Memacu Adrenaline di Jawa – Bali

Memacu Adrenaline di Jawa – Bali

Beberapa waktu yang lalu perusahaan Toyota mengeluarkan Toyota New Rush dengan tampilan yang lebih sporty dan dinamis juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang lebih canggih. Dan yang paling penting adalah hadirnya fitur dual SRS airbag untuk menunjang keselamatan yang ada pada semua tipe New Rush. Toyota Rush juga memiliki ground clearance tinggi yang siap menerjang jalan berlubang dan jalan yang tergenang air bahkan banjir. Kelebihan lain memiliki mobil Toyota adalah suku cadang atau sparepartnya yang mudah didapat karena tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Seandainya saja saya bisa memilih pasti saya akan memilih New Rush berwarna Maroon Mica. Sudah pasti semua mata akan tertuju pada si merah yang gagah ini. Spesifikasi New Rush lebih lengkap bisa dilihat langsung di http://www.toyota.astra.co.id/product/new-rush/#eksterior

Toyota New Rush

Toyota New Rush

Melihat Toyota New Rush membangkitkan lagi keinginan saya untuk berpetualang menjelajahi bukit, gunung, dan laut yang ada di Pulau Jawa hingga Bali. Sejak dulu di kepala saya sudah ada rencana-rencana menjelajahi pulau-pulau menggunakan roda empat selama dua minggu. Dalam bayangan saya sudah tergambar jelas indahnya menjelajahi jalan yang bermil-mil pjaraknya ini dengan menggunakan mobil SUV atau Sport Utility Vehicle. Sepeda gunung, tenda, dan alat masak camping adalah barang yang pasti akan saya bawa saat berpetualang. Tidak perlu cari penginapan dan tidak perlu mencari penjual makanan, semua perlengkapan kebutuhan selama perjalanan sudah tersedia dalam bagasi mobil. Saat istirahat di perjalanan tinggal mendirikan tenda lalu nyalakan kompor dan kita siap memasak untuk makan malam.

Petualangan kali ini saya akan mengambil jalur selatan dimulai dari kota Bandung menuju Ciamis. Di Ciamis kita akan mampir dulu ke Green Canyon yang berada di Kecamatan Cijulang untuk uji nyali dengan melakukan body rafting. Jalan menuju Cijulang ini masih banyak yang rusak parah dan belum diperbaiki. Setelah bermain air lalu kita akan bermalam di Pantai Pangandaran sambil menikmati seafood yang dibeli langsung dari nelayan.

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menyusuri Majenang (Jawa Tengah) lalu singgah di Yogyakarta sekedar untuk berwisata kuliner di kota kelahiran orang tua saya ini. Perjalanan lalu dilanjutkan menuju Pasuruan Jawa Timur dan kita akan memacu adrenaline dengan memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Banyak tempat yang akan dikunjungi di kawasan ini, mulai dari Penanjakan, Kawah Bromo, Lautan Pasir (Pasir berbisik), dan Savanna (bukit teletubbies).

Wedus gembel

Kawasan Bromo Tengger Semeru

Setelah bermalam di Bromo perjalanan dilanjutkan lagi menyusuri kota-kota di Jawa Timur dan berhenti di destinasi selanjutnya yaitu Banyuwangi. Sebenarnya banyak sekali destinasi wisata yang wajib dikunjungi di kota Banyuwangi ini terutama pantai-pantainya yang indah. Tapi kali ini saya ingin mengeksplorasi alam dan bersafari memacu adrenaline dengan bertemu binatang liar di Afrika-nya Indonesia. Yang saya tuju tentu saja adalah Little Africa in Java yaitu Taman Nasional Baluran yang terletak di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi. Baluran ini memiliki kombinasi berbagai bentang alam mulai dari laut, pegunungan, hingga savanna. Di sini saya akan mengunjungi Savana Bekol sebagai salah satu obyek wisata alam andalan Baluran. Pasti seru sekali menyusuri kawasan yang berjarak ±12 KM dari pintu masuk dan memiliki luas ±300 Ha ini dengan New Rush. Tempat lain yang wajib dikunjungi adalah Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.

Ekspedisi selanjutnya adalah menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan menyebrang ke Gilimanuk Bali. Petualangan ini akan diakhiri dengan berkeliling Bali dengan si Merah New Rush. Setelah puas menjelajah gunung dan hutan, maka di Bali saatnya menantang adrenalin dengan bermain di pantai dan mencoba berbagai macam watersport dan arung jeram. Tempat yang wajib dikunjungi di Bali antara lain Pantai Kuta, Pantai Balangan, Pantai Tegalwangi, Jalan Legian, Bedugul, Pulau Menjangan, Nusa Lembongan, dan Tanjung Benoa untuk menjajal berbagai macam watersport. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah wisata arung jeram di Sungai Telaga Waja Bali yang terletak di desa Muncan, Karangasem, Bali bagian timur.

