Negeri Para Laskar Pelangi

Negeri Para Laskar Pelangi

Setiap kali melihat harga tiket pesawat sedang diskon, otak petualang dengan cepat merespon dan mencari-cari objek wisata yang ingin dikunjungi. Seperti yang saya alami bulan Juni 2015 kemarin, tepatnya beberapa hari sebelum memasuki Ramadhan. Siang itu saat jam kerja sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba saya menerima pesan singkat dari seorang teman. “Tiket pesawat Garuda tujuan Belitung lagi diskon, hayu kita ke sana. Aku pengen ngerasain naik Garuda”, begitulah kira-kira isi BBM-nya. “Apa? Jadi tujuan utamanya kali ini bukan piknik tapi naik Garuda?”, jawab saya. Tapi saya pun seperti terhipnotis, langsung menyetujui perjalanan yang tanpa perencanaan itu. Satu sisi demi menyenangkan teman yang sangat ingin naik Garuda, dan di sisi lain Belitung memang layak dikunjungi. Selain Garuda Indonesia ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta menuju Belitung atau Tanjung pandan yaitu, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air.

Seperti kebanyakan orang yang mengunjungi Belitung, saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mencicipi Mie Belitung Atep. Mie kuning dengan campuran potongan tahu, kentang rebus, mentimun, tahu, tauge, emping melinjo, lalu disiram dengan kuah kental berwarna kecoklatan dari kaldu udang ini kini jadi kuliner andalan Belitung. Rasanya asam manis. Awalnya memang agak aneh di lidah menurut saya, tapi setelah diberi sedikit sambal rasanya jadi lebih nikmat. Selain mie Belitung, kuliner Belitung yang saya cicipi adalah sup ikan atau dikenal dengan sebutan ‘gangan’. Ikan segar diracik dengan bumbu sederhana yang menawarkan rasa gurih, asam, dan pedas. Jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan Ketarap dengan tekstur dagingny renyah dan empuk.

Hari pertama di Belitung kami lebih banyak mengunjungi tempat kuliner dan tempat-tempat bersejarah. Yang pertama kami kunjungi adalah Vihara Budhayana Dewi Kwan Im. Vihara bernuansa merah ini terletak di desa Burung Mandi, kabupaten Belitung Timur. Konon katanya bangunan ini telah berdiri sejak dua setengah abad yang lalu. Tepatnya sekitar tahun 1747, dan masih digunakan untuk beribadah hingga sekarang.

Vihara Dewi Kwan Im

Vihara Dewi Kwan Im

Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Sanggar Batik De Simpor milik ibunda Gubernur Jakarta Bapak Ahok, dan Museum Kata milik Andrea Hirata penulis novel Laskar Pelangi yang fenomenal. Berkat novel ini lah Belitung semakin dilirik wisatawan lokal dan asing. Kedua tempat ini letataknya berdekatan yaitu di daerah Gantung, kabupaten Belitung Timur. Dan menjelang sore kami bermain-main di replika SD Muhammadiyah Gantong yang merupakan latar belakang utama novel Laskar Pelangi. Semakin hari semakin banyak saja wisatawan yang berkunjung ke sini. Tempatnya yang sejuk dan jauh dari keramaian membuat saya betah berlama-lama di tempat ini.

Replika SD Muhammadiyah

Replika SD Muhammadiyah

Keesokan harinya saatnya menikmati keindahan alam dan pantai yang dimiliki Pulau Belitung. Meskipun cuaca mendung dan sempat turun hujan tapi tidak mengurangi keindahan pantai-pantai di sini. Tujuan kami yang pertama adalah Pulau Lengkuas. Yang membuat pulau ini istimewa dan menarik adalah keberadaan mercusuar tua yang memiliki 18 lantai dan merupakan peninggalan Belanda yang telah dibangun sejak tahun 1882. Dari atas mercusuar ini kita bisa menikmati pemandangan gradasi warna air laut yang indah. Keindahan pulau ini semakin lengkap dengan banyaknya batu granit yang berdiri kokoh dan sangat menakjubkan.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Selain Pulau Lengkuas masih banyak pulau-pulau dan pantai lain yang kami kunjungi hari itu. Salah satunya adalah Pulau Batu Berlayar yang dari namanya saja sudah dapat kita banyangkan pulau ini dipenuhi dengan batu-batu besar yang nyaris menyerupai layar. Selain itu juga ada Pantai Laskar Pelangi yang merupakan lokasi pengambilan adegan di film Laskar Pelangi. Pantai ini tidak kalah indahnya, dan seperti pantai yang lain, pantai ini juga didominasi oleh batu-batu besar yang berdiri kokoh.

