Ini Tentang Tanjung Aan dan Batu Payung, Lombok

Ini Tentang Tanjung Aan dan Batu Payung, Lombok

20161104_152214-01

Perjalanan saya ke Lombok pada tanggal 4 – 6 November 2016 ini adalah dalam acara ‘Buka Insto Let’s Go’ Goes To LOMBOK bersama MY TRIP MY ADVENTURE.

 

Lombok, sebuah pulau yang termasuk ke dalam provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas dari Sumbawa di sebelah timur. Lombok merupakan daerah tujuan wisata yang sudah dikenal secara internasional karena mempunyai banyak tempat wisata yang menganggumkan dan bervariatif. Mulai dari gunung, laut, danau, air terjun, taman, wisata budaya, kuliner, dan lain-lain semua ada di sini. Salah satu destinasi wisata yang mengagumkan saya adalah pantai Tanjung Aan, yaitu salah satu tempat diadakannya ritual masyarakat Lombok Bau Nyale yang dilakukan berdasarkan legenda Putri Mandalika.

Saat tiba di Lombok International Airport yang terletak di Tanak Awu, Lombok Tengah, tepatnya di sebelah tenggara Kota Mataram ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat kita akan langsung disuguhi beberapa booth wisata Lombok untuk berfoto. Jelas terlihat Lombok mulai berbenah mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi wisata yang banyak diminati wisatawan seperti Bali. Meskipun ada beberapa celetukan yang saya dengar dari masyarakat NTB sendiri yang mengatakan NTB adalah kependekan dari “Nasib Tergantung Bali.” Karena untuk saat ini sebagaimana yang banyak orang ketahui memang beberapa wisatawan yang berkunjung ke Lombok adalah wisatawan yang sekedar singgah saat berkunjung ke Bali. Dengan kata lain Lombok masih menjadi pilihan ke dua setelah Bali. Namun dengan kerja keras dari pemerintah dan masyarakat kita berharap kedepannya NTB menjadi “Next Time Better.”

 

Pantai Tanjung Aan

Pantai ini terletak di pulau Lombok bagian tengah, yaitu sekitar 75 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 3 Kilometer dari Pantai Kuta Lombok. Jalan menuju pantai ini masih kurang layak, ditambah lagi dengan petunjuk jalan yang masih minim. Padahal pantai ini sangat indah dan masih terjaga kealamiannya. Hanya ada beberapa pengunjung dan penjual kain tenun saat saya tiba di pantai ini. Jika akses menuju Pantai Tanjung Aan diperbaiki pasti akan banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Yang unik dari pantai Tanjung Aan adalah pasirnya yang berbeda dan baru pertama saya temui. Pasir di sini tidak lembut seperti tepung, namun bulat-bulat seperti merica. Ada sensasi tersendiri saat menginjakkan kaki di pasir pantai ini. Bahkan karena keunikannya ini beberapa anak kecil mejual pasir ini dalam botol mineral seharga 5000 rupiah.

Di tanjung Aan ini juga terdapat sebuah bukit kecil yang merupakan spot favorit wisatawan untuk berfoto. Indah sekali menikmati pantai dan hamparan laut dari atas bukit tersebut. Angin yang bertiup cukup kencang juga menambah eksotis tempat ini. Di bukit ini saya memilih duduk bersantai di atas rumput sambil menikmati pemadangan kapal yang lalu lalang menuju pantai Batu Payung. Lalu berjalan ke sebelah kanan dan wow langsung disuguhi pemandangan pantai yang landai dengan hamparan pasir putih. Type pantai seperti ini sangat cocok untuk anak-anak bermain air. Dan ada sebuah ayunan di pinggir pantai seperti yang terdapat di Gili Trawangan. Jadi tidak salah jika mengajak keluarga untuk bermain di pantai ini.

 Processed with VSCO with c1 preset

 

Pantai Batu Payung

 

Setelah turun dari bukit, saya memutuskan menyebrang ke pantai Batu Payung menggunakan kapal dengan tarif Rp. 50.000 perorang. Harga yang cukup mahal menurut saya. Karena jarak menuju pantai tersebut tidaklah terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Mengunjungi pantai Batu Payung adalah untuk memenuhi rasa penasaran saya dengan pantai yang terkenal karena pernah dijadikan lokasi syuting iklan sebuah produk rokok. Pantai ini memiliki ciri khusus yaitu batu karang yang menjulang tinggi.

Processed with VSCO with c1 preset

DuniaRahmi Goes To Lombok

Awalnya saya mengira pantai di pulau kecil ini memiliki hamparan pasir putih yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati sinar matahari. Namun ternyata pantai ini dipenuhi batu-batu besar, karang, dan dinding-dinding perbukitan. Perlu ekstra hati-hati saat turun dari kapal, karena batu karang dipenuhi lumut yang licin. Di kawasan pantai ini banyak anak-anak kecil dan para penjual kelapa muda yang menawarkan jasa photo dan membatu mengarahkan gaya untuk mendapatkan photo yang unik.

Berbicara soal anak-anak yang menawarkan jasa photo di Pantai Batu Payung. Jadi, saat tiba di pantai ini saya langsung disambut oleh anak-anak kecil usia sekolah dasar yang menawarkan jasa photo dengan cukup membayar minimal 5000 rupiah. Anak-anak ini sudah terlatih mempergunakan berbagai macam kamera handphone dan ahli dalam mengarahkan gaya untuk mendapatkan gaya photo yang unik. Katanya mereka sebelumnya sering dimintai tolong oleh para wisatawan asing, dan para wisatawan itu juga mengajarkan bagaimana cara mengambil photo yang bagus. Ini memang menguntungkan buat para solo traveller yang ingin difoto.

Processed with VSCO with c1 preset

Berjalan sedikit ke arah lokasi batu payung yang menjulang tinggi saya langsung disambut  pemuda dan bapak-bapak yang menawarkan kelapa muda. Saya sebenarnya agak sedikit merasa terganggu dengan anak-anak dan para pendagang di tanjung Aan maupun di Pantai Batu Payung. Karena mereka terus mengikuti dan cenderung memaksa dalam menawarkan jasa maupun dagangannya. Inilah menurut saya yang mesti sedikit diperbaiki di dunia pariwsata beberapa lokasi di Lombok. Berikan fasilitas pada para pedagang dan berikan rasa nyaman pada wisatawan. Untuk menjadi destinasi wisata yang banyak diminati pengunjung bukan hanya soal keindahan alam saja, tapi juga didukung oleh keramahtamahan penduduk lokal yang menjunjung tinggi nilai budaya daerah dan bangsa Indonesia. Dengan kerja keras dari pemerintah dan penduduk maka saya rasa pariwisata Lombok dapat lebih maju lagi seperti Bali. Keberhasilan suatu daerah wisata adalah yang membuat pengunjung selalu ingin kembali lagi, bahkan tidak ingin hanya sekedar singgah namun ingin menetap di sana. Semoga kisah ini bisa menginspirasi.  Maju pariwisata Indonesia.

 

Advertisements
Meraih Liburan Impian Keluarga Bersama Travelio

Meraih Liburan Impian Keluarga Bersama Travelio

banner

Travelio.com

Libur akhir tahun tinggal menghitung hari. Inilah saatnya beristirahat dari segala rutinitas sehari-hari yang tidak jarang terasa membosankan. Berlibur bersama keluarga adalah pilihan yang tepat. Saat ini liburan atau traveling menjadi gaya hidup sebagian besar orang, terutama di Indonesia. Jika dahulu liburan adalah hal yang mewah, maka lain halnya dengan sekarang. Siapapun bisa berlibur ke Bali atau pun ke tempat tujuan wisata lainnya. Segala akomodasi yang diperlukan untuk liburan, seperti penerbangan dan penginapan bisa didapatkan dengan mudah, murah, dan cepat berkat perkembangan teknologi. Persoalannya adalah bagaimana membuat liburan kita lebih istimewa dan menyenangkan. Masing-masing orang mempunyai tujuan yang berbeda ketika memutuskan untuk pergi berlibur. Ada beberapa tujuan yang umum dimiliki orang-orang ketika pergi berlibur, yaitu:

  • Berlibur untuk menikmati waktu santai bersama keluarga
  • Berlibur untuk menikmati waktu bersama teman atau pasangan
  • Berlibur untuk menghilangkan stress karena berbagai permasalahan atau pekerjaan
  • Berlibur untuk meng-eksplore tempat baru
  • Dan lain-lain

Nah yang jadi masalah adalah bagaimana kita mendapatkan liburan yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai kita berlibur untuk bersantai dan meciptakan quality time bersama keluarga, tapi yang terjadi malah muncul berbagai masalah yang membuat stres atau kelelahan yang berlebih. Sehingga tujuan dari berlibur itu sendiri tidak tercapai. Hal ini yang kadang-kadang tidak semua orang bisa menciptakannya. Beberapa orang mengalami masalah setelah pulang berlibur bukannya fikiran dan badan menjadi fresh, tapi yang terjadi malah sebaliknya.

 

 cara-kerja-travelio

Liburan bukan melulu soal meng-eksplore tempat baru. Bukan pula soal berjalan kesana kemari untuk mendapatkan spot yang indah lalu upload di sosial media. Ada kalanya liburan adalah waktu untuk bersantai di dalam kamar, menikmati ketenangan, menikmati pelayanan/service, bersantai di kolam renang pribadi, dan menikmati segala fasilitas penginapan yang bagaikan rumah sendiri. Mungkin sebagian orag akan ada yang bertanya, “Lalu apa bedanya dengan berdiam di rumah? Jika demikian tidak perlu pergi berlibur jika hanya ingin pindah tidur.” Tentu saja berbeda. Berlibur berarti kita berada di tempat baru dengan suasana baru. Dengan segala fasilitas dan pelayanan di tempat baru kita berharap tidak akan melihat tumpukan cucian atau tumpukan pekerjaan yang bisa mengganggu fikiran. Dengan pergi berlibur kita punya harapan untuk benar-benar istirahat dari segala rutinitas dan hanya menikmati ketenangan. Selain itu kita butuh suasana yang nyaman seperti di rumah sendiri. Tetap bisa masak makanan kesukaan sendiri meski sedang berlibur. Itulah yang kadang kita butuhkan untuk mendapatkan liburan yang berkualitas dan tepat sasaran.

img_3104

Santai di Balkon

Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan akomodasi penginapan yang tepat sesuai kebutuhan? Jawabanya adalah TRAVELIO. Travelio.com adala sebuah situs booking hotel/penginapan online yang berada di bawah PT Horizon Internusa Persada, dengan Lio, si singa berambut merah yang lucu sebagai maskotnya. Konsep baru yang diusung oleh Travelio.com saat ini adalah More space, more facility, more value.” Lalu apa yang membedakan Travelio.com dengan situs booking hotel online lainnya? Travelio mengerti kegemaran orang Indonesia yang suka menawar harga, dan pesan melalui Travelio.com ini kita bisa melakukan penawarn harga. Disamping tombol ‘Pesan Sekarang’, Travelio.com juga memberikan pilihan ‘Coba Tawar’ dengan kata lain memberi kebebasan pada kita untuk menentukan harga.

Jika selama ini kita harus memesan lebih dari satu kamar saat berlibur bersama keluarga, maka sekarang hal itu tidak diperlukan lagi. Travelio tidak hanya menyediakan pilihan hotel atau kamar saja, tetapi juga dilengkapi dengan pilihan Sewa Rumah, Villa, dan Apartemen. Ini lah yang juga membuat Travelio berbeda dengan situs booking penginapan online lainnya. Dengan pilihan sewa rumah / villa / apartemen kita dapat bebas menentukan sendiri jenis akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan Travelio kita bisa sewa villa, apartemen atau rumah dengan harga lebih murah dibanding jika menyewa beberapa kamar hotel, bahkan untuk tipe kamar family room sekalipun. Dan yang lebih keren lagi, kita tidak perlu khawatir mengenai kualitas akomodasi yang kita pilih. Karena Travelio mengkurasi dan mengecek langsung kondisi properti agar memenuhi standar kenyamanan, keamanan, dan kebersihan layaknya standar hotel. Dengan begitu liburan semakin berkualitas dan tepat sasaran. Hubungan dengan keluarga, pasangan, atau teman juga akan semakin erat setelah berlibur bersama.

 

cara-kerja-travelio2

Untuk melakukan pemesanan akomodasi melalui Travelio tidak lah sesulit mendaki puncak Mahameru. Semua bisa dilakukan hanya dengan 3 langkah yaitu, Pilih, Booking, dan Bayar.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan saya jabarkan tahapan pemesanan akomodasi melalui situs Travelio.com.

1. Buka Website Travelio

Buka website Travelio.com melalui PC, laptop, atau smartphone. Pada halaman utamanya, kita akan langsung disambut oleh kolom pilihan lokasi, tanggal check in dan check out seperti yang terlihat di bawah ini:

 

2016-12-11-13_34_09-sewa-apartemen-rumah-villa-guest-house-kamar-hotel-murah-_-travelio-com

Halaman utama Travelio.com

2. Pilih Tujuan Yang Diinginkan Dan Tanggal Check In & Check Out

Langkah selanjutnya adalah, memilih tujuan yang diinginkan. Misalnya, Anda ingin mencari villa di Bali untuk liburan Tahun Baru, maka anda harus mengisi kolom lokasi dengan ‘Bali, Indonesia’. Lalu pilih tanggal check in, misalnya 30-12-2016, dengan lama menginap 3 malam, berarti tanggal check out adalah . 02-01-2017 yang akan otomatis muncul jika anda mengisi kolom lama menginap ‘3 hari’ . Kemudian klik ‘Cari’.

2016-12-11-13_45_05-sewa-apartemen-rumah-villa-guest-house-kamar-hotel-murah-_-travelio-com

Input lokasi dan tanggal check in & check out

3. Pilih Akomodasi Yang Diinginkan

Setelah klik tombol ‘Pilih’ pada langkah ke-2, maka akan muncul beberapa pilihan akomodasi pada halaman selanjutnya. Pilihan ini dapat kita persempit lagi dengan mem-filter Nama Akomodasi, Tipe Kamar, Tipe Properti, Fasilitas, dan Area yang ada di sidebar. Setelah itu pilihan akomodasi juga dapat diurutkan berdasarkan harga, peringkat, dan nama yang ada pada bagian atas.

Sebagai contoh, filter pilihan ‘Villa’ sebagai Tipe Properti, dan pilih ‘Ubud’ sebagai Area, maka akan muncul pilihan-pilihan villa di sekitar Ubud. Setelah itu klik pada gambar villa untuk melihat informasi detilnya, galeri properti & kamar, fasilitas, dan lain-lain. Misalnya kita memutuskan untuk melihat Gino Feruci Villa Ubud – Bali yang harganya terjangkau namun terlihat menarik.

2016-12-11-14_13_47-sewa-gino-feruci-villa-ubud-_-travelio-com

Contoh pilihan akomodasi

4. Coba Tawar

Setelah mentukan pilihan, langkah selanjutnya adalah melakukan penawaran. Ini adalah bagian yang paling disukai para wanita. Tapi Ingat tawarlah dengan harga yang masuk akal. Jangan menawar dengan Afgan (Sadis) atau Rossa (Tega). Sebagai informasi harga yang tertera pada form sudah termasuk pajak dan service. Jadi tidak ada biaya tambahan yang tersembunyi.

Setelah klik tombol ‘Coba Tawar” maka akan muncul form penawaran yang dilengkapi barometer berwarna untuk memberi gambaran tingkat keberhasilan penawaran yang kita lakukan. Jika berwarna hijau berarti kemungkinan penawaran berhasil besar, dan warna merah menandakan kalau kamu ‘sadis’ dan kemungkinan berhasil dalam penawaran kecil sekali.

Ada tiga kemungkinan hasil dari penawaran,

a.      Selamat, Anda Berhasil!

2016-12-11-14_35_32-sewa-gino-feruci-villa-ubud-_-travelio-com

Jika penawaran Anda berhasil dan disetujui maka Si Lio akan tertawa gembira sambil mengucapka kata ‘Yeyy’. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan pembayaran.

b.      Tawaran Diproses.

2016-12-11-14_34_45-sewa-gino-feruci-villa-ubud-_-travelio-com

Ini tandanya penawaran kita sedang dipertimbangkan, dan Si Lio pun menari-nari kegirangan sambil bermain kembang api. Dan Anda diminta untuk menunggu maksimal 1 x 24 jam untuk mengetahui hasil pertimbangan pihak penginapan.

c.      Maaf, Tawaran Ditolak.

2016-12-11-14_32_52-sewa-gino-feruci-villa-ubud-_-travelio-com

Sepertinya Anda menawar terlalu sadis, sehingga Si Lio menangis. Dan Anda harus melakukan penawaran ulang untuk mendapat harga yang pas.

5. Cari Perbandingan

Sebelum memutuskan untuk melakukan pembayaran biasakan untuk membandingkan harga dengan situs booking hotel online yang lainnya. Mari kita coba bandingkan dengan dua situs booking hotel online lain dengan pilihan hotel yang sama, tipe kamar yang sama, dan tanggal yang sama. Saya pastikan anda akan terkejut melihat perbedaan harga Travelio dengan tempat lain. Anda bisa dilihat sendiri perbedaanya di bawah ini. Wow..!! Sungguh jauh berbeda bukan? Lalu, jika ada yang lebih murah, mengapa pilih yang mahal?

 

6. Lakukan Pembayaran

Setelah yakin bahwa pilihan akomodasi yang kita pilih sudah yang paling murah maka segeralah melakukan pembayaran sebelum kehabisan. Ada tiga metode pembayaran yang ditawarkan Travelio, yaitu dengan Kartu Kredit, Internet Banking, dan, Setoran Tunai/ATM. Kita juga bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan voucher apabila beruntung mendapatkan voucher diskon. Masukkan kode diskon pada kolom yang telah disediakan.

Jika pembayaran telah berhasil di-verifikasi, maka kita akan mendapatkan email konfirmasi serta Booking Number. Dan pihak Travelio juga akan mengirimkan notifikasi ke hotel/villa/rumah/apartemen yang telah kita pilih. Jadi tidak perlu khawatir kode tertolak saat check in nanti.

 

cara-kerja-travelio3

Ini lah yang kita tunnggu-tunggu. Diskon.. Diskon.. Diskon.. Travelio berbaik hati memberikan diskon hingga 40% untuk pemesanan akhir tahun ini. Kalian hanya perlu memasukkan kode voucher berikut ini saat pembayara, kode voucher-nya yaitu: LIOMORETTV7Z0QHQ

voucher

Setelah input kode voucher saat pembayaran otomatis kalian akan mendapatkan potongan harga. Wah ini sih namanya untung berlipat ganda. Harga saja sudah murah dibanding situs lain, plus harga bisa ditawar, dan masih dapat diskon lagi. Saya jamin kalian tidak akan menemukan yang lebih baik dan murah dari Travelio. Jangan menunggu lagi, segera lakukan pemesanan sekarang dan masukkan kode vouchernya. Kapan lagi bisa dapat harga villa/rumah/apartemen semurah ini di saat libur akhir tahun.

*Jangan sampai salah ya, Kode voucher berfungsi sebagai kode diskon pemesanan Apartment, House, dan Villa saja di Travelio.com sebesar 40%.

Syarat dan Ketentuan sebagai berikut.

  • Kode hanya bisa digunakan untuk pemesanan tipe properti Apartment, House, dan Villa yang tersedia di situs web Travelio.com, baik di desktop, mobile web, maupun aplikasi “Travelio”;
  • Kode berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 pukul 23.59 WIB;
  • Nilai maksimum diskon yang dapat dinikmati setiap pelanggan adalah sebesar Rp300.000,00;
  • Setiap pelanggan hanya bisa menggunakan kode sebanyak maksimal 1 (satu) kali;
  • Kode voucher hanya bisa digunakan oleh pelanggan yang telah registrasi dan login saat melakukan pemesanan;
  • Kode voucher tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya atau dengan penggunaan Travelio Reward Point; dan
  • Travelio berhak membatalkan pemesanan apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran pada Syarat dan Ketentuan ini maupun Syarat dan Ketentuan layanan Travelio.com.

