Itinerary Menjamah Bali 3H2M

Itinerary Menjamah Bali 3H2M

20160407_102546 (2)

Salah Satu Icon Bali

Bali adalah salah satu destinasi wisata paling popular di Indonesia. Hingga saat ini pulau yang terkenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini masih menjadi primadona di Indonesia. Bukan hanya menjadi primadona di negeri sendiri tapi juga terkenal di dunia. Bali memiliki banyak sekali pantai yang indah seperti Pantai Kuta, Sanur, Lovina, Pandawa, Padang Padang, Nusa Dua, Jimbaran, Karma Kandara, Pantai Tanah Lot, Dreamland, dan masih banyak lagi. Wisata lain yang sangat terkenal antara lain Pura Luhur Tanah Lot, Pura Besakih, Pura Uluwatu, Danau Berantan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana, Monumen Bardja Sandhi, Ubud, Kintamani, dan yang lainnya.

Bali memang merupakan tempat yang ideal untuk melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan yang kadang melelahkan. Bali akan memanjakan kita dengan wisata alamnya yang luar biasa, keramahan penduduknya, dan kebersihan kotanya. Tidak akan cukup waktu satu bulan untuk benar-benar menikmati seluruh sudut pulau ini. Tapi kali ini saya akan berbagi tips dan itinerary menjamah Bali Selatan yaitu  daerah yang memiliki tempat wisata indah dan terkenal di Bali. Bali Selatan ini mencakup area Kuta, Uluwatu, Nusa Dua, Jimbaran, Ungasan, Pecatu, dan area lainnya.

Hari Keberangkatan (Jumat Malam)

16.15 – 19.00 : Berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dan tiba di Ngurah Rai International Airport Bali menggunakan Lion Air.

19.00  –  20.00 : Check in, bersantai dan istirahat di penginapan.

Catatan:

  • Pilihlah keberangkatan pada hari jumat sore atau malam agar tidak terlalu banyak mengambil cuti dari pekerjaan.
  • Agar dapat langsung beristirahat di penginapan ada baiknya untuk memesan penginapan melalui pegipegi.com sebelum hari H. Saya sendiri memilih untuk mencari penginapan yang tidak jauh dari bandara atau pun di sekitar Kuta. Banyak sekali penginapan di sekitar Kuta, mulai dari yang mahal hingga yang murah. Misalnya The Kubu Hotel yang memiliki harga dibawah IDR 200.000 dan terletak di Jalan Poopies, Kuta Legian.
  • Gunakan taksi bandara untuk menuju penginapan. Tarif taksi dari bandara menuju Kuta berkisar antara IDR 45.000 hingga IDR 50.000.

 

Hari Pertama (Sabtu)

Hari pertaman di Bali kita akan mengunjungi daerah wisata yang tidak biasa dikunjungi oleh wisatawan, yaitu Denpasar dengan menggunakan sepeda motor.

06.30 – 07.30 : Sarapan pagi dan siap-siap menuju Denpasar.

08.30 – 10.00 : Mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi).

10.30 – 12.00 : Mengunjungi Museum Lukisan Sidik Jari dan makan siang.

12.30 – 14.00 : Mengunjungi Museum Bali Denpasar. 

15.00 – 17.30 : Mengunjungi Tanah Lot dan menunggu sunset.

18.00 – 20.00 : Makan malam, kembali ke penginapan, dan istirahat.

Catatan:                                          