Saat ini saya lebih mencintai pantai dari pada gunung. Meskipun telah bermain dibanyak pantai di Pulau Belitung ini tapi saya masih tetap ingin bermain air di pantai yang lain. Jika ditanya destinasi wisata mana lagi yang ingin saya kunjungi saya akan jawab ‘LOMBOK’. Lombok kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Indonesia setelah Bali. Daerah yang terletak di NTB ini memiliki pantai-pantai yang tidak kalah indahnya. Selain itu akses menuju Lombok juga semakin mudah. Beberapa maskapai dari Jakarta yang menuju Lombok antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Bahkan saat ini Citilink melayani rute Bandung langsung menuju Lombok dengan harga terjangkau.

Ada beberapa destinasi wisata di Lombok yang ingin saya kunjungi. Salah satunya adalah Pulau-pulau Gili yang terletak di lepas barat laut Pulau Lombok. Ada tiga pulau di kawasan ini yang keindahannya tidak diragukan, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Pemandangannya sangat indah, pasirnya berwarna putih, dan biota lautnya beraneka ragam. Selain itu beberapa destinasi wajib seperti Pantai Kuta, Senggigi, Batu Bolong, Batu Layar, dan banyak tempat wisata lain di Lombok yang juga sayang jika dilewatkan.

Saat mengunjungi Lombok suatu hari nanti saya akan kembali memilih maskapai Garuda Indonesia untuk mengantarkan saya ke sana. Meskipun harganya lebih tinggi dibanding maskapai yang lain, tapi itu sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan. Bisa memotret awan di ketinggian ribuan kaki berdampingan dengan sayap Garuda adalah sudatu seni tersendiri menurut saya. Semoga saja impan ini kembali dapat dengan cepat terwujud. Amin!

Pantai Merah Jambu di Timur Indonesia

Pantai Merah Jambu di Timur Indonesia

Pada suatu pagi di akhir pekan, salah satu acara jalan-jalan di televisi yang dibawakan oleh Ruben Onsu dan Luna Maya menampilkan episode menjelajahi pantai dengan pasir berwarna merah jambu. Pantai itu dikenal dengan nama ‘Pink Beach’, berada di kawasan Taman Nasional Komodo NTT. Pemandangan di sekitar pantai membuat saya takjub. Pantai dikelilingi oleh gurun savanna yang gersang dan hanya ada beberapa pohon saja. Sepertinya di sana sangat panas, itu yang pertama terfikir di benak saya.

Setelah kejadian pagi itu, saya mulai browsing menggali segala informasi tentang Pink Beach. Semua informasi rute perjalanan, penginapan, sewa kapal, penerbangan, dan harga tiket semua sudah lengkap. Tidak bisa dipungkiri memang butuh modal yang tidak sedikit untuk mengunjungi Pink Beach. Kita perlu menyewa kapal yang harga sewanya sekitar dua juta rupiah agar bisa menikmati sensasi bermalam di tengah laut. Selain itu tidak banyak penerbangan yang menuju Labuan Bajo sebagai salah satu pintu masuknya. Dari Jakarta kita harus transit dulu di Denpasar. Maskapai penerbangan dari Denpasar yang mencapai Labuan Bajo antara lain yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, dan Wings Air.

Impian saya untuk mengunjungi Pink Beach akhirnya dapat terwujudkan. Hari itu di bulan Agustus, Garuda Indonesia membawa saya menuju Denpasar, lalu dilanjutkan lagi menuju Bandara Labuan Bajo dengan pesawat Garuda Indonesia ATR 72 yang berukuran kecil. Setelah terbang sekitar satu jam lebih akhirnya sampai juga saya di Bandara Komodo Labuan Bajo. Owh Tuhan aku memuji Mu! Rasanya bisa menginjakkan kaki di Indonesia bagian timur ini luar biasa.

