Menjelajahi Kuliner Negeri Laskar Pelangi

Menjelajahi Kuliner Negeri Laskar Pelangi

Sudah tahu liburan akhir tahun ini mau kemana? Jika belum, cobalah untuk mengunjungi Belitung negerinya para Laskar Pelangi. Daerah seribu pantai penghasil timah ini memang tidak diragukan lagi keindahan alamnya. Destinasi wisata alam yang menjadi primadona antara lain Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya, Pantai Pasir dengan bintang lautnya, Pulau Batu Berlayar, Pantai Laskar Pelangi yang merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi, dan lain-lain. Sedangkan wisata sejarah, pendidikan, dan budaya yang terkenal di Belitung antara lain Vihara Budhayana Dewi Kwan Im, Sanggar Batik De Simpor, Museum Kata Andrea Hirata, Rumah Adat, replika SD Muhammadiyah Gantong, dan lain-lain.

Selain wisata alam dan kebudayaan, Belitung juga memiliki kekayaan kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Belitung. Perkembangan kuliner setiap daerah berbeda-beda dipengaruhi oleh faktor geografis, kebudayaan, sumber daya alam, dan lain-lain. Kuliner Belitung sendiri memiliki pengaruh dari budaya Melayu dan Cina. Beberapa kuliner yang sempat saya coba saat ke Belitung antara lain :

Mie Belitung “Atep”

Berkunjung ke Belitung tidak mabrur tanpa mencicipi Mie Belitung “Atep”. Lokasinya ada di Jl. Sriwijaya No. 27, Tanjung Pandan.  Atep sendiri konon merupaka nama seorang wanita pemilik kedai  keturunan Tionghoa. Kedai ini telah dikelola turun temurun lebih dari 40 tahun. Tidak heran jika mie belitung mendapat pengaruh kuat dari cita rasa Cina. Kuliner Mie belitung merupakan sajian mie kuning dengan udang, potongan tahu, kentang rebus, mentimun, tahu, tauge, emping melinjo, lalu disiram kuah kental dari kaldu udang berwarna kecoklatan. Setelah mencicipi satu sendok kuah mie belitung rasanya memang berbeda dengan kebanyaka mie yang lain. Jika kebanyakan mie berasa gurih maka mie belitung memiliki cita rasa asam manis. Pertama mencicipi rasanya memang sedikit asing di lidah. Tapi setelah dicampur dengan sedikit sambal rasanya menjadi lebih nikmat. Kaldu udang yang terasa sedikit amis pun bisa diimbangi dengan segarnya potongan timun. Mie Belitung Atep memang pantas dicoba untuk siapapun yang mengunjungi negeri Laskar Pelangi ini.

006

Mie Belitung Atep

Sup Ikan “Gangan”

Belitung merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak pantai. Tentu saja daerah ini juga memiliki hasil laut yang melimpah, ikan salah satunya. Daerah ini memiliki olahan ikan yang berbeda dengan derah lain pada umunya, yaitu sup ikan atau dikenal dengan ‘gangan’. Sup berwarna kuning ini merupakan olahan ikan segar diracik dengan bumbu sederhana yang menawarkan rasa gurih, asam, dan pedas. Bumbunya antara lain adalah kemiri, bawang merah, bawang putih, lengkuas, cabe rawit, jeruk nipis, dan kunyit yang membuat kuah sup berwarna kuning. Jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan Ketarap segar dengan tekstur daging yang renyah dan empuk. Selain ikan, sup ini juga diberi irisan buah nanas yang merupakan ciri khas kuliner Melayu. Bisa dibayangkan rasa gangan ini, asam manis dari buah nanas, pedas dari cabe rawitnya, dan gurih dari kaldu ikannya. Rasanya sederhana tapi nikmat. Jika kalian mengunjungi Belitung pastikan untuk mencicipi Gangan. Menu ini tidak sulit untuk ditemukan, karena ada di hampir semua tempat makan. Saya mencicipi gangan ini di Fega Seafood Restaurat yang terletak di tepi Danau/Kolong Bendung di Jalan Jendral Sudirman, Manggar, dan juga di rumah makan Belitong Timpok Duluk, Kampung Parit.