  • Penginapan di Bali sebagian besar menyewakan sepeda motor dengan tarif IDR 50.000 per hari. Kita juga bisa mengembalikan sepeda motor di bandara tegantung kesepakatan.
  • Perjalanan dari Kuta ke Denpasar memakan waktu sekitar 30 – 50 menit.
  • Monumen Bajra Sandhi terletak di Jalan Raya Puputan No. 142, Denpasar Timur. Tiket masuk untuk WNI adalah IDR 10.000. Seperti Monas, monumen ini berfungsi sebagai tugu peringatan.
  • Museum Lukisan Sidik Jari terletak di Jalan Hayam Wuruk 175/201. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Di dalam museum terdapat café dan wantilan untuk beristirahat. Dalam museum ini menyediakan tempat untuk mendalami seni Bali seperti lukis dan tari.
  • Museum Bali Denpasar terletak di Jalan Mayor Wisnu Denpasar. Museum ini menyimpan banyak sekali pengetahuan tentang peradapan manusia terutama masyarakat Bali.
  • Dari Denpasar menuju Tanah Lot jaraknya cukup jauh, sekitar 18 KM dan memakan waktu sekitar 1 jam. Tapi perjalanan tersebut tidak akan membosankan karena kita akan disuguhi pemandangan persawahan dan kebun. Dan rasa lelah juga akan terbayar setelah kita sampai di Pura Tanah Lot. Sore hari yang cerah antara pukul 16.00 – 19.00 adalah waktu yang tepat untuk menikmati keindahan sunset di Tanah Lot.

 

Hari Kedua (Minggu)

Hari kedua masih dengan sepeda motor kita akan mengunjungi Bali selatan dan bermain air di pantai-pantainya. Perjalanan kita mulai dari tempat yang paling dekat dengan Kuta.

06.30 – 07.30 : Sarapan pagi dan siap-siap menuju Bali Selatan.

08.00 – 09.30 : Mengunjungi Garuda Wisnu Kencana

10.00 – 12.00 : Bermain air di pantai Padang Padang

12.30 – 14.00 : Mengunjungi pantai Pandawa dan makan siang   

15.00 – 17.30 : Mengunjungi Pura Luhur Uluwatu

18.00 – 20.00 : Makan malam, Kembali ke penginapan, dan istirahat

Catatan:

  • Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih dikenal dengan GWK adalah sebuah taman budaya yang berada di Jalan Raya Uluwatu, desa Ungasan. Daya tarik utamanya adalah Patung Garuda Wisnu yang berukuran besar yang di pahat oleh seniman terkenal I Nyoman Nuarta. GWK buka dari jam 08:00 – 22:00 dengan harga tiket IDR 60.000 per orang.
  • Pantai Padang Padang dikenal juga dengan pantai Labuan Sait, merupakan salah satu lokasi syuting film Hollywood Eat Pray Love, yang dibintangi Julia Robets. Lokasinya berada di Jalan Labuan Sait, desa Pecatu sekitar 30 menit dari GWK. Tiket masuknya adalah IDR 5000 saja. Di sini kita akan bermain air sepuasnya. Pantai ini masih sepi pengunjung jadi kita bisa bebas menikmatinya.
  • Pantai Pandawa salah satu pantai berpasir putih yang wajib dikunjungi. Pantai ini sangat ramai pengunjung, dan banyak terdapat tempat makan di sekitarnya. Jadi kita akan makan siang sambil menikmati pemandangan pantai. Setelah makan siang kita dapat bermain air dengan menyewa kano seharga IDR 25.000 per orang, durasi 1 jam. Harga tiket masuk ke kawasan Pandawa ini adalah IDR 8000 per orang.
  • Pura Luhur Uluwatu terletak di di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. Pura Uluwatu terletak di atas bukit karang dengan ketinggian 97 meter di atas permukaan laut. Di sini kita bisa menyaksikan tarian Kecak Uluwatu yang biasanya dipentaskan pada pukul 18.00-19.00. Di sekitar tempat parkir banyak penjual makanan dan minuman, jadi tidak perlu khawatir jika tidak membawa makanan. Tiket masuk kawasan ini adalah IDR 20.000. 

 20160407_122246

Hari Ketiga (Senin)

Hari ketiga masih dengan sepeda motor kita akan mengunjungi tempat yang tidak terlalu jauh dari kuta dan mencari oleh-oleh.

05.00 – 07.30 : Mengejar matahari terbit dan bersantai di Sanur.

08.30 – 10.30 : Belanja oleh-oleh.

11.00 – 12.00 : Kembali ke penginapan dan siap-siap check out.

12.30 – 13.30 : Makan siang di sekitar Kuta  

14.00 – 16.00: Jalan-jalan di sekitar Kuta dan Legian

16.30 – 18.00 : Bersantai di pantai Kuta menikmati sunset.

18.30 – 19.00 : Menuju bandara Ngurah Rai dan kembali ke Bandung.

Catatan :

  • Untuk bisa menikmati sunrise di Sanur kita harus bangun lebih pagi. Perjalanan dari Kuta ke Sanur sekitar 15 – 30 menit.
  • Check out jam 12, tapi kita bisa menitipkan barang kita dulu dan mengambilnya sore hari saat mengembalikan motor dan bersiap menuju bandara. Untuk menuju bandara kita bisa menggunakan taksi atau minta diantar oleh pihak penginapan dengan tarif sekitar IDR 50.000

Menjelajahi Bali menggunakan sepeda motor menurut saya lebih menyenangkan. Yang penting dari sebuh perjalanan adalah Enjoy every trip and make it fun. Setelah pulang liburan semoga mood dan semangat kita bisa kembali lagi.

page1

Pakaian Anak

Pakaian Anak

Dunia Rahmi menyediakan pakaian anak-anak dengan harga murah namun kualitas baik. Sebagian besar kami menjual produk pakaian anak impor. Kami berusaha untuk menjual pakaian dengan bahan lembut dan dingin sehingga nyaman di tubuh anak.

 cats6

 

Elhijab – ELZATTA Hijab with Dunia Rahmi

ELZATTA merupakan salah satu brand fashion hijab yang ternama. Produk-produknya banyak diminati kaum wanita karena qualitas bahan yang terjamin dan model hijab yang terus berkembang namun tetap menjunjung nilai syar’i. Elzatta adalah pilihan tepat bagi anda yang ingin memiliki hiajb dengan harga terjangkau namun sangat nyaman dipakai. Model hijab terus berubah, dengan model dan motif yang elegan.

Stock Elzatta Hijab di Tokopedia DuniaRahmi

Dunia Rahmi kini hadir dengan produk baru, yaitu ELZATTA HIJAB. Kami menyediakan hijab segi empat atau scarft, pashmina, dan juga bergo atau hijab instan. Terdapat banyak pilihan model, warna dan motif.

Untuk pemesanan anda dapat langsung klik link berikut:

Pemesanan juga dapat dilakukan melalui kontak berikut:

  • Email  : duniarahmi@yahoo.com 
  • BBM   : 5879F65A
  • SMS / WA  : 0813 2118 0289
  • FB   : Gallery Ibu dan Anak

This slideshow requires JavaScript.

Berakhir Pekan di Bandung Seharga 50ribu Saja!

Maps - Rute jalan-jalan 50ribu saja

Maps – Rute jalan-jalan 50ribu saja

Perkara menghabiskan uang 50ribu dalam sehari adalah hal yang sangat mudah. Tapi, berakhir pekan hanya dengan 50ribu rupiah, bisa tidak ya? Meskipun bukanlah hal yang bisa dibilang mudah terutama di kota-kota besar, tapi juga bukanlah hal yang mustahil bisa dilakukan!

Berakhir pekan hanya dengan 50ribu rupiah di kota Bandung adalah hal yang mudah dan sangat sering saya lakukan, terutama pada saat-saat menjelang akhir bulan. Bagi saya yang sering dipanggil ‘si bolang’ olah teman-teman sepergaulan, jalan-jalan dan wisata kuliner pada akhir pekan atau hari libur adalah harga mati. Dan ketika isi dompet mulai tak setebal saat awal bulan, berkeliling kota Bandung dengan menggunakan kendaraan roda dua adalah solusi yang paling tepat. Kota Bandung menyimpan banyak sekali tempat-tempat yang indah, asri, dan sejuk jauh dari keramaian kota. Masalahnya tidak semua tempat tersebut dilalui kendaraan umum atau angkot, dan tidak semua kendaraan roda empat dapat dengan mudah mengakses tempat tersebut. Kalaupun bisa dilalui kendaraan umum roda empat atau taksi sudah barang tentu kita harus mengeluarkan uang lebih. Karena itulah menurut saya kendaraan roda dua merupakan solusi yang paling tepat, cepat, dan murah.

Kegiatan yang biasa saya lakukan saat akhir pekan tentu saja bangun sepagi mungkin saat udara masih terasa segar, matahari belum meninggi, dan jalanan juga belum dipadati kendaraan. Perbekalan yang wajib dibawa saat jalan-jalan adalah air minum, jaket, jas hujan, dan tentu saja kamera. Bersama kakak saya dan sepeda motor matic Yamaha Mio yang sudah cukup tua yaitu keluaran tahun 2007 kami siap memulai hari dengan penuh semangat!

Tempat yang pertama kali saya kunjungi tentu saja pom bensin Moh. Ramdhan yang letaknya tidak jauh dari rumah tinggal saya. Karena hari ini saya akan menempuh jarak yang cukup jauh dan medan yang sebagian besar berupa tanjakan dan turunan, maka motor matic ini perlu diberi minum lebih. Jika biasanya cukup hanya dengan 10ribu rupiah, maka kali ini saya bayar lebih untuk bensin yaitu 15ribu rupiah.

Pom Bensin

Pom Bensin

Setelah motor diisi bensin, maka selanjutnya adalah giliran pengendaranya yang perlu diisi, dan tentu saja bukan diisi dengan bensin :p Pilihan kali ini jatuh pada warung makan Bubur Ayam Pelana yang terletak di Jalan Burangrang (Depan SMA BPI). Dari Jalan Mohammad Ramdhan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di tempat ini. Untuk menikmati bubur ayam ini saya cukup hanya dengan membayar 10ribu rupiah saja dan seribu rupiah biaya parkir motor.

Bubur Ayam Pelana - Bandung

Bubur Ayam Pelana – Bandung

Setelah selasai sarapan bubur ayam, tempat favorit saya selanjutnya adalah Pasar Minggu Punclut. Untuk menuju ke tempat ini saya akan menyusuri Jalan Braga, Wastukencana, Siliwangi dan terakhir Jalan Ciumbuleuit hingga bertemu dengan Rumah Sakit TNI AU Dr. Salamun yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tepat disebrang rumah sakit ini lah jalan menuju Punclut dan Pasar Minggu Punclut berada. Pasar ini didominasi oleh warga setempat yang menjual bermacam-macam sayuran dengan harga yang sangat murah hasil dari kebun mereka sendiri. Bisa anda bayangkan bagaimana segar dan menggodanya sayuran-sayuran berwarna hijau itu. I love vegetables! Tidak perlu menunggu lama, langsung saja menuju tempat parkir dan jangan lupa membayar uang parkir dua ribu rupiah. Saat keuangan sedang menipis, saya biasanya hanya membeli kangkung, bumbu-bumbu, dan sayuran untuk campuran mie instan saja, dengan rincian sebagai berikut:

Tauge :                         Rp. 1000,-

Sawi Hijau :                   Rp. 2000,-

Cabe + Bawang:            Rp. 2000,-

Kangkung 1 ikat:            Rp. 2000,-

Total belanja sayuran hanya tujuh ribu rupiah saja.

Pasar Minggu Punclut - Bandung

Pasar Minggu Punclut – Bandung

Setelah puas melihat-lihat pasar minggu maka perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri Jalan Punclut yang cukup menanjak dengan jalan yang di beberapa titik masih terdapat banyak lubang dan kerikil. Di kiri dan kanan jalan banyak pemandangan hamparan kebun sayuran dan tebing serta jurang yang membuat kebanyakan orang yang baru melewatinya tidak tahan untuk tidak berhenti sejenak, menikmati udara pegunungan dan mengabadikannya. Perjalanan terus dilanjutkan menyusuri Jalan Lembang lalu menuju Jalan Kolonel Masturi. Memang rute yang saya pilih terasa sedikit lebih jauh, tetapi jika dinikamti dengan hati yang senang makan tidak akan terasa melelahkan. Kali ini tempat selanjutnya yang saya kunjungi adalah Vihara Vipassana Graha yaitu vihara umat Buddha Theravada yang terletak di Jalan Kolonel Masturi No.69. Untuk berkunjung ke tempat ini kita tidak dipungut biaya sepeserpun. Kita hanya diwajibkan berpakaian sopan dan menjaga ketenangan agar tidak mengganggu umat yang sedang beribadah. Bangunan kuil ini cukup unik dan terlihat seperti bangunan-bangunan kuil yang berada di Negara Gajah Putih. Di tempat ini kita bisa bersantai di taman dan merasakan suasana tenang dan sejuk, dan juga bisa menyaksikan para biksu yang berlalu lalang. Nuansanya benar-benar seperti sedang berada di Thailand atau Bali lho. 😀

Vihara Vipassana Graha - Bandung

Vihara Vipassana Graha – Bandung

Rute selanjutnya adalah menyusuri Jalan Sersan Bajuri untuk menuju tempat berikutnya. Melewati jalan Sersan Bajuri ini tidak akan pernah bosan, karena kita akan disuguhi dengan pemandangan tebing dan jurang penuh pepohonan, tempat wisata kampong gajah, bangunan-bangunan tempat makan dan tempat wisata yang artistik, dan yang paling menarik adalah pemandangan berbagai macam bunga yang dijual di sepanjang jalan. Hari sudah semakin siang dan saatnya beristirahat di warung yang dirasa nyaman sambil minum kopi atau makan gorengan. Cukup keluarkan uang lima ribu rupiah saja untuk makan siang sangat sederhana kali ini. 😀

Setelah melewati Jalan Sersan Bajuri dan Jalan Setiabudhi, sampailah saya di satu tempat favorit sejak dulu yaitu Mie Ayam Cipaganti yang ada di Jalan Cipaganti No.85 tepat di depan Masjid Raya Cipaganti. Untuk menikmati mie ayam lezat ini cukup hanya dengan membayar sepuluh ribu rupiah saja sudah termasuk parkir . Setelah makan mie ayam biasanya saya beristirahat dulu di teras Masjid Raya Cipaganti yang anginnya selalu semilir hingga membuat mata merem melek menahan kantuk.

Matahari mulai bergerak ke arah barat menandakan saatnya saya pun harus kembali pulang. Benar-benar menyenangkan sekali masih bisa menikmati akhir pekan dengan berjalan-jalan melewati lintasan yang berpuluh-puluh kilo meter meski hanya dengan 50ribu rupiah saja. Jadi, jangan selalu berfikir bahwa hanya jalan-jalan dengan dompet tebal lah yang bisa mendatangkan kebahagiaan, tapi semua itu tinggal bagaimana cara kita menikmati setiap perjalanan because fun start from our mind. Let’s enjoy every trip and make it fun!! 😉

Rincian Pengeluaran hari ini :

Bensin                           : Rp. 15.000

Bubur Ayam + Parkir      : Rp. 11.000

Sayuran + Parkir           : Rp. 9000

Kopi + Gorengan           : Rp. 5000

Mie Ayam + Parkir         : Rp. 10.000

TOTAL                          : Rp. 50.000

Ternyata bisa kan berakhir pekan hanya dengan 50 ribu rupiah saja.. 😉

Lembang - Subang

Lembang – Subang

Mie Lidi Enak

Mie Lidi Enak

MIE LIDI / MIE NYERE

Mie Lidi / Mie Nyere dengan 8 varian rasa yaitu : Extra Pedas, Ayam Bawang, Ayam Bakar, Balado, BBQ, Sapi Panggang, Jagung Bakar, dan Keju Asin.

Mie Lidi merupakan jajanan yang sudah populer sejak dulu dan hingga saat ini masih banyak ditemui di sekolah-sekolah terutaman di daerah bandung dan Jakarta. Jajanan murah dan enak ini terbuat dari tepung terigu yang kemudian diolah hingga menjadi mie dengan bentuk menyerupai lidi. Mie Lidi DuniaRahmi rasanya enak dan terjamin kebersihannya. Sekali gigit susah berhenti! 😀


Harga: Rp 55.000 per bag.
(1 bag = 10 bgks. 1 bgks = 40 gr)


 

a. Info & Pemesanan

a. Info & Pemesanan

 

Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer pada bank-bank berikut:

Bank Negara Indonesia
No. Rek 0077270229
A.N. Rahmi Hayati

Bank Central Asia
No. Rek 7770678042
A.N. Anne Susilawati

 

cats6

Elzatta Hijab Dunia Rahmi

Stock Elzatta Hijab di Tokopedia DuniaRahmi

Sprei Kain Perca My Love dan Kintakun

MAAF STOCK SEDANG KOSONG

UKURAN NO.1 (180X200 cm)

Rp. 62.000

Update stock please see fb: DUNIA RAHMI

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sprei perca terbuat dari potongan bahan sisa pabrik (perca) sprei Kintakun dan My love, yang dijadikan sprei utuh sesuai standar berbagai ukuran sprei. Harga sprei ukuran 180 x 200 cm sudah termasuk 1 buah sprei + 2 sarung bantal + 2 sarung guling.  Seluruh sambungan kain perpaduan motif diobras dengan rapi dan pada masing-masing sudutnya diberi karet pengetat.

Harga belum termasuk ongkos kirim. Bisa COD-an untuk wilayah Bandung. Ada discount khusus untuk pembelian lebih dari 4 pcs.

Untuk pesan dan sekedar tanya-tanya silahkan add pin BB 28CE6E6F – Email: venus_izakulee@yahoo.com – WA 0888 211 4662 / SMS 081321180289

Bahan dijamin adem dan lembut, selembut seprei my love dan kintakun…

Corak Sprei No. 1 (180 x 200 cm) >>>>>

Sprei Perca - Dunia Rahmi

Sprei Perca – Dunia Rahmi

Sprei Perca - Dunia Rahmi

Sprei Perca – Dunia Rahmi

Backpacker Ke Pulau Tidung

Jembatan Cinta di pagi hari

Jembatan Cinta di pagi hari

Selamat Siang Semangat Pagi..

Kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan saya menuju ke Pulau Tidung. Sedikit info Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Dari kepadatan kota Jakarta dan dengan segala masalahnya, ternyata Jakarta masih memiliki tempat wisata yang jauh dari asap, macet, dan sampah.

Langsung saja saya akan bercerita mengenai kronologis perjalanan kami menuju ke Pulau Tidung. :^_* Hari itu tepatnya tanggal 31 Maret 2012 yang lalu saya bersama tiga orang teman bertolak dari Bekasi Timur menuju Pulau Tidung menggunakan taksi Primajasa yang sudah  dipesan dari malam sebelumnya. Saya berangkat dari Bekasi pukul 05.00 setelah sholat subuh dan pukul 06.00 lebih kami sudah sampai di Dermaga Muara Angke Baru dengan argo taksi menunjukkan nilai Rp.127.000.

Penampakan Dermaga

Dermaga Muara Angke Baru

Meskipun dermaga ini baru diresmikan beberapa bulan yang lalu oleh Gubernur Jakarta, namun kondisi dermaga sangat mengenaskan. Bangunan tidak terawat dan kosong tanpa fasilitas apapun. Tidak ada mushola dan kamar mandi yang tidak bisa digunakan karena tidak ada air dan kondisinya yang sangat jorok. Tapi semoga sekarang kondisinya sudah lebih baik, aminn.. ^_^ Dan satu lagi bau khas ikan asin tercium sangat tajam, jadi saran saya gunakanlah masker.. hehe.. Sebenarnya ada juga dermaga Muara Angke Lama yang berada tidak jauh dari dermaga Muara Angke Baru. Di sana banyak terdapat kapal nelayan yang juga melayani keberangkatan ke Pulau Seribu.

Sambil menunggu loket di buka, kami berjalan-jalan disekitar dermaga. Loket di buka sekitar pukul 7, dan jumlah pengunjung pun sudah membludak.
Tas diletakkan bederet sebagai tanda nomor antrian.. 😀

Tas diletakkan bederet sebagai tanda nomor antrian beli tiket.. :D

Tas diletakkan bederet sebagai tanda nomor antrian beli tiket..

Pemandangan sekitar dermaga

Pemandangan sekitar dermaga

Pemandangan sekitar dermaga

Kapal menuju Pulau Seribu

Setelah mendapatkan tiket dengan harga Rp. 32.000 kami pun menunggu lagi untuk mendapatkan giliran naik kapal. Ada satu kapal Lumba-lumba dan beberapa kapal Kerapu yang berangkat hari itu. Kapal kerapu ukurannya kecil dan hanya memuat 15 orang. Sedangkan kapal Lumba-Lumba yang ukuranya lebih besar memuat sekitar 25 orang. Kami sendiri memilih menaiki kapal Lumba-lumba yang terlihat lebih nyaman karena ukuran kapalnya yang lebih besar. Di dalam kapal Lumba-Lumba ini dilengkapi dengan fasilitas toilet, tv dan full music. Penumpang juga diberi makanan ringan dan minuman cuma-cuma.

Pukul 08.00 lebih kapal baru beranjak meninggalkan dermaga. Perjalanan dari Muara Angke menuju Tidung menghabiskan waktu sekitar 2.5 jam. Selain di pulau Tidung ada beberapa penumpang yang turun di pulau-pulau lain. Pulau Tidung merupakan tempat pemberhentian terakhir.

Nonton film Si Pitung di dalam kapal

Nonton film Si Pitung di dalam kapal hihi

Sekitar pukul 10.30 kami tiba di dermaga Pulau Tidung. Dan di sana kami sudah ditunggu oleh Pak Haji Mid yang memiliki penginapan ‘Lima Bersaudara’. Setelah bertemu dengan Pak Haji Mid, kami langsung diantar menuju penginapan yang letaknya sekitar 300 meter dari dermaga. Di depan penginapan sudah disediakan sepeda yang yg akan kami gunakan untuk berkeliling di Pulau Tidung. Harga sewa sepeda adalah 15ribu per sepeda selama 2 hari 1 mlm kami disana.

Penginapan Pak Haji sangat nyaman, dilengkapi dengan 3 tempat tidur full AC, TV, dispenser lengkap dengan air mineralnya, dan juga meja rias yang sangat diperlukan oleh wanita untuk dandan hahaha.. Di belakang penginapan terdapat saung untuk bersantai sambil memandang lautan yg tak terlihat batasnya. Benar-benar bisa membuat fikiran menjadi fresh dan melupakan sejenak rutinitas kerja yang kadang membosankan.

Foto bersama Bpk. Haji Mid

Foto bersama Bpk. Haji Mid

Pemandangan belakang penginapan

Pemandangan belakang penginapan

Pemandangan belakang penginapan

Pemandangan belakang penginapan

Setelah beristirahat sejenak, kami pun mulai bersepeda ria menyusuri jalan menuju pantai dan Jembatan Cinta. Nikmat sekali bersepeda ditemani semilir angin yang berhembus dari pantai sepanjang jalan. Yang saya rasakan waktu itu agak sulit menemukan tempat makan di sana, ada beberapa rumah makan tapi sudah gulung tikar tampaknya. Agar tidak kelaparan seperti yang saya alami sebaiknya pesan penginapan sepaket dengan makan. Ada beberapa penjual gorengan di pinggir jalan, namun rasanya jauh dari kata enak. Akhirnya ketika hampir sampai di Jembatan Cinta kami menemukan satu rumah makan padang. Saya pun makan dengan lauk ayam sayur seharga 8000 rupiah, meskipun rasanya tidak seenak rumah makan padang Simpang Paris di Bandung tapi lumayan daripada tidak samasekali. Di belakang rumah makan padang ini merupakan tempat tepat bagi yang ingin ber-camping. Tempatnya sejuk langsung menghadapa pantai yang bisa dijadikan tempat untuk bermain poli pantai dan banyak pepohonan yang bisa dijadikan tempat ayunan, selain itu juga ada beberapa saung untuk bersantai.

