Pesona Jambi Yang Terlewatkan

Pesona Jambi Yang Terlewatkan

IMG_9579

Jambi, salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera bagian tengah. Di bagian selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan di sebelah barat berbatasan dengan Sumatera Barat dan Bengkulu. Perjalanan menuju Jambi bisa di tempuh melalui jalur darat dan juga udara. Lama perjalanan darat menggunakan bus kurang lebih 25 jam dengan jarak tempuh Jakarta – Jambi sekitar 895 KM. Memang membutuhkan waktu yang lama jika menggunakan kendaraan umum dikarenakan jalan berkelok-kelok. Jika menggunakan jalur udara dari Jakarta waktu yang dibutuhkan hanya 1 jam 15 menit.

Maskapai yang melayani penerbangan Jakarta – Jambi yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air atau Nam Air, Citilink, dan Wings Air. Selain dari dan menuju Jakarta, bandara Sultan Thaha Jambi juga melayani penerbangan dari dan menuju Batam, Pekanbaru, dan Palembang. Dan selain bandara Sultan Thaha yang berada di ibu kota, provinsi Jambi juga memiliki bandara Muara Bungo yang terletak di Rimbo Tengah, Kabupaten Muara Bungo. Bandara ini melayani penerbangan Jakarta – Muara Bungo, Jambi – Muara Bungo dan sebaliknya. Lion Air adalah maskapai yang melakukan penerbangan Jakarta – Jambi paling sering, yaitu enam kali sehari.

Jambi kurang bertaring dalam industri pariwisata. Jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah tetangganya Sumatera Barat. Masyarakat Indonesia sepertinya kurang tertarik berkunjung ke Jambi entah karena pemerintah yang belum maksimal mengembangkan sektor pariwisata, entah karena sebagian besar orang mengindentikkan keindahan alam dengan pantai, air terjun, danau, atau perbukitan. Sebenarnya jika mau menelisik lebih jauh, selain gunung Kerinci, Jambi juga punya pesona yang patut diperhitungkan.

Sungai Batanghari Dan Alirannya

Saat berkunjung ke Jambi kita akan menemui banyak jembatan dan sungai besar maupun kecil tersebar di berbagai daerah. Jambi merupakan daerah yang memiliki banyak sungai, salah satunya sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera, yaitu sekitar 800 km. Ada 22 sungai yang terdiri dari 12 sungai induk dan 10 anak sungai, dan semua sungai tersebut bermuara ke sungai Batanghari. Anak sungai yang menjadi aliran sungai Batanghari antara lain: Sungai Batang Merao, Batang Ning, Batang Manungkal, Batang Lempur, Batang Tabir, Batang Merangin, Batang Limun, Batang Asai, Batang Pelepat, Batang Jujuhan, Batang Bungo, Batang Tebo, dan lain-lain.

Salah satu usaha pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata sungai Batanghari adalah dengan membangun Jembatan Pedestrian atau jembatan khusus penyebarangan orang yang memilik lebar 4,5 meter dan membentang sepanjang 503 meter di atas Sungai Batanghari, kota Jambi. Pada momen-momen peringatan kemerdekaan Indonesia atau HUT kota Jambi biasaya warga atau pemerintah setempat mengadakan lomba pacu perahu tradisional dibeberapa sungai besar di Jambi. Meskipun sungai-sungai besar lain di Jambi telah banyak mengalami sedimentasi akibat aktifitas pertambangan dan eksploitasi hutan, Batanghari dan alirannya masih merupakan pesona alam yang bisa kita jelajahi. Sungai-sungai besar dan kecil tersebar di pelosok daerah masih meyimpan keindahan. Kekayaan hasil sungai juga masih bisa kita nikmati. Sungai merupakan bagian pesona alam Indonesia yang masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

 

Tebo Yang Belum Tersentuh Pembangunan

Beberapa daerah di provinsi Jambi masih banyak yang jauh dari sentuhan pembangunan, Kabupaten Tebo salah satunya. Tebo merupakan pemekaran Kabupaten Bungo Tebo pada tanggal 12 Oktober 1999.Masih daerah ini banyak ditemukan jalan-jalan tak beraspal dan tanpa lampu penerangan jalan. Listrik tidak selalu menyala 24 jam, selalu saja padam diwaktu-waktu yang tidak beraturan. Di beberapa daerah penduduk bahkan harus mempunyai kendaraan sendiri untuk menunjang mobilitasnya, karena hampir tidak ada kendaraan umum yang beroperasi. Untuk persediaan air bersih kebanyakan penduduk memiliki sumur sendiri.

Sebagian besar masyarakat Tebo bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan. Karet dan kelapa sawit menjadi tanaman perkebunan terbanyak bahkan masih terus bertambah. Tidak heran jika sepanjang jalan bahkan di sekitar rumah penduduk banyak ditemukan kebun karet dan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit meskipun kadang menjadi salah satu permasalahan daerah, tapi dapat juga menjadi pemandangan alam yang indah. Ya menurut saya setidaknya daerah ini masih dipenuhi pepohonan dan bukan gedung-gedung pencakar langit. Saya pribadi sangat suka bermain di perkebunan, karena sejuk dan banyak aliran sungai yang jernih.

IMG_9575

Perkebunan Sawit Sejauh Mata Memandang

Selain berkebun, penduduk asli Jambi juga gemar beternak sapi dan kerbau. Sistem pemeliharaanya masih tradisional yaitu sistem lepas tanpa kendali. Tidak jarang kita harus berbagi jalan dengan binatang ternak. Ini adalah hal unik yang mungkin tidak ditemuai di kota-kota besar lain. Ada istilah di kalangan masyarakat Jambi yaitu “Umo bekandang siang sapi bekandang malam pagar tigo sebeban.” Artinya sawah dan ladang harus dipagar yang kuat, jika ternak masuk sawah/ladang pada siang hari maka ternak tidak boleh disalahkan. Itu masih berlaku hingga sekarang.

IMG_6653

Berbagi Jalan Dengan Ternak

Jadi, menurut saya pesona alam Indonesia bukan hanya keindahan pantai dan gunung. Tapi segala bentang alam termasuk segala unsur yang ada di dalamnya adalah kekayaan dan pesona alam Indonesia yang patut kita banggakan. Jika kalian ingin merasakan suasana alam yang tak tersentuh pembangunan; kehidupan masyarakat yang masih memegang erat adat dan budaya maka berkunjunglah ke pedalaman Jambi.

Galeri pesona Jambi :

 

 


Advertisements
Menjelajahi Kuliner Negeri Laskar Pelangi

Menjelajahi Kuliner Negeri Laskar Pelangi

Sudah tahu liburan akhir tahun ini mau kemana? Jika belum, cobalah untuk mengunjungi Belitung negerinya para Laskar Pelangi. Daerah seribu pantai penghasil timah ini memang tidak diragukan lagi keindahan alamnya. Destinasi wisata alam yang menjadi primadona antara lain Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya, Pantai Pasir dengan bintang lautnya, Pulau Batu Berlayar, Pantai Laskar Pelangi yang merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi, dan lain-lain. Sedangkan wisata sejarah, pendidikan, dan budaya yang terkenal di Belitung antara lain Vihara Budhayana Dewi Kwan Im, Sanggar Batik De Simpor, Museum Kata Andrea Hirata, Rumah Adat, replika SD Muhammadiyah Gantong, dan lain-lain.

Selain wisata alam dan kebudayaan, Belitung juga memiliki kekayaan kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Belitung. Perkembangan kuliner setiap daerah berbeda-beda dipengaruhi oleh faktor geografis, kebudayaan, sumber daya alam, dan lain-lain. Kuliner Belitung sendiri memiliki pengaruh dari budaya Melayu dan Cina. Beberapa kuliner yang sempat saya coba saat ke Belitung antara lain :

Mie Belitung “Atep”

Berkunjung ke Belitung tidak mabrur tanpa mencicipi Mie Belitung “Atep”. Lokasinya ada di Jl. Sriwijaya No. 27, Tanjung Pandan.  Atep sendiri konon merupaka nama seorang wanita pemilik kedai  keturunan Tionghoa. Kedai ini telah dikelola turun temurun lebih dari 40 tahun. Tidak heran jika mie belitung mendapat pengaruh kuat dari cita rasa Cina. Kuliner Mie belitung merupakan sajian mie kuning dengan udang, potongan tahu, kentang rebus, mentimun, tahu, tauge, emping melinjo, lalu disiram kuah kental dari kaldu udang berwarna kecoklatan. Setelah mencicipi satu sendok kuah mie belitung rasanya memang berbeda dengan kebanyaka mie yang lain. Jika kebanyakan mie berasa gurih maka mie belitung memiliki cita rasa asam manis. Pertama mencicipi rasanya memang sedikit asing di lidah. Tapi setelah dicampur dengan sedikit sambal rasanya menjadi lebih nikmat. Kaldu udang yang terasa sedikit amis pun bisa diimbangi dengan segarnya potongan timun. Mie Belitung Atep memang pantas dicoba untuk siapapun yang mengunjungi negeri Laskar Pelangi ini.

006

Mie Belitung Atep

Sup Ikan “Gangan”

Belitung merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak pantai. Tentu saja daerah ini juga memiliki hasil laut yang melimpah, ikan salah satunya. Daerah ini memiliki olahan ikan yang berbeda dengan derah lain pada umunya, yaitu sup ikan atau dikenal dengan ‘gangan’. Sup berwarna kuning ini merupakan olahan ikan segar diracik dengan bumbu sederhana yang menawarkan rasa gurih, asam, dan pedas. Bumbunya antara lain adalah kemiri, bawang merah, bawang putih, lengkuas, cabe rawit, jeruk nipis, dan kunyit yang membuat kuah sup berwarna kuning. Jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan Ketarap segar dengan tekstur daging yang renyah dan empuk. Selain ikan, sup ini juga diberi irisan buah nanas yang merupakan ciri khas kuliner Melayu. Bisa dibayangkan rasa gangan ini, asam manis dari buah nanas, pedas dari cabe rawitnya, dan gurih dari kaldu ikannya. Rasanya sederhana tapi nikmat. Jika kalian mengunjungi Belitung pastikan untuk mencicipi Gangan. Menu ini tidak sulit untuk ditemukan, karena ada di hampir semua tempat makan. Saya mencicipi gangan ini di Fega Seafood Restaurat yang terletak di tepi Danau/Kolong Bendung di Jalan Jendral Sudirman, Manggar, dan juga di rumah makan Belitong Timpok Duluk, Kampung Parit.

IMG_4879

Sup Ikan “Gangan”

Kopi Ake

Belitung terkenal dengan budaya ngopi warganya. Terbukti dengan banyaknya warung kopi di kota ini. Kedai Kopi Ake salah satunya. Katanya Ake merupakan kedai kopi tertua di Tanjung Pandan. Kedai ini dikelola oleh warga keturunan Tionghoa sejak tahun 1922. Menurut cerita yang beredar, kebiasaan ngopi dimulai oleh warga Tionghoa yang bekerja sebagai kuli tambang timah. Mereka biasa berkumpul untuk minum kopi sambil mengobrol sebelum dan setelah pulang kerja. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari kopi di sini, hanya kopi hitam ditambah sedikit susu. Rasanya sama saja dengan kopi di daerah Sumatera yang lain. Tapi ngopi bagi masyarakat Belitung bukan hanya soal rasa, melainkan momen untuk saling bercerita dan tukar informasi. Seperti yang diungkapkan oleh Andrea Hirata, “Kopi bagi orang Melayu, rupanya bukan sekedar air gula, berwarna hitam, tapi pelarian dan kegembiraan. Segelas kopi bak dua gelas teguk kisah hidup.Bubuk hitam yang larut disiram air mendidih, pelan-pelan mengungkapkan rahasia nasib.” Kini warung kopi di Belitung telah menjadi salah satu daya tarik wisata. Katanya tak lengka mengunjungi Belitung tanpa mencicipi kopinya. Jadi, pastikan mencicipi secangkir kopinya lalu resapi filosofi kopi orang Melayu saat ke Belitung.

IMG_5230

Waroeng Kopi Ake

Untuk menuju Belitung kita bisa menggunakan jalur udara. Beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta menuju bandara Tanjung Pandan yaitu, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Sriwijaya Air merupakan maskapai yang melayani penerbangan Jakarta – Belitung sebanyak tiga kali dalam sehari. Untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo termurah saya biasa pesan melalui website atau aplikasi mobile di android. Proses pemesanannya sangat mudah. Yang kita perlukan hanyalah jaringan internet dan metode pembayaran seperti kartu kredit/debit dan transfer bank. Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkunjung ke Belitung dan jelajahi kulinernya. Ingat kuliner merupakan salah satu warisan kekayaan dan kebanggaan bangsa yang harus terus dijaga keeksistensiannya. Aku cinta kuliner Indonesia, Aku cinta Indonesia.

Galeri kuliner Belitung lainnya :

Itinerary Menjamah Bali 3H2M

Itinerary Menjamah Bali 3H2M

20160407_102546 (2)

Salah Satu Icon Bali

Bali adalah salah satu destinasi wisata paling popular di Indonesia. Hingga saat ini pulau yang terkenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini masih menjadi primadona di Indonesia. Bukan hanya menjadi primadona di negeri sendiri tapi juga terkenal di dunia. Bali memiliki banyak sekali pantai yang indah seperti Pantai Kuta, Sanur, Lovina, Pandawa, Padang Padang, Nusa Dua, Jimbaran, Karma Kandara, Pantai Tanah Lot, Dreamland, dan masih banyak lagi. Wisata lain yang sangat terkenal antara lain Pura Luhur Tanah Lot, Pura Besakih, Pura Uluwatu, Danau Berantan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana, Monumen Bardja Sandhi, Ubud, Kintamani, dan yang lainnya.

Bali memang merupakan tempat yang ideal untuk melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan yang kadang melelahkan. Bali akan memanjakan kita dengan wisata alamnya yang luar biasa, keramahan penduduknya, dan kebersihan kotanya. Tidak akan cukup waktu satu bulan untuk benar-benar menikmati seluruh sudut pulau ini. Tapi kali ini saya akan berbagi tips dan itinerary menjamah Bali Selatan yaitu  daerah yang memiliki tempat wisata indah dan terkenal di Bali. Bali Selatan ini mencakup area Kuta, Uluwatu, Nusa Dua, Jimbaran, Ungasan, Pecatu, dan area lainnya.

Hari Keberangkatan (Jumat Malam)

16.15 – 19.00 : Berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dan tiba di Ngurah Rai International Airport Bali menggunakan Lion Air.

19.00  –  20.00 : Check in, bersantai dan istirahat di penginapan.

Catatan:

  • Pilihlah keberangkatan pada hari jumat sore atau malam agar tidak terlalu banyak mengambil cuti dari pekerjaan.
  • Agar dapat langsung beristirahat di penginapan ada baiknya untuk memesan penginapan melalui pegipegi.com sebelum hari H. Saya sendiri memilih untuk mencari penginapan yang tidak jauh dari bandara atau pun di sekitar Kuta. Banyak sekali penginapan di sekitar Kuta, mulai dari yang mahal hingga yang murah. Misalnya The Kubu Hotel yang memiliki harga dibawah IDR 200.000 dan terletak di Jalan Poopies, Kuta Legian.
  • Gunakan taksi bandara untuk menuju penginapan. Tarif taksi dari bandara menuju Kuta berkisar antara IDR 45.000 hingga IDR 50.000.

 

Hari Pertama (Sabtu)

Hari pertaman di Bali kita akan mengunjungi daerah wisata yang tidak biasa dikunjungi oleh wisatawan, yaitu Denpasar dengan menggunakan sepeda motor.

06.30 – 07.30 : Sarapan pagi dan siap-siap menuju Denpasar.

08.30 – 10.00 : Mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi).

10.30 – 12.00 : Mengunjungi Museum Lukisan Sidik Jari dan makan siang.

12.30 – 14.00 : Mengunjungi Museum Bali Denpasar. 

15.00 – 17.30 : Mengunjungi Tanah Lot dan menunggu sunset.

18.00 – 20.00 : Makan malam, kembali ke penginapan, dan istirahat.

Catatan:                                          

  • Penginapan di Bali sebagian besar menyewakan sepeda motor dengan tarif IDR 50.000 per hari. Kita juga bisa mengembalikan sepeda motor di bandara tegantung kesepakatan.
  • Perjalanan dari Kuta ke Denpasar memakan waktu sekitar 30 – 50 menit.
  • Monumen Bajra Sandhi terletak di Jalan Raya Puputan No. 142, Denpasar Timur. Tiket masuk untuk WNI adalah IDR 10.000. Seperti Monas, monumen ini berfungsi sebagai tugu peringatan.
  • Museum Lukisan Sidik Jari terletak di Jalan Hayam Wuruk 175/201. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Di dalam museum terdapat café dan wantilan untuk beristirahat. Dalam museum ini menyediakan tempat untuk mendalami seni Bali seperti lukis dan tari.
  • Museum Bali Denpasar terletak di Jalan Mayor Wisnu Denpasar. Museum ini menyimpan banyak sekali pengetahuan tentang peradapan manusia terutama masyarakat Bali.
  • Dari Denpasar menuju Tanah Lot jaraknya cukup jauh, sekitar 18 KM dan memakan waktu sekitar 1 jam. Tapi perjalanan tersebut tidak akan membosankan karena kita akan disuguhi pemandangan persawahan dan kebun. Dan rasa lelah juga akan terbayar setelah kita sampai di Pura Tanah Lot. Sore hari yang cerah antara pukul 16.00 – 19.00 adalah waktu yang tepat untuk menikmati keindahan sunset di Tanah Lot.

 

Hari Kedua (Minggu)

Hari kedua masih dengan sepeda motor kita akan mengunjungi Bali selatan dan bermain air di pantai-pantainya. Perjalanan kita mulai dari tempat yang paling dekat dengan Kuta.

06.30 – 07.30 : Sarapan pagi dan siap-siap menuju Bali Selatan.

08.00 – 09.30 : Mengunjungi Garuda Wisnu Kencana

10.00 – 12.00 : Bermain air di pantai Padang Padang

12.30 – 14.00 : Mengunjungi pantai Pandawa dan makan siang   

15.00 – 17.30 : Mengunjungi Pura Luhur Uluwatu

18.00 – 20.00 : Makan malam, Kembali ke penginapan, dan istirahat

Catatan:

  • Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih dikenal dengan GWK adalah sebuah taman budaya yang berada di Jalan Raya Uluwatu, desa Ungasan. Daya tarik utamanya adalah Patung Garuda Wisnu yang berukuran besar yang di pahat oleh seniman terkenal I Nyoman Nuarta. GWK buka dari jam 08:00 – 22:00 dengan harga tiket IDR 60.000 per orang.
  • Pantai Padang Padang dikenal juga dengan pantai Labuan Sait, merupakan salah satu lokasi syuting film Hollywood Eat Pray Love, yang dibintangi Julia Robets. Lokasinya berada di Jalan Labuan Sait, desa Pecatu sekitar 30 menit dari GWK. Tiket masuknya adalah IDR 5000 saja. Di sini kita akan bermain air sepuasnya. Pantai ini masih sepi pengunjung jadi kita bisa bebas menikmatinya.
  • Pantai Pandawa salah satu pantai berpasir putih yang wajib dikunjungi. Pantai ini sangat ramai pengunjung, dan banyak terdapat tempat makan di sekitarnya. Jadi kita akan makan siang sambil menikmati pemandangan pantai. Setelah makan siang kita dapat bermain air dengan menyewa kano seharga IDR 25.000 per orang, durasi 1 jam. Harga tiket masuk ke kawasan Pandawa ini adalah IDR 8000 per orang.
  • Pura Luhur Uluwatu terletak di di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. Pura Uluwatu terletak di atas bukit karang dengan ketinggian 97 meter di atas permukaan laut. Di sini kita bisa menyaksikan tarian Kecak Uluwatu yang biasanya dipentaskan pada pukul 18.00-19.00. Di sekitar tempat parkir banyak penjual makanan dan minuman, jadi tidak perlu khawatir jika tidak membawa makanan. Tiket masuk kawasan ini adalah IDR 20.000. 

 20160407_122246

Hari Ketiga (Senin)

Hari ketiga masih dengan sepeda motor kita akan mengunjungi tempat yang tidak terlalu jauh dari kuta dan mencari oleh-oleh.

05.00 – 07.30 : Mengejar matahari terbit dan bersantai di Sanur.

08.30 – 10.30 : Belanja oleh-oleh.

11.00 – 12.00 : Kembali ke penginapan dan siap-siap check out.

12.30 – 13.30 : Makan siang di sekitar Kuta  

14.00 – 16.00: Jalan-jalan di sekitar Kuta dan Legian

16.30 – 18.00 : Bersantai di pantai Kuta menikmati sunset.

18.30 – 19.00 : Menuju bandara Ngurah Rai dan kembali ke Bandung.

Catatan :

  • Untuk bisa menikmati sunrise di Sanur kita harus bangun lebih pagi. Perjalanan dari Kuta ke Sanur sekitar 15 – 30 menit.
  • Check out jam 12, tapi kita bisa menitipkan barang kita dulu dan mengambilnya sore hari saat mengembalikan motor dan bersiap menuju bandara. Untuk menuju bandara kita bisa menggunakan taksi atau minta diantar oleh pihak penginapan dengan tarif sekitar IDR 50.000

Menjelajahi Bali menggunakan sepeda motor menurut saya lebih menyenangkan. Yang penting dari sebuh perjalanan adalah Enjoy every trip and make it fun. Setelah pulang liburan semoga mood dan semangat kita bisa kembali lagi.

page1

Pedestrian & Gentala Arasy Ikon Baru Kota Jambi

Pedestrian & Gentala Arasy Ikon Baru Kota Jambi

 

IMG_20160110_133154

Jembatan Pedestrian

Jambi adalah salah satu kota sederhana di pulau Sumatera. Namanya tidak terlalu diperhitungkan dalam urusan wisata. Dan belum menjadi tempat favorit para wisatawan lokal apalagi mancanegara. Potensi wisata jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah tetangganya yaitu Sumatera Barat, apalagi jika dibanding dengan Lombok, Bali, ataupun Flores. Jika ditanya wisata apa yang terkenal di Jambi? Jawabannya tidak jauh dari gunung Kerinci, sungai Batanghari, dan kawasan Suku Anak Dalam. Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di pulau Sumatera sekitar 800 km. Di Jambi ada sekitar 22 sungai yang terdiri dari 12 sungai induk dan 10 anak sungai, dan semua sungai tersebut bermuara ke sungai Batanghari. Suku Anak Dalam atau Orang Rimba atau dikenal juga dengan Suku Kubu adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Namun ketiga potensi wisata unggulan tersebut masih belum terlalu banyak menarik wisatawan lokal maupun asing. Padahal tempat wisata di Jambi menawarkan pemandangan indah dengan banyaknya keunikan alam dan budaya yang dimilikinya.

Seperti daerah lain, pemerintah Jambi pun terus berusaha membangun dan mengembangkan potensi wisata yang telah ada untuk menarik lebih banyak wisatawan yang berkunjung. Dan yang baru-baru ini diresmikan oleh Wakil Presiden (wapres) Jusuf Kalla tepatnya tanggal 28 Maret 2015 yang lalu adalah Jembatan Pedestrian atau jembatan khusus penyebarangan orang. Jembatan ini memilik lebar 4,5 meter dan membentang sepanjang 503 meter di atas Sungai Batanghari, kota Jambi. Jembatan Pedestrian dibangun dengan konsep konstruksi cable stayed/kabel penahan yang ditopang oleh 2 buah tiang pancang setinggi 60 meter. Pembangunannya menghabiskan dana sekitar 77 milyar dan memakan waktu sekitar dua tahun. Bentuknya yang menyerupai huruf “S” ini membuantnya unik dan berbeda dengan kebanyakan jembatan di Indonesia. Jika selama ini wisatawan hanya bisa menikmati keindahan Batanghari dari pinggir sungai saja. Kini panorama sungai Batanghari sebagai sungai terpanjang di Sumatera ini bisa dinikmati dari atas jembatan. Sensasi panjang dan derasnya aliran sungai Batanghari semakin bisa dirasakan dengan berjalan di atas jembatan yang menghubungkan dua wilayah yaitu Kota Jambi dan wilayah Sebrang Kota Jambi. Selain itu jembatan berkelok-kelok ini juga cocok digunaka sebagai tempat jogging sambil menikmati udara sejuk pagi hari. Dan pagi juga termasuk waktu yang ideal untuk mengabadikan keindahan sungai Batanghari dalam kamera.

Bersamaan dengan peresmian Pedestrian, kota Jambi juga meresmikan Menara Gentala Arasy (jam gadang Jambi). Letaknya berada tepat di ujung jembatan Pedestrian wilayah Seberang Kota Jambi, desa Mudung Laut, Kecamatan Danau Teluk yang merupakan kawasan cagar budaya. Gentala Arasy dibangun sejak tahun 2012 dan memiliki tinggi sekitar 32 meter. Pada lantai dasar menara Gentala Arasy tersebut terdapat museum mini yang menyimpan berbagai informasi tentang masuk dan berkembangnya agama Islam di Jambi. Dari atas ketinggian menara ini wisatawan juga bisa menikmati sungai Batanghari dan pemandangan alam kota Jambi secara keseluruhan. Lingkungan di sekitar Menara Gentala Arasy juga mulai menjadi sentra wisata kuliner lengkap dengan floating restaurant/restoran terapung yang siap memanjakan wisatawan dengan sajian kuliner khas Jambi. Sehingga pengunjung dapat bersantai menikmati keindahan alam sekaligus menikmati kuliner jambi dari pinggir sungai. Tentu saja hal ini membuat betah siapapun yang berkunjung ke tempat ini. Sore hingga malam hari adalah waktu yang sempurna untuk menikmati keindahan wisata baru di Jambi ini. Kini kedua bangunan mewah tersebut menjadi ikon wisata dengan konsep Waterfront City Park yang lengkap dengan kekayaan nilai religi, budaya, dan kuliner khas Jambi. Dan semua keindahan ini dapat kita nikmati secara gratis tanpa dipungut biaya.

Dua ikon baru wisata kota Jambi ini sangat mudah dijangkau, karena letaknya yang berada di pusat kota Jambi dan berada tidak jauh dari Bandara Sultan Thaha Jambi. Bandara Sultan Thaha terletak persis di pinggir jalan raya, sehingga aksesnya sangat mudah. Bandara Sultan Thaha melayani penerbangan dari dan menuju Ibu Kota Jakarta, Batam, Pekanbaru, dan Palembang. Maskapainya pun sudah cukup beragam, dari yang murah sekitar empat ratus ribuan hingga yang mahal sekitar satu jutaan. Maskapai tersebut antara lain adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air atau Nam Air, Citilink, dan Wings Air. Lama penerbangan dari Jakarta menuju Jambi sekitar 1 jam 15 menit saja.

Jarak tempuh ke dari Bandara Sultan Thaha ke pusat kota adalah sekitar 5-6 kilometer. Ada beberapa pilihan angkutan untuk menuju kota Jambi dan sekitarnya, termasuk ke jembatan Pedestrian dan Gentala Arasy. Yaitu antara lain:

  • Taksi Bandara. Taksi di bandara Sultan Thaha Jambi rata-rata belum dikelola dengan rapi. Sebagian besar taksi tidak menggunakan Argo dalam operasionalnya. Tarif taksi ditentukan berdasarkan tawar-menawar antara calon penumpang dan pengemudi. Tarif dari Bandara menuju Kota Jambi berkisar antara Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 100.000.
  • Bus Damri. Bus Damri di bandara Sultan Thaha tidak seperti di kota-kota lain yang berupa bus besar. Di sini Damri hanya berupa minibus Mitsubishi L-300. Tiket Damri dapat dibeli di counter pada pintu kedatangan di bandara. Jadwal keberangkatannya mengikuti jadwal pesawat yang mendarat. Adapun rute dan tarif bus damri
  1. Bandara Sultan Thaha –> Jambi Timur –> Petaling dan sekitarnya, Tarif Rp. 25.000,-
  2. Bandara Sultan Thaha –> Kotabaru –> Tempino dan sekitarnya, Tarif Rp. 30.000,-
  3. Bandara Sultan Thaha –> Telanai –> Mendalo dan sekitarnya, Tarif Rp. 35.000,-
  4. Bandara Sultan Thaha –> Telanai –> Aurduri dan sekitarnya, Tarif Rp. 40.000,-
  • Angkot dan Ojeg. Dan ini menurut saya angkutan yang paling praktis. Bila kita akan menggunakan Angkutan Kota atau Ojek kita dapat langsung berjalan keluar Bandara dan menunggu angkutan atau ojek yang ada di pinggir jalan halaman depan bandara. Tarif angkot adalah sekitar Rp. 3000 sedangkan tarif ojek sesuai kesepakatan antara Rp.5000 sampai dengan Rp. 10.000 tergantung kesepakatan tawar menawar.

Bagi yang berminat mengunjungi kota Jambi pada long weekeng awal Februari 2016 nanti, harga tiket yang paling murah berkisar 400ribuan dengan menggunakan maskapai Lion Air. Harga maskapai lain dapat langsung dicek di website www.vokamo.com. Selain menyediakan tiket pesawat, Vokamo.com juga menyediakan jasa sewa mobil dengan atau tanpa supir dengan harga yang hemat di kota Bali, Lombok, dan Balikpapan. Selain itu kita juga bisa memesan hotel dan paket makan di restoran melalui website Vokamo.

Ya, jika ditanya destinasi wisata mana lagi yang ingin saya kunjungi tahun ini, saya akan jawab ‘LOMBOK’. Lombok kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Indonesia setelah Bali. Daerah yang terletak di NTB ini memiliki pantai-pantai yang tidak kalah indahnya. Selain itu akses menuju Lombok juga semakin mudah. Beberapa maskapai dari Jakarta yang menuju Lombok antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Bahkan saat ini Citilink melayani rute dari Bandung langsung menuju Lombok dengan harga terjangkau. Ada beberapa destinasi wisata di Lombok yang ingin saya kunjungi. Salah satunya adalah Pulau-pulau Gili yang terletak di lepas barat laut Pulau Lombok. Ada tiga pulau di kawasan ini yang keindahannya tidak diragukan, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Pemandangannya sangat indah, pasirnya berwarna putih, dan biota lautnya beraneka ragam. Selain itu beberapa destinasi wajib seperti Pantai Kuta, Senggigi, Batu Bolong, Batu Layar, dan banyak tempat wisata lain di Lombok yang juga sayang jika dilewatkan.

Gallery Keindahan Provinsi Jambi

Pantai Merah Jambu di Timur Indonesia

Pantai Merah Jambu di Timur Indonesia

Pada suatu pagi di akhir pekan, salah satu acara jalan-jalan di televisi yang dibawakan oleh Ruben Onsu dan Luna Maya menampilkan episode menjelajahi pantai dengan pasir berwarna merah jambu. Pantai itu dikenal dengan nama ‘Pink Beach’, berada di kawasan Taman Nasional Komodo NTT. Pemandangan di sekitar pantai membuat saya takjub. Pantai dikelilingi oleh gurun savanna yang gersang dan hanya ada beberapa pohon saja. Sepertinya di sana sangat panas, itu yang pertama terfikir di benak saya.

Setelah kejadian pagi itu, saya mulai browsing menggali segala informasi tentang Pink Beach. Semua informasi rute perjalanan, penginapan, sewa kapal, penerbangan, dan harga tiket semua sudah lengkap. Tidak bisa dipungkiri memang butuh modal yang tidak sedikit untuk mengunjungi Pink Beach. Kita perlu menyewa kapal yang harga sewanya sekitar dua juta rupiah agar bisa menikmati sensasi bermalam di tengah laut. Selain itu tidak banyak penerbangan yang menuju Labuan Bajo sebagai salah satu pintu masuknya. Dari Jakarta kita harus transit dulu di Denpasar. Maskapai penerbangan dari Denpasar yang mencapai Labuan Bajo antara lain yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, dan Wings Air.

Impian saya untuk mengunjungi Pink Beach akhirnya dapat terwujudkan. Hari itu di bulan Agustus, Garuda Indonesia membawa saya menuju Denpasar, lalu dilanjutkan lagi menuju Bandara Labuan Bajo dengan pesawat Garuda Indonesia ATR 72 yang berukuran kecil. Setelah terbang sekitar satu jam lebih akhirnya sampai juga saya di Bandara Komodo Labuan Bajo. Owh Tuhan aku memuji Mu! Rasanya bisa menginjakkan kaki di Indonesia bagian timur ini luar biasa.

Dari bandara saya langsung menuju pelabuhan Labuan Bajo yang terkenal dengan keindahannya saat matahari terbenam. Setiba di dermaga kami langsung menaiki kapal dan siap berpetualang menjelajahi perairan Pulau Komodo. Tidak ada sejengkal pemandangan pun yang tidak membuat saya kagum. Airnya yang jernih, langit yang biru, pulau-pulau kecil yang bertebaran, dan bukit-bukit kokoh yang mengelilingi laut ini semuanya sangat mengagumkan.

Perahu mulai mendekati bibir pantai yang dari kejauhan terlihat jelas pasirnya berwarna pink. Ya Tuhan ini nyata! Saya telah sampai di tempat yang sudah lama saya impikan. Tapi sabar sebentar, karena untuk mencapai bibir pantai kita harus menyewa kapal kecil. Kapal besar tidak boleh mendekati bibir pantai dan tidak boleh melempar jangkar untuk melindungi koral-koral agar tidak rusak.

Kawasan Taman Nasional Komodo

Kawasan Taman Nasional Komodo

Pink Beach

Pink Beach

Setelah tiba di pinggir pantai saya langsung berenang dan mulai mengintip apa yang ada di balik air ini. Ikan yang berwarna-warni dan koral-koral yang terjaga dengan baik menambah pesona keindahan alam bawah laut pantai ini. Ombak cukup besar siang itu. Semakin berenang ke tengah semakin besar ombak menerjang tubuh saya. Lalu saya memutuskan istirahat sebentar di pinggir pantai. Nikmat sekali rasanya bisa bersantai di pantai yang indah dan sesepi ini. Bukit savanna yang gersang berdiri kokoh mengelilingi pantai ini. Cuaca panas yang sebelumnya saya bayangkan ternyata salah. Meskipun terlihat gersang tapi angin terus berhembus membuat udara terasa sejuk. Saya melihat bukit di sisi kanan tidak jauh dari pantai. Saya pun memutuskan untuk naik ke bukit tanpa alas kaki. Angin bertiup kencang di sana. Pemandangan menakjubkan terlihat jelas. Pasir yang berwarna pink dan gradasi warna air laut sungguh mempesona. Mahakarya yang Tuhan sentuhkan di tanah Flores ini luar biasa.

Pink Beach

Pink Beach

Setelah puas bermain di bukit saya kembali snorkeling. Saya terus mengikuti arah ikan berenang. Hingga tanpa sadar saya berenang terlalu jauh. Saya memutuskan berenang sampai kapal atas saran guide kami. Tapi ombak semakin tinggi dan keras menghempas badan saya. Saya nyaris kehabisan nafas. Hingga akhirnya salah seorang awak kapal menarik badan saya. Ini benar-benar berbuatan nekat dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Jika ditanya destinasi wisata mana lagi yang ingin saya kunjungi saya akan jawab ‘LOMBOK’. Lombok kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Indonesia setelah Bali. Daerah yang terletak di NTB ini memiliki pantai-pantai yang tidak kalah indahnya. Selain itu akses menuju Lombok juga semakin mudah. Beberapa maskapai dari Jakarta yang menuju Lombok antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Bahkan saat ini Citilink melayani rute Bandung langsung menuju Lombok dengan harga terjangkau.

Ada beberapa destinasi wisata di Lombok yang ingin saya kunjungi. Salah satunya adalah Pulau-pulau Gili yang terletak di lepas barat laut Pulau Lombok. Ada tiga pulau di kawasan ini yang keindahannya tidak diragukan, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Pemandangannya sangat indah, pasirnya berwarna putih, dan biota lautnya beraneka ragam. Selain itu beberapa destinasi wajib seperti Pantai Kuta, Senggigi, Batu Bolong, Batu Layar, dan banyak tempat wisata lain di Lombok yang juga sayang jika dilewatkan.

Saat mengunjungi Lombok suatu hari nanti saya akan kembali memilih maskapai Garuda Indonesia untuk mengantarkan saya ke sana. Meskipun harganya lebih tinggi dibanding maskapai yang lain, tapi itu sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan. Bisa memotret awan di ketinggian ribuan kaki berdampingan dengan sayap Garuda adalah sudatu seni tersendiri menurut saya. Semoga saja impan ini kembali dapat dengan cepat terwujud. Amin!

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia

WisataLokal Indonesia Itu Sawarna

WisataLokal Indonesia Itu Sawarna

SAWARNA. Ya, daerah tujuan wisata yang terletak di daerah Lebak Provinsi Banten ini kian hari kian bertambah jumlah pengunjungnya. Pengunjung sebagian besar datang dari berbagai daerah di Jawa barat, terutama Bandung, Bogor, Bekasi, juga dari luar Jawa Barat yaitu Jakarta dan sekitarnya. Saya sendiri telah dua kali mengunjungi tempat ini. Oktober 2013 pertamakali saya mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kendaraan umum. Akhir tahun, tepatnya tanggal 26 Desember 2014 yang lalu saya kembali mengunjungi Sawarna. Hal itu bukan tanpa alasan. Saya kembali ke Sawarna karena tidak kuat menahan rindu pada ombak dan pasir putihnya. Juga rasa penasaran dengan sawah-sawah, gua-gua, dan jembatan gantung yang dulu belum sempat saya datangi. Begitu banyak spot wisata di sana yang tidak akan cukup waktu satu atau dua hari untuk melihatnya dari dekat.

Ombak Lagoon Pari

Ombak Lagoon Pari

Satu tahun berlalu dan Sawarna telah berubah banyak. Banyak sekali. Dulu saya datang tanpa booking penginapan terlebih dahulu, tapi saya bisa mendapatkan penginapan berupa saung besar hanya dengan membayar 350ribu rupiah saja untuk 3 hari 2 malam. Masih banyak penginapan kosong saat itu meskipun di akhir pekan. Tapi, kemarin sulit sekali menemukan penginapan yang kosong. Bahkan banyak yang akhirnya tidur di warung-warung yang terletak di sekitar pantai Ciatir. Dan setelah mencari diberbagai tempat akhirnya saya mendapatkan kamar kosong yang tinggal satu-satunya dengan biaya 600rb untuk 2 malam. Naik hampir 50% dari tahun sebelumya.

Perbedaan pada Sawarna juga terlihat dari jumlah pengunjung yang luar biasa banyak. Dulu, benar-benar tidak ada satu orang pengunjungpun ketika saya bermain ombak di Pantai Lagoon Pari dan Karang Taraje. Benar-benar hanya saya bertiga dengan teman saya, dan satu orang guide. Tapi kemarin, Banyak sekali pengunjung. Bukan hanya itu, di tempat itu dulu hanya ada satu warung kopi milik seorang nenek dan suaminya. Sekarang, Lagoon Pari telah penuh dengan warung-warung kecil, bahkan sudah dibangun toilet di area tersebut.

IMG_20141227_105212

On the top of Karang Taraje

Akhir tahun kemarin akhirnya saya mengunjungi tempat-tempat yang dulu belum sempat saya kunjungi. Ternyata jalan menuju gua cukup jauh, namun terasa indah dengan pemandangan sawah-sawah dan juga sungai yang mengalir disepanjang jalan. Dan jempatan gantung yang saya kira hanya ada satu ternyata ada banyak jumlahnya. Kunjungan ke Sawarna akhir tahun kemarin memberikan banyak cerita berbeda dan menempuh track-track baru yang lebih menantang dari tahun sebelumnya.

IMG-20141227-WA004 IMG-20141227-WA005

Desa kecil dengan sejuta pesona ini memang layak untuk dikunjungi saat libur tiba. Fenomena jalan-jalan ke pantai dan wisata alam kian banyak peminatnya beberapa tahun terakhir ini. Apalagi sekarang demam pamer photo saat berwisata semakin mempunyai banyak caranya. Orang-orang saat ini gemar memajang photo jalan-jalan di profil BB, Path, FB, Twitter, juga Instagram. Kadang kala membuat orang lain juga ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut saat libur. Mencari-cari tempat wisata yang indah sekarang tidak lah lagi sulit. Banyak informasi bertebaran di internet. Bahkan sekarang ada sebuah aplikasi di smartphone yang memudahkan kita untuk mencari tempat-tempat wisata secara mudah dan praktis. Aplikasi tersebut bernama ‘WisataLokal’ yang berslogan “Bhinneka Itu Indah”. Fitur yang dimiliki aplikasi ini antara lain adalah Point of Interest (dibagi tiap kota, propinsi, taman nasional, pulau), Photo, Maps, Artikel, Rating & Review, Membagikan ke social media, dan Favorit POI. Kunjungi  http://www.wisatalokal.net untuk tahu lebih banyak.

WisataLokal-thumb

Dengan aplikasi tersebut kita bisa dengan mudah menemukan tempat wisata sesuai dengan provinsi dan daerahnya. Jadi kita tidak perlu bingung dan galau lagi akan kemana saat libur tiba. Cukup download aplikasinya di smartphone, lalu jelajahi fitur-fiturnya. Untuk pengguna Android bisa download di sini dan untuk pengguna Windows Phone di sini. Setelah itu coba gunakan fitur pencariaan tempat wisata lokal yang ada di Indonesia. Dalam aplikasi Wisata Lokal ini tempat-tempat wisata mula-mula dikelompokkan berdasarkan provinsinya, lalu kabupaten dan ruang lingkup yang lebih kecil lagi. Misalnya coba tentukan akan berlibur kemana kita akhir pekan ini, apakah akan berlibur di dalam kota, kota terdekat, luar kota, atau bahkan lintas pulau. Misalnya saja kita putuskan untuk berlibur di kota yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung yaitu Banten. Lalu pilih salah satu daerah yang ada di Provinsi Banten. Kali ini kita pilih daerah Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Dan bisa kita lihat ada beberapa tempat wisata di Kabupaten Lebak yang bisa kita kunjungi, dan Sawarna adalah salah satunya. Setelah itu coba klik pilihan Sawarna dan di sana akan kita temukan penjelasan singkat tetang Sawarna juga photo-photonya. Jadi bisa kita lihat juga seperti apa keindahan tempat wisata yang akan kita kunjungi tersebut.

shot_2015-03-17_17-14-58shot_2015-03-17_17-12-51

shot_2015-03-17_17-15-53 shot_2015-03-17_17-18-31

Dengan berbagai fitur yang disediakan oleh aplikasi ini tentunya membuat kita lebih mudah mendapatkan informasi tempat wisata yang ingin kita kunjungi, dan mempermidah kita menentukan tempat wisata yang akan kita pilih. Nah, setelah kita mengunjungi tempat wisata yang kita pilih jangan lupa untuk memberikan review dan berbagi pengalaman di aplikasi Wisata Lokal tersebut. Jangan lupa pula untuk meng-upload photo-photo hasil jepretan kita agar orang lain pun bisa melihat keindahan tempat yang pernah kita kunjungi. Bukankan berbagi itu indah? 😉 Cara menulis review dan upload photo di aplikasi ini sangat mudah, tapi jika masih merasa bingung detil caranya bisa dilihat di sini.

Screenshot_2015-03-25-13-58-49 Screenshot_2015-03-25-14-10-03

Aplikasi Wisata Lokal ini juga memuat berbagai macam artikel tentang tempat-tempat wisata dan informasi lain yang akan memberikan kita pengetahuan baru, bahkan dapat memberikan inspirasi. Tips-tips ketika mengunjungi suatu tempat juga bisa kita temukan di sini. Aplikasi ini semakin memudahkan kita mengenal wisata lokal Indonesia, mengenal kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bukan hanya wisata alam saja, tapi wisata ilmu pengetahuan seperti museum, makam pahlawan, candi-candi, tempat ibadah ternama juga bisa kita temukan di sini. Jadi, silahkan coba dan rasakan manfaatnya.

shot_2015-03-17_17-21-15

Contoh artikel di Aplikasi WisataLokal

Mengenal wisata lokal sendiri adalah baik. Memilih berwisata di negeri sendiri adalah lebih utama. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian, keindahan, dan kebersihan lingkungan tempat wisata kita. Tetap buang sampah pada tempatnya!

Backpacker dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Backpacker dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini fenomena backpacker di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kemunculan biro travel ala backpacker di situs-situs jejaring sosial maupun situs semacam http://www.kaskus.co.id, juga kemunculan forum-forum backpacker seperti www.backpackerindonesia.com, www.trackpacking.com, www.indobackpacker.com dan masih banyak lagi yang lain. Saat ini banyak pula bermunculan acara televisi yang menampilkan perjalanan ke tempat-tempat yang menyajikan pemandangan alam menakjubkan yang selama ini tidak banyak diketahui orang.

Backpacker menurut Wikipedia bahasa Indonesia berasal dari kata tas ransel (backpack) untuk bepergian. Backpack merupakan istilah bahasa Inggris yang artinya tas yang digendong di belakang. Wisata beransel (bahasa Inggris: backpacking) adalah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang-barang yang memberatkan atau membawa koper. Adapun barang bawaan hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya, dan perlengkapan lain yang dianggap perlu. Biasanya orang yang melakukan perjalanan seperti ini adalah dari kalangan berusia muda, tidak perlu tidur di hotel tetapi cukup di suatu tempat yang dapat dijadikan untuk beristirahat atau tidur. Perjalanan seperti ini dilakukan di dalam negeri ataupun di luar negeri. Nah, forum-forum yang dibentuk oleh para backpacker inilah yang sekarang banyak diminati oleh orang-orang yang menyebut dirinya pecinta alam, penikmat keindahan dan lain-lain.

Kehadiran para backpacker ini menurut saya cukup banyak memberi dampak, baik dampak positif maupun negatif terutama pada lingkungan. Dampak positifnya antara lain adalah meningkatnya pembangunan, perekonomian masyarakat di sekitar daerah wisata, tumbuhnya rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap wisata lokal, membantu mempromosikan wisata yang belum banyak diketahui orang, dan peningkatan hubungan antar pribadi dari berbagai daerah yang berbeda suku dan agama. Karena para backpacker ini tidak sedikit pula yang melakukan aktifitas bersama-sama dengan orang lain dari berbagai daerah melalui forum-forum backpacker atau pecinta alam.

Sedangkan dampak negatif dari peningkatan jumlah pecinta jalan-jalan ini juga cukup banyak. Salah satunya yang akan saya bahas adalah dampak pada kerusakan lingkungan, terutama kawasan pantai dan gunung. Karena icon suatu keindahan yang paling banyak dicari adalah pantai dan juga lereng dan puncak gunung. Para backpacker ini biasanya senang mendaki gunung, mencari dan mendatangi tempat-tempat yang tersembunyi atau yang dikenal dengan istilah hidden paradise.

Salah satu pantai di Sumatera Barat

Salah satu pantai di Sumatera Barat

Salah satu contoh hidden paradise yang saat ini sedang popular adalah Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang. Dan saya pun pernah mendatangi tempat ini karena tergiur dengan keindahan alamnya. Pulau Sempu ini sebenarnya merupakan kawasan cagar alam, yaitu kawasan suaka alam yang karena alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem tertentu yang perlu di lindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Seharusnya kawasan ini tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang dan tidak boleh dijadikan tempat wisata, karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan Cagar Alam. Tapi pada kenyataannya petugas Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu sering meloloskan/mengijinkan pelancong untuk memasuki kawasan, meskipun tanpa simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Sehingga tempat ini sekarang lebih mirip sebagai tempat wisata, dan bukan lagi sebagai cagar alam. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi Pulau Sempu setiap harinya setelah mendengar dan membaca dari berbagai media. Kehadiran orang-orang ini ikut menyumbang sampah-sampah yang sekarang mulai terlihat dibeberapa sudut Pulau Sempu. Sisa-sisa bungkus makanan, botol air mineral, puntung rokok, dan sampah lain yang dibuang begitu saja oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Pulau Sempu - Jawa Timur

Pulau Sempu – Jawa Timur

Contoh lain adalah kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet pada Sabtu dini hari, 25 Agustus 2012 yang diduga berasal dari sisa api unggun pendaki. Kondisi hutan di Indonesia kian merana saja. Tahun ini kebakaran tidak hanya terjadi akibat kemarau panjang, tapi juga karena kecerobohan manusia. Hampir semua kasus kebakaran hutan atau sebesar 99% terjadi akibat aktivitas manusia. Kegiatan manusia seperti merokok, buka kebun, dan pendakian gunung menjadi penyebab awal kebakaran hutan. Pada Tahun 1984 Gunung Slamet ini juga pernah terbakar dan penyebab kebakaran saat itu diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh para pendaki hingga menyulut pohon-pohon maupun ilalang yang mengering. Coba bayangkan berapa kerugian akibat kebakaran hutan tersebut? Berapa banyak pohon yang hangus terbakar? Berapa banyak binatang yang mati? Kerugian yang pasti adalah rusaknya ekosistem alam, dan ini lah yang sulit untuk dikembalikan seperti semula.            Itulah salah satu contoh kecil dampak yang terjadi pada lingkungan kita akibat kegiatan manusia yang mengatasnamakan backpacker dan pecinta alam. Dampak-dampak negatif tersebut dapat diminimalisir dan dihilangkan jika saja setiap orang mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa memiliki alam yang sudah diciptakan Tuhan dengan segala keindahannya. Selayaknya keindahan itu tidak hanya dinikmati sesaat, tapi juga harus terus dijaga agar keindahannya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Sekumpulan pecinta alam setidaknya jangan hanya bangga telah mendatangi banyak tempat, telah menaklukan berapa gunung, tapi banggalah jika telah dapat memberikan sumbangsih yang positif terhadap tempat-tempat yang didatangi tersebut. Nikmatilah keindahan ciptaan Tuhan ini, namun jangan lupa pula untuk menjaganya.

Salah satu pantai di Pulau Tidung - Kepulauan Seribu

Salah satu pantai di Pulau Tidung – Kepulauan Seribu