarnya banyak sekali destinasi wisata yang wajib dikunjungi di kota Banyuwangi ini terutama pantai-pantainya yang indah. Tapi kali ini saya ingin mengeksplorasi alam dan bersafari memacu adrenaline dengan bertemu binatang liar di Afrika-nya Indonesia. Yang saya tuju tentu saja adalah Little Africa in Java yaitu Taman Nasional Baluran yang terletak di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi. Baluran ini memiliki kombinasi berbagai bentang alam mulai dari laut, pegunungan, hingga savanna. Di sini saya akan mengunjungi Savana Bekol sebagai salah satu obyek wisata alam andalan Baluran. Pasti seru sekali menyusuri kawasan yang berjarak ±12 KM dari pintu masuk dan memiliki luas ±300 Ha ini dengan New Rush. Tempat lain yang wajib dikunjungi adalah Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.

Ekspedisi selanjutnya adalah menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan menyebrang ke Gilimanuk Bali. Petualangan ini akan diakhiri dengan berkeliling Bali dengan si Merah New Rush. Setelah puas menjelajah gunung dan hutan, maka di Bali saatnya menantang adrenalin dengan bermain di pantai dan mencoba berbagai macam watersport dan arung jeram. Tempat yang wajib dikunjungi di Bali antara lain Pantai Kuta, Pantai Balangan, Pantai Tegalwangi, Jalan Legian, Bedugul, Pulau Menjangan, Nusa Lembongan, dan Tanjung Benoa untuk menjajal berbagai macam watersport. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah wisata arung jeram di Sungai Telaga Waja Bali yang terletak di desa Muncan, Karangasem, Bali bagian timur.

Arung Jeram

Arung Jeram

banana boat

Banana Boat

Itulah kira-kira yang ada dibayangan saya saat berpetualang menggunakan New Rush menyusuri jalanan Bandung Jawa Barat hingga Bali.

<img src=”http://dmp1.idblognetwork.com/capt.php?p=lombablog-D02” width=”1″ height=”1″>

Advertisements

Itinerary Labuan Bajo – Pulau Komodo 3D2N

Tips Perjalanan kali ini yaitu sebaiknya kita tidak pergi sendirian. Lakukan perjalanan minimal 2 atau 4 orang untuk menghemat biaya akomodasi.

Hari Pertama (Jakarta – Labuan Bajo)

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat termurah yaitu Lion Air, dengan perkiraan biaya tiket pesawat dan pajak bandara pulang pergi (PP) Jakarta – Labuan Bajo adalah IDR 3.000.000. Berangkat dari Jakarta pukul 04.30 pagi lalu transit di Bandara Ngurah Rai Denpasar, dan diperkirakan tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo pukul 13.25

Selanjutnya dari bandara menuju penginapan menggunakan ojeg motor dengan biaya sekitar IDR 15.000. Penginapan yang saya pilih adalah Green Hill Boutique Hotel yang terletak di pusat kota, menghadap langsung ke pelabuhan Labuan Bajo dengan tarif sebesar IDR 350.000 untuk dua orang. Masing-masing kamar di hotel ini dilengkapi dengan televisi, shower air panas dan dingin, AC juga balkon. Alamat hotel adalah di Jalan Soekarno Hatta Labuan Bajo, telp. 0385-41289.

Setelah check in, istirahat, dan makan siang kita akan langsung berkeliling kota Labuan Bajo menggunakan sepeda motor yang disewa dari tempat penginapan dengan biaya IDR 50.000. Tempat yang akan dikunjungi adalah Goa Batu Cermin di Desa Wae Sambi yang berjarak sekitar empat kilometer dari pusat kota. Tiket masuk Goa Batu Cermin adalah IDR 10.000 dan sewa jasa pemandu IDR 10.000.

Setelah itu kita lanjutkan perjalanan ke Bukit Cinta yang terletak di timur kota Labuan Bajo, dan lalu ke Pantai Pande di sebelah barat kota. Menjelang sore kita akan menuju pelabuhan untuk menikmati sunset yang terkenal eksotis.

Sebelum kembali ke penginapan kita akan makan malam dulu di kota. Ada beberapa pilihan menu, yaitu nasi goreng, ayam goreng, nasi padang, bakso, dan lain-lain.

Total biaya hari pertama:

  • Tiket pesawat dan pajak Bandara PP   : IDR 3.000.000
  • Ojeg bandara – penginapan                 : IDR 15.000
  • Sewa Hotel per kamar                          : IDR 350.000 (@IDR 175.000/orang)
  • Sewa Sepeda Motor per unit                : IDR 50.000 (@IDR 25.000/orang)
  • Tiket masuk + guide Goa Batu Cermin  : IDR 20.000
  • TOTAL                                                  : IDR 3.235.000/orang

*tidak termasuk biaya makan siang dan malam

Hari ke dua (Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Kalong)

Pukul 06.00 check out dari penginapan dan bersiap-siap menunggu jemputan dari pihak kapal yang telah kita sewa sebelumnya. Kapal yang kita sewa adalah milik Bapak Figo dengan biaya sekitar IDR.2.200.000 untuk 2 hari 1 malam dengan penumpang sebanyak 4 orang. Sewa kapal sudah termasuk makan, life vest, snorkel, dan kaki katak. Kontak Bapak Figo adalah 081237321023. Banyak pemandangan menakjubkan sepanjang perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca.

Tiba di destinasi pertama hari ini yaitu Pulau Rinca atau Loh Buaya. Labuan Bajo – Pulau Rinca ditempuh selama sekitar 1 jam 30 menit. Untuk masuk Pulau Rinca dikenakan biaya karcis sebesar IDR 2500, retribusi sebesar IDR 20.000, biaya membawa kamera sebesar IDR 5000, dan jasa ranger (guide) sebesar IDR 80.000 per grup. Ini sudah termasuk dengan biaya masuk Pulau Komodo. Dan kita akan trekking di pulau ini selama sekitar 2 jam menjelajahi hutan dan bukit savanna.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Pink selama 1 jam 30 menit. Di sini kita akan snorkeling dan menikmati pemandangan dari atas bukit selama sekitar 1 jam saja. Dan makan siang kita lakukan di kapal yang telah disiapkan oleh awak kapal.

Setelah dari Pantai Pink kita selanjutnya mengunjungi Pulau Kalong dan kita akan menyaksikan ribuan kalong pada sore hari di pulau ini. Kita juga akan menyaksikan matahari tenggelam dibalik bukit-bukit Jurasic park dari atas kapal.

Menjelang magrib kita lanjutkan berlayar sampai dermaga Pulau Komodo. Kita akan bermalam di kapal dan kita juga akan bersantai dan memancing ikan di dermaga Pulau Komodo. Biasanya awak kapal sudah membawa alat memancing. Makan malam akan disiapkan oleh awak kapal.

Total biaya hari ke dua:

  • Tiket masuk Pulau Rinca         : IDR 2500.
  • Retribusi                                : IDR 20.000
  • Biaya bawa kamera                : IDR 5000
  • Biaya jasa ranger per grup     : IDR 80.000 (@IDR 20.000/orang)
  • TOTAL                                   : IDR 47.500/orang

Hari ke tiga (Pulau Komodo – Manta Point – Pulau Kanawa – Labuan Bajo – Bandara Komodo – Jakarta )

Bangun pagi dan setelah sarapan di kapal pukul 06.00 kita bersiap menjelajah Pulau Komodo. Di sini kita akan trekking kurang lebih selama 2 jam, memasuki hutan dan menyaksikan pemandangan laut dan burung-burung Kakak Tua putih dari bukit Sulphurea. Binatang lain selain komodo yang bisa kita temui di pulau ini adalah rusa, babi hutan, kerbau, ayam hutan, dan berbagai macam burung.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Manta Point. Aktifitas yang akan kita lakukan di sini adalah snorkeling berburu ikan manta sekitar 30 menit saja. Dan makan siang hari ke tiga ini pun akan disiapkan oleh awak kapal.