Mari camping di sini

Mari camping di sini

Perjalanan dari Penginapan menuju Jembatan Cinta memakan waktu sekitar 15 – 20 menit. Setelah memarkirkan sepeda dengan biaya 2000 rupiah kami langsung berjalan menyusuri jembatan menuju Pulau Tidung Kecil. Jembatan yang terbuat dari kayu memang agak sedikit mengerikan, karena sudah banyak bagian kayu yang lapuk dan berlubang. Tapi Tidak perlu khawatir, karena sebagian jembatan telah mulai direnovasi menggunakn semen. Cuaca sangat panas, tapi tidak terasa karna kita bisa menikmati pemandangan ikan-ikan kecil yang ada di bawah jembatan. Ingin rasanya turun dan menangkap ikan-ikan itu, tapi sayang banyak bulu babi 😀

Sebelum tiba di Tidung saya sempat bertekat setengah bulat untuk menguji nyali dengan terjun dari jembatan cinta seperti yang banyak saya lihat di foto-foto orang lain, tapi ohh ternyata jembatan itu sangat tinggi dan saya sungguh tidak punya nyali. hahaha hiksss.. Dan memang tidak banyak orang yang berani melakukannya. 😀

Welcome

Welcome

Tandai sepedamu agar tidak tertukar

Tandai sepedamu agar tidak tertukar

Menuju Tidung Kecil

Menuju Tidung Kecil

Lanjut jalan lagi

Lanjut jalan lagi

banana boat

banana boat

sejauh mata memandang

sejauh mata memandang

boleh dicoba nih

boleh dicoba nih

Sore harinya setelah kembali dari Pulau Tidung Kecil kami langsung menuju bagian barat pulau untuk mengejar sunset. Meskipun bagian barat pulau ini tidak seramai bagian timur dan cenderung dipenuhi dengan pohon dan semak belukar, tapi tidak perlu khawatir tersesat karena jalan setapak jelas terlihat. Jika kita terus mengayuh sepeda ke arah barat, setelah melewati semak belukar, kita akan menemukan lapangan sepak bola, gedung sekolah, dan saung-saung di pinggir pantai yang bisa kita gunakan untuk bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Di tempat ini lah banyak orang asing yang bermain sepak bola bersama anak-anak kecil penduduk setempat.

Sunset

Sunset

Sunset

Sunset

Menikmati sunset

Menikmati sunset

Malam hari kami sudah kelelahan, jadi kita tidak melakukan aktifitas apa-apa selain tidur.. Padahal saya sangat ingin memancing ikan di jembatan cinta. Malam hari kami hanya makan nasi goreng, padahal saya berharap menemukan rumah makan yang menyediakan udang atau cumi bakar, hehehe..

Pagi setelah sholat subuh saya langsung menu Jembatan Cinta lagi untuk mengejar Sunrise.. Pukul 05.00 pagi di sana sudah ada beberapa orang yang siap dengan cameranya untuk mengabadikan sang Sunrise..  Yukk hunting photo lagi sebelum pulang.. 😀

Sunrise

Sunrise

IMG_1393

Pukul 09.30 kami sudah siap-siap berkemas untuk meninggalkan Pulau Tidung.. Dan tepat jam 10.00 kapal Lumba-Lumba sudah siap membawa kami pulang. Karena merasa belum puas dengan wisata kali ini, saya berencana untuk kembali lagi ke Pulau ini suatu saat nanti… 😀

Rincian Biaya:
Taxi : Rp. 127.000 = @ Rp. 31.750
Kapal PP : Rp. 64.000
Penginapan : Rp. 400.000 = @ Rp. 100.000
Sewa Sepeda : Rp. 15.000
Makan 3x : Rp. 35.000
DLL : Rp. 20.000
Total Biaya per orang (tanpa biaya dr muara angke ke rumah masing) sekitar : Rp. 265.750

No. HP Bpk. Haji Mid.  : 0858 8874 2129