Dari bandara saya langsung menuju pelabuhan Labuan Bajo yang terkenal dengan keindahannya saat matahari terbenam. Setiba di dermaga kami langsung menaiki kapal dan siap berpetualang menjelajahi perairan Pulau Komodo. Tidak ada sejengkal pemandangan pun yang tidak membuat saya kagum. Airnya yang jernih, langit yang biru, pulau-pulau kecil yang bertebaran, dan bukit-bukit kokoh yang mengelilingi laut ini semuanya sangat mengagumkan.

Perahu mulai mendekati bibir pantai yang dari kejauhan terlihat jelas pasirnya berwarna pink. Ya Tuhan ini nyata! Saya telah sampai di tempat yang sudah lama saya impikan. Tapi sabar sebentar, karena untuk mencapai bibir pantai kita harus menyewa kapal kecil. Kapal besar tidak boleh mendekati bibir pantai dan tidak boleh melempar jangkar untuk melindungi koral-koral agar tidak rusak.

Kawasan Taman Nasional Komodo

Kawasan Taman Nasional Komodo

Pink Beach

Pink Beach

Setelah tiba di pinggir pantai saya langsung berenang dan mulai mengintip apa yang ada di balik air ini. Ikan yang berwarna-warni dan koral-koral yang terjaga dengan baik menambah pesona keindahan alam bawah laut pantai ini. Ombak cukup besar siang itu. Semakin berenang ke tengah semakin besar ombak menerjang tubuh saya. Lalu saya memutuskan istirahat sebentar di pinggir pantai. Nikmat sekali rasanya bisa bersantai di pantai yang indah dan sesepi ini. Bukit savanna yang gersang berdiri kokoh mengelilingi pantai ini. Cuaca panas yang sebelumnya saya bayangkan ternyata salah. Meskipun terlihat gersang tapi angin terus berhembus membuat udara terasa sejuk. Saya melihat bukit di sisi kanan tidak jauh dari pantai. Saya pun memutuskan untuk naik ke bukit tanpa alas kaki. Angin bertiup kencang di sana. Pemandangan menakjubkan terlihat jelas. Pasir yang berwarna pink dan gradasi warna air laut sungguh mempesona. Mahakarya yang Tuhan sentuhkan di tanah Flores ini luar biasa.

Pink Beach

Pink Beach

Setelah puas bermain di bukit saya kembali snorkeling. Saya terus mengikuti arah ikan berenang. Hingga tanpa sadar saya berenang terlalu jauh. Saya memutuskan berenang sampai kapal atas saran guide kami. Tapi ombak semakin tinggi dan keras menghempas badan saya. Saya nyaris kehabisan nafas. Hingga akhirnya salah seorang awak kapal menarik badan saya. Ini benar-benar berbuatan nekat dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Jika ditanya destinasi wisata mana lagi yang ingin saya kunjungi saya akan jawab ‘LOMBOK’. Lombok kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Indonesia setelah Bali. Daerah yang terletak di NTB ini memiliki pantai-pantai yang tidak kalah indahnya. Selain itu akses menuju Lombok juga semakin mudah. Beberapa maskapai dari Jakarta yang menuju Lombok antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Bahkan saat ini Citilink melayani rute Bandung langsung menuju Lombok dengan harga terjangkau.

Ada beberapa destinasi wisata di Lombok yang ingin saya kunjungi. Salah satunya adalah Pulau-pulau Gili yang terletak di lepas barat laut Pulau Lombok. Ada tiga pulau di kawasan ini yang keindahannya tidak diragukan, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Pemandangannya sangat indah, pasirnya berwarna putih, dan biota lautnya beraneka ragam. Selain itu beberapa destinasi wajib seperti Pantai Kuta, Senggigi, Batu Bolong, Batu Layar, dan banyak tempat wisata lain di Lombok yang juga sayang jika dilewatkan.

Saat mengunjungi Lombok suatu hari nanti saya akan kembali memilih maskapai Garuda Indonesia untuk mengantarkan saya ke sana. Meskipun harganya lebih tinggi dibanding maskapai yang lain, tapi itu sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan. Bisa memotret awan di ketinggian ribuan kaki berdampingan dengan sayap Garuda adalah sudatu seni tersendiri menurut saya. Semoga saja impan ini kembali dapat dengan cepat terwujud. Amin!

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia