TMII dan Mimpiku

TMII dan Mimpiku

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) atau Beautiful Indonesia Miniature Park

Sebuah kawasan wisata bertema budaya Indonesia yang terletak di Jakarta Timur dengan area seluas kurang lebih 150 hektar. TMII ini di dalamnya menggambarkan keanekaragaman kebudayaan Indonesia yang mencakup berbagai aspek kebudayaan dan kehidupan sehari-hari, seperti rumah adat, aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di kawasan TMII juga terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia layaknya seperti peta. Selain itu terdapat pula kereta gantung, berbagai museum, bangunan-bangunan keagamaan, sarana rekreasi, teater Keong Mas, teater Tanah Airku, dan banyak lagi yang lain. Dan sebagai informasi, TMII yang mulai dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan pada tahun 1975, berdiri berkat gagasan Ibu Tien Soeharto yang dengan TMII ini beliau mengharapkan tumbuhnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air pada seluruh generasi bangsa Indonesia.

Tugu TMII ©DuniaRahmi

Taman Mini Indonesia Indah adalah impian saya saat kecil dulu. Sebagai anak daerah yang lahir di salah satu desa terpencil di provinsi Jambi dengan segala keterbatasannya memiliki keinginan mengunjungi TMII bukanlah hal yang biasa. Saat duduk di bangku sekolah dasar, saya sering mendengar cerita dan membaca buku yang menceritakan tentang salah satu taman bermain dan belajar yang sangat megah dan modern yaitu TMII. Dalam hati saya sangat ingin melihat langsung TMII, tapi saat itu rasanya tidak mungkin bisa menyentuh keinginan itu. Bagaimana mungkin seorang anak yang berada di daerah pelosok yang bahkan listrik saja baru masuk desa pada tahun 1994 dapat menginjakkan kaki di ibu kota. Sepertinya mimpi sederhana itu tidak mudah untuk diwujudkan saat itu. Tapi saya biarkan saja keinginan itu tetap tersimpan rapi di dalam hati.

Saya terus menggengam impian-impian saya, menyimpannya dalam hati, melakukan yang terbaik semampu yang saya bisa, dan membiarkan takdir yang membawa saya pada mimpi-mimpi itu.

Dan jalan menuju mimpi itu bermula ketika saya mengikuti lomba marathon di tingkat kecamatan, lalu karena sesuatu dan lain hal memaksa saya harus pindah sekolah ke Lampung. Sekolah di Lampung pun tidak jauh berbeda dengan ketika saya sekolah di Jambi, sama-sama berada di pelosok dan jauh dari sentuhan pembangunan. Bahkan bangunan sekolah lebih parah dan memprihatinkan di banding sekolah saya sebelumnya. Saya tinggal di asrama yang dindingnya masih terbuat dari anyaman bambu dan tidur di lantai beralaskan selembar kasur yang jauh dari kata empuk. Meskipun demikian untuk menuju Jakarta sepertinya hanya tinggal selangkah lagi. Hingga sedikit demi sedikit jalan menuju mimpi itu mulai terbuka. Ketika saya kelas tiga SMP saya mendapat tawaran untuk belajar gratis di salah satu bimbingan belajar ternama di kota Bandung selama tiga bulan menjelang Ujian Akhir Sekolah. Ini lah kali pertama saya melihat kota dengan segala kemajuan pembangunan, teknologi, dan budayanya.

Singkat cerita saya akhirnya kembali lagi ke Bandung ketika kelas tiga SMA hingga saya dapat belajar di perguruan tinggi negeri dan mendapatkan beasiswa yang nilainya termasuk besar saat itu. Kesibukan kuliah dan pesona kota Bandung membuat saya sedikit lupa dengan mimpi saya sejak kecil, yaitu TMII. Impian itu sebenarnya tidak benar-benar hilang, hanya sedikit terlupakan. Dan demi memenuhi mimpi itu akhirnya tanggal 13 Mei 2012 saya melangkahkan kaki ke tempat impian masa kecil saya yang telah membawa saya berjalan sejauh ini. Ada perasaan haru, senang, dan takjub ketika mimpi itu bisa menjadi nyata.

Jalan Masuk TMII 2012

Jalan Masuk TMII 2012

TMII dilihat dari Kereta Angin ©DuniaRahmi 2012

TMII dilihat dari Kereta Angin ©DuniaRahmi 2012

Taman Mini Indonesia Indah 2012

Taman Mini Indonesia Indah 2012

TMII 2012

TMII 2012

Mungkin bagi kebanyakan orang mimpi saya hanyalah mimpi yang sangat sederhana yang tidak perlu perjuangan berarti untuk menggapainya. Tapi, impian melihat TMII dari dekat membawa saya menemukan impian-impian lain, bahkan saya menemukan banyak hal yang bahkan dalam mimpi pun saya tidak pernah membayangkannya. Saya bisa menginjakkan kaki dari ujung Sumatera Barat hingga bumi Flores juga tak pernah terfikirkan sebelumnya. Mimpiku, meski mungkin tak sehebat mimpi-mimpi orang lain, tak setinggi mimpi-mimpi kalian, tapi mendapatkan lebih dari yang saya bayangkan adalah suatu anugrah kebahagiaan yang tidak berhenti saya syukuri. “Then which of the favors of your Lord will you deny?” 😉