Arung Jeram

Arung Jeram

banana boat

Banana Boat

Itulah kira-kira yang ada dibayangan saya saat berpetualang menggunakan New Rush menyusuri jalanan Bandung Jawa Barat hingga Bali.

<img src=”http://dmp1.idblognetwork.com/capt.php?p=lombablog-D02” width=”1″ height=”1″>

Advertisements
Menyapa Kawah Putih yang Terlupakan

Menyapa Kawah Putih yang Terlupakan

Minggu tanggal 30 April 2012 yang lalu saya saya berkesempatan untuk mengunjungi Kawah Putih setelah 10 tahun lebih tinggal di Bandung. Sifat manusia memang terkadang begitu, terlalu melihat keindahan yang jauh di sebrang sehingga lupa keindahan yang ada di dekatnya. Mungkin istilah rumput tetangga terlihat lebih subur juga cocok untuk menegaskan fenomena ini. Sebenarnya keinginan menyapa Ciwidei bukannya tidak ada, tapi mungkin ibarat ketemu jodoh akan indah pada waktunya. Dan sekarang lah waktunya, motor bebek matic keluaran thn 2007 ini siap menemani menuju salah satu ikon wisata kota Bandung. Setelah mengisi bensin full tank, kami pun siap meluncur menuju Ciwidey dimulai dengan menyusuri Jalan Kopo yang sangat padat penduduknya dan penuh dengan pabrik-pabrik yang dibangun tanpa kawasan.

Sebenarnya perjalanan hari ini tanpa rencana, pukul 11.00 siang saya baru meluncur dari kota Bandung. Ini sungguh bukan waktu yang ideal, menjelang siang begini sudah dapat dipastikan jalanan akan macet parah. Beruntung sekali meski sudah siang matahari masih enggan mengeluarkan seluruh kekuatannya. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Jln. Kopo hingga Kab. Soreang yang jaraknya sekitar 17 KM. Lalu dilanjutkan lagi dengan perjalanan panjang menyusuri Kab. Soreang hingga Ciwidey yang jaraknya sekitar 20 KM. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit hilang setelah memasuki kawasan ciwidey yang sejuk dipenuhi dengan pemandangan hamparan kebun sayur dan strawberry di sisi kiri dan kanan jalan. Saya sempat berhenti di pasar Ciwidey karena tergoda dengan gulai ayam di warung makan padang dan buah anggur yang dijual di mobil-mobil bak terbuka.

Setelah tiba di depan gerbang kawasan Kawah Putih saya sempat istirahat sejenak untuk meluruskan kaki dan sekedar menghirup udara segar. Pohon-pohon besar yang berdiri tegak menambah keangkuhan kawasan ini. Udara dingin membuat rasa mie instan yang dijual sepasang kakek dan nenek di pinggir perkebunan teh pun rasanya nikmat berkali-kali lipat dari biasanya. Banyak penjaja makanan di sekitar gerbang Kawah Putih ini pun sayang untuk diabaikan. Dan memang sebaiknya makan dulu sebelum naik ke area kawah putih, karena di sana tidak ada yang menjual makanan, lagi pula tidak diperbolehkan makan di sekitar kawah karena dapat menggangu kesehatan.

Sekarang Tempat wisata ini telah dikelola dengan baik, jika dulu setiap orang bebas membawa kendaraan ke atas, maka sekarang kendaraan roda dua dan bus pariwisata dilarang karena seringnya terjadi kecelakaan atau mogok karena jalan yang terlalu menanjak. Motor diparkir rapi di dekat pembelian tiket hanya dengan membayar biaya lima ribu rupiah saja. lalu untuk menuju kawasan kawah pengunjung dapat menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh pihak pengurus yang menurut saya memang lebih nyaman dan aman, cukup membayar biaya duapuluh lima ribu rupiah untuk pulang pergi. Sedang kan yang membawa kendaraan pribadi tetap boleh membawa masuk kendaraannya dengan harga tiket Rp. 150.000 per unit mobil ditambah tiket masuk Rp. 15.000 per orang.

Angkutan Kawah Putih

Perjalanan dari depan gerbang hingga area kawah hanya memakan waktu sekitar limabelas sampai duapuluh menit. Dan ternyata betul jalan menuju Kawah Putih ini cukup berkelok-kelok penuh dengan tanjakan dan turunan, semakin ekstrim karena jalan yang terbilang sempit ditambah jurang-jurang di sisi jalan. Namun kabar baiknya jika dulu teman-teman selalu menolak saat diajak berkunjung ke Kawah Putih karena jalan yang rusak parah, sekarang jalan sudah seluruhnya diaspal halus.

Menuju Kawah Putih

Saung Kecapi Kawah Putih

Tangga Menuju Area Kawah

Untuk mengunjungi kawah ini pastikan membawa masker karena bau belerang cukup menyengat.  Dan jangan lupa pula untuk membawa payung atau jas hujan karena cuaca yang mudah berubah dari panas lalu mendadak hujan lalu panas lagi. Tapi tidak masalah jika lupa, karena di sekitar kawah banyak penjual masker dan banyak pula yang menyewakan payung.  Di area kawah juga terdapat mushola dan toilet, jadi tidak perlu khawatir.. 😉

Kawah Putih

Kawah Putih

Bukit di kawasan Kawah Putih

Tebing Kawah Putih

Banyak bagian dari kawah putih yang belum sempat saya jamah kemarin, karena waktu yang sudah terlalu sore dan hujan turun cukup deras sore itu.

