Karena Ibuku Galak

Karena Ibuku Galak

InShot_20171217_222617578

Aku dan Ibuku

Ibuku galak. Bukan hanya menurut saya, tapi juga menurut teman-teman dan bahkan juga menurut bapak saya. Mengapa Ibuku bisa sampai menyandang predikat Ibu Galak? Setidaknya ada dua alasan. Yang pertama, ibu-ibu lain di kampung saya waktu itu  sebagian besar tentu akan membiarkan anaknya bermain setelah pulang sekolah. Tapi Ibuku tidak. Sebagai anak kecil, saya juga ingin bermain karet, congklak, atau bermain petak umpet bersama teman-teman. Tapi setiap pulang sekolah yang saya lakukan adalah memperlihatkan buku catatan pelajaran, ganti baju, sholat, makan, mengerjakan PR, dan lalu membaca kembali buku catatan pelajaran. Jika ketahuan keluar rumah, maka Ibu akan langsung mencari dan memanggil saya untuk pulang dengan nada marah. Saya bukannya tidak boleh bermain sama sekali, boleh saja bermain, tapi sore hari saat semua tugas dan tanggung jawab sudah dikerjakan. Meskipun Ibu terkenal galak dan sering melarang bermain, tapi banyak momen dimana Ibu menemani saya bermain. Saya masih ingat beberapa kali ibu menghampiri dan lalu membantu saya saat sedang membuat rumah-rumahan dari kayu-kayu kecil dengan daun-daun pisang sebagai atapnya. Ibu juga sering membantu saya membuatkan tungku kecil dari batu bata saat saya bermain masak-masakan.

Yang kedua, mengapa Ibuku terkenal galak adalah karena Ibu tidak suka mengulangi perintah dua kali. Setiap anak telah diberi tanggung jawab masing-masing. Misalnya kakak saya bertugas menyapu halaman, sedang saya bertugas mencuci piring. Dan itu memang harus dikerjakan. Jika tidak, Ibu akan mengerjakannya sendiri, lalu diam. Dan ini yang lebih menakutkan, saat Ibu marah dalam diam. Saya bisa tidak ditegur beberapa hari, dan ini membuat saya jadi serba salah.

Ya begitulah Ibuku. Dan setiap ibu mempunyai keunikan sendiri dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak sesuai yang diinginkannya. Begitu pula dengan Ibuku yang selalu menanamkan kemandirian, disiplin, dan bertanggung jawab. Ibu mengajarkan dengan memberi contoh banyak hal sejak saya kecil. Sehingga saya memiliki cukup banyak keahlian. Saya telah terbiasa mencuci sepeda, sepatu, tas, dan juga menyetrika seragam sekolah sendiri sejak kelas tiga SD. Saya juga mahir menjahit dengan tangan baju yang robek. Saya juga bisa membuat berbagai macam kerajinan tangan seperti bunga dari pita-pita, juga membuat hiasan dinding dari benang wol. Dan tahukah kamu kalau saya juga telah pandai bercocok tanam sejak kecil? Sejak kecil saya suka bercocok tanam, baik bunga maupun sayuran. Ibu membelikan saya bibit sayuran dan juga polybag untuk saya belajar bercocok tanam. Ibu juga membantu memasukkan tanah dalam polybag. Hasil panen tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi sebagian juga dijual pada tetangga. Dan itu menyenangkan sekali.

Processed with VSCO with f2 preset

Saat berkunjung dan belajar Ecofarming di Kampung Tabrik, Cianjur bersama team blogger

Dan saya sangat bersyukur, karena Ibu Galak, saya bisa berlibur ke berbagai daerah di Indonesia tanpa harus mengeluarkan uang. Satu hal lagi cara Ibu mendidik yang sangat inspiratif. Saat saya kecil Ibu lebih suka membelikan buku atau majalah dongeng. Ibu juga membelikan buku untuk saya menulis diary. Ibu ingin anak-anaknya senang membaca buku dan juga gemar menulis. Katanya tidak ada warisan dari orang tua untuk anaknya yang lebih berharga daripada Kegemaran Membaca Buku. Dan saya bersyukur dia adalah Ibu Galakku. Berkat kegemaran membaca, sayapun akhirnya mempunyai bakat menulis dan telah beberapa kali memenangkan lomba menulis yang berhadiah liburan. Memang benar dengan membaca kita akan mengenal dunia, akan tahu banyak hal, menguasai banyak kata, luwes dan fasih dalam bertutur kata. Dengan banyak membaca, kita akan tahu banyak cerita dari orang-orang yang bahkan kita belum pernah bertemu, juga akan tahu tempat-tempat yang bahkan belum pernah kita datangi. Dan lalu dengan kegemaran menulis maka dunia akan mengenal kita. Kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan seluruh manusia di belahan dunia manapun. Dan mereka yang belum pernah bertemu pun dapat mengenal kita lewat tulisan.

 

Terima kasih Ibu, telah mengajarkan banyak hal. You’re my greatest inspiration and role model.

 

Advertisements
Menjelajahi Kuliner Negeri Laskar Pelangi

Menjelajahi Kuliner Negeri Laskar Pelangi

Sudah tahu liburan akhir tahun ini mau kemana? Jika belum, cobalah untuk mengunjungi Belitung negerinya para Laskar Pelangi. Daerah seribu pantai penghasil timah ini memang tidak diragukan lagi keindahan alamnya. Destinasi wisata alam yang menjadi primadona antara lain Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya, Pantai Pasir dengan bintang lautnya, Pulau Batu Berlayar, Pantai Laskar Pelangi yang merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi, dan lain-lain. Sedangkan wisata sejarah, pendidikan, dan budaya yang terkenal di Belitung antara lain Vihara Budhayana Dewi Kwan Im, Sanggar Batik De Simpor, Museum Kata Andrea Hirata, Rumah Adat, replika SD Muhammadiyah Gantong, dan lain-lain.

Selain wisata alam dan kebudayaan, Belitung juga memiliki kekayaan kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Belitung. Perkembangan kuliner setiap daerah berbeda-beda dipengaruhi oleh faktor geografis, kebudayaan, sumber daya alam, dan lain-lain. Kuliner Belitung sendiri memiliki pengaruh dari budaya Melayu dan Cina. Beberapa kuliner yang sempat saya coba saat ke Belitung antara lain :

Mie Belitung “Atep”

Berkunjung ke Belitung tidak mabrur tanpa mencicipi Mie Belitung “Atep”. Lokasinya ada di Jl. Sriwijaya No. 27, Tanjung Pandan.  Atep sendiri konon merupaka nama seorang wanita pemilik kedai  keturunan Tionghoa. Kedai ini telah dikelola turun temurun lebih dari 40 tahun. Tidak heran jika mie belitung mendapat pengaruh kuat dari cita rasa Cina. Kuliner Mie belitung merupakan sajian mie kuning dengan udang, potongan tahu, kentang rebus, mentimun, tahu, tauge, emping melinjo, lalu disiram kuah kental dari kaldu udang berwarna kecoklatan. Setelah mencicipi satu sendok kuah mie belitung rasanya memang berbeda dengan kebanyaka mie yang lain. Jika kebanyakan mie berasa gurih maka mie belitung memiliki cita rasa asam manis. Pertama mencicipi rasanya memang sedikit asing di lidah. Tapi setelah dicampur dengan sedikit sambal rasanya menjadi lebih nikmat. Kaldu udang yang terasa sedikit amis pun bisa diimbangi dengan segarnya potongan timun. Mie Belitung Atep memang pantas dicoba untuk siapapun yang mengunjungi negeri Laskar Pelangi ini.

006

Mie Belitung Atep

Sup Ikan “Gangan”

Belitung merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak pantai. Tentu saja daerah ini juga memiliki hasil laut yang melimpah, ikan salah satunya. Daerah ini memiliki olahan ikan yang berbeda dengan derah lain pada umunya, yaitu sup ikan atau dikenal dengan ‘gangan’. Sup berwarna kuning ini merupakan olahan ikan segar diracik dengan bumbu sederhana yang menawarkan rasa gurih, asam, dan pedas. Bumbunya antara lain adalah kemiri, bawang merah, bawang putih, lengkuas, cabe rawit, jeruk nipis, dan kunyit yang membuat kuah sup berwarna kuning. Jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan Ketarap segar dengan tekstur daging yang renyah dan empuk. Selain ikan, sup ini juga diberi irisan buah nanas yang merupakan ciri khas kuliner Melayu. Bisa dibayangkan rasa gangan ini, asam manis dari buah nanas, pedas dari cabe rawitnya, dan gurih dari kaldu ikannya. Rasanya sederhana tapi nikmat. Jika kalian mengunjungi Belitung pastikan untuk mencicipi Gangan. Menu ini tidak sulit untuk ditemukan, karena ada di hampir semua tempat makan. Saya mencicipi gangan ini di Fega Seafood Restaurat yang terletak di tepi Danau/Kolong Bendung di Jalan Jendral Sudirman, Manggar, dan juga di rumah makan Belitong Timpok Duluk, Kampung Parit.

IMG_4879

Sup Ikan “Gangan”

Kopi Ake

Belitung terkenal dengan budaya ngopi warganya. Terbukti dengan banyaknya warung kopi di kota ini. Kedai Kopi Ake salah satunya. Katanya Ake merupakan kedai kopi tertua di Tanjung Pandan. Kedai ini dikelola oleh warga keturunan Tionghoa sejak tahun 1922. Menurut cerita yang beredar, kebiasaan ngopi dimulai oleh warga Tionghoa yang bekerja sebagai kuli tambang timah. Mereka biasa berkumpul untuk minum kopi sambil mengobrol sebelum dan setelah pulang kerja. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari kopi di sini, hanya kopi hitam ditambah sedikit susu. Rasanya sama saja dengan kopi di daerah Sumatera yang lain. Tapi ngopi bagi masyarakat Belitung bukan hanya soal rasa, melainkan momen untuk saling bercerita dan tukar informasi. Seperti yang diungkapkan oleh Andrea Hirata, “Kopi bagi orang Melayu, rupanya bukan sekedar air gula, berwarna hitam, tapi pelarian dan kegembiraan. Segelas kopi bak dua gelas teguk kisah hidup.Bubuk hitam yang larut disiram air mendidih, pelan-pelan mengungkapkan rahasia nasib.” Kini warung kopi di Belitung telah menjadi salah satu daya tarik wisata. Katanya tak lengka mengunjungi Belitung tanpa mencicipi kopinya. Jadi, pastikan mencicipi secangkir kopinya lalu resapi filosofi kopi orang Melayu saat ke Belitung.

IMG_5230

Waroeng Kopi Ake

Untuk menuju Belitung kita bisa menggunakan jalur udara. Beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta menuju bandara Tanjung Pandan yaitu, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Sriwijaya Air merupakan maskapai yang melayani penerbangan Jakarta – Belitung sebanyak tiga kali dalam sehari. Untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo termurah saya biasa pesan melalui website atau aplikasi mobile di android. Proses pemesanannya sangat mudah. Yang kita perlukan hanyalah jaringan internet dan metode pembayaran seperti kartu kredit/debit dan transfer bank. Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkunjung ke Belitung dan jelajahi kulinernya. Ingat kuliner merupakan salah satu warisan kekayaan dan kebanggaan bangsa yang harus terus dijaga keeksistensiannya. Aku cinta kuliner Indonesia, Aku cinta Indonesia.

Galeri kuliner Belitung lainnya :

Itinerary Menjamah Bali 3H2M

Itinerary Menjamah Bali 3H2M

20160407_102546 (2)

Salah Satu Icon Bali

Bali adalah salah satu destinasi wisata paling popular di Indonesia. Hingga saat ini pulau yang terkenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini masih menjadi primadona di Indonesia. Bukan hanya menjadi primadona di negeri sendiri tapi juga terkenal di dunia. Bali memiliki banyak sekali pantai yang indah seperti Pantai Kuta, Sanur, Lovina, Pandawa, Padang Padang, Nusa Dua, Jimbaran, Karma Kandara, Pantai Tanah Lot, Dreamland, dan masih banyak lagi. Wisata lain yang sangat terkenal antara lain Pura Luhur Tanah Lot, Pura Besakih, Pura Uluwatu, Danau Berantan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana, Monumen Bardja Sandhi, Ubud, Kintamani, dan yang lainnya.

Bali memang merupakan tempat yang ideal untuk melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan yang kadang melelahkan. Bali akan memanjakan kita dengan wisata alamnya yang luar biasa, keramahan penduduknya, dan kebersihan kotanya. Tidak akan cukup waktu satu bulan untuk benar-benar menikmati seluruh sudut pulau ini. Tapi kali ini saya akan berbagi tips dan itinerary menjamah Bali Selatan yaitu  daerah yang memiliki tempat wisata indah dan terkenal di Bali. Bali Selatan ini mencakup area Kuta, Uluwatu, Nusa Dua, Jimbaran, Ungasan, Pecatu, dan area lainnya.

Hari Keberangkatan (Jumat Malam)

16.15 – 19.00 : Berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dan tiba di Ngurah Rai International Airport Bali menggunakan Lion Air.

19.00  –  20.00 : Check in, bersantai dan istirahat di penginapan.

Catatan:

  • Pilihlah keberangkatan pada hari jumat sore atau malam agar tidak terlalu banyak mengambil cuti dari pekerjaan.
  • Agar dapat langsung beristirahat di penginapan ada baiknya untuk memesan penginapan melalui pegipegi.com sebelum hari H. Saya sendiri memilih untuk mencari penginapan yang tidak jauh dari bandara atau pun di sekitar Kuta. Banyak sekali penginapan di sekitar Kuta, mulai dari yang mahal hingga yang murah. Misalnya The Kubu Hotel yang memiliki harga dibawah IDR 200.000 dan terletak di Jalan Poopies, Kuta Legian.
  • Gunakan taksi bandara untuk menuju penginapan. Tarif taksi dari bandara menuju Kuta berkisar antara IDR 45.000 hingga IDR 50.000.

 

Hari Pertama (Sabtu)

Hari pertaman di Bali kita akan mengunjungi daerah wisata yang tidak biasa dikunjungi oleh wisatawan, yaitu Denpasar dengan menggunakan sepeda motor.

06.30 – 07.30 : Sarapan pagi dan siap-siap menuju Denpasar.

08.30 – 10.00 : Mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi).

10.30 – 12.00 : Mengunjungi Museum Lukisan Sidik Jari dan makan siang.

12.30 – 14.00 : Mengunjungi Museum Bali Denpasar. 

15.00 – 17.30 : Mengunjungi Tanah Lot dan menunggu sunset.

18.00 – 20.00 : Makan malam, kembali ke penginapan, dan istirahat.

Catatan:                                          

  • Penginapan di Bali sebagian besar menyewakan sepeda motor dengan tarif IDR 50.000 per hari. Kita juga bisa mengembalikan sepeda motor di bandara tegantung kesepakatan.
  • Perjalanan dari Kuta ke Denpasar memakan waktu sekitar 30 – 50 menit.
  • Monumen Bajra Sandhi terletak di Jalan Raya Puputan No. 142, Denpasar Timur. Tiket masuk untuk WNI adalah IDR 10.000. Seperti Monas, monumen ini berfungsi sebagai tugu peringatan.
  • Museum Lukisan Sidik Jari terletak di Jalan Hayam Wuruk 175/201. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Di dalam museum terdapat café dan wantilan untuk beristirahat. Dalam museum ini menyediakan tempat untuk mendalami seni Bali seperti lukis dan tari.
  • Museum Bali Denpasar terletak di Jalan Mayor Wisnu Denpasar. Museum ini menyimpan banyak sekali pengetahuan tentang peradapan manusia terutama masyarakat Bali.
  • Dari Denpasar menuju Tanah Lot jaraknya cukup jauh, sekitar 18 KM dan memakan waktu sekitar 1 jam. Tapi perjalanan tersebut tidak akan membosankan karena kita akan disuguhi pemandangan persawahan dan kebun. Dan rasa lelah juga akan terbayar setelah kita sampai di Pura Tanah Lot. Sore hari yang cerah antara pukul 16.00 – 19.00 adalah waktu yang tepat untuk menikmati keindahan sunset di Tanah Lot.

 

Hari Kedua (Minggu)

Hari kedua masih dengan sepeda motor kita akan mengunjungi Bali selatan dan bermain air di pantai-pantainya. Perjalanan kita mulai dari tempat yang paling dekat dengan Kuta.

06.30 – 07.30 : Sarapan pagi dan siap-siap menuju Bali Selatan.

08.00 – 09.30 : Mengunjungi Garuda Wisnu Kencana

10.00 – 12.00 : Bermain air di pantai Padang Padang

12.30 – 14.00 : Mengunjungi pantai Pandawa dan makan siang   

15.00 – 17.30 : Mengunjungi Pura Luhur Uluwatu

18.00 – 20.00 : Makan malam, Kembali ke penginapan, dan istirahat

Catatan:

  • Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih dikenal dengan GWK adalah sebuah taman budaya yang berada di Jalan Raya Uluwatu, desa Ungasan. Daya tarik utamanya adalah Patung Garuda Wisnu yang berukuran besar yang di pahat oleh seniman terkenal I Nyoman Nuarta. GWK buka dari jam 08:00 – 22:00 dengan harga tiket IDR 60.000 per orang.
  • Pantai Padang Padang dikenal juga dengan pantai Labuan Sait, merupakan salah satu lokasi syuting film Hollywood Eat Pray Love, yang dibintangi Julia Robets. Lokasinya berada di Jalan Labuan Sait, desa Pecatu sekitar 30 menit dari GWK. Tiket masuknya adalah IDR 5000 saja. Di sini kita akan bermain air sepuasnya. Pantai ini masih sepi pengunjung jadi kita bisa bebas menikmatinya.
  • Pantai Pandawa salah satu pantai berpasir putih yang wajib dikunjungi. Pantai ini sangat ramai pengunjung, dan banyak terdapat tempat makan di sekitarnya. Jadi kita akan makan siang sambil menikmati pemandangan pantai. Setelah makan siang kita dapat bermain air dengan menyewa kano seharga IDR 25.000 per orang, durasi 1 jam. Harga tiket masuk ke kawasan Pandawa ini adalah IDR 8000 per orang.
  • Pura Luhur Uluwatu terletak di di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. Pura Uluwatu terletak di atas bukit karang dengan ketinggian 97 meter di atas permukaan laut. Di sini kita bisa menyaksikan tarian Kecak Uluwatu yang biasanya dipentaskan pada pukul 18.00-19.00. Di sekitar tempat parkir banyak penjual makanan dan minuman, jadi tidak perlu khawatir jika tidak membawa makanan. Tiket masuk kawasan ini adalah IDR 20.000. 

 20160407_122246

Hari Ketiga (Senin)

Hari ketiga masih dengan sepeda motor kita akan mengunjungi tempat yang tidak terlalu jauh dari kuta dan mencari oleh-oleh.

05.00 – 07.30 : Mengejar matahari terbit dan bersantai di Sanur.

08.30 – 10.30 : Belanja oleh-oleh.

11.00 – 12.00 : Kembali ke penginapan dan siap-siap check out.

12.30 – 13.30 : Makan siang di sekitar Kuta  

14.00 – 16.00: Jalan-jalan di sekitar Kuta dan Legian

16.30 – 18.00 : Bersantai di pantai Kuta menikmati sunset.

18.30 – 19.00 : Menuju bandara Ngurah Rai dan kembali ke Bandung.

Catatan :

  • Untuk bisa menikmati sunrise di Sanur kita harus bangun lebih pagi. Perjalanan dari Kuta ke Sanur sekitar 15 – 30 menit.
  • Check out jam 12, tapi kita bisa menitipkan barang kita dulu dan mengambilnya sore hari saat mengembalikan motor dan bersiap menuju bandara. Untuk menuju bandara kita bisa menggunakan taksi atau minta diantar oleh pihak penginapan dengan tarif sekitar IDR 50.000

Menjelajahi Bali menggunakan sepeda motor menurut saya lebih menyenangkan. Yang penting dari sebuh perjalanan adalah Enjoy every trip and make it fun. Setelah pulang liburan semoga mood dan semangat kita bisa kembali lagi.

page1

WisataLokal Indonesia Itu Sawarna

WisataLokal Indonesia Itu Sawarna

SAWARNA. Ya, daerah tujuan wisata yang terletak di daerah Lebak Provinsi Banten ini kian hari kian bertambah jumlah pengunjungnya. Pengunjung sebagian besar datang dari berbagai daerah di Jawa barat, terutama Bandung, Bogor, Bekasi, juga dari luar Jawa Barat yaitu Jakarta dan sekitarnya. Saya sendiri telah dua kali mengunjungi tempat ini. Oktober 2013 pertamakali saya mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kendaraan umum. Akhir tahun, tepatnya tanggal 26 Desember 2014 yang lalu saya kembali mengunjungi Sawarna. Hal itu bukan tanpa alasan. Saya kembali ke Sawarna karena tidak kuat menahan rindu pada ombak dan pasir putihnya. Juga rasa penasaran dengan sawah-sawah, gua-gua, dan jembatan gantung yang dulu belum sempat saya datangi. Begitu banyak spot wisata di sana yang tidak akan cukup waktu satu atau dua hari untuk melihatnya dari dekat.

Ombak Lagoon Pari

Ombak Lagoon Pari

Satu tahun berlalu dan Sawarna telah berubah banyak. Banyak sekali. Dulu saya datang tanpa booking penginapan terlebih dahulu, tapi saya bisa mendapatkan penginapan berupa saung besar hanya dengan membayar 350ribu rupiah saja untuk 3 hari 2 malam. Masih banyak penginapan kosong saat itu meskipun di akhir pekan. Tapi, kemarin sulit sekali menemukan penginapan yang kosong. Bahkan banyak yang akhirnya tidur di warung-warung yang terletak di sekitar pantai Ciatir. Dan setelah mencari diberbagai tempat akhirnya saya mendapatkan kamar kosong yang tinggal satu-satunya dengan biaya 600rb untuk 2 malam. Naik hampir 50% dari tahun sebelumya.

Perbedaan pada Sawarna juga terlihat dari jumlah pengunjung yang luar biasa banyak. Dulu, benar-benar tidak ada satu orang pengunjungpun ketika saya bermain ombak di Pantai Lagoon Pari dan Karang Taraje. Benar-benar hanya saya bertiga dengan teman saya, dan satu orang guide. Tapi kemarin, Banyak sekali pengunjung. Bukan hanya itu, di tempat itu dulu hanya ada satu warung kopi milik seorang nenek dan suaminya. Sekarang, Lagoon Pari telah penuh dengan warung-warung kecil, bahkan sudah dibangun toilet di area tersebut.

IMG_20141227_105212

On the top of Karang Taraje

Akhir tahun kemarin akhirnya saya mengunjungi tempat-tempat yang dulu belum sempat saya kunjungi. Ternyata jalan menuju gua cukup jauh, namun terasa indah dengan pemandangan sawah-sawah dan juga sungai yang mengalir disepanjang jalan. Dan jempatan gantung yang saya kira hanya ada satu ternyata ada banyak jumlahnya. Kunjungan ke Sawarna akhir tahun kemarin memberikan banyak cerita berbeda dan menempuh track-track baru yang lebih menantang dari tahun sebelumnya.

IMG-20141227-WA004 IMG-20141227-WA005

Desa kecil dengan sejuta pesona ini memang layak untuk dikunjungi saat libur tiba. Fenomena jalan-jalan ke pantai dan wisata alam kian banyak peminatnya beberapa tahun terakhir ini. Apalagi sekarang demam pamer photo saat berwisata semakin mempunyai banyak caranya. Orang-orang saat ini gemar memajang photo jalan-jalan di profil BB, Path, FB, Twitter, juga Instagram. Kadang kala membuat orang lain juga ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut saat libur. Mencari-cari tempat wisata yang indah sekarang tidak lah lagi sulit. Banyak informasi bertebaran di internet. Bahkan sekarang ada sebuah aplikasi di smartphone yang memudahkan kita untuk mencari tempat-tempat wisata secara mudah dan praktis. Aplikasi tersebut bernama ‘WisataLokal’ yang berslogan “Bhinneka Itu Indah”. Fitur yang dimiliki aplikasi ini antara lain adalah Point of Interest (dibagi tiap kota, propinsi, taman nasional, pulau), Photo, Maps, Artikel, Rating & Review, Membagikan ke social media, dan Favorit POI. Kunjungi  http://www.wisatalokal.net untuk tahu lebih banyak.

WisataLokal-thumb

Dengan aplikasi tersebut kita bisa dengan mudah menemukan tempat wisata sesuai dengan provinsi dan daerahnya. Jadi kita tidak perlu bingung dan galau lagi akan kemana saat libur tiba. Cukup download aplikasinya di smartphone, lalu jelajahi fitur-fiturnya. Untuk pengguna Android bisa download di sini dan untuk pengguna Windows Phone di sini. Setelah itu coba gunakan fitur pencariaan tempat wisata lokal yang ada di Indonesia. Dalam aplikasi Wisata Lokal ini tempat-tempat wisata mula-mula dikelompokkan berdasarkan provinsinya, lalu kabupaten dan ruang lingkup yang lebih kecil lagi. Misalnya coba tentukan akan berlibur kemana kita akhir pekan ini, apakah akan berlibur di dalam kota, kota terdekat, luar kota, atau bahkan lintas pulau. Misalnya saja kita putuskan untuk berlibur di kota yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung yaitu Banten. Lalu pilih salah satu daerah yang ada di Provinsi Banten. Kali ini kita pilih daerah Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Dan bisa kita lihat ada beberapa tempat wisata di Kabupaten Lebak yang bisa kita kunjungi, dan Sawarna adalah salah satunya. Setelah itu coba klik pilihan Sawarna dan di sana akan kita temukan penjelasan singkat tetang Sawarna juga photo-photonya. Jadi bisa kita lihat juga seperti apa keindahan tempat wisata yang akan kita kunjungi tersebut.

shot_2015-03-17_17-14-58shot_2015-03-17_17-12-51

shot_2015-03-17_17-15-53 shot_2015-03-17_17-18-31

Dengan berbagai fitur yang disediakan oleh aplikasi ini tentunya membuat kita lebih mudah mendapatkan informasi tempat wisata yang ingin kita kunjungi, dan mempermidah kita menentukan tempat wisata yang akan kita pilih. Nah, setelah kita mengunjungi tempat wisata yang kita pilih jangan lupa untuk memberikan review dan berbagi pengalaman di aplikasi Wisata Lokal tersebut. Jangan lupa pula untuk meng-upload photo-photo hasil jepretan kita agar orang lain pun bisa melihat keindahan tempat yang pernah kita kunjungi. Bukankan berbagi itu indah? 😉 Cara menulis review dan upload photo di aplikasi ini sangat mudah, tapi jika masih merasa bingung detil caranya bisa dilihat di sini.

Screenshot_2015-03-25-13-58-49 Screenshot_2015-03-25-14-10-03

Aplikasi Wisata Lokal ini juga memuat berbagai macam artikel tentang tempat-tempat wisata dan informasi lain yang akan memberikan kita pengetahuan baru, bahkan dapat memberikan inspirasi. Tips-tips ketika mengunjungi suatu tempat juga bisa kita temukan di sini. Aplikasi ini semakin memudahkan kita mengenal wisata lokal Indonesia, mengenal kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bukan hanya wisata alam saja, tapi wisata ilmu pengetahuan seperti museum, makam pahlawan, candi-candi, tempat ibadah ternama juga bisa kita temukan di sini. Jadi, silahkan coba dan rasakan manfaatnya.

shot_2015-03-17_17-21-15

Contoh artikel di Aplikasi WisataLokal

Mengenal wisata lokal sendiri adalah baik. Memilih berwisata di negeri sendiri adalah lebih utama. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian, keindahan, dan kebersihan lingkungan tempat wisata kita. Tetap buang sampah pada tempatnya!

Hidroponik – Percobaan Pertama

Hidroponik – Percobaan Pertama

Kebun kecilku ©duniarahmi

Kebun kecilku ©duniarahmi

Dengan ilmu hidroponik seadanya yang saya temukan di internet setelah browsing dari berbagai blog, akhirnya saya mulai mencoba menanam kangkung.

Pertama-tama yang perlu dan yang paling utama untuk disiapkan adalah:

  1. Benih tanaman
  2. Media tanam seperti rockwool, hidroton, cocopeat, dan sekam bakar. Saya menggunakan media tanam yang mudah ditemukan yaitu sekam biasa (tidak dibakar). Tapi sebaiknya gunakan sekam bakar.
  3. Wadah untuk menabur benih.

Setelah semua kebutuhan dasar tersedia, maka selanjutnya adalah pembenihan. Pertama-tama benih direndam sekitar 1-2 jam, tujuannya agar benih cepat mengeluarkan akar atau berkecambah. Setelah itu benih yang tenggelam saya pisahkan, karena benih yang terapung menandakan kualitasnya kurang bagus.

Lalu wadah pembenihan yang sudah disiapkan diisi dengan sekam secukupnya atau tinggi sekitar 4-5cm. Selanjutnya benih ditebar di atas sekam yang telah dibasahi dengan air, tapi jangan sampai menggenang. Menurut yang saya baca sebaiknya tebarkan kembali sekam di atas benih yang sudah disebar setebal kira-kira 0.5-1 cm agar benih tertutup sekam. Lalu wadah tersebut saya tutup dan saya simpan di tempat yang teduh. Setiap hari saya mengecek benih yang sudah ditebar tersebut untuk memastikan sekam atau media tanam tetap lembab dan tidak kekeringan. Dan setelah benih berkecambah saya pindahkan ke luar agar terkena sinar matahari pagi. Setelah menjelang siang pindahkan kembali ke tempat yang teduh. Jangan lupa terus menjaga kelembapan sekam agar tanaman tidak kekeringan dan layu.

Bibit Kangkung

Bibit Kangkung

Setelah bibit mulai agak besar atau paling tidak memiliki 4 daun sejati maka bibit tersebut siap dipindahkan ke dalam pot. Tapi dalam percobaan awal ini karena terlalu excited saya sudah memindahkan bibit ke dalam pot padahal baru memiliki 2 helai daun 😀 Pada percobaan pertama ini saya menggunakan dua system, yaitu wick dan apung. Yang perlu disiapkan adalah:

  1. Pot. Cara pembuatan pot pernah saya bahas di sini
  2. Nutrisi ABmix khusus sayur daun. Campur nutrisi dengan air, perbandingannya adalah 5:5:1 (5ml larutan A : 5ml larutan B : 1 liter air)
  3. Sekam untuk media pelengkap system wick (sumbu)
  4. Busa pelengkap untuk system apung
Nutrisi ABmix padat.

Nutrisi ABmix padat.

Caranya sangatlah mudah, isi botol bagian bawah yang telah dilapisi plastik hitam dengan air yang telah dicampur dengan nutrisi. Isi sampai skitar 1 cm dibawah pangkal sumbu, dan jangan terlalu penuh. Lalu bagian atas botol yang telah dipasang sumbu diisi dengan sekam. Setelah itu pindahkan bibit ke dalam sekam dengan hati2. Untuk bibit kangkung saya isi 6-8 batang dalam satu pot.

29 des cats2

Pada awal pemindahan ke pot, kangkung yang saya tanam lambat sekali pertumbuhannya. Bahkan hingga dua minggu daun tidak juga bertambah. Dan bisa dilihat pada hari ke-22 kangkung masih belum berkembang dengan baik. Ternyata hal ini disebabkan karena kekurangan sinar matahari. Selain itu saya terlalu banyak mengisi sekam, ini menyebabkan akar jauh dari sumbu yang berakibat akar kurang menerima nutrisi. Setelah sekam saya kurangi dan saya tanam ulang, lalu saya pindah ke tempat yang cukup mendapat sinar matahari, alhamdulillah pertumbuhannya semakin baik.

Siap dipanen

Siap dipanen

Tanaman kangkung ini sayang jika dipanen dengan cara dicabut, jadi saya potong saja bagian atas agar kelak tumbuh tunas baru. Jadi paling tidak bisa memanennya lebih dari satu kali. ada yang bilang maksimal tiga kali, karena jika lebih maka kangkung akan mengandung zat purin berlebih.

Tumbuh tunas baru setelah dipanen.

Tumbuh tunas baru setelah dipanen.

Untuk system apung banyak yang tidak sempat saya abadikan, penyebabnya adalah selalu lupa membawa kamera :D. Sebenarnya system apung jauh lebih mudah diaplikasikan pada tanaman sayuran. Tidak perlu repot membuat lubang pada pot dan memberi sumbu, tidak perlu pula media tanam seperti sekam dll. Cukup menyediakan busa seperti busa untuk cuci piring. Caranya adalah dengan menjepit beberapa batang kangkung dengan busa, lalu letakkan dilubang botol air mineral sehingga akar langsung menyentuh air tanpa perantara sumbu. Pada prisipnya busa digunakan sebagai penahan tanaman, dan karena sifatnya yang lentur busa dapat mengikuti pertumbuhan tanaman. Jika masih bingung bisa dilihat pada gambar berikut:

System Apung.

System Apung.

Ini adalah percobaan pertama saya, meskipun masih belum maksimal tapi cukup memuaskan. Ada beberapa kesalahan atau kekurangtepatan pada percobaan pertama ini sehingga hasilnya masih kurang maksimal. Kesalahan yang ada pada percobaan pertama ini antara lain :

  1. Kurang sinar matahari pada awal pembibitan.
  2. Menggunakan sekam biasa, padahal sebaiknya menggunakan sekam bakar
  3. Terlalu penuh mengisi sekam sehingga akar jauh dari sumbu

Begitulah percobaan pertama saya, bagaimana apakah anda ingin memulai juga?

Pengalaman Awal Mengenal Hidroponik

Pengalaman Awal Mengenal Hidroponik

Sejak Desember 2014 yang lalu saya mulai tertarik pada dunia hidroponik. Sudah lama saya mendengar istilah ‘hidroponik’, tapi tidak pernah benar-benar tahu bagaimana prakteknya. Sejak kecil saya menyukai kegiatan bercocok tanam terutama jenis sayuran dan berbagai macam jenis bunga. Namun ketika tinggal di kota besar hal itu sulit dilakukan karena terbatasnya lahan. Tidak ada sejengkal tanahpun di sekitar tempat tinggal saya. Semua telah tertutup semen dan kramik. Tidak ada tanah yang bisa digali untuk bercocok tanam. Bahkan untuk sekedar menanam bungapun harus membeli tanah dari pedagang bibit tanaman.

Caisin Hidroponik ©duniarahmi

Caisin Hidroponik ©duniarahmi

Hidroponik adalah salah satu cara bercocok tanam yang dapat menjawab permasalahan saya dan permasalahan beberapa orang yang ingin berkebun di lahan yang sempit di perkotaan. Orang biasa menyebutnya dengan urban farming. Pengertian sederhana Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman (Wikipedia, 2014). Masih banyak orang yang belum mengetahui tentang hidroponik. Saya pernah mencoba mencari buku yang membahas tetang hidroponik di berbagai toko buku, tapi tidak banyak yang saya temukan. Kalaupun ada, harganya cukup mahal dengan penjelasan yang sulit dimengerti oleh pemula. Membaca begitu banyak teori cukup memusingkan, jadi lebih baik langsung dimulai saja. 😀 Tidak perlu berfikir yang terlalu sulit seperti dalam teori, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan. Dan tidak perlu repot membeli berbagai bahan dan peralatan. Saya memanfaatkan barang-barang yang ada disekitar. Ada banyak system dalam hidroponik, antara lain Wick (sumbu), Apung, NFT (Nutrient Film Technic), DB (Dutchbucket), DFT (Deep Flow Technique), dan Fertigasi. Dan yang paling mudah untuk skala rumahan dan pemula adalah system Wick dan system Apung. Sebagai permulaan kedua system ini lah yang saya pakai karena paling sederhana dan mudah membuatnya.

Hidroponik - Wick System (Sistem Sumbu)

Hidroponik – Wick System (Sistem Sumbu)

Pada prinsipnya system wick (sumbu) adalah menggunakan sumbu untuk membantu mengalirkan air nutrisi ke akar tanaman yang masih kecil. Setelah dewasa akar akan mencapai air nutrisi dengan sendirinya. Sedang system apung adalah membiarkan akar tanaman langsung menyentuh air. Seperti kebanyakan orang, saya juga menggunakan botol air mineral untuk memulai percobaan system wick ini. Bahan-bahan yang saya siapkan adalah:

  1. Botol air mineral ukuran berapapun (600ml atau 1500 ml)
  2. Plastik hitam
  3. Kain flannel untuk sumbu
  4. Selotip
  5. Gunting
  6. Paku atau besi untuk membuat lubang pada botol
  7. Besi atau paku
  8. Lilin untuk memanaskan paku atau besi
©duniarahmi

©duniarahmi

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Bagi botol air mineral menjadi dua bagian

Bagi botol menjadi 2 bagian.

2. Lubangi tutup botol dengan besi atau paku yang dipanaskan dengan lilin. Lubang tersebut  kegunaannya adalah untuk memasukkan sumbu. Dan lubangi bagian atas botol untuk jalan keluarnya akar.

IMG_20150125_133916

3. Masukkan sumbu/kain flannel pada lubang yang telah dibuat.

IMG_20150125_134106

4. Lapisi bagian botol dengan plastik hitam, atau bisa juga dengan dicat. Tujuannya adalah agar air tidak berlumut. Karena jika botol dibiarkan bening, maka sinar matahari yang mengenai air akan menimbulkan lumut.

IMG_20150125_134855

Selesai. Botol siap digunakan sebagai pot hidroponik. Bagaian bawah botol diisi dengan air nutrisi, sedangkan bagian atas diisi dengan sekam atau media tanam lainnya.

IMG_20150125_134343 IMG_20141229_080203

Note: catatan ini hanya berbagi pengalaman pribadi, mungkin ada ketidaksamaan dengan teori atau cara yang seharusnya.

Labuan Bajo – Menyentuh Bumi Flores

Labuan Bajo – Menyentuh Bumi Flores

Labuan Bajo merupakan ibu kota dari Kabupaten Manggarai Barat yang terletak di ujung barat Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelabuhan kecil Labuan Bajo merupakan salah satu pintu gerbang menuju Pulau Komodo habitat asli reptilia komodo (Varanus komodoensis).

8 Agustus 2014, perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 07.00 pagi. Dan rasanya masih seperti mimpi hari itu pukul 14.00 akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Penerbangan dengan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Denpasar lalu Labuan Bajo meskipun memakan waktu cukup lama namun tidak terasa membosankan. Fasilitas dan pelayanan maskapai kebanggaan Indonesia ini cukup sebanding dengan harganya, dan kali ini saya menikmati ini semua dengan GRATIS 😀 Selama penerbangan Jakarta – Denpasar saya memilih menonton acaranya Ramon Y. Tungka dan Tim 100 Hari Keliling Indonesia, sesekali bermain game dan sesekali memandang keindahan panorama alam Indonesia yang samar terlihat dari ketinggian. Pemandangan alam yang terlihat dari ketinggian terbang pesawat khususnya selama penerbangan dari Denpasar menuju Labuan Bajo luar biasa indah, pulau-pulau dan laut terlihat cukup jelas. Benar-benar pemandangan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan penerbangan menuju Sumatera yang lebih sering tak terlihat apa-apa selain awan putih yang tentu saja tak kalah indahnya.

Pemandangan Denpasar - Labuan Bajo

Pemandangan Denpasar – Labuan Bajo

Bandara Labuan Bajo

Bandara Labuan Bajo

Ini kali pertama saya mengunjungi kepulauan Nusa Tenggara, dan sekaligus pertamakali merasa terasing di negeri sendiri. Karena sejak di pesawat hingga di Bandara Labuan Bajo jarang sekali saya temui wisatawan lokal, sekitar 80% lebih adalah wisatawan asing. Bahkan penumpang pesawat Garuda dari Denpasar ke Labuan Bajo yang datang sebagai wisatawan lokal hanya saya dan teman saya saja, dua keluarga penduduk lokal Labuan Bajo, dan sisanya wisatawan asing. Ini merupakan pemandangan baru buat saya, berwisata di negeri sendiri namun didominasi wisatawan asing. Dan semua ini tentu saja disebabkan biaya perjalanan yang sangat mahal.

Perjalanan kali ini terasa luar biasa istimewa, karena kegiatan jelajah nusantara ke Labuan Bajo – Pulau Komodo ini dibiayai oleh Carrefour dan seluruh kegiatan telah diatur oleh Garuda Indonesia Holiday. Setelah tiba di Bandara Labuan Bajo yang masih dalam proses renovasi kami langsung dijemput oleh pihak Garuda Indonesia Holiday yaitu Bapak Martin yang bertugas sebagai guide, dan kami langsung diantar menuju tempat penyewaan alat snorkeling. Setelah menikmati Labuan Bajo dari atas, kami lalu menuju pelabuhan untuk langsung menaiki kapal menuju Pulau Komodo. Proses menaiki kapal ini cukup dramatis, yang pertama ketika akan menaiki kapal saya dibuat agak deg-degan luar biasa. Bayangkan saja saya hanya berdua dengan teman saya yang juga perempuan, dan kami harus naik kapal dan juga bermalam di kapal bersama lima laki-laki kru kapal dan guide penduduk asli Flores. Kesan pertama sangat menyeramkan melihat wajah mereka terutama sang kapten kapal, tidak ada kesan ramah ditambah faktor bahasa yang tidak saya mengerti. Dan ternyata kesan pertama memang tak selalu benar, mereka para kru kapal sangat ramah dan baik, sang kapten ternyata seorang yang berwajah Rambo tapi berhati Rinto. Hal dramatis ke dua adalah kami harus turun dari atas pelabuhan menuju kapal dengan mnggunakan tangga yang hampir berdiri tegak 180° dan kondisi kapal yang terus bergoyang dihempas ombak. Ini cukup mengerikan meski tak sedramatis hal yang pertama. 😀

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Bersama Kru Kapal

Bersama Kru Kapal

Suasana pelabuhan juga sedang dalam proses renovasi. Menurut informasi dermaga angkutan barang seperti peti kemas dan lain-lain akan dipindahkan ke tempat lain, jadi Labuan Bajo akan digunakan untuk angkutan penumpang atau wisatawan saja. Kota Labuan Bajo tidak seramai yang saya banyangkan, benar-benar hanya sebuah kota kecil. Saya fikir daerah ini ramai seperti tempat wisata pada umumnya yang dipenuhi pedagang oleh-oleh dan makanan khas. Ternyata sangat sulit menemukan toko yang menjual oleh-oleh di sini, pasar lebih didominasi oleh tempat penyewaan alat snorkeling atau diving dan toko-toko kelontong seperti pasar tradisional pada umumnya. Pada malam hari penjual makanan pun tidak terlalu banyak, hanya ada beberapa penjual bakso, nasi goreng, rumah makan padang, dan penjual gorengan. Setiap suduk kota banyak tukang ojeg yang siap mengantar kita kemana saja dengan biaya terjangkau.

Kota Labuan Bajo

Kota Labuan Bajo

Setelah kembali dari Pulau Komodo kami menginap di hotel La Prima Labuan Bajo, dan fasilitas menginap di hotel pun kami nikmati secara gratis. Hotel ini terletak cukup jauh dari Pelabuhan dan pasar, dan pada malam hari suasana sangat sunyi ditambah belum banyaknya lampu penerang jalan. Meskipun kecewa tidak bisa menikmati matahari tenggelam dari Labuan Bajo yang terkenal indah, tapi saya cukup terhibur dengan pemandangan yang tampak dari jendela hotel tempat kami menginap. Liburan gratis dan mewah ini memberikan banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru buat saya. Dan membuat saya ingin kembali lagi ke bumi NTT untuk mengunjungi Sumba yang konon keindahannya juga sangat menakjubkan. *dream and pray*

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

La Prima Hotel - Labuan Bajo

La Prima Hotel – Labuan Bajo

“Simpan mimpimu dalam hati, genggamlah dengan erat, dan biarkan Tuhan yang mewujudkannya untukmu©duniarahmi