Siapa yang tidak ingin akhir tahun bisa bersantai di villa dengan privat pool seperti ini:

villa-ubud2

Gino Feruci Villa Ubud – Travelio.com

ginoooo3_o

Gino Feruci Villa Ubud – Travelio.com

Travelio memang terbilang baru, tapi patut kita perhitungkan sebagai pilihan untuk booking penginapan online. Di mana lagi kita bisa mendapatkan akomodasi dengan murah dan masih bisa ditawar. Sistem pemesanannya pun terbilang mudah. Harga yang tercantum sama dengan yang kita bayar, tidak ada biaya-biaya lain yang disembunyikan. Jadi tunggu apa lagi? Mulai rencanakan liburan akhir anda, dan soal akomodasi penginapan percayakan pada Travelio.com.

 

WisataLokal Indonesia Itu Sawarna

WisataLokal Indonesia Itu Sawarna

SAWARNA. Ya, daerah tujuan wisata yang terletak di daerah Lebak Provinsi Banten ini kian hari kian bertambah jumlah pengunjungnya. Pengunjung sebagian besar datang dari berbagai daerah di Jawa barat, terutama Bandung, Bogor, Bekasi, juga dari luar Jawa Barat yaitu Jakarta dan sekitarnya. Saya sendiri telah dua kali mengunjungi tempat ini. Oktober 2013 pertamakali saya mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kendaraan umum. Akhir tahun, tepatnya tanggal 26 Desember 2014 yang lalu saya kembali mengunjungi Sawarna. Hal itu bukan tanpa alasan. Saya kembali ke Sawarna karena tidak kuat menahan rindu pada ombak dan pasir putihnya. Juga rasa penasaran dengan sawah-sawah, gua-gua, dan jembatan gantung yang dulu belum sempat saya datangi. Begitu banyak spot wisata di sana yang tidak akan cukup waktu satu atau dua hari untuk melihatnya dari dekat.

Ombak Lagoon Pari

Ombak Lagoon Pari

Satu tahun berlalu dan Sawarna telah berubah banyak. Banyak sekali. Dulu saya datang tanpa booking penginapan terlebih dahulu, tapi saya bisa mendapatkan penginapan berupa saung besar hanya dengan membayar 350ribu rupiah saja untuk 3 hari 2 malam. Masih banyak penginapan kosong saat itu meskipun di akhir pekan. Tapi, kemarin sulit sekali menemukan penginapan yang kosong. Bahkan banyak yang akhirnya tidur di warung-warung yang terletak di sekitar pantai Ciatir. Dan setelah mencari diberbagai tempat akhirnya saya mendapatkan kamar kosong yang tinggal satu-satunya dengan biaya 600rb untuk 2 malam. Naik hampir 50% dari tahun sebelumya.

Perbedaan pada Sawarna juga terlihat dari jumlah pengunjung yang luar biasa banyak. Dulu, benar-benar tidak ada satu orang pengunjungpun ketika saya bermain ombak di Pantai Lagoon Pari dan Karang Taraje. Benar-benar hanya saya bertiga dengan teman saya, dan satu orang guide. Tapi kemarin, Banyak sekali pengunjung. Bukan hanya itu, di tempat itu dulu hanya ada satu warung kopi milik seorang nenek dan suaminya. Sekarang, Lagoon Pari telah penuh dengan warung-warung kecil, bahkan sudah dibangun toilet di area tersebut.

IMG_20141227_105212

On the top of Karang Taraje

Akhir tahun kemarin akhirnya saya mengunjungi tempat-tempat yang dulu belum sempat saya kunjungi. Ternyata jalan menuju gua cukup jauh, namun terasa indah dengan pemandangan sawah-sawah dan juga sungai yang mengalir disepanjang jalan. Dan jempatan gantung yang saya kira hanya ada satu ternyata ada banyak jumlahnya. Kunjungan ke Sawarna akhir tahun kemarin memberikan banyak cerita berbeda dan menempuh track-track baru yang lebih menantang dari tahun sebelumnya.

IMG-20141227-WA004 IMG-20141227-WA005

Desa kecil dengan sejuta pesona ini memang layak untuk dikunjungi saat libur tiba. Fenomena jalan-jalan ke pantai dan wisata alam kian banyak peminatnya beberapa tahun terakhir ini. Apalagi sekarang demam pamer photo saat berwisata semakin mempunyai banyak caranya. Orang-orang saat ini gemar memajang photo jalan-jalan di profil BB, Path, FB, Twitter, juga Instagram. Kadang kala membuat orang lain juga ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut saat libur. Mencari-cari tempat wisata yang indah sekarang tidak lah lagi sulit. Banyak informasi bertebaran di internet. Bahkan sekarang ada sebuah aplikasi di smartphone yang memudahkan kita untuk mencari tempat-tempat wisata secara mudah dan praktis. Aplikasi tersebut bernama ‘WisataLokal’ yang berslogan “Bhinneka Itu Indah”. Fitur yang dimiliki aplikasi ini antara lain adalah Point of Interest (dibagi tiap kota, propinsi, taman nasional, pulau), Photo, Maps, Artikel, Rating & Review, Membagikan ke social media, dan Favorit POI. Kunjungi  http://www.wisatalokal.net untuk tahu lebih banyak.

WisataLokal-thumb

Dengan aplikasi tersebut kita bisa dengan mudah menemukan tempat wisata sesuai dengan provinsi dan daerahnya. Jadi kita tidak perlu bingung dan galau lagi akan kemana saat libur tiba. Cukup download aplikasinya di smartphone, lalu jelajahi fitur-fiturnya. Untuk pengguna Android bisa download di sini dan untuk pengguna Windows Phone di sini. Setelah itu coba gunakan fitur pencariaan tempat wisata lokal yang ada di Indonesia. Dalam aplikasi Wisata Lokal ini tempat-tempat wisata mula-mula dikelompokkan berdasarkan provinsinya, lalu kabupaten dan ruang lingkup yang lebih kecil lagi. Misalnya coba tentukan akan berlibur kemana kita akhir pekan ini, apakah akan berlibur di dalam kota, kota terdekat, luar kota, atau bahkan lintas pulau. Misalnya saja kita putuskan untuk berlibur di kota yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung yaitu Banten. Lalu pilih salah satu daerah yang ada di Provinsi Banten. Kali ini kita pilih daerah Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Dan bisa kita lihat ada beberapa tempat wisata di Kabupaten Lebak yang bisa kita kunjungi, dan Sawarna adalah salah satunya. Setelah itu coba klik pilihan Sawarna dan di sana akan kita temukan penjelasan singkat tetang Sawarna juga photo-photonya. Jadi bisa kita lihat juga seperti apa keindahan tempat wisata yang akan kita kunjungi tersebut.

shot_2015-03-17_17-14-58shot_2015-03-17_17-12-51

shot_2015-03-17_17-15-53 shot_2015-03-17_17-18-31

Dengan berbagai fitur yang disediakan oleh aplikasi ini tentunya membuat kita lebih mudah mendapatkan informasi tempat wisata yang ingin kita kunjungi, dan mempermidah kita menentukan tempat wisata yang akan kita pilih. Nah, setelah kita mengunjungi tempat wisata yang kita pilih jangan lupa untuk memberikan review dan berbagi pengalaman di aplikasi Wisata Lokal tersebut. Jangan lupa pula untuk meng-upload photo-photo hasil jepretan kita agar orang lain pun bisa melihat keindahan tempat yang pernah kita kunjungi. Bukankan berbagi itu indah? 😉 Cara menulis review dan upload photo di aplikasi ini sangat mudah, tapi jika masih merasa bingung detil caranya bisa dilihat di sini.

Screenshot_2015-03-25-13-58-49 Screenshot_2015-03-25-14-10-03

Aplikasi Wisata Lokal ini juga memuat berbagai macam artikel tentang tempat-tempat wisata dan informasi lain yang akan memberikan kita pengetahuan baru, bahkan dapat memberikan inspirasi. Tips-tips ketika mengunjungi suatu tempat juga bisa kita temukan di sini. Aplikasi ini semakin memudahkan kita mengenal wisata lokal Indonesia, mengenal kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bukan hanya wisata alam saja, tapi wisata ilmu pengetahuan seperti museum, makam pahlawan, candi-candi, tempat ibadah ternama juga bisa kita temukan di sini. Jadi, silahkan coba dan rasakan manfaatnya.

shot_2015-03-17_17-21-15

Contoh artikel di Aplikasi WisataLokal

Mengenal wisata lokal sendiri adalah baik. Memilih berwisata di negeri sendiri adalah lebih utama. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian, keindahan, dan kebersihan lingkungan tempat wisata kita. Tetap buang sampah pada tempatnya!

Backpacker dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Backpacker dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini fenomena backpacker di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kemunculan biro travel ala backpacker di situs-situs jejaring sosial maupun situs semacam http://www.kaskus.co.id, juga kemunculan forum-forum backpacker seperti www.backpackerindonesia.com, www.trackpacking.com, www.indobackpacker.com dan masih banyak lagi yang lain. Saat ini banyak pula bermunculan acara televisi yang menampilkan perjalanan ke tempat-tempat yang menyajikan pemandangan alam menakjubkan yang selama ini tidak banyak diketahui orang.

Backpacker menurut Wikipedia bahasa Indonesia berasal dari kata tas ransel (backpack) untuk bepergian. Backpack merupakan istilah bahasa Inggris yang artinya tas yang digendong di belakang. Wisata beransel (bahasa Inggris: backpacking) adalah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang-barang yang memberatkan atau membawa koper. Adapun barang bawaan hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya, dan perlengkapan lain yang dianggap perlu. Biasanya orang yang melakukan perjalanan seperti ini adalah dari kalangan berusia muda, tidak perlu tidur di hotel tetapi cukup di suatu tempat yang dapat dijadikan untuk beristirahat atau tidur. Perjalanan seperti ini dilakukan di dalam negeri ataupun di luar negeri. Nah, forum-forum yang dibentuk oleh para backpacker inilah yang sekarang banyak diminati oleh orang-orang yang menyebut dirinya pecinta alam, penikmat keindahan dan lain-lain.

Kehadiran para backpacker ini menurut saya cukup banyak memberi dampak, baik dampak positif maupun negatif terutama pada lingkungan. Dampak positifnya antara lain adalah meningkatnya pembangunan, perekonomian masyarakat di sekitar daerah wisata, tumbuhnya rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap wisata lokal, membantu mempromosikan wisata yang belum banyak diketahui orang, dan peningkatan hubungan antar pribadi dari berbagai daerah yang berbeda suku dan agama. Karena para backpacker ini tidak sedikit pula yang melakukan aktifitas bersama-sama dengan orang lain dari berbagai daerah melalui forum-forum backpacker atau pecinta alam.

Sedangkan dampak negatif dari peningkatan jumlah pecinta jalan-jalan ini juga cukup banyak. Salah satunya yang akan saya bahas adalah dampak pada kerusakan lingkungan, terutama kawasan pantai dan gunung. Karena icon suatu keindahan yang paling banyak dicari adalah pantai dan juga lereng dan puncak gunung. Para backpacker ini biasanya senang mendaki gunung, mencari dan mendatangi tempat-tempat yang tersembunyi atau yang dikenal dengan istilah hidden paradise.

Salah satu pantai di Sumatera Barat

Salah satu pantai di Sumatera Barat

Salah satu contoh hidden paradise yang saat ini sedang popular adalah Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang. Dan saya pun pernah mendatangi tempat ini karena tergiur dengan keindahan alamnya. Pulau Sempu ini sebenarnya merupakan kawasan cagar alam, yaitu kawasan suaka alam yang karena alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem tertentu yang perlu di lindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Seharusnya kawasan ini tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang dan tidak boleh dijadikan tempat wisata, karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan Cagar Alam. Tapi pada kenyataannya petugas Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu sering meloloskan/mengijinkan pelancong untuk memasuki kawasan, meskipun tanpa simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Sehingga tempat ini sekarang lebih mirip sebagai tempat wisata, dan bukan lagi sebagai cagar alam. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi Pulau Sempu setiap harinya setelah mendengar dan membaca dari berbagai media. Kehadiran orang-orang ini ikut menyumbang sampah-sampah yang sekarang mulai terlihat dibeberapa sudut Pulau Sempu. Sisa-sisa bungkus makanan, botol air mineral, puntung rokok, dan sampah lain yang dibuang begitu saja oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Pulau Sempu - Jawa Timur

Pulau Sempu – Jawa Timur

Contoh lain adalah kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet pada Sabtu dini hari, 25 Agustus 2012 yang diduga berasal dari sisa api unggun pendaki. Kondisi hutan di Indonesia kian merana saja. Tahun ini kebakaran tidak hanya terjadi akibat kemarau panjang, tapi juga karena kecerobohan manusia. Hampir semua kasus kebakaran hutan atau sebesar 99% terjadi akibat aktivitas manusia. Kegiatan manusia seperti merokok, buka kebun, dan pendakian gunung menjadi penyebab awal kebakaran hutan. Pada Tahun 1984 Gunung Slamet ini juga pernah terbakar dan penyebab kebakaran saat itu diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh para pendaki hingga menyulut pohon-pohon maupun ilalang yang mengering. Coba bayangkan berapa kerugian akibat kebakaran hutan tersebut? Berapa banyak pohon yang hangus terbakar? Berapa banyak binatang yang mati? Kerugian yang pasti adalah rusaknya ekosistem alam, dan ini lah yang sulit untuk dikembalikan seperti semula.            Itulah salah satu contoh kecil dampak yang terjadi pada lingkungan kita akibat kegiatan manusia yang mengatasnamakan backpacker dan pecinta alam. Dampak-dampak negatif tersebut dapat diminimalisir dan dihilangkan jika saja setiap orang mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa memiliki alam yang sudah diciptakan Tuhan dengan segala keindahannya. Selayaknya keindahan itu tidak hanya dinikmati sesaat, tapi juga harus terus dijaga agar keindahannya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Sekumpulan pecinta alam setidaknya jangan hanya bangga telah mendatangi banyak tempat, telah menaklukan berapa gunung, tapi banggalah jika telah dapat memberikan sumbangsih yang positif terhadap tempat-tempat yang didatangi tersebut. Nikmatilah keindahan ciptaan Tuhan ini, namun jangan lupa pula untuk menjaganya.

Salah satu pantai di Pulau Tidung - Kepulauan Seribu

Salah satu pantai di Pulau Tidung – Kepulauan Seribu

Itinerary Labuan Bajo – Pulau Komodo 3D2N

Tips Perjalanan kali ini yaitu sebaiknya kita tidak pergi sendirian. Lakukan perjalanan minimal 2 atau 4 orang untuk menghemat biaya akomodasi.

Hari Pertama (Jakarta – Labuan Bajo)

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat termurah yaitu Lion Air, dengan perkiraan biaya tiket pesawat dan pajak bandara pulang pergi (PP) Jakarta – Labuan Bajo adalah IDR 3.000.000. Berangkat dari Jakarta pukul 04.30 pagi lalu transit di Bandara Ngurah Rai Denpasar, dan diperkirakan tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo pukul 13.25

Selanjutnya dari bandara menuju penginapan menggunakan ojeg motor dengan biaya sekitar IDR 15.000. Penginapan yang saya pilih adalah Green Hill Boutique Hotel yang terletak di pusat kota, menghadap langsung ke pelabuhan Labuan Bajo dengan tarif sebesar IDR 350.000 untuk dua orang. Masing-masing kamar di hotel ini dilengkapi dengan televisi, shower air panas dan dingin, AC juga balkon. Alamat hotel adalah di Jalan Soekarno Hatta Labuan Bajo, telp. 0385-41289.

Setelah check in, istirahat, dan makan siang kita akan langsung berkeliling kota Labuan Bajo menggunakan sepeda motor yang disewa dari tempat penginapan dengan biaya IDR 50.000. Tempat yang akan dikunjungi adalah Goa Batu Cermin di Desa Wae Sambi yang berjarak sekitar empat kilometer dari pusat kota. Tiket masuk Goa Batu Cermin adalah IDR 10.000 dan sewa jasa pemandu IDR 10.000.

Setelah itu kita lanjutkan perjalanan ke Bukit Cinta yang terletak di timur kota Labuan Bajo, dan lalu ke Pantai Pande di sebelah barat kota. Menjelang sore kita akan menuju pelabuhan untuk menikmati sunset yang terkenal eksotis.

Sebelum kembali ke penginapan kita akan makan malam dulu di kota. Ada beberapa pilihan menu, yaitu nasi goreng, ayam goreng, nasi padang, bakso, dan lain-lain.

Total biaya hari pertama:

  • Tiket pesawat dan pajak Bandara PP   : IDR 3.000.000
  • Ojeg bandara – penginapan                 : IDR 15.000
  • Sewa Hotel per kamar                          : IDR 350.000 (@IDR 175.000/orang)
  • Sewa Sepeda Motor per unit                : IDR 50.000 (@IDR 25.000/orang)
  • Tiket masuk + guide Goa Batu Cermin  : IDR 20.000
  • TOTAL                                                  : IDR 3.235.000/orang

*tidak termasuk biaya makan siang dan malam

Hari ke dua (Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Kalong)

Pukul 06.00 check out dari penginapan dan bersiap-siap menunggu jemputan dari pihak kapal yang telah kita sewa sebelumnya. Kapal yang kita sewa adalah milik Bapak Figo dengan biaya sekitar IDR.2.200.000 untuk 2 hari 1 malam dengan penumpang sebanyak 4 orang. Sewa kapal sudah termasuk makan, life vest, snorkel, dan kaki katak. Kontak Bapak Figo adalah 081237321023. Banyak pemandangan menakjubkan sepanjang perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca.

Tiba di destinasi pertama hari ini yaitu Pulau Rinca atau Loh Buaya. Labuan Bajo – Pulau Rinca ditempuh selama sekitar 1 jam 30 menit. Untuk masuk Pulau Rinca dikenakan biaya karcis sebesar IDR 2500, retribusi sebesar IDR 20.000, biaya membawa kamera sebesar IDR 5000, dan jasa ranger (guide) sebesar IDR 80.000 per grup. Ini sudah termasuk dengan biaya masuk Pulau Komodo. Dan kita akan trekking di pulau ini selama sekitar 2 jam menjelajahi hutan dan bukit savanna.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Pink selama 1 jam 30 menit. Di sini kita akan snorkeling dan menikmati pemandangan dari atas bukit selama sekitar 1 jam saja. Dan makan siang kita lakukan di kapal yang telah disiapkan oleh awak kapal.

Setelah dari Pantai Pink kita selanjutnya mengunjungi Pulau Kalong dan kita akan menyaksikan ribuan kalong pada sore hari di pulau ini. Kita juga akan menyaksikan matahari tenggelam dibalik bukit-bukit Jurasic park dari atas kapal.

Menjelang magrib kita lanjutkan berlayar sampai dermaga Pulau Komodo. Kita akan bermalam di kapal dan kita juga akan bersantai dan memancing ikan di dermaga Pulau Komodo. Biasanya awak kapal sudah membawa alat memancing. Makan malam akan disiapkan oleh awak kapal.

Total biaya hari ke dua:

  • Tiket masuk Pulau Rinca         : IDR 2500.
  • Retribusi                                : IDR 20.000
  • Biaya bawa kamera                : IDR 5000
  • Biaya jasa ranger per grup     : IDR 80.000 (@IDR 20.000/orang)
  • TOTAL                                   : IDR 47.500/orang

Hari ke tiga (Pulau Komodo – Manta Point – Pulau Kanawa – Labuan Bajo – Bandara Komodo – Jakarta )

Bangun pagi dan setelah sarapan di kapal pukul 06.00 kita bersiap menjelajah Pulau Komodo. Di sini kita akan trekking kurang lebih selama 2 jam, memasuki hutan dan menyaksikan pemandangan laut dan burung-burung Kakak Tua putih dari bukit Sulphurea. Binatang lain selain komodo yang bisa kita temui di pulau ini adalah rusa, babi hutan, kerbau, ayam hutan, dan berbagai macam burung.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Manta Point. Aktifitas yang akan kita lakukan di sini adalah snorkeling berburu ikan manta sekitar 30 menit saja. Dan makan siang hari ke tiga ini pun akan disiapkan oleh awak kapal.

Selanjutnya menuju Pulau Kanawa. Di sini kita akan kembali ber-snorkeling dan menjelajah pulau, juga menyaksikan pemandangan dari atas bukit selama kurang lebih 1 jam.

Setelah selesai menjelajah Pulau Kanawa kita kembali ke kapal lalu mandi dan ganti pakaian di kapal. Selanjutnya kita harus sudah tiba di Dermaga Labuan Bajo sebelum pukul 14.30. Setelah itu kita meluncur menuju Bandara Komodo Labuan Bajo menggunakan ojeg.

Komodo Island

Komodo Island

Menyapa Kawah Putih yang Terlupakan

Menyapa Kawah Putih yang Terlupakan

Minggu tanggal 30 April 2012 yang lalu saya saya berkesempatan untuk mengunjungi Kawah Putih setelah 10 tahun lebih tinggal di Bandung. Sifat manusia memang terkadang begitu, terlalu melihat keindahan yang jauh di sebrang sehingga lupa keindahan yang ada di dekatnya. Mungkin istilah rumput tetangga terlihat lebih subur juga cocok untuk menegaskan fenomena ini. Sebenarnya keinginan menyapa Ciwidei bukannya tidak ada, tapi mungkin ibarat ketemu jodoh akan indah pada waktunya. Dan sekarang lah waktunya, motor bebek matic keluaran thn 2007 ini siap menemani menuju salah satu ikon wisata kota Bandung. Setelah mengisi bensin full tank, kami pun siap meluncur menuju Ciwidey dimulai dengan menyusuri Jalan Kopo yang sangat padat penduduknya dan penuh dengan pabrik-pabrik yang dibangun tanpa kawasan.

Sebenarnya perjalanan hari ini tanpa rencana, pukul 11.00 siang saya baru meluncur dari kota Bandung. Ini sungguh bukan waktu yang ideal, menjelang siang begini sudah dapat dipastikan jalanan akan macet parah. Beruntung sekali meski sudah siang matahari masih enggan mengeluarkan seluruh kekuatannya. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Jln. Kopo hingga Kab. Soreang yang jaraknya sekitar 17 KM. Lalu dilanjutkan lagi dengan perjalanan panjang menyusuri Kab. Soreang hingga Ciwidey yang jaraknya sekitar 20 KM. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit hilang setelah memasuki kawasan ciwidey yang sejuk dipenuhi dengan pemandangan hamparan kebun sayur dan strawberry di sisi kiri dan kanan jalan. Saya sempat berhenti di pasar Ciwidey karena tergoda dengan gulai ayam di warung makan padang dan buah anggur yang dijual di mobil-mobil bak terbuka.

Setelah tiba di depan gerbang kawasan Kawah Putih saya sempat istirahat sejenak untuk meluruskan kaki dan sekedar menghirup udara segar. Pohon-pohon besar yang berdiri tegak menambah keangkuhan kawasan ini. Udara dingin membuat rasa mie instan yang dijual sepasang kakek dan nenek di pinggir perkebunan teh pun rasanya nikmat berkali-kali lipat dari biasanya. Banyak penjaja makanan di sekitar gerbang Kawah Putih ini pun sayang untuk diabaikan. Dan memang sebaiknya makan dulu sebelum naik ke area kawah putih, karena di sana tidak ada yang menjual makanan, lagi pula tidak diperbolehkan makan di sekitar kawah karena dapat menggangu kesehatan.

Sekarang Tempat wisata ini telah dikelola dengan baik, jika dulu setiap orang bebas membawa kendaraan ke atas, maka sekarang kendaraan roda dua dan bus pariwisata dilarang karena seringnya terjadi kecelakaan atau mogok karena jalan yang terlalu menanjak. Motor diparkir rapi di dekat pembelian tiket hanya dengan membayar biaya lima ribu rupiah saja. lalu untuk menuju kawasan kawah pengunjung dapat menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh pihak pengurus yang menurut saya memang lebih nyaman dan aman, cukup membayar biaya duapuluh lima ribu rupiah untuk pulang pergi. Sedang kan yang membawa kendaraan pribadi tetap boleh membawa masuk kendaraannya dengan harga tiket Rp. 150.000 per unit mobil ditambah tiket masuk Rp. 15.000 per orang.

Angkutan Kawah Putih

Perjalanan dari depan gerbang hingga area kawah hanya memakan waktu sekitar limabelas sampai duapuluh menit. Dan ternyata betul jalan menuju Kawah Putih ini cukup berkelok-kelok penuh dengan tanjakan dan turunan, semakin ekstrim karena jalan yang terbilang sempit ditambah jurang-jurang di sisi jalan. Namun kabar baiknya jika dulu teman-teman selalu menolak saat diajak berkunjung ke Kawah Putih karena jalan yang rusak parah, sekarang jalan sudah seluruhnya diaspal halus.

Menuju Kawah Putih

Saung Kecapi Kawah Putih

Tangga Menuju Area Kawah

Untuk mengunjungi kawah ini pastikan membawa masker karena bau belerang cukup menyengat.  Dan jangan lupa pula untuk membawa payung atau jas hujan karena cuaca yang mudah berubah dari panas lalu mendadak hujan lalu panas lagi. Tapi tidak masalah jika lupa, karena di sekitar kawah banyak penjual masker dan banyak pula yang menyewakan payung.  Di area kawah juga terdapat mushola dan toilet, jadi tidak perlu khawatir.. 😉

Kawah Putih

Kawah Putih

Bukit di kawasan Kawah Putih

Tebing Kawah Putih

Banyak bagian dari kawah putih yang belum sempat saya jamah kemarin, karena waktu yang sudah terlalu sore dan hujan turun cukup deras sore itu.

“Keindahan alam akan semakin terlihat nyata jika kita mampu melihatnya dengan mata hati”

Berakhir Pekan di Bandung Seharga 50ribu Saja!

Maps - Rute jalan-jalan 50ribu saja

Maps – Rute jalan-jalan 50ribu saja

Perkara menghabiskan uang 50ribu dalam sehari adalah hal yang sangat mudah. Tapi, berakhir pekan hanya dengan 50ribu rupiah, bisa tidak ya? Meskipun bukanlah hal yang bisa dibilang mudah terutama di kota-kota besar, tapi juga bukanlah hal yang mustahil bisa dilakukan!

Berakhir pekan hanya dengan 50ribu rupiah di kota Bandung adalah hal yang mudah dan sangat sering saya lakukan, terutama pada saat-saat menjelang akhir bulan. Bagi saya yang sering dipanggil ‘si bolang’ olah teman-teman sepergaulan, jalan-jalan dan wisata kuliner pada akhir pekan atau hari libur adalah harga mati. Dan ketika isi dompet mulai tak setebal saat awal bulan, berkeliling kota Bandung dengan menggunakan kendaraan roda dua adalah solusi yang paling tepat. Kota Bandung menyimpan banyak sekali tempat-tempat yang indah, asri, dan sejuk jauh dari keramaian kota. Masalahnya tidak semua tempat tersebut dilalui kendaraan umum atau angkot, dan tidak semua kendaraan roda empat dapat dengan mudah mengakses tempat tersebut. Kalaupun bisa dilalui kendaraan umum roda empat atau taksi sudah barang tentu kita harus mengeluarkan uang lebih. Karena itulah menurut saya kendaraan roda dua merupakan solusi yang paling tepat, cepat, dan murah.