Dokumentasi Perjalanan DuniaRahmi

Dokumentasi Perjalanan DuniaRahmi

Advertisements
H-3 BackPacker Pulau Sempu & Bromo

H-3 BackPacker Pulau Sempu & Bromo

Wah makin gak sabar nih nunggu hari kamis. It’s time to visit Pulau Sempu dan Gunung Bromo. Kali ini saya akan melakukan perjalanan ‘seperti biasa backpacker murah meriah’ bersama anak-anak Backpacker Indonesia. Awalnya saat rencana trip ini dibuka, ada 30 orang peserta yang ikut gabung. Seiring waktu berjalan akhirnya hanya ada 26 orang yang insyaAllah positif ikut dalam trip ini, 17 orang peserta dari Jakarta, 7 orang dari Bandung, 1 orang dari Surabaya, dan 1 orang dari Jogja. Kenapa saya memutuskan ikut dalam trip ini ada 2 alasan, yang pertama karena memang saya sudah sangat ingin menikmati keindahan Bromo beserta perkampungannya, dan yang kedua adalah karena inisiator/ketua perjalanan kali ini berdomisili di Bandung.

Itinerary adalah sebagai berikut:

DAY 1 (Jum’at, 6 Juli 2012)
07.00 – 09.00 Meeting point dan persiapan camping
09.00 – 11.30 Perjalanan menuju Pantai Sendang Biru
11.30 – 13.00 Istirahat (Sholat Jum’at)
13.30 – 14.00 Menyebrang menuju Pulau Sempu
14.00 – 16.30 Tracking menuju Segara Anakan
17.00 – selanjutnya nge-Camp (bagian ini yang paling menyenangkan )

DAY 2 (Sabtu, 7 Juli 2012)
06.00 – 09.00 Basah2an di Segara Anakan, hunting2 photo (bagian ini juga tak kalah menyenangkan )
10.00 – 12.30 Tracking pulang menuju dermaga penjemputan kapal
13.00 – 13.30 Menyebrang menuju Pantai Sendang Biru
13.30 – 15.00 Istirahat (bebersih)
15.00 – 17.30 Perjalanan menuju Malang
18.30 – 21.00 Perjalanan menuju Bromo
22.00 – selanjutnya Istirahat di Homestay/Hotel/Villa

DAY 3 (Minggu, 8 Juli 2012)
03.15 – 04.30 Perjalanan menuju Penanjakan (Sunrise View Point) menggunakan Jeep
04.30 – 06.00 Menikmati Sunrise
06.30 – 09.00 Menuju destinasi lain (Explore Lautan Pasir / Savana)
09.00 – 10.00 Kembali menuju Homestay/Hotel/Villa
10.30 – 13.00 Perjalanan kembali menuju Kota Malang

Estimasi pengeluaran Malang – Pulau Sempu
 *Perhitungan ini untuk 29 orang, karena perhitungan ini dibuat sebelum tiga orang mengundurkan diri.
1. Sewa Tenda : 25.000 x 8 unit x 2 hr : 400.000,-
2. Sewa Matras : 1000 x 29 unit x 2 hr : 58.000,-  
3. Sewa Kompor : 25.000 x 2 unit x 2 hr : 100.000,-
4. Beli Gas : 25.000 x 2 pcs : 50.000,-   
5. Tip Pemandu   : 100.000 x PP : 200.000,-
6. Aqua botol : 3000 x 63 btl : 189.000,- (29 org x 2btl + 5 btl u/ msk)
7. Angkot Malang Sendang Biru PP x 3 unit : 1.800.000,-
8. Ijin Masuk sendang biru : 50.000,-
9. Tiket Masuk Sempu 6000 x 29 org : 174.000,-    
10. Sewa Kapal 100.000 x 3 unit : 300.000,- 
11. Belanja DLL  : 150.000,-
Estimasi pengeluaran Malang – Bromo
1. Sewa Elf 700.000 x 2 unit PP : 1.400.000,- 
2. Sewa Penginapan 400.000 x 2 unit : 800.000,-
3. Sewa Jeep 300.000 x 4 unit : 1.200.000,-
4. Tiket Masuk Bromo 6000 x 26 org : 156.000,-
 
Grand Total Biaya Sempu & Bromo : Rp. 7.027.000
Jadi perkiraan biaya yang dikeluarkan per orang adalah Rp. 257.000
 Nanti saya akan share lagi cerita perjalanan saya dan teman-teman Backpacker Indonesia. Semoga perjalanan kali ini menyenagkan dan lancar. Aminnn…
Peserta Regional Bandung