“Keindahan alam akan semakin terlihat nyata jika kita mampu melihatnya dengan mata hati”

Pantai Pangandaran Masih Punya Pesona

Pantai Pangandaran Masih Punya Pesona

Hello Pangandaran,

@Sunrise Pangandaran

@Sunrise Pangandaran

Pantai Pangandaran adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kabupaten Pangandaran (pemekaran dari Kabupaten Ciamis) yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, tepatnya di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Tempat wisata ini sudah terkenal sejak dulu dan merupakan tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi oleh orang-orang khususnya dari pulau Jawa. Pada saat musim liburan tempat wisata ini selalu dipenuhi oleh lautan manusia yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Hal ini yang membuat saya memandang pantai ini dengan sebelah mata, saya meragukan daya tariknya. Karena jika pantai sudah dijamah banyak manusia pastilah lambat laun tempat itu akan dipenuhi dengan sampah. Meskipun demikian saya cukup penasaran, ada beberapa teman saya yang tak bosan-bosan mengunjungi pangandaran setiap libur panjang tiba.

©duniarahmi

©duniarahmi

©duniarahmi

©duniarahmi

17 Mei 2014 yang lalu untuk pertamakalinya saya mengunjungi pantai Pangandaran. Seperti yang saya duga, tempat wisata ini jauh dari kata terawat. Pedagang bejajar tidak beraturan di pinggir pantai, agak sulit menemukan pinggir pantai yang sepi di pantai utama ini. Sampah plastik di mana-mana, pasir yang hampir mirip dengan tanah. Memang ada kawasan yang berpasir putih, tapi tempat itu harus ditempuh dengan melewati cagar alam atau menyebrang dengan menggunakan kapal. Dan tentu saja kawasan itu pun sangat ramai meski tak seramai pantai utama. Dan yang lebih menyedihkan ketika saya mencoba snorkeling di satu tempat yang sudah cukup jauh dari pinggir pantai, ternyata di sana pun tak luput dari sampah plastik. Bagaimana bisa laut seluas ini telah dipenuhi dengan sampah. Ini benar-benar menyedihkan buat saya. Menyedihkan sekali, pantai sesempurna ini tidak dirawat dengan baik. Harus bagaimana lagi menyadarkan orang-orang ini agar bisa menjaga kebersihan lingkungan.

Selain pantai, kawasan ini juga memiliki cagar alam yang kebanyakan dihuni oleh monyet dan rusa. Jika bosan dengan pantai utama pangandaran yang selalu ramai, cagar alam ini bisa dijadikan alternatif untuk menghirup udara segar dan bersantai sejenak dari kegaduhan. Ketika masuk cagar alam ini pengunjung disarankan untuk tidak membawa makanan dan minuman, karena monyet-monyet di sini sangat aktif dan akan merebut makanan yang dibawa pengunjung.

Cagar Alam Pangandaran

Cagar Alam Pangandaran

Cagar Alam Pantai Pangandaran

Cagar Alam Pantai Pangandaran

Terlepas dari segala kekurangannya, ternyata benar saja tempat ini menyimpan daya tarik yang cukup kuat. Di pantai ini kita bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam di tempat yang sama. Dan yang paling menarik menurut saya di kawasan ini banyak pedagang makanan terutama hidangan laut dengan harga cukup terjangkau. Pembeli bisa memilih sendiri ikan, kepiting atau udang segar lalu penjual akan memasaknya sesuai bumbu yang dipilih pembeli. Dan hal ini sangat menyenangkan jika dinikmati bersama teman-teman atau keluarga. Hal lain yang membuatnya menarik menurut saya antara lain karena di tempat ini sudah tersedia berbagai macam fasilitas seperti ATM, penerangan jalan, kendaraan umum, penyewaan berbagai bentuk sepeda atau becak, dan berbagai macam jenis permainan olahraga air (water sport) . Di sini juga ada banyak pilihan penginapan dari yang murah hingga yang mahal, dari yang ala backpacker hingga hotel berbintang, tinggal pilih saja harga bisa ditawar dan tidak perlu booking jauh-jauh hari. Banyaknya pedagang oleh-oleh dan makanan juga membuat tempat ini semakin menarik dan layak dikunjungi. Tempat ini menurut saya memang kurang cocok bagi yang membutuhkan tempat liburan yang sepi dan tenang, tapi sangat cocok bagi yang ingin berlibur bersama keluarga atau teman-teman. Banyak hal seru yang bisa dilakukan di sini, selain menikmati alam, tempat ini pun menjanjikan kita untuk bisa menikmati kebersamaan.

Seafood Pangandaran

Seafood Pangandaran

We are..!

We are..!