IMG_4879

Sup Ikan “Gangan”

Kopi Ake

Belitung terkenal dengan budaya ngopi warganya. Terbukti dengan banyaknya warung kopi di kota ini. Kedai Kopi Ake salah satunya. Katanya Ake merupakan kedai kopi tertua di Tanjung Pandan. Kedai ini dikelola oleh warga keturunan Tionghoa sejak tahun 1922. Menurut cerita yang beredar, kebiasaan ngopi dimulai oleh warga Tionghoa yang bekerja sebagai kuli tambang timah. Mereka biasa berkumpul untuk minum kopi sambil mengobrol sebelum dan setelah pulang kerja. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari kopi di sini, hanya kopi hitam ditambah sedikit susu. Rasanya sama saja dengan kopi di daerah Sumatera yang lain. Tapi ngopi bagi masyarakat Belitung bukan hanya soal rasa, melainkan momen untuk saling bercerita dan tukar informasi. Seperti yang diungkapkan oleh Andrea Hirata, “Kopi bagi orang Melayu, rupanya bukan sekedar air gula, berwarna hitam, tapi pelarian dan kegembiraan. Segelas kopi bak dua gelas teguk kisah hidup.Bubuk hitam yang larut disiram air mendidih, pelan-pelan mengungkapkan rahasia nasib.” Kini warung kopi di Belitung telah menjadi salah satu daya tarik wisata. Katanya tak lengka mengunjungi Belitung tanpa mencicipi kopinya. Jadi, pastikan mencicipi secangkir kopinya lalu resapi filosofi kopi orang Melayu saat ke Belitung.

IMG_5230

Waroeng Kopi Ake

Untuk menuju Belitung kita bisa menggunakan jalur udara. Beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta menuju bandara Tanjung Pandan yaitu, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Sriwijaya Air merupakan maskapai yang melayani penerbangan Jakarta – Belitung sebanyak tiga kali dalam sehari. Untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo termurah saya biasa pesan melalui website atau aplikasi mobile di android. Proses pemesanannya sangat mudah. Yang kita perlukan hanyalah jaringan internet dan metode pembayaran seperti kartu kredit/debit dan transfer bank. Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkunjung ke Belitung dan jelajahi kulinernya. Ingat kuliner merupakan salah satu warisan kekayaan dan kebanggaan bangsa yang harus terus dijaga keeksistensiannya. Aku cinta kuliner Indonesia, Aku cinta Indonesia.

Galeri kuliner Belitung lainnya :

Advertisements
Negeri Para Laskar Pelangi

Negeri Para Laskar Pelangi

Setiap kali melihat harga tiket pesawat sedang diskon, otak petualang dengan cepat merespon dan mencari-cari objek wisata yang ingin dikunjungi. Seperti yang saya alami bulan Juni 2015 kemarin, tepatnya beberapa hari sebelum memasuki Ramadhan. Siang itu saat jam kerja sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba saya menerima pesan singkat dari seorang teman. “Tiket pesawat Garuda tujuan Belitung lagi diskon, hayu kita ke sana. Aku pengen ngerasain naik Garuda”, begitulah kira-kira isi BBM-nya. “Apa? Jadi tujuan utamanya kali ini bukan piknik tapi naik Garuda?”, jawab saya. Tapi saya pun seperti terhipnotis, langsung menyetujui perjalanan yang tanpa perencanaan itu. Satu sisi demi menyenangkan teman yang sangat ingin naik Garuda, dan di sisi lain Belitung memang layak dikunjungi. Selain Garuda Indonesia ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta menuju Belitung atau Tanjung pandan yaitu, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air.

Seperti kebanyakan orang yang mengunjungi Belitung, saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mencicipi Mie Belitung Atep. Mie kuning dengan campuran potongan tahu, kentang rebus, mentimun, tahu, tauge, emping melinjo, lalu disiram dengan kuah kental berwarna kecoklatan dari kaldu udang ini kini jadi kuliner andalan Belitung. Rasanya asam manis. Awalnya memang agak aneh di lidah menurut saya, tapi setelah diberi sedikit sambal rasanya jadi lebih nikmat. Selain mie Belitung, kuliner Belitung yang saya cicipi adalah sup ikan atau dikenal dengan sebutan ‘gangan’. Ikan segar diracik dengan bumbu sederhana yang menawarkan rasa gurih, asam, dan pedas. Jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan Ketarap dengan tekstur dagingny renyah dan empuk.

Hari pertama di Belitung kami lebih banyak mengunjungi tempat kuliner dan tempat-tempat bersejarah. Yang pertama kami kunjungi adalah Vihara Budhayana Dewi Kwan Im. Vihara bernuansa merah ini terletak di desa Burung Mandi, kabupaten Belitung Timur. Konon katanya bangunan ini telah berdiri sejak dua setengah abad yang lalu. Tepatnya sekitar tahun 1747, dan masih digunakan untuk beribadah hingga sekarang.

Vihara Dewi Kwan Im

Vihara Dewi Kwan Im

Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Sanggar Batik De Simpor milik ibunda Gubernur Jakarta Bapak Ahok, dan Museum Kata milik Andrea Hirata penulis novel Laskar Pelangi yang fenomenal. Berkat novel ini lah Belitung semakin dilirik wisatawan lokal dan asing. Kedua tempat ini letataknya berdekatan yaitu di daerah Gantung, kabupaten Belitung Timur. Dan menjelang sore kami bermain-main di replika SD Muhammadiyah Gantong yang merupakan latar belakang utama novel Laskar Pelangi. Semakin hari semakin banyak saja wisatawan yang berkunjung ke sini. Tempatnya yang sejuk dan jauh dari keramaian membuat saya betah berlama-lama di tempat ini.

Replika SD Muhammadiyah

Replika SD Muhammadiyah

Keesokan harinya saatnya menikmati keindahan alam dan pantai yang dimiliki Pulau Belitung. Meskipun cuaca mendung dan sempat turun hujan tapi tidak mengurangi keindahan pantai-pantai di sini. Tujuan kami yang pertama adalah Pulau Lengkuas. Yang membuat pulau ini istimewa dan menarik adalah keberadaan mercusuar tua yang memiliki 18 lantai dan merupakan peninggalan Belanda yang telah dibangun sejak tahun 1882. Dari atas mercusuar ini kita bisa menikmati pemandangan gradasi warna air laut yang indah. Keindahan pulau ini semakin lengkap dengan banyaknya batu granit yang berdiri kokoh dan sangat menakjubkan.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Selain Pulau Lengkuas masih banyak pulau-pulau dan pantai lain yang kami kunjungi hari itu. Salah satunya adalah Pulau Batu Berlayar yang dari namanya saja sudah dapat kita banyangkan pulau ini dipenuhi dengan batu-batu besar yang nyaris menyerupai layar. Selain itu juga ada Pantai Laskar Pelangi yang merupakan lokasi pengambilan adegan di film Laskar Pelangi. Pantai ini tidak kalah indahnya, dan seperti pantai yang lain, pantai ini juga didominasi oleh batu-batu besar yang berdiri kokoh.

Saat ini saya lebih mencintai pantai dari pada gunung. Meskipun telah bermain dibanyak pantai di Pulau Belitung ini tapi saya masih tetap ingin bermain air di pantai yang lain. Jika ditanya destinasi wisata mana lagi yang ingin saya kunjungi saya akan jawab ‘LOMBOK’. Lombok kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Indonesia setelah Bali. Daerah yang terletak di NTB ini memiliki pantai-pantai yang tidak kalah indahnya. Selain itu akses menuju Lombok juga semakin mudah. Beberapa maskapai dari Jakarta yang menuju Lombok antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Bahkan saat ini Citilink melayani rute Bandung langsung menuju Lombok dengan harga terjangkau.

Ada beberapa destinasi wisata di Lombok yang ingin saya kunjungi. Salah satunya adalah Pulau-pulau Gili yang terletak di lepas barat laut Pulau Lombok. Ada tiga pulau di kawasan ini yang keindahannya tidak diragukan, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Pemandangannya sangat indah, pasirnya berwarna putih, dan biota lautnya beraneka ragam. Selain itu beberapa destinasi wajib seperti Pantai Kuta, Senggigi, Batu Bolong, Batu Layar, dan banyak tempat wisata lain di Lombok yang juga sayang jika dilewatkan.

Saat mengunjungi Lombok suatu hari nanti saya akan kembali memilih maskapai Garuda Indonesia untuk mengantarkan saya ke sana. Meskipun harganya lebih tinggi dibanding maskapai yang lain, tapi itu sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan. Bisa memotret awan di ketinggian ribuan kaki berdampingan dengan sayap Garuda adalah sudatu seni tersendiri menurut saya. Semoga saja impan ini kembali dapat dengan cepat terwujud. Amin!