Selanjutnya menuju Pulau Kanawa. Di sini kita akan kembali ber-snorkeling dan menjelajah pulau, juga menyaksikan pemandangan dari atas bukit selama kurang lebih 1 jam.

Setelah selesai menjelajah Pulau Kanawa kita kembali ke kapal lalu mandi dan ganti pakaian di kapal. Selanjutnya kita harus sudah tiba di Dermaga Labuan Bajo sebelum pukul 14.30. Setelah itu kita meluncur menuju Bandara Komodo Labuan Bajo menggunakan ojeg.

Komodo Island

Komodo Island

Pulau Komodo – Saat Ucapan Menjadi Nyata

Pulau Komodo – Saat Ucapan Menjadi Nyata

Pernah suatu ketika saya merasa lelah saat harus mengurus sendiri rencana perjalanan ala backpacker bersama teman-teman. Meskipun ala backpacker, tapi menurut saya tetap saja harus ada sedikit perencanaan dan mengantongi informasi tentang daerah tujuan yang hendak dikunjungi. Perencanaa itu perlu agar waktu berpetualang yang singkat dan budget yang minim tidak menjadi sia-sia tanpa kegiatan yang jelas. Setiap hendak bepergian informasi yang saya butuhkan antara lain kegiatan apa saja yang akan dilakukan, tempat mana saja yang akan dikunjungi, bagaimana transportasi menuju daerah tujuan, dan kebutuhan khusus apa yang kira-kira akan dibutuhkan, dan semua hal itu saya yang bertanggung jawab mengurusnya. Teman-teman saya hanya tinggal duduk manis dan mengikuti apa saja yang saya lakukan. Beberapa kali saya melontarkan keinginan, “Gantian dunk yang jadi TL jalan-jalannya. Aku juga kan pengen liburan tinggal duduk manis.” Kali lain saya juga pernah menyampaikan angan-angan saya pada teman saya, “Pengen deh sesekali liburan mewah, pakai topi gede terus duduk manis di atas yacht sambil minum jus jeruk dingin berpose ala artis-artis gitu.” Kedengarannya sih berlebihan sekali ya.

Nenek moyang teman saya pernah bilang kalau ucapan adalah doa. Saya rasa kadang-kadang ada benarnya. Ya seperti yang saya alami, ya saya bilang ada benarnya karena kali ini saya yang mengalami :D. Ketika ucapan-ucapan saya yang meluncur begitu saja seperti panah Arjuna pada akhirnya terwujud. Suatu sore saya mendapat kabar kalau teman saya mendapat hadiah jelajah nusantara dari salah satu pusat perbelanjaan dan mengajak saya untuk perjalanan gratis ini.. Dan yang lebih meluluhlantakkan hati ini adalah saya bisa memilih sendiri waktunya dan memilih salah satu daerah tujuan yang telah ditetapkan.. Pilihan destinasi yang ditawarkan adalah Jogja, Bromo, Belitung, Manado, Derawan, dan Labuan Bajo – Pulau Komodo. Wow ternyata begini rasanya menang undian, deg-degan dan sering senyum-senyum sendiri setiap waktu. 😀

Komodo Island

towards to Komodo Island

Saya langsung searching untuk mengecek destinasi mana yang paling mahal, mumpung gratis jadi harus pilih daerah tujuan dengan biaya akomodasi yang paling mahal. Meski gratis tapi tetep ngga mau rugi haha. Awalnya saya ngebet pengen ke Derawan, dengan alasan Derawan adalah The Second Raja Ampat dan biaya transportasi ke sana juga masih tergolong mahal. Tapi setelah difikir-fikir ke Derawan memakan waktu perjalanan yang cukup lama, harus beberapa kali ganti kendaraan. Akhirnya demi menghemat waktu perjalanan, diputuskan lah untuk memilih destinasi Labuan Bajo – Pulau Komodo.

towards to Komodo Island

towards to Komodo Island

Saya sudah banyak membaca tentang Labuan Bajo dan sudah paham betul transportasi menuju ke sana. Tapi saya masih fakir informasi tentang Pulau Komodo. Bila menyebut nama Flores yang langsung ada di benak saya adalah Pink Beach dan Labuan Bajo dengan segala keindahannya. Pink Beach lah yang paling ingin saya kunjungi. Saya fikir Pulau Komodo tidak jauh berbeda dengan taman nasional lainnya, hanya saja memiliki kelebihan karena dihuni binatang purba Komodo. Ternyata prasangka saya salah besar! Bumi Flores memang luar biasa. Sekitar tiga jam berlayar dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo setiap jengkalnya alam memanjakan saya dengan pemandangan yang tidak biasa. “Awesome” kalau orang bule bilang. Dan saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan keindahannya. Langit biru muda, air laut biru tua, lumba-lumba, perbukitan gurun savana di sepanjang perjalanan, kapal wisata yang lalu lalang semuany menakjubkan.

Komodo Island

Komodo Island

Dan perjalanan kali ini saya benar-benar merasakan nikmatnya jalan-jalan mewah, jadi ketagihan :D. Terbang dengan Garuda Indonesia yang fasilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Pesawat yang jarang saya lirik karena harganya yang diluar jangkauan ini akhirnya yang mengantarkan saya pulang pergi dari Jakarta hingga Labuan Bajo. Sejak mendarat di bandara Labuan Bajo hingga ketika hendak kembali lagi ke Jakarta semua ada yang melayani. Pak Martin dengan papan namanya seperti di film-film telah menunggu saya di depan bandara. Dan saya tidak pernah menjingjing tas saya sendiri, bahkan membuka pintu mobil pun dilakukan oleh pihak travel agent Garuda Indonesia Holiday. Empat kru kapal melayani kami dengan baik. Makanan selalu memenuhi meja, meskipun dimasak oleh laki-laki tapi nikmatnya harus mendapat pengakuan. Pisang goreng dan secangkir teh manis juga selalu tersedia di meja. Alam semesta pun mendukung dengan langitnya yang manghadirkan pelangi, bintang-bintang, dan full moon yang luar biasa malam itu. Jika selama ini saya selalu mencari penginapan dengan harga termurah, bahkan kadang-kadang tidur di teras masjid, tapi hari ini saya menikmati fasilitas hotel bintang empat dengan free alias gratis! Dan living on board yang konon mahal juga bisa saya nikmati dengan free free free.. Wow! I feel like a rich girl for 3 nights! That day was an absolutely gorgeous day in my life!

Towards to Labuan Bajo

Towards to Labuan Bajo

Itu lah salah satu mimpi saya yang menjadi nyata tanpa kerja dan usaha sama sekali untuk mewujudkannya. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak terjadi, maka terjadilah! Sejak saat itu saya berhati-hati saat berucap. Saya berusaha sebisa mungkin mengucapkan kata-kata yang baik ‘ingat ucapan adalah doa meski kadang diucapkan dengan tidak serius :D’‘, agar jika malaikat lewat saat kita berucap maka perkataan baik itulah yang Tuhan jadikan nyata.

Happy dreaming!

La Prima Hotel

La Prima Hotel

Please VOTE for Me

Kita semua bisa menjadi reporter yang bisa membantu orang lain dgn postingan di sosial media.
“The Most Inspiring Social Media Reporter” adalah hasil karya dengan jumlah voting tertinggi pada setiap kategori.
Dan buat yang berhasil menjadi “The Most Inspiring Social Media Reporter” berhak mendapatkan hadiah menjelajahi Asia! 😀 Semoga mimpi kali ini pun menjadi nyata.
Voting hasil karyaku sudah bisa dimulai dari hari inii lho!!
Periode voting adalah : 22 Okt – 10 Nov 2014.
Teman bantu aku  untuk mewujudkan mimpiku dengan memberikan VOTE.
Voting bisa dilakukan dengan cara, yaitu :
Buat voters kamu yang paling aktif, berhak mendapatkan hadiah Gadget keren dari !

IMG_30401 Screenshot 2014-10-23 12.25.522 Screenshot 2014-10-23 12.23.50 Screenshot 2014-10-23 12.24.22

Vote via online bisa dilakukan di http://telkomsel.com/youreverydaydiscoveries

Dunia Rahmi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua yang telah memberikan VOTE nya.

Labuan Bajo – Menyentuh Bumi Flores

Labuan Bajo – Menyentuh Bumi Flores

Labuan Bajo merupakan ibu kota dari Kabupaten Manggarai Barat yang terletak di ujung barat Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelabuhan kecil Labuan Bajo merupakan salah satu pintu gerbang menuju Pulau Komodo habitat asli reptilia komodo (Varanus komodoensis).

8 Agustus 2014, perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 07.00 pagi. Dan rasanya masih seperti mimpi hari itu pukul 14.00 akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Penerbangan dengan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Denpasar lalu Labuan Bajo meskipun memakan waktu cukup lama namun tidak terasa membosankan. Fasilitas dan pelayanan maskapai kebanggaan Indonesia ini cukup sebanding dengan harganya, dan kali ini saya menikmati ini semua dengan GRATIS 😀 Selama penerbangan Jakarta – Denpasar saya memilih menonton acaranya Ramon Y. Tungka dan Tim 100 Hari Keliling Indonesia, sesekali bermain game dan sesekali memandang keindahan panorama alam Indonesia yang samar terlihat dari ketinggian. Pemandangan alam yang terlihat dari ketinggian terbang pesawat khususnya selama penerbangan dari Denpasar menuju Labuan Bajo luar biasa indah, pulau-pulau dan laut terlihat cukup jelas. Benar-benar pemandangan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan penerbangan menuju Sumatera yang lebih sering tak terlihat apa-apa selain awan putih yang tentu saja tak kalah indahnya.

Pemandangan Denpasar - Labuan Bajo

Pemandangan Denpasar – Labuan Bajo

Bandara Labuan Bajo

Bandara Labuan Bajo

Ini kali pertama saya mengunjungi kepulauan Nusa Tenggara, dan sekaligus pertamakali merasa terasing di negeri sendiri. Karena sejak di pesawat hingga di Bandara Labuan Bajo jarang sekali saya temui wisatawan lokal, sekitar 80% lebih adalah wisatawan asing. Bahkan penumpang pesawat Garuda dari Denpasar ke Labuan Bajo yang datang sebagai wisatawan lokal hanya saya dan teman saya saja, dua keluarga penduduk lokal Labuan Bajo, dan sisanya wisatawan asing. Ini merupakan pemandangan baru buat saya, berwisata di negeri sendiri namun didominasi wisatawan asing. Dan semua ini tentu saja disebabkan biaya perjalanan yang sangat mahal.

Perjalanan kali ini terasa luar biasa istimewa, karena kegiatan jelajah nusantara ke Labuan Bajo – Pulau Komodo ini dibiayai oleh Carrefour dan seluruh kegiatan telah diatur oleh Garuda Indonesia Holiday. Setelah tiba di Bandara Labuan Bajo yang masih dalam proses renovasi kami langsung dijemput oleh pihak Garuda Indonesia Holiday yaitu Bapak Martin yang bertugas sebagai guide, dan kami langsung diantar menuju tempat penyewaan alat snorkeling. Setelah menikmati Labuan Bajo dari atas, kami lalu menuju pelabuhan untuk langsung menaiki kapal menuju Pulau Komodo. Proses menaiki kapal ini cukup dramatis, yang pertama ketika akan menaiki kapal saya dibuat agak deg-degan luar biasa. Bayangkan saja saya hanya berdua dengan teman saya yang juga perempuan, dan kami harus naik kapal dan juga bermalam di kapal bersama lima laki-laki kru kapal dan guide penduduk asli Flores. Kesan pertama sangat menyeramkan melihat wajah mereka terutama sang kapten kapal, tidak ada kesan ramah ditambah faktor bahasa yang tidak saya mengerti. Dan ternyata kesan pertama memang tak selalu benar, mereka para kru kapal sangat ramah dan baik, sang kapten ternyata seorang yang berwajah Rambo tapi berhati Rinto. Hal dramatis ke dua adalah kami harus turun dari atas pelabuhan menuju kapal dengan mnggunakan tangga yang hampir berdiri tegak 180° dan kondisi kapal yang terus bergoyang dihempas ombak. Ini cukup mengerikan meski tak sedramatis hal yang pertama. 😀

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Bersama Kru Kapal

Bersama Kru Kapal

Suasana pelabuhan juga sedang dalam proses renovasi. Menurut informasi dermaga angkutan barang seperti peti kemas dan lain-lain akan dipindahkan ke tempat lain, jadi Labuan Bajo akan digunakan untuk angkutan penumpang atau wisatawan saja. Kota Labuan Bajo tidak seramai yang saya banyangkan, benar-benar hanya sebuah kota kecil. Saya fikir daerah ini ramai seperti tempat wisata pada umumnya yang dipenuhi pedagang oleh-oleh dan makanan khas. Ternyata sangat sulit menemukan toko yang menjual oleh-oleh di sini, pasar lebih didominasi oleh tempat penyewaan alat snorkeling atau diving dan toko-toko kelontong seperti pasar tradisional pada umumnya. Pada malam hari penjual makanan pun tidak terlalu banyak, hanya ada beberapa penjual bakso, nasi goreng, rumah makan padang, dan penjual gorengan. Setiap suduk kota banyak tukang ojeg yang siap mengantar kita kemana saja dengan biaya terjangkau.

Kota Labuan Bajo

Kota Labuan Bajo

Setelah kembali dari Pulau Komodo kami menginap di hotel La Prima Labuan Bajo, dan fasilitas menginap di hotel pun kami nikmati secara gratis. Hotel ini terletak cukup jauh dari Pelabuhan dan pasar, dan pada malam hari suasana sangat sunyi ditambah belum banyaknya lampu penerang jalan. Meskipun kecewa tidak bisa menikmati matahari tenggelam dari Labuan Bajo yang terkenal indah, tapi saya cukup terhibur dengan pemandangan yang tampak dari jendela hotel tempat kami menginap. Liburan gratis dan mewah ini memberikan banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru buat saya. Dan membuat saya ingin kembali lagi ke bumi NTT untuk mengunjungi Sumba yang konon keindahannya juga sangat menakjubkan. *dream and pray*

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

“Simpan mimpimu dalam hati, genggamlah dengan erat, dan biarkan Tuhan yang mewujudkannya untukmu©duniarahmi

Pantai Pangandaran Masih Punya Pesona

Pantai Pangandaran Masih Punya Pesona

Hello Pangandaran,

@Sunrise Pangandaran

@Sunrise Pangandaran

Pantai Pangandaran adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kabupaten Pangandaran (pemekaran dari Kabupaten Ciamis) yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, tepatnya di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Tempat wisata ini sudah terkenal sejak dulu dan merupakan tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi oleh orang-orang khususnya dari pulau Jawa. Pada saat musim liburan tempat wisata ini selalu dipenuhi oleh lautan manusia yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Hal ini yang membuat saya memandang pantai ini dengan sebelah mata, saya meragukan daya tariknya. Karena jika pantai sudah dijamah banyak manusia pastilah lambat laun tempat itu akan dipenuhi dengan sampah. Meskipun demikian saya cukup penasaran, ada beberapa teman saya yang tak bosan-bosan mengunjungi pangandaran setiap libur panjang tiba.

©duniarahmi

©duniarahmi

©duniarahmi

©duniarahmi

17 Mei 2014 yang lalu untuk pertamakalinya saya mengunjungi pantai Pangandaran. Seperti yang saya duga, tempat wisata ini jauh dari kata terawat. Pedagang bejajar tidak beraturan di pinggir pantai, agak sulit menemukan pinggir pantai yang sepi di pantai utama ini. Sampah plastik di mana-mana, pasir yang hampir mirip dengan tanah. Memang ada kawasan yang berpasir putih, tapi tempat itu harus ditempuh dengan melewati cagar alam atau menyebrang dengan menggunakan kapal. Dan tentu saja kawasan itu pun sangat ramai meski tak seramai pantai utama. Dan yang lebih menyedihkan ketika saya mencoba snorkeling di satu tempat yang sudah cukup jauh dari pinggir pantai, ternyata di sana pun tak luput dari sampah plastik. Bagaimana bisa laut seluas ini telah dipenuhi dengan sampah. Ini benar-benar menyedihkan buat saya. Menyedihkan sekali, pantai sesempurna ini tidak dirawat dengan baik. Harus bagaimana lagi menyadarkan orang-orang ini agar bisa menjaga kebersihan lingkungan.

Selain pantai, kawasan ini juga memiliki cagar alam yang kebanyakan dihuni oleh monyet dan rusa. Jika bosan dengan pantai utama pangandaran yang selalu ramai, cagar alam ini bisa dijadikan alternatif untuk menghirup udara segar dan bersantai sejenak dari kegaduhan. Ketika masuk cagar alam ini pengunjung disarankan untuk tidak membawa makanan dan minuman, karena monyet-monyet di sini sangat aktif dan akan merebut makanan yang dibawa pengunjung.

Cagar Alam Pangandaran

Cagar Alam Pangandaran

Cagar Alam Pantai Pangandaran

Cagar Alam Pantai Pangandaran

Terlepas dari segala kekurangannya, ternyata benar saja tempat ini menyimpan daya tarik yang cukup kuat. Di pantai ini kita bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam di tempat yang sama. Dan yang paling menarik menurut saya di kawasan ini banyak pedagang makanan terutama hidangan laut dengan harga cukup terjangkau. Pembeli bisa memilih sendiri ikan, kepiting atau udang segar lalu penjual akan memasaknya sesuai bumbu yang dipilih pembeli. Dan hal ini sangat menyenangkan jika dinikmati bersama teman-teman atau keluarga. Hal lain yang membuatnya menarik menurut saya antara lain karena di tempat ini sudah tersedia berbagai macam fasilitas seperti ATM, penerangan jalan, kendaraan umum, penyewaan berbagai bentuk sepeda atau becak, dan berbagai macam jenis permainan olahraga air (water sport) . Di sini juga ada banyak pilihan penginapan dari yang murah hingga yang mahal, dari yang ala backpacker hingga hotel berbintang, tinggal pilih saja harga bisa ditawar dan tidak perlu booking jauh-jauh hari. Banyaknya pedagang oleh-oleh dan makanan juga membuat tempat ini semakin menarik dan layak dikunjungi. Tempat ini menurut saya memang kurang cocok bagi yang membutuhkan tempat liburan yang sepi dan tenang, tapi sangat cocok bagi yang ingin berlibur bersama keluarga atau teman-teman. Banyak hal seru yang bisa dilakukan di sini, selain menikmati alam, tempat ini pun menjanjikan kita untuk bisa menikmati kebersamaan.

Seafood Pangandaran

Seafood Pangandaran

We are..!

We are..!