Kegiatan yang biasa saya lakukan saat akhir pekan tentu saja bangun sepagi mungkin saat udara masih terasa segar, matahari belum meninggi, dan jalanan juga belum dipadati kendaraan. Perbekalan yang wajib dibawa saat jalan-jalan adalah air minum, jaket, jas hujan, dan tentu saja kamera. Bersama kakak saya dan sepeda motor matic Yamaha Mio yang sudah cukup tua yaitu keluaran tahun 2007 kami siap memulai hari dengan penuh semangat!

Tempat yang pertama kali saya kunjungi tentu saja pom bensin Moh. Ramdhan yang letaknya tidak jauh dari rumah tinggal saya. Karena hari ini saya akan menempuh jarak yang cukup jauh dan medan yang sebagian besar berupa tanjakan dan turunan, maka motor matic ini perlu diberi minum lebih. Jika biasanya cukup hanya dengan 10ribu rupiah, maka kali ini saya bayar lebih untuk bensin yaitu 15ribu rupiah.

Pom Bensin

Pom Bensin

Setelah motor diisi bensin, maka selanjutnya adalah giliran pengendaranya yang perlu diisi, dan tentu saja bukan diisi dengan bensin :p Pilihan kali ini jatuh pada warung makan Bubur Ayam Pelana yang terletak di Jalan Burangrang (Depan SMA BPI). Dari Jalan Mohammad Ramdhan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di tempat ini. Untuk menikmati bubur ayam ini saya cukup hanya dengan membayar 10ribu rupiah saja dan seribu rupiah biaya parkir motor.

Bubur Ayam Pelana - Bandung

Bubur Ayam Pelana – Bandung

Setelah selasai sarapan bubur ayam, tempat favorit saya selanjutnya adalah Pasar Minggu Punclut. Untuk menuju ke tempat ini saya akan menyusuri Jalan Braga, Wastukencana, Siliwangi dan terakhir Jalan Ciumbuleuit hingga bertemu dengan Rumah Sakit TNI AU Dr. Salamun yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tepat disebrang rumah sakit ini lah jalan menuju Punclut dan Pasar Minggu Punclut berada. Pasar ini didominasi oleh warga setempat yang menjual bermacam-macam sayuran dengan harga yang sangat murah hasil dari kebun mereka sendiri. Bisa anda bayangkan bagaimana segar dan menggodanya sayuran-sayuran berwarna hijau itu. I love vegetables! Tidak perlu menunggu lama, langsung saja menuju tempat parkir dan jangan lupa membayar uang parkir dua ribu rupiah. Saat keuangan sedang menipis, saya biasanya hanya membeli kangkung, bumbu-bumbu, dan sayuran untuk campuran mie instan saja, dengan rincian sebagai berikut:

Tauge :                         Rp. 1000,-

Sawi Hijau :                   Rp. 2000,-

Cabe + Bawang:            Rp. 2000,-

Kangkung 1 ikat:            Rp. 2000,-

Total belanja sayuran hanya tujuh ribu rupiah saja.

Pasar Minggu Punclut - Bandung

Pasar Minggu Punclut – Bandung

Setelah puas melihat-lihat pasar minggu maka perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri Jalan Punclut yang cukup menanjak dengan jalan yang di beberapa titik masih terdapat banyak lubang dan kerikil. Di kiri dan kanan jalan banyak pemandangan hamparan kebun sayuran dan tebing serta jurang yang membuat kebanyakan orang yang baru melewatinya tidak tahan untuk tidak berhenti sejenak, menikmati udara pegunungan dan mengabadikannya. Perjalanan terus dilanjutkan menyusuri Jalan Lembang lalu menuju Jalan Kolonel Masturi. Memang rute yang saya pilih terasa sedikit lebih jauh, tetapi jika dinikamti dengan hati yang senang makan tidak akan terasa melelahkan. Kali ini tempat selanjutnya yang saya kunjungi adalah Vihara Vipassana Graha yaitu vihara umat Buddha Theravada yang terletak di Jalan Kolonel Masturi No.69. Untuk berkunjung ke tempat ini kita tidak dipungut biaya sepeserpun. Kita hanya diwajibkan berpakaian sopan dan menjaga ketenangan agar tidak mengganggu umat yang sedang beribadah. Bangunan kuil ini cukup unik dan terlihat seperti bangunan-bangunan kuil yang berada di Negara Gajah Putih. Di tempat ini kita bisa bersantai di taman dan merasakan suasana tenang dan sejuk, dan juga bisa menyaksikan para biksu yang berlalu lalang. Nuansanya benar-benar seperti sedang berada di Thailand atau Bali lho. 😀

Vihara Vipassana Graha - Bandung

Vihara Vipassana Graha – Bandung

Rute selanjutnya adalah menyusuri Jalan Sersan Bajuri untuk menuju tempat berikutnya. Melewati jalan Sersan Bajuri ini tidak akan pernah bosan, karena kita akan disuguhi dengan pemandangan tebing dan jurang penuh pepohonan, tempat wisata kampong gajah, bangunan-bangunan tempat makan dan tempat wisata yang artistik, dan yang paling menarik adalah pemandangan berbagai macam bunga yang dijual di sepanjang jalan. Hari sudah semakin siang dan saatnya beristirahat di warung yang dirasa nyaman sambil minum kopi atau makan gorengan. Cukup keluarkan uang lima ribu rupiah saja untuk makan siang sangat sederhana kali ini. 😀

Setelah melewati Jalan Sersan Bajuri dan Jalan Setiabudhi, sampailah saya di satu tempat favorit sejak dulu yaitu Mie Ayam Cipaganti yang ada di Jalan Cipaganti No.85 tepat di depan Masjid Raya Cipaganti. Untuk menikmati mie ayam lezat ini cukup hanya dengan membayar sepuluh ribu rupiah saja sudah termasuk parkir . Setelah makan mie ayam biasanya saya beristirahat dulu di teras Masjid Raya Cipaganti yang anginnya selalu semilir hingga membuat mata merem melek menahan kantuk.

Matahari mulai bergerak ke arah barat menandakan saatnya saya pun harus kembali pulang. Benar-benar menyenangkan sekali masih bisa menikmati akhir pekan dengan berjalan-jalan melewati lintasan yang berpuluh-puluh kilo meter meski hanya dengan 50ribu rupiah saja. Jadi, jangan selalu berfikir bahwa hanya jalan-jalan dengan dompet tebal lah yang bisa mendatangkan kebahagiaan, tapi semua itu tinggal bagaimana cara kita menikmati setiap perjalanan because fun start from our mind. Let’s enjoy every trip and make it fun!! 😉

Rincian Pengeluaran hari ini :

Bensin                           : Rp. 15.000

Bubur Ayam + Parkir      : Rp. 11.000

Sayuran + Parkir           : Rp. 9000

Kopi + Gorengan           : Rp. 5000

Mie Ayam + Parkir         : Rp. 10.000

TOTAL                          : Rp. 50.000

Ternyata bisa kan berakhir pekan hanya dengan 50 ribu rupiah saja.. 😉

Lembang - Subang

Lembang – Subang